Dari Maldini Hingga Dybala, Cek Pesepakbola Italia Terpapar Covid-19

Dunia sedang dilanda kecemasan akan wabah virus corona atau Covid-19. Hampir semua negara di dunia terpapar virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu. Tidak terkecuali Italia.

Sejumlah pesepak bola atau insan yang berkecimpung di dunia tersebut pun menjadi korban.Paolo Maldini menjadi salah satu yang dinyatakan positif Covid-19. Mantan pemain timnas Italia dan AC Milan itu menyatakan sendiri hasil pemeriksaan. Tidak hanya Maldini, putranya, Daniel Maldini juga berstatus serupa.

“Lewat video ini, saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menyampaikan cinta dan perhatiannya kepada kesehatan saya dan putra saya, baik lewat media sosial maupun pesan,” beber Maldini.

Lebih lanjut sosok yang menjadi direktur olahraga AC Milan itu mengatakan kondisi mereka baik-baik saja. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berjasa untuk memberikan perawatan kepada mereka.

“Kami baik-baik saja, kami seharusnya bisa bebas dari virus ini dalam sepekan. Terima kasih untuk perhatian kalian, yang sungguh tidak pernah kurang. Saya juga ingin berterima kasih kepada semua dokter, perawat, tenga medis, penjaga sipil, dan penegak hukum yang menghadapi situasi darurat ini dengan profesionalisme dan keberanian besar. Sekali lagi, kalian membuat kami merasa bangga sebagai orang Italia. Terima kasih sekali lagi,” sambungnya.

Terkait kondisinya saat ini, Maldini mengatakan dirinya cuku sehat. Saat ini ia masih berjuang untuk memulihkan batuk kering yang dialami.

“Aku cukup sehat. Yang terburuk sudah berakhir. Saya masih punya sedikit batuk kering. Saya kehilangan rasa dan bau, kami berharap bisa pulih. Itu seperti pengaruh yang agak jelek, tetapi ini bukan flu biasa,” lanjutnya.

Maldini mengatakan dirinya mampu mengetahui dan mengontrol kondisinya. Ia mengatakan sakit tersebut tidak mudah seperti dada yang terasa diremas.

“Dengar, aku tahu tubuhku. Seorang atlet mengenal dirinya sendiri. Rasa sakitnya sangat parah. Dan kemudian Anda merasa seperti diremas dadanya. Itu virus baru. Fisikawan [dokter] sedang bertarung melawan musuh yang tidak dikenalnya,” bebernya lagi.

Maldini juga tak tahu bagaimana bisa tertular. Namun, ia mengaku istri dan anaknya sulungnya, Christian, juga sempat mengalami flu berat.

Berikut daftar 15 pesepakbola Italia yang positif virus corona:

1. Daniele Rugani (Juventus)
2. Blaise Matuidi (Juventus)
3. Paulo Dybala (Juventus)
4. Omar Colley (Sampdoria)
5. Albin Ekdal (Sampdoria)
6. Manolo Gabbiadini (Sampdoria)
7. Antonino La Gumina (Sampdoria)
8. Morten Thorsby (Sampdoria)
9. Fabio Depaoli (Samdoria)
10. Bartosz Bereszynski (Sampdoria)
11. Patrick Cutrone (Fiorentina)
12. German Pezzella (Fiorentina)
13. Dusan Vlanovic (Fiorentina)
14. Mattia Zaccagni (Hellas Verona)
15. Marco Sportiello (Atalanta)

Berganti Posisi, 5 Pemain Indonesia Ini Tetap Tampil Ciamik

Sepakbola modern saat ini menuntut para pemain untuk lebih mobile dalam menjalankan skema permainan yang diterapkan oleh sang pelatih. Tak hanya mengandalkan mobilitas, kemampuan seorang pemain untuk menjalankan peran tak hanya pada satu posisi, merupakan sebuah tuntutan.

Jika dibandingkan dengan pemain yang hanya mampu beroperasi pada satu posisi bermain saja, pemain yang mampu menjalankan peran dalam beberapa posisi, tentu mendapatkan peluang lebih besar untuk bermain. Di Indonesia pun demikian. Banyak pemain potensial yang mampu bermain baik, meski tak ditempatkan pada posisi aslinya, atau bahkan bermain pada lebih dari satu posisi. Siapa saja mereka?

Septian David Maulana

Tampil dengan determinasi tinggi dan agresiavitas khas pemain sayap, Septian yang ditempatkan sebagai gelandang tengah mampu memberikan warna berbeda pada tim yang dibelanya. Semula, Septian memang merupakan pemain sayap di Timnas U-19 era coach Indra Sjafri.

Namun, ketika ditangani oleh Luis Milla, Septian David Maulana mampu bermain dengan baik pada posisi gelandang serang, atau bahkan trequartista yang seringkali memberikan ledakan agresivitas di belakang para penyerang.

Gavin Kwan Adsit

Berawal dari penyerang, lalu berpindah ke sayap kanan saat membela klub sebelumnya, Barito Putera, dan akhirnya Luis Milla memplotnya menjadi full back kanan dalam tim yang diasuhnya di SEA Games 2017 lalu.

Meski berposisi sebagai bek kanan, namun naluri menyerangnya yang tingi seringkali membuatnya diinstruksikan untuk maju saat Indonesia mendapatkan bola-bola mati. Mungkin Gavin adalah salah satu pemain bertahan yang memiliki naluri menyerang tinggi di persepakbolaan negeri ini.

Ricky Fajrin Saputra

Dari full back kiri ke jantung pertahanan. Itulah yang terjadi dengan pemain yang satu ini. Memang pergeserannya tidak terlalu jauh. Tapi, dari segi permainan akan sangat berbeda. Jika full back kiri harus pintar-pintar mengatur waktu kapan saat harus menyerang dan kapan saat harus bertahan, maka center back akan fokus dalam menjaga pos pertahanan.

Pengambilan keputusan pun tak boleh gegabah. Dengan kata lain, mengemban tugas sebagai center back tentu lebih sulit daripada menjadi wing back. Namun Ricky Fajrin mampu menjalankannya dengan baik dan bisa berpadu dengan central defender murni di timnas Indonesia dan Bali United.

Osvaldo Ardiles Haay

Perubahan posisi Osvaldo Haay adalah satu perubahan drastis yang terjadi. Osvaldo kerap dimainkan pada posisi gelandang sayap kiri di Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya dan bisa pula dimainkan sebagai full back kiri (pada awal karirnya).

Namun dibawah asuhan Luis Milla pada SEA Games 2017, Osvaldo disulap menjadi penyerang sayap yang skillnya mampu membuat repot para lawan. Bahkan, perubahan besar terjadi saat sang pemain berada di timnas dibawah asuhan coach Indra Sjafri. Osvaldo yang memang bernaluri petarung, ditempatkan sebagai penyerang tunggal di lini depan skuat garuda di ajang SEA Games 2019 lalu.

Evan Dimas Dharmono.

Evan Dimas adalah seorang pemain tengah dan dia tetap bermain di posisi gelandang tengah. Lalu apa yang berubah darinya? Ya, posisi Evan memang tidak berubah sama sekali. Namun peran yang dijalankannya berubah.

Dia lebih banyak bermain untuk menjaga kedalaman daripada membantu penyerangan. Peran advanced playmaker yang sering dia mainkan berganti menjadi deep lying playmaker. Namun kedua peran itu mampu dia mainkan dengan sama baiknya.

Mitos-mitos yang Masih Membayangi Kontestan Liga Champions Eropa

Liga Champions memang menjadi liga yang paling panas di daratan Eropa. Bahkan tak jarang berbagai mitos sehingga kutukan dikait-kaitkan dengan kejadian yang terjadi pada kompetisi ini. Banyak tim besar yang sukses menjadi juara. Namun tak sedikit juga tim-tim perkasa di liga domestik namun harus menyerah saat bersaing di pentas Eropa.

Dari banyaknya kutukan hingga mitos, sedikitnya ada 2 rumor yang menjadi perdebatan para pecinta bola  sejagad. Kutukan yang pertama memang sudah terjadi pada Liverpool. Di mana seperti yang dikutip dari dailymail.co.uk, yang menjadi juara Liga champion di musim sebelumnya pasti akan terhenti ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di fase knockout kecuali dalam tim tersebut ada sosok Cristiano Ronaldo.

Kutukan yang terjadi pada Liverpool ini memang cukup aneh, pasalnya hanya Real Madrid dengan Cristiano Ronaldo-nya dan Juventus dengan Cristiano Ronaldo-nya yang mampu lolos ke fase berikutnya kala menghadapi Atletico Madrid di fase knockout.

Hal ini memang menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi ketika Liverpool dikalahkan Atletico Madrid 2-3 di kandang sendiri pada saat itu skuad asuhan Jurgen klopp sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kalah comeback menjadi 2-3.

Kutukan lainnya yakni terkait tim mendapat larangan transfer. Sejak tahun 2014 tim yang mendapat hukuman atau sanksi dari UEFA berupa larangan transfer, pada musim baru yang dihadapi selalu mendapat gelar juara Liga champion.

Ini sudah terjadi pada Barcelona di tahun 2014 yang sukses menjadi juara Liga Champions di tahun 2015 serta Real Madrid pada tahun 2016 dan sukses menjadi juara Liga Champion di tahun 2017.

Dan kondisi yang sama saat ini sedang dialami Chelsea. Namun banyak pihak yang menilai jika Chelsea tidak akan mampu mempertahankan rumor tersebut. Pasalnya di babak 16 besar leg pertama lalu mereka harus dibantai Bayern Munchen 0-3 di kandang sendiri.

Hasil buruk ini jelas sangat sulit bagi Chelsea untuk mampu melaju ke babak perempat final dan mempertahankan rumor tersebut.

Memang dirasa cukup mistis, berbagai kemungkinan memang masih bisa terjadi. Hal inilah yang membuat Liga Champions semakin seru tiap musimnya.

Saat ini pertandingan leg kedua antara Chelsea kontra Bayern Munchen masih ditunda lantaran pandemi virus corona yang belum kunjung membaik. Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan para pencinta sepakbola siap menantikan perjuangan Chelsea untuk mampu mempertahankan rumor tim yang mampu juara di Liga Champions setelah di musim sebelumnya mendapat hukuman larangan transfer pemain.

Berapa Kali Messi Gagal Penalti? Ini Angkanya!

Dalam dunia sepak bola, segala kemungkinan memang bisa terjadi. Salah satunya adalah pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan di area kotak penalti sehingga menghasilkan tendangan penalti bagi lawannya.

Meskipun pelanggaran ini menjadi salah satu keputusan terakhir yang terpaksa untuk dilakukan namun tak jarang bek terbaik dunia melakukan hal ini baik dengan disengaja maupun tidak disengaja. Bahkan di dalam suatu partai antara dua tim besar pun tendangan penalti kadangkala menjadi penentu kemenangan.

Dilansir dari skysports.com, bagi sosok eksekutor yang ditunjuk sebagai penendang penalti, tentu hal ini ini dianggap sebagai momen yang cukup menegangkan. Di satu sisi eksekutor tersebut memiliki harapan besar untuk menambah pundi-pundi golnya, di sisi lain eksekutor tersebut mendapat tekanan mental yang cukup besar apabila penaltinya gagal.

Bahkan tak jarang para pemain top dunia sering gagal dalam melakukan eksekusi penalti. Dua dari sekian banyak peman bintang yang kerap gagal dalam mengeksekusi tendangan dua belas pas adalah Edinson Cavani dan Lionel Messi.

Edinson Cavani menjadi pemain dengan catatan kegagalan penalti terbanyak hingga saat ini. Dalam kurun 1 dekade terakhir baik saat dirinya membela Napoli maupun Paris Saint-Germain (PSG), sosok striker jangkung dan besar tersebut total telah melakukan 13 kali kegagalan dalam mengeksekusi penalti dari total 50 peluang penalti yang dapat.

Meskipun demikian edinson Cavani masih dianggap sebagai sosok yang cukup ditakuti kiper lawan saat menjadi eksekutor karena tendangannya yang cukup keras.

Selain Cavani, ada nama Lionel Messi. Bintang Barcelona yang satu ini memang dinilai menjadi salah satu pemain terbaik di dunia bahkan dalam sejarah sepak bola dunia.Sselain kepiawaiannya mengolah si kulit bundar Lionel Messi juga dikenal sebagai sosok yang jenius dalam melakukan free kick jarak jauh.

Sayangnya kemampuan free kick spektakulernya tersebut tidak diimbangi dengan kematangannya dalam eksekusi tendangan penalti. Sering ditunjuk sebagai eksekutor, Lionel Messi telah melakukan 11 kali kegagalan dari 57 tendangan penalti yang ia dapat selama satu dekade terakhir.

Yang namanya pemain bintang pasti menjadi sosok yang paling sering dibicarakan setiap kali melakukan kesalahan. Meskipun catatannya tidak lebih buruk dari Edinson Cavani namun banyak yang menganggap jika Messi kurang begitu cakap dalam mengeksekusi penalti.

Dalam urusan penalti dirinya masih kalah telak dari rivalnya Cristiano Ronaldo yang memang dianggap sebagai pemain dengan spesialis tendangan penalti.

Setelah Bruno Fernandes, Setan Merah Akan Rekrut Pemain Bintang Ini

Setelah mengejutkan Liga Inggris dengan kedatangan Bruno Fernandes, Manchester United nampaknya masih memiliki rencana transfer yang dianggap menjadi sebuah kartu andalan untuk kembali mengguncang Liga Inggris.

Dilansir dari dailymail.co.uk skuad Setan Merah digadang-gadang kian dekat dengan punggawa muda borrusia Dortmund Jadon Sancho. Selain itu ada juga pemain berbakat muda lainnya yang diincar Solskjaer yakni Jack Grealish.

Realisasi transfer ini jelas menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu dan membuat para pecinta sepakbola makin penasaran.

Setelah seringkali mengotak-atik formasi, kini tampaknya Ole Gunnar Solskjaer telah nyaman dengan beberapa formasi pilihannya. Entah itu dengan memasang 4 pemain bertahan maupun 3 pemain bertahan. Yang jelas pola permainan mereka saat ini dinilai makin berkembang dan kian mematikan. Beberapa laga terakhir bahkan skuad setan merah sukses menjaga rekor unbeaten mereka hingga 10 pertandingan.

Standard.co.uk melansir jika Manchester United merupakan salah satu klub dengan akademi yang dianggap berhasil. Bahkan beberapa pemain akademinya, kini menjelma menjadi starter skuad utama yang cukup menampilkan performa yang menjanjikan. Sebut saja Marcus Rashford dan Mason Greenwood.

Belum lagi sosok seperti Daniel James yang bermain all out seolah-olah tidak merasakan lelah. di tambah amunisi gelandang muda seperti Scott McTominay dan Andreas Pereira. Setelah hampir semusim lebih digembleng di bawah asuhan Solskjaer nampaknya mereka sudah dianggap matang untuk mampu membawa Manchester United bangkit kembali.

Di pentas domestik, Setan Merah tengah berjuang untuk bercokol di papan atas. Setelah Liga Primer Inggris dibekukan karena merebaknya wabah corona, posisi Setan Merah berada di urutan kelima dengan raihan total 45 poin dari 29 pertandingan. Setan Merah berjarak tiga poin dari Chelsea di urutan keempat.

Seperti yang dikutip dari dailymail.co.uk, saat ini tim yang dianggap sebagai klub tersukses dari jagat Inggris tersebut mulai berbenah. Tak tanggung-tanggung berbagai keputusan transfer yang dinilai cukup krusial sekolah memberikan euforia baru bagi para fans di Old Trafford, khususnya saat kedatangan Bruno Fernandes dan Odion Ighalo.

Apakah Setan Merah akan mampu bangkit musim depan? Patut diakui tim-tim lain di Liga Primer Inggris pun terus berbenah dan tak mau ketinggalan untuk bersaing menjadi klub papan atas. Apalagi ada sejumlah klub yang dikenal cukup royal berbelanja di setiap bursa transfer, salah satunya adalah Manchester City. Tentu situasi ini membuat tingkat persaingan di Liga Primer Inggris akan tetap berlangsung ketat, sama seperti musim-musim sebelumnya.

Sederet Alasan Man United Bakal Meledak Musim Depan

Dalam beberapa musim terakhir Manchester United memang dinilai tampil cukup mengecewakan. Meskipun sering menang menghadapi tim-tim besar namun skuad setan merah justru dengan mudah kehilangan poin saat menghadapi tim tim papan tengah ke bawah. Kegagalannya untuk tampil di Liga Champions musim ini menjadi bukti jika mu benar-benar dalam kondisi terpuruk.

Di pentas domestik, Setan Merah tengah berjuang untuk bercokol di papan atas. Setelah Liga Primer Inggris dibekukan karena merebaknya wabah corona, posisi Setan Merah berada di urutan kelima dengan raihan total 45 poin dari 29 pertandingan. Setan Merah berjarak tiga poin dari Chelsea di urutan keempat.

Seperti yang dikutip dari dailymail.co.uk, saat ini tim yang dianggap sebagai klub tersukses dari jagat Inggris tersebut mulai berbenah. Tak tanggung-tanggung berbagai keputusan transfer yang dinilai cukup krusial sekolah memberikan euforia baru bagi para fans di Old Trafford, khususnya saat kedatangan Bruno Fernandes dan Odion Ighalo.

Dari berbagai kemungkinan yang akan datang tersebut, ada sejumlah alasan mengapa Setan Merah bakal panen gelar di musim depan. Berikut kalimat alasan tersebut.

Pertama, pengalaman yang sudah cukup bagi seorang Ole Gunnar Solskjaer.

Pelatih sekaligus legenda Manchester United ole gunnar solskjaer memang mengalami masa-masa berat saat dirinya dipermainkan sebagai pelatih tetap mu. Semenjak masa itu Solskjaer nampak kesulitan untuk memenangi laga yang dihadapi. Bahkan di musim pertamanya Manchester United harus puasa gelar.

Namun hal tersebut nampaknya sudah cukup bagi Solskjaer untuk memulai masa masa baru kebangkitannya bersama mu. Berbagai pengalaman di banyak kompetisi menjadi modal besar untuk evaluasi besar-besaran di musim mendatang. Kematangan dan pengalaman yang sudah didapatnya selama ini diyakini menjadi awal kebangkitan mu untuk mampu meraih banyak gelar di musim depan

Kedua, kematangan lini tengah usai datangnya Bruno Fernandes.

Semenjak Bruno Fernandes bergabung bersama MU, tak sedikit yang mengatakan jika Lini Tengah MU semakin kompak dan bermain apik satu sama lain. Fred yang nampak kurang begitu menonjol di awal musim ini menjadi gelandang yang seringkali mengobrak-abrik pertahanan lawan untuk menciptakan peluang. Begitu juga Nemanja Matic yang perannya sangat sentral di posisi gelandang bertahan.

Memang efek dari adanya Bruno Fernandes membuat para fans MU optimis menatap musim depan. Apalagi jika Paul Pogba sudah dapat bermain kembali, bukan tidak mungkin duet Pogba dan Bruno menjadi andalan baru MU yang bikin lawan ketar ketir.

Cari Tahu 5 Pemain Termahal di Dunia, Tak Ada Messi dan Ronaldo

Bicara mengenai siapa sosok pesepakbola paling hebat saat ini kita pasti sepakat bahwa mega bintang asal Portugal yakni Cristiano Ronaldo adalah salah satunya. Pemain yang kini berseragam Juventus tersebut telah banyak memenangkan gelar. Entah itu secara pribadi, klub atau bahkan kala membela negaranya.

Namun kini siapa yang sangka jika tak ada nama Ronaldo dalam daftar 5 pemain termahal di dunia. Ya, surat kabar Inggris, The Sun mengungkapkan daftar 5 pemain termahal di dunia saat ini. Lantas, siapa sajakah sosoknya? Berikut adalah ulasannya khusus disajikan untuk para pembaca setia Bola Liar semuanya.

1.Kylian Mbappe

Kylian Mbappe kini menjadi pemain termahal di dunia. Setiap klub yang berminat untuk mendapatkan tanda tangannya dikabarkan wajib merogoh kocok hingga 198 juta euro atau sekitar Rp 3,7 triliun. Tingginya harga Mbappe ini terbilang cukup wajar.

Mengingat bomber PSG ini merupakan pemain yang memiliki kecepatan, kelincahan, dan ketajamannya di lini depan. Mbappe bisa dikatakan merupakan monster bagi setiap pertahanan tim lawan.

  1. Raheem Sterling

Siapa sangka sosok pemain termahal di dunia jatuh kepada seorang Raheem Sterling. Andalan Timnas Inggris dan Manchester United memiliki harga sama dengan Neymar yakni sekitar 151 juta euro atau sekitar Rp 2,83 trilun.

Tingginya harga Sterling ini bisa dikatakan cukup wajar mengingat performa dirinya tengah meningkat bersama Manchester City.

  1. Neymar

Nama Neymar ada pada peringkat ketiga pemain termahal di dunia. Bintang Timnas Brasil yang membela PSG ini memiliki nilai banderol sekitar 151 juta euro atua Rp 2,83 triliun [sama dengan Sterling].

Mahalnya harga Neymar ini selaras dengan kualitasnya. Eks punggawa Barcelona ini tak hanya andal dalam olah bola dan menggocek lawan tetapi dirinya juga piawai dalam urusan melakukan tendangan bebas,

  1. Sadio Mane

Selanjutnya ada nama Sadio Mane dalam daftar pemain termahal di dunia. Pemain asal Senegal mengalami peningkatan performa setelah bergabung bersama Liverpool. Mane bahkan bisa dipastikan merupakan salah satu motor penggerak serangan bagi The Reds.

Tak heran bila Liverpool memasang banderol tinggi kepada Mane. Mereka yang berminat dengan Mane, harus merogoh kocek sebesar 141 juta euro atau senilai Rp2,64 triliun.

  1. Mohamed Salah

Terakhir ada rekan duet Sadio Mane yakni Mohamed Salah dalam daftar pemain termahal di dunia.  Salah satu predator paling mematikan di Liga Inggris ini memiliki banderol sebsar 141 juta euro atau sekitar Rp2,64 trilun.

Harga tersebut terbilang cukup wajar jika melihat grafik penampilan Salah yang terus meningkat bersama Liverpool dalam beberapa musim terakhir.

Sebanyak Ini Ronaldo dan Rooney Gagal Penalti

Cristiano Ronaldo memang dikagumi banyak pecinta sepakbola karena kerja keras yang begitu luar biasa. Semenjak bermain bersama Manchester United hingga di Juventus saat ini, Cristiano Ronaldo memang dianggap menjadi pemain terdepan yang dipercaya klubnya, termasuk untuk melakukan eksekusi penalti setiap kali terjadi tendangan pinalti.

Banyak yang berasumsi jika Ronaldo adalah rajanya penalti. Namun data mengatakan jika Ronaldo menjadi pemain ketiga yang paling sering gagal mengeksekusi penalti dalam kurun satu dekade terakhir.

Total sudah 11 kali Cristiano Ronaldo melakukan kegagalan dari 79 peluang penalti yang ia dapat. Persentase kegagalan Ronaldo memang jauh lebih kecil dari Lionel Messi. Bintang Barcelona yang satu ini memang dinilai menjadi salah satu pemain terbaik di dunia bahkan dalam sejarah sepak bola dunia.Sselain kepiawaiannya mengolah si kulit bundar Lionel Messi juga dikenal sebagai sosok yang jenius dalam melakukan free kick jarak jauh.

Sayangnya kemampuan free kick spektakulernya tersebut tidak diimbangi dengan kematangannya dalam eksekusi tendangan penalti. Sering ditunjuk sebagai eksekutor, Lionel Messi telah melakukan 11 kali kegagalan dari 57 tendangan penalti yang ia dapat selama satu dekade terakhir.

Namun jika dibandingkan dengan beberapa pemain lainnya di liga top Eropa, Ronaldo masih dinilai belum cukup layak untuk diberi gelar rajanya pinalti.

Pemain lain yang patut disebut adalah Wayne Rooney. Pemain asal Inggris yang pernah menjadi bintang di Manchester United tersebut memang seringkali ditunjuk sebagai eksekutor pinalti.

Dalam kurun satu dekade terakhir Rooney telah melakukan 28 kali tendangan pinalti di mana 9 di antaranya gagal dieksekusi dengan baik.

Meskipun tidak begitu baik dalam mengeksekusi penalti namun Wayne Rooney masih menjadi pemain yang dipercaya tim yang dibelanya untuk mengeksekusi tendangan penalti. Saat ini dirinya bermain bersama Derby County di kasta kedua Liga Inggris.

Pemain lain adalah Antonio Di Natale. Natale pernah menjadi bintang di Serie-A ketika dirinya tampil gemilang bersama Udinese. Di Natale memang menjadi momok menakutkan saat berada di lini depan.

Namun sayangnya kemampuannya dalam mengeksekusi pinalti tidak begitu baik. Dala kurun satu dekade terakhir, Di Natale telah 9 kali gagal dalam mengeksekusi tendangan pinalti dari total 32 eksekusi pinalti yang dilakukannya.

Meski para pemain tersebut kerap gagal mengeksekusi penalti, mereka tetaplah pemain yang diandalkan masing-masing klub. Mereka tetaplah pemain besar dan penting yang sangat diperhitungkan lawan-lawannya. Selain itu nama mereka tetap terpatri dalam lembaran sejarah sepak bola sebagai pemain bintang.

Bek Juventus Beserta Sang Kekasih Positif Covid-19

Bek Juventus, Daniele Rugani, bereaksi usai dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19. Dia mengaku dalam kondisi yang baik-baik saja meski memang butuh perawatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rugani yang menunjukkan gejala virus COVID-19 itu mengalami demam. Dia lantas diperiksa oleh tim dokter Juventus dan hasilnya positif terjangkit virus pandemi itu.

Saat ditanya siapa yang menularinya virus Corona, Daniele Rugani memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.

Bek Juventus, Daniele Rugani, mengaku tak tahu darimana dirinya bisa tertular virus corona. Hal tersebut diungkapkan oleh kekasihnya, Michela Persico.

“Jadi kami tidak memprediksi ini. Kami tidak memiliki petunjuk bagaimana infeksi itu terjadi dan orang-orang yang berhubungan dengannya. Kami sering berbicara dan video call, saya merasa cukup tenang. Dia baik-baik saja dan tanpa gejala. Rekan-rekannya yang lain, tanpa gejala dan telah memilih untuk berada di Continassa, untuk menghindari kontak dengan keluarga.” kata Michela.

“Empat hari yang lalu Daniele Rugani demam ringan, dia berada pada suhu 37,5 celcius. Dia meminta untuk diperiksa dan pada hari berikutnya, tes itu positif, tetapi dia sudah tidak demam, juga tidak memiliki atau memiliki batuk atau sesuatu yang lain,” tambah Michela.

Sejak didiagnosa positif Covid-19, Rugani juga segera menjalani proses karantina. Pemain berusia 25 tahun itu diminta mengurung diri di kediamannya dan mengurangi kontak dengan orang-orang sekitar.

“Saya baik-baik saja, kondisiku cukup baik. Saya tidak mengalami gejala-gejala seperti yang Anda baca di berita,” kata Rugani.

Kekasih Daniele Rugani, Michela Persico, sedang hamil. Dia mengandung dan juga dinyatakan positif Covid-19. Rugani telah dinyatakan positif terpapar virus Corona pada 11 Maret 2020. Dia pun langsung menjalani karantina dan terpisah dengan Michela.

Michela mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar virus Corona. Hasil itu didapat saat Michela merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja. Michela juga meyakinkan semua orang terdekatnya terkait kondisi tubuh. Dia menegaskan dalam kondisi baik-baik saja.

“Hasil positif, tetapi tanpa gejala, saya ingin meyakinkan Anda tentang kesehatan saya, saya baik-baik saja! Dan terima kasih banyak atas perhatiannya,” ucap Michela.

Paolo Maldini dan Putranya Positif Covid-19

Legenda AC Milan, Paolo Maldini, yang kini menjabat sebagai direktur teknik klub dan anaknya Daniel Maldini dinyatakan positif virus corona. Pernyataan itu disampaikan langsung I Rossoneri lewat situs resmi klub AC Milan.

Dengan status positif, Paolo Maldini dan Daniel Maldini kini menambah daftar nama pesepak bola Italia yang positif corona.

Setiap orang punya pontensi sama besar untuk terjangkit virus yang telah menyerang puluhan ribu masyarakat di dunia.

Menurut Milan, Paolo Maldini resmi positif usai melakukan kontak dengan seseorang yang lebih dahulu positif corona dan menunjukkan gejala-gejala virus tersebut.

“Dia [Maldini] diberikan tes swab kemarin, yang hasilnya positif. Putranya Daniel, pemain depan tim muda AC Milan yang sebelumnya berlatih bersama tim utama, juga dinyatakan positif,” tulis situs resmi AC Milan

Namun demikian, pihak Milan menyebut kondisi bapak-anak saat ini baik-baik saja. Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif untuk memastikan semua protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

“Paolo Maldini dan Daniel baik-baik saja dan sudah menghabiskan dua pekan di rumah tanpa kontak dengan yang lain. Mereka sekarang akan tetap di karantina sampau pulih secara klinis, sesuai dengan protokol medis yang digariskan oleh otoritas kesehatan,” lanjut keterangan AC Milan.

Daniel berusia 18 tahun dan bulan lalu menjadi generasi ketiga keluarga Maldini yang mengenakan jersey Milan di Serie A. Sementara Paolo berusia 51 tahun dan merupakan legenda klub sebagai bek, kembali menjadi direktur teknis pada 2018.

Italia saat ini menerapkan lockdown atau kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat. Namun, penerapan lockdown tersebut masih terganjal perilaku warga Italia seiring kendornya kebijakan pemerintah setempat.

Sebelumnya pada Sabtu, penyerang Juventus Paulo Dybala juga mengungkapkan ia dan pacarnya telah terjangkit COVID-19, dan Dybala menjadi pemain ketiga dari Juventus yang terkena corona setelah Daniele Rugani dan Blaise Matuidi.

Jumlah angka kematian di Negeri Pizza itu sudah menyentuh lebih dari 4.800 jiwa. Angka tersebut melebihi yang terjadi di China, yakni 3.255 korban jiwa.