Bek Liverpool Sebut yang Penting Liverpool Juara

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang bersiap untuk kembali menghadapi kompetisi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Liverpool.

Apalagi klub berjuluk The Reds itu di ambang gelar juara yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Liverpool telah mengemas total 82 poin dari berjarak lebih dari 20 poin dari Manchester City di urutan kedua. Si Merah pun hanya butuh enam poin atau dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara.

Namun demikian pesta juara Liverpool bakal tak lengkap. Pasalnya laga-laga akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton. Bahkan untuk merayakan pesta juara, para penggemar Liverpool dilarang untuk berkumpul.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari bek Liverpool, Andy Robertson. Menurutnya merayakan gelar juara dalam stadion kosong adalah hal yang aneh. Terasa amat berbeda berpesta bersama para penggemar.

“Maukah kami bermain di hadapan 55 ribu orang di Anfield (kandang Liverpool)? Tentu saja mau. Memenangkan pertandingan tanpa suporter rasanya jelas tak akan sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Robertson mengatakan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melibatkan banyak orang dalam kerumunan. Ia yakin para penggemarnya akan patuh dengan protokol untuk tidak datang ke stadion dan memilih memberikan dukungan dari rumah masing-masing.

“Tapi itulah yang harus kami jalani saat ini. Meski begitu, suporter kami akan memberikan dukungan luar biasa dari rumah masing-masing, dan kami bisa merasakan dukungan itu.”

Terlepas dari itu ia berharap bahwa peluang gelar di depan mata tidak sampai hilang. Ia yakin pada waktunya aka nada pesta juara.

“Semoga kami bisa merayakan gelar juara di akhir musim. Akan ada perayaan jika waktunya sudah memungkinkan,” sambungnya.

Untuk itu ia mengatakan saat ini pihaknya lebih menaruh perhatian untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang dikabarkan akan digulirkan lagi pada 17 Juni 2020 nanti. Ia pun memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan dan memastikan mereka mampu mengklaim trofi musim ini.

“Sekarang kami fokus dulu ke lapangan. Kami perlu meraih kemenangan untuk mendapatkan trofi juara untuk klub,” pungkasnya.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku bermain tanpa penonton adalah hal yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Jadwal Lengkap Pekan ke-29 Bundesliga

Bundesliga Jerman akan kembali bergulir. Akhir pekan ini akan menandai pekan ke-29. Sejumlah laga menarik pun siap untuk menghibur para penggemar. Pertandingan antara Bayern Muenchen kontra Fortuna Dusseldort akan membuka pekan ke-29. Laga ini akan digelar di kandang Muenchen di Stadion Allianz Arena pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Muenchen tentu lebih diunggulkan di laga ini. Selain memiliki skuad yang lebih mumpuni, di laga sebelumnya Die Roten berhasil memenangi laga Der Klassiker menghadapi Borussia Dortmund. Muenchen menang satu gol tanpa balas sekaligus memperlebar jarak dengan Dortmund di puncak klasemen sementara.

Laga menarik lainnya akan dihelat pada Minggu, 31 Mei 2020. Borussia Dortmund akan melakoni laga tandang ke markas Paderborn.

Klub-klub peserta pun harus siap untuk menghadapi jadwal Bundesliga yang padat. Hal ini sebagaimana dikeluhkan pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann. Mereka hanya memiliki waktu istirahat dua hari. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk beradaptasi.

“Kami sulit menjalani laga dengan normal. Ini adalah ‘English week’ pertama di bulan ini,” beber Nagelsmann.

Lebih lanjut ia mengatakan padatnya jadwal yang terjadi pada mereka dengan hanya jadwal istirahat dua hari, tidak demikian dengan yang terjadi dengan klub lain. Ia mengambil contoh Hertha Berlin yang akan mereka hadapi. Klub ini memiliki waktu istirahat empat hari.

“Itu bukan ‘English week’ untuk Hertha. Mereka memiliki istirahat empat hari. Saya tidak mengerti bagaimana pertandingan dijadwalkan. Hertha bermain pada hari Jumat, kami pada hari Minggu dan harus kembali bermain.”

Nagelsmann mengatakan pihaknya pun tak bisa tidak untuk mengutarakan hal ini. Ia pun sudah menyampaikan ini kepada operator Liga Jerman. Namun sayangnya tidak ada respon yang diberikan oleh pihak operator.

“Kembali kami harus menghadapi laga dengan kondisi sulit. Saya sudah mengutarakan hal ini kepada operator Liga Jerman (DFL), tetapi tidak ada yang peduli,” pungkasnya.

Berikut jadwal lengkap Pekan 29 Bundesliga Jerman:

Sabtu, 30 Mei
01.30 WIB Freiburg vs Bayer Leverkusen
20.30 WIB Wolfsburg vs Eintracht Frankfurt
20.30 WIB Hertha Berlin vs Augsburg
20.30 WIB Mainz 05 vs Hoffenheim
20.30 WIB Schalke 04 vs Werder Bremen
23.30 WIB Bayern Munchen vs Fortuna Duesseldorf

Minggu, 31 Mei
20.30 WIB Borussia Moenchengladbach vs Union Berlin
23.00 WIB Paderborn vs Borussia Dortmund

Selasa, 2 Juni
01.30 WIB Koeln vs RB Leipzig

Leipzig Keluhkan Padatnya Jadwal Bundesliga

Ternyata bergulirnya kembali Bundesliga Jerman menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah padatnya jadwal pertandingan. Hal ini ternyata dikeluhkan oleh salah satu klub Bundesliga yakni RB Leipzig.

Sebagaimana dikatakan pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, jadwal pertandingan sangat padat. Mereka hanya memiliki waktu istirahat dua hari. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk beradaptasi.

“Kami sulit menjalani laga dengan normal. Ini adalah ‘English week’ pertama di bulan ini,” beber Nagelsmann.

Lebih lanjut ia mengatakan padatnya jadwal yang terjadi pada mereka dengan hanya jadwal istirahat dua hari, tidak demikian dengan yang terjadi dengan klub lain. Ia mengambil contoh Hertha Berlin yang akan mereka hadapi. Klub ini memiliki waktu istirahat empat hari.

“Itu bukan ‘English week’ untuk Hertha. Mereka memiliki istirahat empat hari. Saya tidak mengerti bagaimana pertandingan dijadwalkan. Hertha bermain pada hari Jumat, kami pada hari Minggu dan harus kembali bermain.”

Nagelsmann mengatakan pihaknya pun tak bisa tidak untuk mengutarakan hal ini. Ia pun sudah menyampaikan ini kepada operator Liga Jerman. Namun sayangnya tidak ada respon yang diberikan oleh pihak operator.

“Kembali kami harus menghadapi laga dengan kondisi sulit. Saya sudah mengutarakan hal ini kepada operator Liga Jerman (DFL), tetapi tidak ada yang peduli,” pungkasnya.

Selain jadwal pertandingan yang padat, setiap pertandingan pun digelar secara tertutup. Tidak ada penonton yang diizinkan untuk datang ke stadion. Ternyata situasi ini menuai banyak komentar.

Salah satunya dari pemain Real Madrid, Federico Valverde. Menurut sosok asal Uruguay itu, laga tanpa penonton akan menghadirkan kerumitan tersendiri. Bahkan ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang tak baik.

“Beberapa laga mungkin masih oke, tapi saya gak tahu apa yang bakal terjadi kalau sampai 100 laga tanpa penonton. Yang pertama, sih, pasti akan rumit,” beber Valverde.

Lebih lanjut Valverde mengatatakan pihaknya belum siap untuk bermain dalam stadion tanpa penonton. Bedanya saat ini para pemain sedang bersemangat setelah kompetisi sempat terhenti selama beberapa pekan.

“Itu hal yang buruk. Kami tidak siap bermain dalam kondisi seperti itu. Mungkin sekarang semua orang justru sedikit lebih bersemangat,” sambungnya.

Pemain berusia 21 tahun itu mengatakan situasi yang terjadi ini patut dipahami. Orang-orang tentu lebih menaruh perhatian pada aspek kesehatan dan keselamatan. Apalagi wabah ini merupakan hal yang baru dan sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya.

Kapten Liverpool Rasa Aneh Bila Angkat Trofi Liga Inggris dalam Situasi seperti Ini

Saat ini Liga Primer Inggris disiapkan untuk bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Klub-klub peserta sudah mulai berlatih meski tetap mematuhi sejumlah protokol secara ketat. Pertengahan Juni mendatang disebut-sebut sebagai waktu yang pas bagi bergulirnya lagi kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu.

Sementara itu Liverpool sedang bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Tim berjuluk The Reds itu berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Namun demikian akan ada hal berbeda yang terjadi di musim ini andaisaja Liverpool berhasil angkat trofi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bakal merayakan gelar juara di stadion kosong. Pasalnya Liga Primer Inggris bakal mengikuti Bundesliga Jerman yang menggulirkan kompetisi tanpa penonton.

Henderson sendiri mengaku situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain internasional Inggris itu mengatakan meski peluang juara sudah di depan mata, namun masih ada pekerjaan berat yang harus dilakukan. Liverpool masih membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci gelar juara.

“Kami masih punya tugas untuk dilakukan dan kami masih perlu tampil di level tinggi sampai musim benar-benar berakhir, karena kami ingin menuntaskannya setangguh mungkin untuk memastikan ini jadi musim yang penuh.”

Saat ini aku Henderson, timnya masih dalam trek positif. Ia berharap tren tersebut tetap dipertahankan hingga bisa memastikan gelar juara tak jatuh dari tangan mereka.

“Setelah itu, entah kami memenanginya atau apapun istilahnya, lalu menerima trofi dan fans tidak ada di sana, ya Anda cuma harus menerimanya ketika itu terjadi. Semoga gelar juara itu benar-benar terwujud, kami masih dalam posisi sangat bagus.”

Lebih lanjut pemain tengah tersebut mengatakan gelar Liga Inggris yang berpeluang diraih musim ini akan memompa semangat tim untuk bisa menjadi lebih baik di musim-musim berikutnya. Ia juga berharap situasi bisa kembali normal dan para penggemar bisa diizinkan untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

“Itu akan berarti kami sudah memenangi Premier League dan kami akan sangat senang. Tapi kemudian kami bisa melihat ke masa depan dan kapanpun fans diperbolehkan kembali ke stadion, saya yakin kami akan menggelar semacam perayaan bersama,” pungkasnya.

Mbappe Tak Ada Target Raih Ballon d’Or

Nama Kylian Mbappe disebut-sebut sebagai bintang masa depan. Pemain depan Paris Saint-Germain (PSG) itu digadang-gadang akan meneruskan era kejayaan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia.

Namun demikian pemain masa depan Prancis itu tak memiliki target tersendiri untuk mendapatkan penghargaan individu, termasuk Ballon d’Or sebagai apresiasi untuk pemain terbaik di dunia.

Menurutnya bisa meraih trofi tersebut adalah sesuatu yang menyeyangkan. Namun ia sendiri tidak mau terbebani dengan target tersebut. Ia juga lebih memilih untuk fokus dengan klub untuk meraih berbagai trofi.

“Menyenangkan kalau bisa meraihnya, tapi itu bukan sesuatu yang membuatku tak bisa tidur. Aku rasa aku tidak harus meraihnya musim depan atau musim berikutnya, tidak ada batas waktu,” bebernya.

Mantan pemain AS Monaco itu mengatakan saat ini prioritasnya adalah PSG dan tim nasional Prancis. Sementara itu penghargaan pribadi baginya adalah bonus bila mampu tampil baik di level klub dan tim nasional.

“Aku selalu menempatkan PSG dan tim nasional sebagai prioritas. Kemudian, kalau penghargaan pribadi didapat dari performaku, maka itu adalah bonus,” sambungnya.

Saat ini pemain tersebut terus dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa. Real Madrid dan Liverpool disebut-sebut tertarik untuk mendapatkan pemain tersebut. Klub yang disebutkan pertama paling dijagokan untuk mendapatkan tanda tangan Mbappe.

Namun ada tanda-tanda kalau Mbappe juga tertarik untuk bermain bersama Liverpool di Liga Primer Inggris. Hal ini tersirat dari komentarnya terhadap performa klub berjuluk The Reds itu. Menurutnya performa Si Merah belakangan ini cukup meyakinkan. Liverpool berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang dinanti selama 30 tahun. Sementara musim lalu, Liverpool sukses menjadi kampiun Eropa dengan menjuarai Liga Champions Eropa.

“Musim ini, Liverpool sudah menjadi mesin di Premier League. Mereka terkesan mudah melakukannya, padahal itu tak pernah mudah,” ungkap Mbappe.

Pemain berusia 21 tahun itu mengakui performa Liverpool yang diperoleh berkat berjuangan dan kerja keras tim selama beberapa musim terakhir. Tidak hanya itu performa gemilang Liverpool tidak lepas dari kontribusi pelatih yang hebat dalam diri Jurgen Klopp.

“Penampilan mereka yang seperti itu tidak terjadi begitu saja. Menjadi kejam seperti yang mereka lakukan, datang dari kerja keras saat latihan dan manajer yang bagus,” pungkasnya.

Apakah Liverpool akan menjadi pelabuhan baru bagi Mbappe? Sepertinya tidak mudah bagi PSG untuk melepaskan salah satu bintang muda andalan tersebut.

Jangan Sampai Sancho Bernasib seperti Luka Jovic

Saat ini nama Jadon Sancho santer dikaitkan dengan pintu keluar dari Borussia Dortmund. Sejumlah klub besar ramai dikaitkan dengan pemain internasional Inggris itu. Namun demikian ada wanti-wanti yang diberikan kepada pemain 20 tahun itu bila ingin meninggalkan Die Borussien.

Salah satu peringatan datang dari mantan pemain Dortmund, Steffen Freund. Freund mengingatkan Sancho agar jangan sampai nasibnya seperti Luka Jovic. Sebagaimana diketahui Jovic saat ini sedang mengalami situasi sulit bersama Real Madrid setelah didatangkan dari klub Bundesliga lainnya, Eintracht Frankfurt.

Tampil moncer bersama Frankfurt tidak menjadi jaminan bagi pemain tersebut untuk langsung “nyetel” bersama El Real. Ia boleh menjadi mesin gol dan bintang di Bundesliga, namun tidak demikian di La Liga Spanyol.

“Jadon tak diragukan lagi sudah siap untuk bermain di Liverpool atau Man United karena statistiknya luar biasa. Itu membuktikan bahwa dia siap untuk melangkah lebih jauh,” beber Steffen Freund.

Walai mengakui Sancho sudah siap untuk bermain di luar Bundesliga, namun Freund tetap mengingatkan dia untuk tidak lekas mengambil keputusan untuk hijrah. Ada baiknya Sancho bertahan di Dortmund untuk terus mengembangkan potensi hingga benar-benar siap untuk bersaing di klub top Eropa lainnya.

“Sebaiknya dia bermain dulu di Borussia Dortmund saat ini dan juga musim depan, sehingga punya waktu main lebih banyak. Dia baru tahun 20 tahun, apa salahnya bermain di Borussia Dortmund? Kita tidak bicara tentang Freibur atau Paderborn, kita bicara Borussia Dortmund, salah satu klub 20 besar Eropa,” lanjutnya.

Freund mengatakan jangan sampai Sancho mengalami situasi seperti yang dialami Jovic saat ini. Setelah meninggalkan Frankfurt, Jovic harus berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan di Spanyol. Alih-alih menunjukkan performa gemilang seperti di klub sebelumnya, Jovic justru mengalami paceklik gol dan mengalami cedera pula.

“Ingat Jovic, yang pindah dari Eintracht Frankfurt ke Real Madrid, dia malah tidak bermain. Jika Anda punya tawaran dari Real Madrid, Anda selalu berpikir ‘Oke, saya akan ke sana’.”

Ia mengingatkan agar para pemain muda potensial tidak cepat tergiur dengan berbagai tawaran menarik di luar Bundesliga. Soal gaji misalnya, Freund mengatakan tidak ada perbedana signifikan antara klub-klub Bundesliga dan La Liga atau Liga Primer Inggris.

Walau demikian ia mengamini bahwa tawaran dari klub-klub raksasa di dua kompetisi itu bisa saja sangat menggiurkan. Namun Freund mengatakan hal-hal seperti itu akan datang dengan sendirinya bila performa terus membaik dan mampu memenuhi ekspektasi klub.

“Tidak harus begitu kok karena gaji di Bundesliga juga bagus, meski tidak sebanyak Real Madrid atau Premier League. Tapi, Anda bisa mendapat uang banyak dan menjadi lebih baik, tidak bisa semuanya secara bersamaan.”

Freund meminta Sancho agar lebih selektif untuk memilih klub. Setiap klub memiliki tekanan dan tantangan tersendiri. Bila memilih Manchester United maka tekanan akan lebih besar karena klub tersebut terus berjuang untuk bisa tampil lagi di Liga Champions Eropa.

“Jadon jika pindah ke Man United akan mendapat tekanan seperti itu, mereka kesulitan lolos ke Liga Champions. Jadi lebih baik dia bertahan setahun lagi di Dortmund,” pungkasnya.

Son Sama Penting dengan Harry Kane

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait masa depan Harry Kane bersama Tottenham Hotspur. Namun demikian, Kane ternyata bukan satu-satunya pemain kunci di tim tersebut.

Menurut Garry Neville, kedua pemain itu sama-sama penting bagi klub. Tidak hanya itu performa keduanya pun saling berpengaruh. Kane akan tampil baik bila mendapat dukungan dan bermain bersama Son. Dengan kata lain bersama Son, Kane mampu tampil maksimal di lapangan pertandingan.

“Lockdown membantu Tottenham karena Kane dan Son bisa kembali. Saya tahu kita bilang kalau klub-klub ini punya skuad karena mereka klub besar. Tapi Anda tidak bisa kehilangan Harry Kane dan tidak terpengaruh, khususnya di Tottenham,” bebernya.

Sementara itu terkait Son, Neville mengatakan pemain tersebut akan cocok bermain di berbagai tim. Kemampuan dan gaya bermainnya disebut-sebut bisa cocok dengan tim manapun di dunia.

“Dan Son menurut saya adalah pemain yang akan masuk ke tim mana pun di dunia. Gaya mainnya begitu modern, dia penyerang modern. Dia bisa bermain di kiri, kanan, juga di depan,” sambungnya.

Untuk itu Neville mengatakan keberadaan Son sama pentingnya dengan Harry Kane untuk Tottenham Hotspur. Son berperan untuk membuka ruang bagi Kane sehingga bisa mencetak gol.

“Saya kira dalam beberapa hal, dia sama pentingnya seperti Harry Kane buat Tottenham. Kalau Anda Harry Kane, Anda butuh Son. Dia melakukan pergerakan yang menciptakan ruang untuk Kane,” lanjutnya.

Untuk itu Neville menegaskan peran penting kedua pemain itu bagi klub. Ketiadaan salah satu pemain tentu akan mempengaruhi pemain lain dan klub secara keseluruhan.

“Faktanya, Kane adalah hal positif untuk Tottenham, tapi dia agak jadi masalah dalam hal mereka mungkin tidak bisa mendapat penyerang lain karena tahu bakal hanya jadi cadangan. Artinya adalah ketika Harry tidak ada, ada kehilangan besar dan dia dan Son sangatlah penting,” pungkasnya.

Saat ini Tottenham Hotspur dan tim-tim lainnya di Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat vakum selama beberapa bulan terakhir.

Beberapa spekulasi tengah berkembang terkait kapan kompetisi akan mulai bergulir lagi. Tidak hanya itu dikabarkan kompetisi nanti akan digelar secara tertutup. Para penonton tidak diperkenankan untuk datang ke stadion untuk menyaksikan aksi tim kesayangannya secara langsung.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara. Tim berjuluk The Reds itu pun berada di ambang juara musim ini setelah mencatatkan keunggulan yang sangat jauh dari para pesaingnnya.

Jadwal Bundesliga Pada Akhir Pekan Ini

Di tengah situasi dunia yang belum benar-benar lepas dari wabah Corona atau Covid-19, kompetisi sepak bola Bundesliga Jerman terus bergulir. Setelah memulai lagi pekan lalu usai terhenti dalam waktu yang cukup lama, laga-laga menarik akan kembali menghiasi layar kaca para penggemar di akhir pekan ini.

Sejumlah laga menarik akan digelar mulai Sabtu, 23 Mei 2020. Salah satunya adalah duel antara Bayern Munchen kontra Eintracht Frankfurt. Pertandingan ini akan digelar di markas Muenchen di Stadion Allianz Arena.

Laga ini tentu menjadi kesempatan balas dendam bagi Muenchen setelah di pertemuan pertama kalah dari Frankfurt dengan skor mencolok, 1-5. Selain itu tampil di kandang sendiri menjadi momen pembuktian para pemain kepada penggemarnya bahwa Muenchen bisa tampil lebih baik.

Pelatih Muenchen, Hans Flick memberikan komentar kurang memuaskan terkait performa timnya di pekan sebelumnya saat menggulung Union Berlin dengan skor 2-0. Menurut sang pelatih timnya seharusnya bisa tampil lebih baik di laga tersebut.

“Pada pertandingan tersebut kami harusnya bisa bermain lebih bagus lagi. Kami beruntung punya striker seperti Robert Lewandowski. Meski kurang mendapatkan dukungan, tapi ia masih sanggup mencetak gol penting bagi kami,” beber Flick.

Sementara itu pihak tim tamu menegaskan siap untuk memberikan kejutan kepada tuan rumah. Laga ini tidak akan dihadiri oleh para penggemar karena berlangsung secara tertutup. Dengan demikian faktor penonton tidak lagi berperan.

Namun demikian kubu Frankfurt mengakui tidak mudah untuk mengalahkan tuan rumah, termasuk juga untuk mendapatkan satu poin. Sebagaimana dikatakan Direktur Olahraga Frankfurt, Bruno Hubner timnya harus bermain bagus bila ingin memetik poin maksimal di laga ini. Bila tidak maka susah bagi mereka untuk pulang dengan hasil memuaskan.

“Akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan poin dari Bayern. Kami harus bermain bagus dan punya kepercayaan diri yang tinggi. Dengan performa yang bagus, maka kami bisa punya peluang disana,” tegas Bruno Hubner.

Berikut jadwal pertandingan Bundesliga Jerman selengkapnya:

Sabtu, 23 Mei 2020

01.30 WIB: Hertha Berlin vs Union Berlin

20.30 WIB: Borussia Monchengladbach vs Bayer Leverkusen

20.30 WIB: VfL Wolfsburg vs Borussia Dortmund

20.30 WIB: SC Freiburg vs Werder Bremen

20.30 WIB: Paderborn 07 vs TSG Hoffenheim

23.30 WIB: Bayern Munchen vs Eintracht Frankfurt

Minggu, 24 Mei 2020

18.30 WIB: FC Schalke 04 vs FC Augsburg

20.30 WIB: Mainz 05 vs RB Leipzig

23.00 WIB: FC Koln vs Fortuna Dusseldorf

Misi Balas Dendam Muenchen Atas Frankfurt

Pertandingan antara Bayern Muenchen kontra Eintracht Frankfurt diprediksi berjalan menarik. Pertandingan pekan kedua pasca penghentian sementara kompetisi tersebab wabah Corona atau Covid-19 ini dipenuhi aroma balas dendam.

Laga ini akan digelar di kandang Muenchen di Stadion Allianz Arena pada Sabtu, 23 Mei 2020 malam WIB. Di laga sebelumnya FC Hollywood harus menelan pil pahit. Saat itu mereka kalah dengan skor telak 1-5. Saat itu pertandingan digelar di markas Frankfurt.

Tentu saja sebagai tuan rumah Die Roten tidak ingin kembali menelan kekalahan. Karena itu Muenchen akan mengerahkan segenap kemampuan untuk meraih kemenangan, sekaligus menuntaskan balas dendam.

Frankfurt sebenarnya tidak sedang dalam tren positif. Di pekan pertama pasca penghentian kompetisi, tim tersebut menuai hasil negatif. Tim tersebut kalah dari Borussia Monchengladbach dengan skor 1-3. Sementara itu Muenchen sukses memetik tiga angka setelah menggulung Union Berlin dua gol tanpa balas.

Meski sukses memetik kemenangan, pelatih Bayern, Hans Flick tetap tak puas. Pelatih anyar ini mengatakan timnya tampil kurang maksimal. Manuel Neuer dan kawan-kawan seharunya bisa tampil lebih baik. Ia mengakui timnya beruntung memiliki seorang Robert Lewandowski di lini serang yang mampu tampil sebagai penyelamat dalam situasi-situasi penting seperti itu.

Lima Pertemuan Terakhir Bayern Munchen versus Eintracht Frankfurt:

02-11-2019: Frankfurt vs Bayern Munchen 5-1

18-05-2019: Bayern Munchen vs Frankfurt 5-1

22-12-2018: Frankfurt vs Bayern Munchen 0-3

12-08-2018: Frankfurt vs Bayern Munchen 0-5

19-05-2018: Bayern Munchen vs Frankfurt 1-3

Lima Pertandingan Terakhir Bayern Munchen:

17-05-2020: Union Berlin vs Bayern Munchen 0-2

08-03-2020: Bayern Munchen vs Augsburg 2-0

03-03-2020: Schalke vs Bayern Munchen 0-1

29-02-2020: Hoffenheim vs Bayern Munchen 0-6

25-02-2020: Chelsea vs Bayern Munchen 0-3

Lima Pertandingan Terakhir Frankfurt:

16-05-2020: Frankfurt vs Borussia M’Gladbach 1-3

12-03-2020: Frankfurt vs Basel 0-3

07-03-2020: Bayer Leverkusen vs Frankfurt 4-0

04-03-2020: Frankfurt vs Werder Bremen 2-0

28-02-2020: Salzburg vs Frankfurt 2-2

Perkiraan Starting line up Bayern Muenchen versus Eintracht Frankfurt:

Bayern Muenchen: Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Jerome Boateng, David Alaba, Alphonso Davies; Joshua Kimmich, Thiago Alcantara; Leon Goretzka, Thomas Muller, Serge Gnabry; Robert Lewandowski.

Pelatih: Hans Flick

Eintrach Frankfurt: Kevin Trapp; Almamy Toure, Makoto Hasebe, Martin Hinteregger, Evan Ndicka; Sebastian Rode, Stefan Ilsanker, Timothy Chandler, Daichi Kamada, Filip Kostic; Bas Dost.

Pelatih: Adi Hutter

Arsenal Bakal Lepas Aubameyang, Begini Respon Podolski

Nama Pierre-Emerick Aubameyang sedang dikaitkan dengan pintu keluar dari Arsenal. Situasi ini mengundang banyak komentar. Salah satunya dari Lukas Podolski.

Menurut mantan pemain tim nasional Jerman itu, bila melepaskan Aubameyang maka akan menjadi sebuah kerugian bagi Arsenal. Pasalnya pemain tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan banyak klub tertarik untuk mendatangkannya.

“Ketika Anda menjalani musim luar biasa seperti dia, banyak klub tertarik,” beber Podolski.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap pemain bintang tentu memilik impian untuk tampil di berbagai klub top di Eropa baik di Inggris, Spanyol, maupun Italia.

“Saat seorang pemain punya keinginan untuk bermain untuk klub besar atau bermimpi main di Italia atau Spanyol, atau seperti Aubameyang dan kaitannya dengan Real Madrid…”

Podolski mengatakan tidak ada yang salah bila Aubameyang memiliki impian tersendiri. Menurutnya untuk setiap kesempatan yang datang jangan sampai ditolak. Bagi Arsenal bila sampai Aubameyang pergi maka akan menjadi sebuah kehilangan.

“Jika dia punya mimpi main untuk klub ini ketika masih muda, maka kenapa tidak? Sebagai pemain, Anda harus mengambil kesempatan main untuk klub seperti itu. Tentu saja, buat Arsenal, itu akan jadi sebuah kehilangan besar kalau mereka harus menjualnya, tapi ini bisnis sepakbola,” sambungnya.

Podolski yang pernah bermain untuk Arsenal mengatakan Aubameyang sudah melewatkan musim yang luar biasa. Tidak hanya itu ia juga sudah banyak berkontribusi bagi tim dengan gol-gol yang diciptakannya.

Namun demikian ia mengatakan menjual pemain bintang bisa menjadi sebentuk investasi. Uang hasil penjualan pemain bintang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru.

“Menurut saya Anda kehilangan pemain besar, dia melewati musim yang luar biasa dengan catatan gol bagus, tapi Anda bisa menghasilkan uang dari seorang pemain, menjualnya dan bisa berinvestasi untuk pemain baru. Untuk pemain seperti saya atau Aubameyang, ketika klub besar memanggil, Anda selalu ingin punya mimpi seperti ini,” tegasnya.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

Lebih lanjut ia mengatakan tidak hanya pemain, para pelatih pun merasakan kekhawatirkan yang sama. Menurutnya sedikitnya dibutuhkan enam pekan untuk mempersiapkan diri.