Klopp Bersemangat Liverpool Kembali Berlatih

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Tidak terkecuali Liverpool. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp, bahkan sudah tak sabar untuk kembali memimpin latihan tim.

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Meski begitu mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Kesan Pertama Chiellini Saat Melihat Mbappe

Saat ini nama Kylian Mbappe disebut-sebut sebagai bintang masa depan. Pemain muda Prancis itu disebut sebagai penerus takhta Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai bintang dunia. Tanda-tanda itu sudah terlihat dari sederet prestasi yang ia raih baik di level klub maupun tim nasional Prancis.

Giorgio Chiellini memiliki kesan tersendiri terhadap pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu. Menurutnya pemain tersebut memiliki masa depan yang cerah. Ia memiliki potensi untuk meneruskan era kejayaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Siapa yang ditakdirkan untuk menjadi bintang dunia berikutnya dan jadi kolektor Ballon d’Or ketika Cristiano dan Messi berhenti? Dialah si orang Prancis, Kylian Mbappe, pemain yang sungguh unik,” ungkap Chiellini.

Ia mengatakan pertama kali melihat aksi Mbappe di layar televise di ajang Liga Champions Eropa tiga musim lalu. Saat itu ia sangat terkesan dengan pemain muda tersebut.

“Pertama kalinya saya melihat dia di TV adalah di Liga Champions 2016/2017, saat laga Manchester City-Monaco. Impresif. Pada akhir babak pertama, saya tanya ke Fabio Paratici,’Siapa dia? Dari planet mana?’.”

“Fabio menjawab, ‘Ya, Saya tahu dia. Kami sudah tahu dia untuk beberapa lama…penyerang yang tak bisa dihentikan, dia baru 18 tahun.’ Kami selanjutnya menghadapinya di kompetisi Eropa musim itu, di semifinal.”

Lebih lanjut Chiellini mengatakan pemain tersebut semakin matang. Saat ini di usianya yang ke-21 ia sudah mampu meraih sejumlah gelar baik di level klub maupun tim nasional. Mbappe sudah merasakan gelar juara liga bersama klubnya saat ini. Di tingkat lebih tinggi, ia turut andil mengantar Prancis menjadi juara dunia.

Ia memiliki kecepatan, teknik dan insting yang baik. Bila dibandingkan dengan Neymar, Chiellini mengatakan Mbappe lebih baik.

“Sekarang dia sudah 21 tahun dan sudah jadi juara dunia. Kecepatan, teknik, dan instingnya, dia tidak kurang apapun. Dia pemain yang suka memberikan kesan, karya agung yang tak ternilai. Saya juga merasa Mbappe lebih bagus dari Neymar, lebih konsisten. Masa depan sepenuhnya miliknya,” tegasnya.

Saat ini kompetisi Ligue 1 Prancis sudah berakhir. Akibat wabah Corona atau Covid-19, otoritas sepak bola setempat pun memutuskan untuk mengakhiri kompetisi lebih awal. Paris Saint-Germain (PSG), klub yang kini dibela Mbappe didapuk sebagai juara. Hal ini tidak lepas dari pencapaian mereka sebagai pemuncak klasemen Ligue 1 hingga sebelum kompetisi terhenti.

Lautaro Martinez adalah Penyerang Masa Depan

Nama Lautaro Martinez terus disebut-sebut dalam pemberitaan berbagai media di dunia. Pasalnya pemain tersebut santer dikaitkan dengan raksasa La Liga Spanyol, Barcelona. Pemain ini digadang-gadang akan bertandem dengan Lionel Messi di lini depan Barcelona.

Namun demikian tidak sedikit yang menyayangkan bila Lautaro sampai harus angkat kaki dari Inter Milan. Lautaro dianggap sebagai asset penting bagi Internazionale Milan di masa mendatang.

Felipe Melo memiliki kesan tersendiri terkait masa depan pemain muda Argentina itu. Melo mengatakan, Lautaro adalah pemain dengan kualitas yang lengkap. Lautaro itu seperti pemain muda Manchester City, Gabriel Jesus.

“Saya tahu Lautaro, saya melihat permainannya karena saya mengikuti Inter. Dia mengingatkan saya akan Gabriel Jesus, yang bekerja keras saat tak menguasai bola, punya semangat petarung, dan banyak mencetak gol,” beber Melo.

Dengan kualitas seperti itu tak heran bila Lautaro adalah bintang masa depan. Saat ini ia baru berusia 22 tahun dan masa depannya masih panjang.

“Menurut saya, dia adalah penyerang masa depan. Dia baru 22 tahun, tapi dia punya kekuatan dan tenaga, dan dia membuktikan bisa mencetak gol-gol.”

Dibandingkan dengan penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, Melo mengatakan kemampuan Lautaro lebih komplit. Lukaku adalah pemain yang unggul secara fisik namun tidak memiliki kemampuan selengkap Lautaro Martinez.

“Seorang penyerang harus punya gol-gol. Saya sangat menyukainya. Misalnya, Lukaku itu secara fisik sangat kuat tapi dia tak punya kualitas sebanyak Lautaro,” sambungnya.

Meski begitu Melo mengatakan bila sampai Lautaro hengkang ke Barcelona maka akan menjadi sebuah kemewahan bagi para penggemar untuk melihat sederet pemain bintang berada dalam satu tim. Messi, Lautaro dan Luis Suarez dalam satu tim adalah sesuatu yang membangkitkan rasa penasaran Melo. Ditambah lagi bila Barcelona pun berhasil memulangkan Neymar Junior dari Paris Saint-Germain (PSG).

“Saya penasaran ingin melihat Lautaro di Barcelona. Mereka sudah punya Suarez dan Messi, bayangkan seperti apa mereka dengan Lautaro dan Neymar juga,” pungkasnya.

Saat ini kompetisi La Liga sedang ditangguhkan. Begitu juga Serie A Italia. Berhembus kabar kedua kompetisi itu akan bergulir lagi pada bulan depan, menyusul Bundesliga Jerman yang sudah mulai bergulir pada akhir pekan ini.

Klub-klub peserta pun sudah mulai mempersiapkan diri. Selain menggelar latihan individu, sejumlah tim pun sudah membuat latihan bersama. Namun demikian tetap mengikuti aturan dan protokol yang berlaku.

Para Pemain Madrid Alami Kesulitan di Hari Pertama Latihan

Ternyata tidak mudah untuk kembali ke aktivitas normal bagi para pemain setelah sekian lama harus menjalani karantina akibat wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali para pemain Real Madrid. Buktinya, di hari pertama latihan, para pemain merasa kikuk.

Sebagaimana dikatakan bek Real Madrid, Dani Carvajal, mereka mengalami kikuk saat harus kembali ke lapangan latihan.

“Kami betul-betul kesulitan mengontrol bola di hari pertama latihan,” beber Carvajal.

Lebih lanjut pemain asal Spanyol itu mengatakan apa yang telah dilakukan selama pandemi di rumah ternyata berbeda dengan yang dilakukan di lapangan latihan. Berlatih secara mandiri di rumah tidak menjamin latihan bersama berjalan lancer. Namun demikian Carvajal mengatakan hal tersebut bukan menjadi tantangan berarti.

“Pada akhirnya, latihan Anda di rumah sendiri sama sekali berbeda dengan yang Anda lakukan di lapangan. Tapi kami semakin bagus kok,” sambungnya.

Terkait latihan yang dijalani, Carvajal mengatakan pihaknya tetap harus mengikuti berbagai protokol dan aturan ketat yang ditetapkan pemerintah.

“Kami harus mengikuti protokol yang ditetapkan LaLiga, berhati-hati dan menghormati aturan dan secara umum mencoba untuk mendapatkan kembali kecepatan dengan dan tanpa bola,” akunya.

Bila La Liga baru mulai latihan kembali, tidak demikian dengan Bundesliga Jerman. Kompetisi tertinggi di sepak bola Jerman ini sudah kembali bergulir pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 16 Mei 2020.

Pemerintah Jerman dan otoritas sepak bola setempat sudah memberikan izin untuk bergulirnya kembali kompetisi di negara tersebut. Namun demikian setiap pertandingan yang digelar tidak akan menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Laga dipastikan berjalan tertutup.

Situasi ini, menurut Carvajal akan memberikan pengaruh positif bagi kompetisi lain di benua Eropa. Menurut mantan pemain Bayer Leverkusen itu, bergulirnya kembali Bundesliga adalah kabar bagus bagi sepak bola Eropa dan dunia. Ia mengatakan banyak pemain yang antusias mendengar kabar tersebut.

“Ini adalah sebuah kabar bagus untuk olahraga dan dunia sepakbola. Kami semua antusias untuk melihat bagaimana banyak hal di awal. Kuharap semuanya akan lancar dan Bundesliga bisa menjadi contoh untuk seluruh negara-negara lainnya,” tegasnya.

Saat ini La Liga sedang ditangguhkan dan berbagai spekulasi terkait kapan kompetisi bergulir lagi mengisi ruang publik dan pemberitaan. Barcelona sementara ini berada di puncak klasemen sementara dengan raihan total 56 poin. Blaugrana unggul dua angka dari Real Madrid di posisi kedua.

Emery Masih Kecewa dengan Sikap Arsenal

Meski sudah tak lagi menjadi pelatih Arsenal, Unay Emery masih menyimpan sakit hati. Pelatih asal Spanyol itu sepertinya belum bisa move on dari The Gunners, secara khusus dari sikap manajemen terhadapannya di masa-masa akhir kepelatihannya.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu menyesali sikap manajemen yang tidak memberikan bantuan dan perlindungan kepadanya di masa-masa sulit. Patut diakui sejak kepergian Arsene Wenger, Arsenal terus menghadapi tantangan untuk menjadi klub yang disegani.

Kehadiran Emery ternyata belum juga mampu mendongkrak prestasi tim. Tak heran Emery tak bisa bertahan lama di Emirates Stadium. Ia hanya bisa mengabdikan diri selama satu setengah tahun, lebih cepat dari kontrak awalnya selama dua tahun.

“Di setiap klub, saya selalu dilindungi: Lorca, Almeria, Valencia, PSG. Di Sevilla, ada Monchi (direktur klub-red). Di PSG (presiden-red) Nasser Al-Khelaifi melindungi saya di ruang ganti dan di depan publik,” beber Emery.

Lebih lanjut ia mengatakan situasi yang dihadapinya di Arsenal berbeda dengan di klub-klub yang pernah dilatihnya sebelumnya. Nama besar Wenger sepertinya membuatnya harus bisa menghadapi berbagai ekpektasi tinggi. Namun selama berada di Arsenal, ia kerap mendapat kritikan dari berbagai pihak. Dalam situasi seperti ini Emery merasa dirinya tidak mendapat pembelaan dari manajemen. Ia seperti berjalan sendirian dan menghadapi segalanya sendiri.

“Di Arsenal, mereka tidak mampu. Mungkin karena mereka datang dari Arsene Wenger, yang sudah melakukan segalanya. Mereka bilang: ‘Kami bersama Anda’, tapi di depan fans dan di ruang ganti mereka tidak bisa melindungi saya. Faktanya adalah saya merasa sendirian,” tegasnya.

Saat ini Arsenal ditangani Mikel Arteta. Mantan asisten pelatih Pep Guardiola itu mengisi kursi yang ditinggalkan Emery. Bek Arsenal Shkodran Mustafi menilai kehadiran Arteta telah memberikan pengaruh positif.

“Dia itu agak seperti seorang profesor. Dia tahu persis di mana dia ingin para pemain berada ketika menguasai bola dan bagaimana bereaksi ketika kehilangan penguasaan,” beber Mustafi.

Lebih lanjut Mustafi mengatakan Arteta memberi kemungkinan kepada para pemain untuk memainkan berbagai peran sekaligus.

“Itu sangat spesial. Ketika saya mengumpan, biasanya saya cuma fokus ke di mana saya harus berada saat kehilangan bola. Tapi dia juga mau saya berkontribusi saat menyerang. Jadi kami secara konstan perlu membuat opsi untuk para pemain yang menguasai bola.”

Ia mengakui kehadiran Arteta turut membuka wawasan dan memperkenalkan kepadanya sejumlah hal baru. Baginya hal ini merupakan sesuatu yang positif.

Dikaitkan dengan Chelsea, Ini Respon Agen Coutinho

Saat ini nama Philippe Coutinho sedang dikaitkan dengan beberapa klub. Salah satunya adalah Chelsea. Namun demikian berbagai desas desus itu langsung dibantah oleh sang agen, Kia Joorabchian. Alih-alih menanggapi rumor tersebut, sang agen lebih memilih membicarakan tentang kondisi sang pemain.

Saat ini pemain asal Brasil itu sedang berjuang memulihkan diri setelah menjalani operasi pada pergelangan kaki. Pemain Barcelona yang sedang dipinjamkan ke Bayern Muenchen itu pun harus fokus agar proses berlangsung cepat. Bahkan ada kemungkinan pemain 27 tahun itu bakal melewatkan sisa musim Bundesliga.

“Philippe saat ini di Bayern, tapi dia sekarang sedang menepi,” beber Joorabchian.

Lebih lanjut sang agen mengatakan proses penyembuhan Coutinho bakal memakan waktu tak singkat. Dibutuhkan sekitar enam pekan untuk kembali pulih. Dengan demikian kecil kemungkinan bagi Coutinho untuk bisa merasakan sisa musim ini.

“Dia dibekap cedera, dia sudah menjalani operasi pada dua pekan lalu di pergelangan kakinya dan dia butuh enam pekan untuk pulih, yang artinya dia mungkin akan melewatkan sebagian Bundesliga. Mudah-mudahan dia bisa bugar untuk tampil di akhir musim,” sambungnya.

Terkait ketertarikan sejumlah klub, sang agen mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan resmi. Menurutnya saat ini konsentrasi semua orang lebih pada kondisi yang sedang terjadi saat ini. Orang-orang masih memikirkan kesehatan dan keselamatan di tengah wabah Corona atau Covid-19.

“Untuk saat ini, kami belum berbicara dengan siapapun tentang kesepakatan apapun. Saya pikir sekarang ini konsentrasi setiap orang terkait dengan pandemik ini dan bagaimana sepakbola bisa dimulai lagi dalam sebuah lingkungan yang aman dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan semuanya.”

Untuk itu Joorabchian mengatakan isu soal transfer itu bisa dikesampingkan. Terkait masa depan Coutinho, kemana dia akan pergi, baru akan dibicarakan dan diketahui saat kondisi sudah kembali normal.

“Saya rasa perihal transfer bisa dikesampingkan dan ke mana dia akan pergi atau di mana orang-orang akan pergi akan dipikirkan ketika semuanya sudah kembali dalam keadaan normal,” pungkasnya.

Saat ini tim-tim peserta Bundesliga tengah mempersiapkan diri untuk kembali bertanding setelah sempat terhenti selama beberapa bulan. Sejak Sabtu, 16 Mei 2020 kompetisi tersebut akan kembali bergulir.

“Satu tes positif Corona bukanlah malapetaka, asalkan kami punya aturan dan rekomendasi bagaimana menangani hal tersebut,” beber Carsten Cramer.

Lebih lanjut sosok yang merupakan Managing Director Borussia Dortmund itu mengatakan saat ini pihaknya tengah menyambut positif kembali bergulirnya Bundesliga. Menurutnya bila sampai kompetisi tetap ditangguhkan maka pihaknya dan semua peserta Bundesliga akan menghadapi masalah finansial.

Serie A Segera Bergulir, Pelatih Lazio Khawatirkan Hal Ini

Serie A Italia dikabarkan akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Ternyata tidak semua klub sudah mempersiapkan diri. Muncul pula kecemasan terkait performa tim saat kompetisi kembali bergulir. Salah satu klub yang cemas terhadap performa timnya adalah Lazio.

Sebagaimana dikatakan pelatih Lazio, Simone Inzaghi, dirinya takut penampilan timnya belum maksimal. Ia khawatir para pemain Lazio belum berada dalam puncak performa.

“Saat kompetisi berhenti, kami sedang bermain sangat baik. Ketika mulai lagi, kami mencoba untuk siap,” beber Inzaghi.

Sebelum Serie A terhenti Lazio memang sedang berada dalam tren positif. Hal ini bisa dilihat dari posisi tim tersebut di tabel klasemen sementara. Lazio terus bersaing dengan Juventus untuk menguasai puncak klasemen Serie A.

Inzaghi mengatakan tidak mudah bagi para pemain untuk menjaga konsistensi, apalagi setelah kompetisi mengalami jeda. Apalagi bila jadwal terbaru mengharuskan setiap tim untuk bertanding dalam rentang waktu yang singkat.

“Sangat sulit untuk mempertahankan bentuk permainan kami, di tambah lagi kemungkinan adanya keputusan pertandingan dalam tiga hari sekali, itu sangat sulit,” lanjutnya.

Sebelumnya pertandingan digelar sekali setiap minggu. Namun setelah kompetisi kembali bergulir ada kemungkinan setiap tim akan bertanding tiga hari sekali.

“Jika musim tidak berhenti, kami akan memainkan satu pertandingan seminggu. Segalanya akan berubah. Kami tahu siapa yang akan bertemu dengan kami dan kami akan berusaha membuat diri kami siap,” pungkasnya.

Pihak Lazio juga mengkritisi salah satu kebijakan yang akan diterapkan saat kompetisi kembali berlangsung.

“Dalam pandangan saya, menempatkan seluruh tim dan staf di tempat karantina jika satu orang dinyatakan positif itu benar-benar konyol. Komite saintifik tidak mau benar-benar mendengarkan pandangan dari pihak yang menangani medis di dunia sepakbola, yang sudah tahu betul kondisi di lapangan dan tidak cuma duduk-duduk saja,” beber kepala medis Lazio, Ivo Pulcini.

Lebih lanjut, Pulcini mengatakan mengkarantina seluruh tim adalah berlebihan. Bila sampai ada pemain atau staf yang positif Corona maka, cukuplah oknum bersangkutan yang dikarantina. Seluruh tim tidak harus dikarantina.

“Dalam kasus ini, biarkan kami yang mengambil tanggung jawab buat memutuskan agar anggota tim tak perlu seluruhnya dikarantina. Saya tidak masalah dengan hal tersebut,” sambungnya.

Selain itu Pulcini mengatakan pemerintah Italia mestinya belajar dari protokol yang diterapkan pemerintah Jerman di kompetisi Bundesliga yang akan kembali bergulir pada akhir pekan ini. Kebijakan di Bundesliga bertolak belakang dengan Italia yang mana bila ada pemain atau staf yang terjangkit Corona maka hanya yang bersangkutan yang wajib dikarantina atau diisolasi.

Ini Tanggal Bergulirnya Kembali La Liga

Publik masih menanti kelanjutan La Liga musim ini. Apakah kompetisi tersebut akan diputuskan berhenti atau dilanjutkan lagi. Tidak sedikit kabar yang mengatakan kompetisi tersebut bakal berlanjut lagi. Tidak hanya itu muncul pula wacana terkait waktu persisnya.

La Liga dikabarkan akan kembali bergulir pada 12 Juni. Hal ini bertujuan untuk mengakhiri kompetisi pada akhir Juli. Tidak hanya itu, agar cepat terselesaikan, muncul wacana untuk menggelar pertandingan setiap hari.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengungkapkan harapannya agar Liga Spanyol bisa dilanjutkan mulai 12 Juni. Tebas mengatakan pertandingan-pertandingan lanjutan itu akan digelar tanpa penonton. Dengan demikian selama enam pekan tersisa, para penggemar tim-tim La Liga tidak bisa datang memberikan dukungan secara langsung.

“Kami tidak tahu (kapan kami bisa mulai), tidak ada yang tahu tanggalnya. Itu akan tergantung kenaikan angka dan semua aturan yang diikuti,” beber Tebas.

Tebas mengakui situasi saat ini belu sepenuhnya pulih. Wabah Corona atau Covid-19 belum benar-benar berakhir. Ia berharap dengan tetap mengikuti protokol dan aturan yang telah dikeluarkan situasi bisa segera berangsur pulih.

“Virusnya masih ada, tapi kalau bisa tanggal 12 Juni (mulai lagi), jauh lebih baik. Jika kita semua mengikuti aturan kesehatan, saya kira tidak akan ada masalah,” sambungnya.

Dalam rencana, demikian Tebas, kompetisi yang dimulai pada pada 12 Juni akan berakhir pada 31 Juli. Selanjutnya bulan Agustus bisa digunakan untuk melanjutkan pertandingan di kancah Eropa. Untuk itu Tebas mewacanakan untuk menggelar pertandingan setiap hari.

“Rencananya adalah menyelesaikan musim pada 31 Juli dan Agustus bisa dipakai untuk kompetisi Eropa. Tanggal itu juga bisa dipakai untuk play-off (di Spanyol). Akan ada pertandingan liga setiap hari, seperti yang sudah terjadi pada Maret dan April dengan jadwal normal,” sambungnya.

Sebelum dihentikan karena wabah Corona, La Liga sudah memainkan 27 pertandingan. Barcelona sementara ini berstatus pemuncak klasemen dengan raihan total 58 poin. Blaugrana sementara ini unggul dua angka dari rival terberat yakni Real Madrid.

Seakan gayung bersambut dengan rencana tersebut, saat ini sejumlah klub La Liga sudah mulai berlatih. Barcelona dan Real Madrid misalnya sudah mulai beraktivitas namun belu sepenuhnya. Para pemain menjalani latihan dengan mengikuti protokol yang ketat seperti mengenakan masker dan sarung tangan serta tetap menjaga jarak dengan pemain lain.

Kita berharap situasi terus membaik sehingga bisa menyaksikan tim-tim kesayangan bertanding.

 

Van Dijk: Aku Sudah Bekerja Keras dengan Dedikasi Besar

Virgil Van Dijk adalah salah satu pemain penting Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Pria asal Belanda itu adalah salah satu pemain kunci di lini belakang. Kehadirannya sangat berkontribusi bagi Liverpool.

Pemain internasional Belanda itu tidak hanya cakap menjaga lini pertahanan agar terhindar dari kebobolan. Pemain jangkung itu juga kerap mencetak gol-gol penting bagi Si Merah.

Melihat perjalanannya sejauh ini, pemain berusia 30 tahun itu mengatakan dirinya sangat bangga dengan semua pengorbanan yang sudah diberikan. Ia menegaskan dirinya sudah berjuang maksimal.

“Sejauh ini merupakan sebuah jalan yang bagus yang kuambil sampai aku menjadi seperti ini, segalanya terjadi karena suatu alasan. Aku sudah bekerja keras dengan dedikasi besar dan itu adalah sesuatu yang sangat kubanggakan,” beber Van Dijk.

Lebih lanjut ia mengatakan perjuangan yang sudah ia lakukan sekiranya menjadi inspirasi bagi para pemain muda. Apalagi ia sudah menunjukkan dedikasi dan kerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain pada level tertinggi sejak berusia muda.

“Itu adalah sesuatu yang seharusnya menginspirasi banyak pemain mudah di luar sana yang tidak memiliki atribut dari mereka yang sudah bermain di level tertinggi sejak mereka masih berusia 16 tahun,” sambungnya.

Saat ini Liverpool di ambang juara Liga Primer Inggris. Ini merupakan pencapapaian fenomenal karena sudah dinanti lebih dari 30 tahun.

Liverpool hanya butuh beberapa poin untuk mengklaim gelar juara. Meski masih menyisahkan sejumlah pertandingan, musim ini rasanya sudah menjadi milik The Reds. Si Merah sementara ini unggul 25 poin dari Manchester City yang merupakan juara bertahan. Mustahil bagi para pesaing untuk bisa mengejar dan menyalip perolehan poin Liverpool.

Meski begitu Liverpool hampir pasti gagal mempertahankan gelar Liga Champions Eropa yang diraih musim lalu. The Reds kalah bersaing dengan Atletico Madrid di fase knock out. Meski kehilangan gelar Liga Champions eropa, Van Dijk tegaskan pihaknya masih memiliki cara lain untuk meraih gelar bergengsi. Ia pun tak segan mengapresiasi kinerja yang sudah ia berikan kepada klub.

“Ada cara lain untuk memenangi Liga Champions. Aku sangat bangga dengan perjalananku sejauh ini dan itu belum selesai,” pungkasnya.

Sementara itu Manchester City meski kehilangan trofi Liga Inggris, tim tersebut sudah mengantongi beberapa gelar seperti Piala Liga Inggris. Selain itu City masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Ini Klub Serie A Pertama yang Mulai Latihan

Saat ini masa depan Serie A masih menggantung. Belum diketahui secara pasti kompetisi tersebut akan berlanjut lagi atau terhenti. Meski begitu sejumlah klub Serie A membangkitkan harapan dengan memulai latihan.

Sassuolo menjadi klub Serie A pertama yang mulai berlatih pada Senin, 4 Mei 2020. Keputusan ini tentu cukup berani mengingat Italia belum benar-benar pulih dari wabah Corona atau Covid-19.

Meski begitu pihak klub sudah mempersiapkan segala sesuatu dan memastikan menjalani latihan itu sesuai standar dan protokol yang ada. Hanya lapangan latihan yang dibuka sementara berbagai fasilitas lainnya tetap ditutup.

“U.S. Sassuolo Calcio mengumumkan bahwa mulai Senin 4 Mei, akan mengizinkan para pemain menggunakan lapangan Mapei Football Center untuk sesi latihan individu opsional,” beber pihak klub.

Lebih lanjut dikatakan para pemain diharuskan untuk menjaga jarak dan tidak akan dibukakan akses untuk fasiltias di dalam ruangan.

“Para pemain cuma akan diperbolehkan mengakses lapangan-lapangan, dengan mematuhi aturan jaga jarak sosial, sementara akses ke fasilitas dalam ruangan akan dilarang.”

Tidak hanya itu, terkait latihan, para pemain akan dibagi ke dalam tiga lapangan. Masing-masing lapangan pun sudah dibagi kepada masing-masing pemain yang akan menjalani latihan individu selama

“Sesi-sesi individual, yang akan berlangsung pada pagi hari, dari Senin hingga Jumat, dengan memakai tiga lapangan dan enam pemain per jamnya (satu pemain untuk setiap setengah lapangan) tidak akan dihadiri staf teknis, sementara pengawasan medis darurat akan tersedia.”

Selain itu berbagai akses akan ditutup secara khusus untuk pihak-pihak yang tidak terkait dengan latihan yakni akses menuju parkir mobil di luar pintu masuk.

“Akses ke Mapei Football Center dan parkir mobil di luar pintu masuk akan tetap dilarang untuk siapapun yang tidak termasuk dalam subyek-subyek tersebut di atas,” tegas pihak klub.

Sassuolo dan klub-klub Serie A lainnya tentu berharap kompetisi musim ini berlanjut lagi. Termasuk Juventus. Sebagaimana dikatakan sang presiden, Andrea Agnelli, pihaknya tidak akan mendapat gelar Scudetto secara cuma-cuma. Ia justru berharap kompetisi bisa berlanjut sehingga penentuan gelar juara bisa dilakukan secara adil.

“Anda semua tahu bahwa saya tidak terlalu banyak berpendapat di media dan lebih suka diam. Itu mungkin memicu interpretasi yang salah tentang bagaimana keinginan Juventus sebenarnya,” beber Agneli.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya tidak ingin agar kompetisi musim ini berakhir lebih cepat. Ia justru mendesak agar Serie A bisa berlanjut lagi.