Robertson: Klopp adalah Sosok Ayah

Kehadiran Jurgen Klopp bagi Liverpool teramat penting. Di tangan pelatih asal Jerman itu, Liverpool kembali mendapatkan tajinya sebagai salah satu tim yang diperhitungkan. Bersama mantan pelatih Borussia Dortmund itu, Liverpool mampu meraih gelar yang telah lama dirindukan. Salah satunya adalah Liga Champions Eropa.

Selain itu tidak lama lagi Si Merah akan menuntaskan penantian panjang selama 30 tahun untuk menjadi juara Liga Primer Inggris. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri paceklik gelar itu.

Di mata Andy Robertson, Klopp adalah sosok pelatih yang luar biasa. Tidak hanya itu Robertson menilai Klopp sebagai sosok ayah bagi tim tersebut.

“Dia adalah sosok ayah di tempat latihan ini, kelompok pemuda-pemuda ini, dan dia di sini untuk kami di setiap suasana, apakah di dalam lapangan atau di luar lapangan,” bebernya.

Pemain asal Skotlandia itu mengatakan kesukesan Liverpool tidak lepas dari campur tangan pelatih tersebut. Bahkan dirinya pun menjadi pemain yang meraih kesuksesan di tangan Klopp. Sebelum berseragam Liverpool, Robertson bukanlah pemain yang diperhitungkan.

“Itulah mengapa kami begitu sukses sekarang. Itu karena dia, dan semoga hal ini akan berlangsung lama.”

Ia mengatakan untuk mencapai kesuksesan itu dibutuhkan kerja keras. Perjuangan berbagai pihak akhirnya berbuah manis. Namun demikian, di mata Robertson, Liverpool lebih dari sebuah tim sepak bola. Ia menganggap klub tersebut seperti keluarga.

“Aku tahu ini soal kerja keras, dan dia adalah manajerku. Tapi kami lebih daripada itu, kami di sini seperti keluarga dan itulah mengapa kami begitu sukses,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris hingga kompetisi terpaksa dihentikan. The Reds bahkan sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan tambahan enam poin lagi alias dua kemenangan. Dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua, tim asal kota pelabuhan itu hampir pasti mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun terakhir.

Meski begitu Klopp mengatakan pihaknya tak ingin jemawa dengan selisih poin tersebut. Menurutnya masih tersisa sembilan pertandingan yang memperebutkan total 27 poin. Ia menegaskan timnya berusaha untuk meraih poin sebanyak mungkin. Meski sudah berada di ambang juara, Liverpool sejatinya belum juara.

“Ada 27 poin tersisa untuk kami dan kami akan mencoba segala cara untuk meraih semuanya. Kami masih belum juara, kami harus memainkan pertandingan dan memenangi semuanya,” sambungnya.

Liverpool sendiri bisa mengunci gelar juara setelah dua laga pertama. Bahkan pesta juara bisa lebih cepat andaisaja Manchester City kalah dari Arsenal di laga pertama setelah kompetisi kembali bergulir.

Jadwal Serie A Italia Pekan ke-31 Hingga 35

Serie A Italia resmi bergulir lagi. Pertengahan bulan ini akan menjadi tonggak baru bergulirnya kembali kompetisi sepak bola tertinggi di negara tersebut.

Federasi Sepak Bola Italia dan para pihak terkait pun sudah merilis jadwal pertandingan terbaru. Kompetisi akan dimulai pada 20 Juni 2020 dengan memainkan sejumlah laga tunda pekan ke-25. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pertandingan pekan selanjutnya.

Berikut jadwal Serie A pekan ke-31 hingga 35 seperti dilansir dari Detik.com:

Pekan ke-31
Rabu (8/7/2020)
00.30 WIB Lecce vs Lazio
02.45 WIB AC Milan vs Juventus

Kamis (9/7/2020)
00.30 WIB Fiorentina vs Cagliari
00.30 WIB Genoa vs Napoli
02.45 WIB Atalanta vs Sampdoria
02.45 WIB AS Roma vs Parma
02.45 WIB Torino vs Brescia
02.45 WIB Bologna vs Sassuolo

Jumat (10/7/2020)
00.30 WIB SPAL vs Udinese
02.45 WIB Verona vs Inter Milan

Pekan ke-32
Sabtu (11/7/2020)
22.15 WIB Lazio vs Sassuolo

Minggu (12/7/2020)
00.30 WIB Brescia vs AS Roma
02.45 WIB Juventus vs Atalanta
22.15 WIB Genoa vs SPAL

Senin (13/7/2020)
00.30 WIB Cagliari vs Lecce
00.30 WIB Fiorentina vs Verona
00.30 WIB Parma vs Bologna
00.30 WIB Udinese vs Sampdoria
02.45 WIB Napoli vs AC Milan

Selasa (14/7/2020)
02.45 WIB Inter vs Torino

Pekan ke-33
Rabu (15/7/2020)
02.45 WIB Atalanta vs Brescia

Kamis (16/7/2020)
00.30 WIB Bologna vs Napoli
00.30 WIB AC Milan vs Parma
00.30 WIB Sampdoria vs Cagliari
02.45 WIB Lecce vs Fiorentina
02.45 WIB AS Roma vs Verona
02.45 WIB Sassuolo vs Juventus
02.45 WIB Udinese vs Lazio

Jumat (17/7/2020)
00.30 WIB Torino vs Genoa
02.45 WIB SPAL vs Inter Milan

Pekan ke-34
Sabtu (18/7/2020)
22.15 WIB Verona vs Atalanta

Minggu (19/7/2020)
00.30 WIB Cagliari vs Sassuolo
02.45 WIB AC Milan vs Bologna
22.15 WIB Parma vs Sampdoria

Senin (20/7/2020)
00.30 WIB Brescia vs SPAL
00.30 WIB Fiorentina vs Torino
00.30 WIB Genoa vs Lecce
00.30 WIB Napoli vs Udinese
02.45 WIB AS Roma vs Inter Milan

Selasa (21/7/2020)
02.45 WIB Juventus vs Lazio

Jadwal Pekan 35

Rabu (22/7/2020
00.30 WIB Atalanta vs Bologna
02.45 WIB Sassuolo vs AC Milan

Kamis (23/7/2020)
00.30 WIB Parma vs Napoli
02.45 WIB Inter Milan vs Fiorentina
02.45 WIB Lecce vs Brescia
02.45 WIB Sampdoria vs Genoa
02.45 WIB SPAL vs AS Roma
02.45 WIB Torino vs Verona

Jumat (24/7/2020)
00.30 WIB WIB Udinese vs Juventus
02.45 WIB Lazio vs Cagliari

Kehadiran Werner Bisa Ancam Posisi Firmino di Liverpool

Saat ini nama Timo Werner kerap dikaitkan dengan Liverpool. Pemain RB Leipzig itu disebut-sebut menjadi buruan raksasa Liga Primer Inggris itu. Ternyata kehadiran Werner bakal mempengaruhi komposisi skuad yang ada, termasuk trisula maut Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

Sebagaimana dikatakan Danny Mills, kehadiran Werner bakal membuat salah satu dari trio maut itu terancam. Pemain yang dimaksud oleh mantan pemain belakang Manchester City itu adalah Roberto Firmino.

Menurut Mills, posisi Werner itu sama seperti yang saat ini dimainkan Firmino. Tak heran bila Werner jadi merumput di Anfield, maka posisi pemain internasional Brasil itu bisa terancam.

“Anda harus mengatakan Firmino. Timo Werner itu tipe penyerang tengah, si nomor sembilan. Memang di sana dirinya dan itu yang akan dia lakukan,” beber Mills.

Lebih lanjut pemain yang pernah bermain untuk Leeds United itu mengatakan kehadiran Werner bakal menghadirkan atmoster persaingan di antara para pemain depan Liverpool. Menurut mantan pemain Inggris itu hal seperti ini merupakan sesuatu yang lumrah dalam dunia sepak bola. Bagi para pemain yang bersaing, wajib hukumnya untuk terus meningkatkan kualitas agar bisa mendapat kepercayaan untuk mengisi skuad.

“Ini adalah kompetisi memperebutkan posisi dan dia adalah striker yang luar biasa, masih muda dan mesti banyak belajar. Anda harus selalu menambahkan kualitas ke dalam tim anda,” sambungnya.

Meski akan menimbulkan persaingan internal, kehadiran pemain baru akan memberikan dampak positif bagi klub. Klub jadi punya opsi bila ada pemain yang cedera atau bila harus dipanggil ke tim nasional. Apalagi saat ini tingkat persaingan di Liga Primer Inggris semakin kuat. Banyak klub papan atas yang memiliki skuad mumpuni dengan stok pemain berkualitas yang melimpah, salah satunya adalah mantan tim Mills.

“Liverpool bisa saja mendapati pemainnya cedera atau dipanggil ke timnas dan itu mungkin mengalir begitu saja, mereka mesti waspada dengan itu. Lihat bagaimana kuatnya skuat Manchester City, Liverpool butuh adanya persaingan di trio serangannya,” pungkasnya.

Saat ini Liga Primer Inggris bersiap untuk bergulir lagi. Tim-tim peserta sedang mempersiapkan diri. Kompetisi yang akan bergulir laga pada bulan ini memberikan angina segar bagi sepak bola di Inggris.

Namun demikian persaingan untuk memperebutkan trofi juara sepertinya sudah berakhir. Liverpool kini berada di ambang juara. Tim tersebut sudah mengemas total 82 poin dan mencatatkan keunggulan yang sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Selisih lebih dari 20 poin mustahil bagi Manchester City untuk bisa mengejar, apalagi menyalib Si Merah.

Bek Liverpool Sebut yang Penting Liverpool Juara

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang bersiap untuk kembali menghadapi kompetisi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Liverpool.

Apalagi klub berjuluk The Reds itu di ambang gelar juara yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Liverpool telah mengemas total 82 poin dari berjarak lebih dari 20 poin dari Manchester City di urutan kedua. Si Merah pun hanya butuh enam poin atau dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara.

Namun demikian pesta juara Liverpool bakal tak lengkap. Pasalnya laga-laga akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton. Bahkan untuk merayakan pesta juara, para penggemar Liverpool dilarang untuk berkumpul.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari bek Liverpool, Andy Robertson. Menurutnya merayakan gelar juara dalam stadion kosong adalah hal yang aneh. Terasa amat berbeda berpesta bersama para penggemar.

“Maukah kami bermain di hadapan 55 ribu orang di Anfield (kandang Liverpool)? Tentu saja mau. Memenangkan pertandingan tanpa suporter rasanya jelas tak akan sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Robertson mengatakan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melibatkan banyak orang dalam kerumunan. Ia yakin para penggemarnya akan patuh dengan protokol untuk tidak datang ke stadion dan memilih memberikan dukungan dari rumah masing-masing.

“Tapi itulah yang harus kami jalani saat ini. Meski begitu, suporter kami akan memberikan dukungan luar biasa dari rumah masing-masing, dan kami bisa merasakan dukungan itu.”

Terlepas dari itu ia berharap bahwa peluang gelar di depan mata tidak sampai hilang. Ia yakin pada waktunya aka nada pesta juara.

“Semoga kami bisa merayakan gelar juara di akhir musim. Akan ada perayaan jika waktunya sudah memungkinkan,” sambungnya.

Untuk itu ia mengatakan saat ini pihaknya lebih menaruh perhatian untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang dikabarkan akan digulirkan lagi pada 17 Juni 2020 nanti. Ia pun memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan dan memastikan mereka mampu mengklaim trofi musim ini.

“Sekarang kami fokus dulu ke lapangan. Kami perlu meraih kemenangan untuk mendapatkan trofi juara untuk klub,” pungkasnya.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku bermain tanpa penonton adalah hal yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Jadwal Lengkap Pekan ke-29 Bundesliga

Bundesliga Jerman akan kembali bergulir. Akhir pekan ini akan menandai pekan ke-29. Sejumlah laga menarik pun siap untuk menghibur para penggemar. Pertandingan antara Bayern Muenchen kontra Fortuna Dusseldort akan membuka pekan ke-29. Laga ini akan digelar di kandang Muenchen di Stadion Allianz Arena pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Muenchen tentu lebih diunggulkan di laga ini. Selain memiliki skuad yang lebih mumpuni, di laga sebelumnya Die Roten berhasil memenangi laga Der Klassiker menghadapi Borussia Dortmund. Muenchen menang satu gol tanpa balas sekaligus memperlebar jarak dengan Dortmund di puncak klasemen sementara.

Laga menarik lainnya akan dihelat pada Minggu, 31 Mei 2020. Borussia Dortmund akan melakoni laga tandang ke markas Paderborn.

Klub-klub peserta pun harus siap untuk menghadapi jadwal Bundesliga yang padat. Hal ini sebagaimana dikeluhkan pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann. Mereka hanya memiliki waktu istirahat dua hari. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk beradaptasi.

“Kami sulit menjalani laga dengan normal. Ini adalah ‘English week’ pertama di bulan ini,” beber Nagelsmann.

Lebih lanjut ia mengatakan padatnya jadwal yang terjadi pada mereka dengan hanya jadwal istirahat dua hari, tidak demikian dengan yang terjadi dengan klub lain. Ia mengambil contoh Hertha Berlin yang akan mereka hadapi. Klub ini memiliki waktu istirahat empat hari.

“Itu bukan ‘English week’ untuk Hertha. Mereka memiliki istirahat empat hari. Saya tidak mengerti bagaimana pertandingan dijadwalkan. Hertha bermain pada hari Jumat, kami pada hari Minggu dan harus kembali bermain.”

Nagelsmann mengatakan pihaknya pun tak bisa tidak untuk mengutarakan hal ini. Ia pun sudah menyampaikan ini kepada operator Liga Jerman. Namun sayangnya tidak ada respon yang diberikan oleh pihak operator.

“Kembali kami harus menghadapi laga dengan kondisi sulit. Saya sudah mengutarakan hal ini kepada operator Liga Jerman (DFL), tetapi tidak ada yang peduli,” pungkasnya.

Berikut jadwal lengkap Pekan 29 Bundesliga Jerman:

Sabtu, 30 Mei
01.30 WIB Freiburg vs Bayer Leverkusen
20.30 WIB Wolfsburg vs Eintracht Frankfurt
20.30 WIB Hertha Berlin vs Augsburg
20.30 WIB Mainz 05 vs Hoffenheim
20.30 WIB Schalke 04 vs Werder Bremen
23.30 WIB Bayern Munchen vs Fortuna Duesseldorf

Minggu, 31 Mei
20.30 WIB Borussia Moenchengladbach vs Union Berlin
23.00 WIB Paderborn vs Borussia Dortmund

Selasa, 2 Juni
01.30 WIB Koeln vs RB Leipzig

Leipzig Keluhkan Padatnya Jadwal Bundesliga

Ternyata bergulirnya kembali Bundesliga Jerman menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah padatnya jadwal pertandingan. Hal ini ternyata dikeluhkan oleh salah satu klub Bundesliga yakni RB Leipzig.

Sebagaimana dikatakan pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, jadwal pertandingan sangat padat. Mereka hanya memiliki waktu istirahat dua hari. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk beradaptasi.

“Kami sulit menjalani laga dengan normal. Ini adalah ‘English week’ pertama di bulan ini,” beber Nagelsmann.

Lebih lanjut ia mengatakan padatnya jadwal yang terjadi pada mereka dengan hanya jadwal istirahat dua hari, tidak demikian dengan yang terjadi dengan klub lain. Ia mengambil contoh Hertha Berlin yang akan mereka hadapi. Klub ini memiliki waktu istirahat empat hari.

“Itu bukan ‘English week’ untuk Hertha. Mereka memiliki istirahat empat hari. Saya tidak mengerti bagaimana pertandingan dijadwalkan. Hertha bermain pada hari Jumat, kami pada hari Minggu dan harus kembali bermain.”

Nagelsmann mengatakan pihaknya pun tak bisa tidak untuk mengutarakan hal ini. Ia pun sudah menyampaikan ini kepada operator Liga Jerman. Namun sayangnya tidak ada respon yang diberikan oleh pihak operator.

“Kembali kami harus menghadapi laga dengan kondisi sulit. Saya sudah mengutarakan hal ini kepada operator Liga Jerman (DFL), tetapi tidak ada yang peduli,” pungkasnya.

Selain jadwal pertandingan yang padat, setiap pertandingan pun digelar secara tertutup. Tidak ada penonton yang diizinkan untuk datang ke stadion. Ternyata situasi ini menuai banyak komentar.

Salah satunya dari pemain Real Madrid, Federico Valverde. Menurut sosok asal Uruguay itu, laga tanpa penonton akan menghadirkan kerumitan tersendiri. Bahkan ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang tak baik.

“Beberapa laga mungkin masih oke, tapi saya gak tahu apa yang bakal terjadi kalau sampai 100 laga tanpa penonton. Yang pertama, sih, pasti akan rumit,” beber Valverde.

Lebih lanjut Valverde mengatatakan pihaknya belum siap untuk bermain dalam stadion tanpa penonton. Bedanya saat ini para pemain sedang bersemangat setelah kompetisi sempat terhenti selama beberapa pekan.

“Itu hal yang buruk. Kami tidak siap bermain dalam kondisi seperti itu. Mungkin sekarang semua orang justru sedikit lebih bersemangat,” sambungnya.

Pemain berusia 21 tahun itu mengatakan situasi yang terjadi ini patut dipahami. Orang-orang tentu lebih menaruh perhatian pada aspek kesehatan dan keselamatan. Apalagi wabah ini merupakan hal yang baru dan sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya.

Kapten Liverpool Rasa Aneh Bila Angkat Trofi Liga Inggris dalam Situasi seperti Ini

Saat ini Liga Primer Inggris disiapkan untuk bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Klub-klub peserta sudah mulai berlatih meski tetap mematuhi sejumlah protokol secara ketat. Pertengahan Juni mendatang disebut-sebut sebagai waktu yang pas bagi bergulirnya lagi kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu.

Sementara itu Liverpool sedang bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Tim berjuluk The Reds itu berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Namun demikian akan ada hal berbeda yang terjadi di musim ini andaisaja Liverpool berhasil angkat trofi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bakal merayakan gelar juara di stadion kosong. Pasalnya Liga Primer Inggris bakal mengikuti Bundesliga Jerman yang menggulirkan kompetisi tanpa penonton.

Henderson sendiri mengaku situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain internasional Inggris itu mengatakan meski peluang juara sudah di depan mata, namun masih ada pekerjaan berat yang harus dilakukan. Liverpool masih membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci gelar juara.

“Kami masih punya tugas untuk dilakukan dan kami masih perlu tampil di level tinggi sampai musim benar-benar berakhir, karena kami ingin menuntaskannya setangguh mungkin untuk memastikan ini jadi musim yang penuh.”

Saat ini aku Henderson, timnya masih dalam trek positif. Ia berharap tren tersebut tetap dipertahankan hingga bisa memastikan gelar juara tak jatuh dari tangan mereka.

“Setelah itu, entah kami memenanginya atau apapun istilahnya, lalu menerima trofi dan fans tidak ada di sana, ya Anda cuma harus menerimanya ketika itu terjadi. Semoga gelar juara itu benar-benar terwujud, kami masih dalam posisi sangat bagus.”

Lebih lanjut pemain tengah tersebut mengatakan gelar Liga Inggris yang berpeluang diraih musim ini akan memompa semangat tim untuk bisa menjadi lebih baik di musim-musim berikutnya. Ia juga berharap situasi bisa kembali normal dan para penggemar bisa diizinkan untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

“Itu akan berarti kami sudah memenangi Premier League dan kami akan sangat senang. Tapi kemudian kami bisa melihat ke masa depan dan kapanpun fans diperbolehkan kembali ke stadion, saya yakin kami akan menggelar semacam perayaan bersama,” pungkasnya.

Mbappe Tak Ada Target Raih Ballon d’Or

Nama Kylian Mbappe disebut-sebut sebagai bintang masa depan. Pemain depan Paris Saint-Germain (PSG) itu digadang-gadang akan meneruskan era kejayaan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia.

Namun demikian pemain masa depan Prancis itu tak memiliki target tersendiri untuk mendapatkan penghargaan individu, termasuk Ballon d’Or sebagai apresiasi untuk pemain terbaik di dunia.

Menurutnya bisa meraih trofi tersebut adalah sesuatu yang menyeyangkan. Namun ia sendiri tidak mau terbebani dengan target tersebut. Ia juga lebih memilih untuk fokus dengan klub untuk meraih berbagai trofi.

“Menyenangkan kalau bisa meraihnya, tapi itu bukan sesuatu yang membuatku tak bisa tidur. Aku rasa aku tidak harus meraihnya musim depan atau musim berikutnya, tidak ada batas waktu,” bebernya.

Mantan pemain AS Monaco itu mengatakan saat ini prioritasnya adalah PSG dan tim nasional Prancis. Sementara itu penghargaan pribadi baginya adalah bonus bila mampu tampil baik di level klub dan tim nasional.

“Aku selalu menempatkan PSG dan tim nasional sebagai prioritas. Kemudian, kalau penghargaan pribadi didapat dari performaku, maka itu adalah bonus,” sambungnya.

Saat ini pemain tersebut terus dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Real Madrid dan Liverpool disebut-sebut tertarik untuk mendapatkan pemain tersebut. Klub yang disebutkan pertama paling dijagokan untuk mendapatkan tanda tangan Mbappe.

Namun ada tanda-tanda kalau Mbappe juga tertarik untuk bermain bersama Liverpool di Liga Primer Inggris. Hal ini tersirat dari komentarnya terhadap performa klub berjuluk The Reds itu. Menurutnya performa Si Merah belakangan ini cukup meyakinkan. Liverpool berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang dinanti selama 30 tahun. Sementara musim lalu, Liverpool sukses menjadi kampiun Eropa dengan menjuarai Liga Champions Eropa.

“Musim ini, Liverpool sudah menjadi mesin di Premier League. Mereka terkesan mudah melakukannya, padahal itu tak pernah mudah,” ungkap Mbappe.

Pemain berusia 21 tahun itu mengakui performa Liverpool yang diperoleh berkat berjuangan dan kerja keras tim selama beberapa musim terakhir. Tidak hanya itu performa gemilang Liverpool tidak lepas dari kontribusi pelatih yang hebat dalam diri Jurgen Klopp.

“Penampilan mereka yang seperti itu tidak terjadi begitu saja. Menjadi kejam seperti yang mereka lakukan, datang dari kerja keras saat latihan dan manajer yang bagus,” pungkasnya.

Apakah Liverpool akan menjadi pelabuhan baru bagi Mbappe? Sepertinya tidak mudah bagi PSG untuk melepaskan salah satu bintang muda andalan tersebut.

Jangan Sampai Sancho Bernasib seperti Luka Jovic

Saat ini nama Jadon Sancho santer dikaitkan dengan pintu keluar dari Borussia Dortmund. Sejumlah klub besar ramai dikaitkan dengan pemain internasional Inggris itu. Namun demikian ada wanti-wanti yang diberikan kepada pemain 20 tahun itu bila ingin meninggalkan Die Borussien.

Salah satu peringatan datang dari mantan pemain Dortmund, Steffen Freund. Freund mengingatkan Sancho agar jangan sampai nasibnya seperti Luka Jovic. Sebagaimana diketahui Jovic saat ini sedang mengalami situasi sulit bersama Real Madrid setelah didatangkan dari klub Bundesliga lainnya, Eintracht Frankfurt.

Tampil moncer bersama Frankfurt tidak menjadi jaminan bagi pemain tersebut untuk langsung “nyetel” bersama El Real. Ia boleh menjadi mesin gol dan bintang di Bundesliga, namun tidak demikian di La Liga Spanyol.

“Jadon tak diragukan lagi sudah siap untuk bermain di Liverpool atau Man United karena statistiknya luar biasa. Itu membuktikan bahwa dia siap untuk melangkah lebih jauh,” beber Steffen Freund.

Walai mengakui Sancho sudah siap untuk bermain di luar Bundesliga, namun Freund tetap mengingatkan dia untuk tidak lekas mengambil keputusan untuk hijrah. Ada baiknya Sancho bertahan di Dortmund untuk terus mengembangkan potensi hingga benar-benar siap untuk bersaing di klub top Eropa lainnya.

“Sebaiknya dia bermain dulu di Borussia Dortmund saat ini dan juga musim depan, sehingga punya waktu main lebih banyak. Dia baru tahun 20 tahun, apa salahnya bermain di Borussia Dortmund? Kita tidak bicara tentang Freibur atau Paderborn, kita bicara Borussia Dortmund, salah satu klub 20 besar Eropa,” lanjutnya.

Freund mengatakan jangan sampai Sancho mengalami situasi seperti yang dialami Jovic saat ini. Setelah meninggalkan Frankfurt, Jovic harus berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan di Spanyol. Alih-alih menunjukkan performa gemilang seperti di klub sebelumnya, Jovic justru mengalami paceklik gol dan mengalami cedera pula.

“Ingat Jovic, yang pindah dari Eintracht Frankfurt ke Real Madrid, dia malah tidak bermain. Jika Anda punya tawaran dari Real Madrid, Anda selalu berpikir ‘Oke, saya akan ke sana’.”

Ia mengingatkan agar para pemain muda potensial tidak cepat tergiur dengan berbagai tawaran menarik di luar Bundesliga. Soal gaji misalnya, Freund mengatakan tidak ada perbedana signifikan antara klub-klub Bundesliga dan La Liga atau Liga Primer Inggris.

Walau demikian ia mengamini bahwa tawaran dari klub-klub raksasa di dua kompetisi itu bisa saja sangat menggiurkan. Namun Freund mengatakan hal-hal seperti itu akan datang dengan sendirinya bila performa terus membaik dan mampu memenuhi ekspektasi klub.

“Tidak harus begitu kok karena gaji di Bundesliga juga bagus, meski tidak sebanyak Real Madrid atau Premier League. Tapi, Anda bisa mendapat uang banyak dan menjadi lebih baik, tidak bisa semuanya secara bersamaan.”

Freund meminta Sancho agar lebih selektif untuk memilih klub. Setiap klub memiliki tekanan dan tantangan tersendiri. Bila memilih Manchester United maka tekanan akan lebih besar karena klub tersebut terus berjuang untuk bisa tampil lagi di Liga Champions Eropa.

“Jadon jika pindah ke Man United akan mendapat tekanan seperti itu, mereka kesulitan lolos ke Liga Champions. Jadi lebih baik dia bertahan setahun lagi di Dortmund,” pungkasnya.

Son Sama Penting dengan Harry Kane

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait masa depan Harry Kane bersama Tottenham Hotspur. Namun demikian, Kane ternyata bukan satu-satunya pemain kunci di tim tersebut.

Menurut Garry Neville, kedua pemain itu sama-sama penting bagi klub. Tidak hanya itu performa keduanya pun saling berpengaruh. Kane akan tampil baik bila mendapat dukungan dan bermain bersama Son. Dengan kata lain bersama Son, Kane mampu tampil maksimal di lapangan pertandingan.

“Lockdown membantu Tottenham karena Kane dan Son bisa kembali. Saya tahu kita bilang kalau klub-klub ini punya skuad karena mereka klub besar. Tapi Anda tidak bisa kehilangan Harry Kane dan tidak terpengaruh, khususnya di Tottenham,” bebernya.

Sementara itu terkait Son, Neville mengatakan pemain tersebut akan cocok bermain di berbagai tim. Kemampuan dan gaya bermainnya disebut-sebut bisa cocok dengan tim manapun di dunia.

“Dan Son menurut saya adalah pemain yang akan masuk ke tim mana pun di dunia. Gaya mainnya begitu modern, dia penyerang modern. Dia bisa bermain di kiri, kanan, juga di depan,” sambungnya.

Untuk itu Neville mengatakan keberadaan Son sama pentingnya dengan Harry Kane untuk Tottenham Hotspur. Son berperan untuk membuka ruang bagi Kane sehingga bisa mencetak gol.

“Saya kira dalam beberapa hal, dia sama pentingnya seperti Harry Kane buat Tottenham. Kalau Anda Harry Kane, Anda butuh Son. Dia melakukan pergerakan yang menciptakan ruang untuk Kane,” lanjutnya.

Untuk itu Neville menegaskan peran penting kedua pemain itu bagi klub. Ketiadaan salah satu pemain tentu akan mempengaruhi pemain lain dan klub secara keseluruhan.

“Faktanya, Kane adalah hal positif untuk Tottenham, tapi dia agak jadi masalah dalam hal mereka mungkin tidak bisa mendapat penyerang lain karena tahu bakal hanya jadi cadangan. Artinya adalah ketika Harry tidak ada, ada kehilangan besar dan dia dan Son sangatlah penting,” pungkasnya.

Saat ini Tottenham Hotspur dan tim-tim lainnya di Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat vakum selama beberapa bulan terakhir.

Beberapa spekulasi tengah berkembang terkait kapan kompetisi akan mulai bergulir lagi. Tidak hanya itu dikabarkan kompetisi nanti akan digelar secara tertutup. Para penonton tidak diperkenankan untuk datang ke stadion untuk menyaksikan aksi tim kesayangannya secara langsung.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara. Tim berjuluk The Reds itu pun berada di ambang juara musim ini setelah mencatatkan keunggulan yang sangat jauh dari para pesaingnnya.