Singkirkan Liverpool, Pelatih Atletico Beri Komentar Ini

Atletico Madrid sukses menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini. Klub berjuluk Los Colchoneros itu memenangi pertarungan kedua tim dengan keunggulan agregat 4-2.

Pada pertandingan leg kedua di kandang Liverpool di Stadion Anfield, Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB, Atletico mampu membungkam tuan rumah dengan skor 3-2. Usai pertandingan pelatih Atletico, Diego Simeone tak kuasa menyembunyikan kegembiraannya.

“Saya sangat senang. Kami kembali ke fase delapan besar klub terbaik Eropa sekaligus mengalahkan lawan yang luar biasa,” beber Simeone.

Lebih lanjut pelatih asal Argentina itu mengatakan sejatinya Liverpool adalah tim kuat. Selain itu mereka tampil di hadapan para pendukung sendiri. Namun demikian ia mengapresiasi para pemainnya yang tidak takut dengan situasi tersebut.

“Liverpool adalah tim brilian, apalagi mereka bermain di depan fans mereka. Tetapi, kami tidak menyerah meskipun sempat tertinggal dua gol,” sambung Simeone.

Ia mengatakan momentum kebangkitan timnya adalah ketika mampu mencetak gol. Menurutnya, gol tersebut menjadi pendorong bagi mereka.

“Saat kami mampu mencetak gol, kami merasakan dorongan semangat yang luar biasa,” sambungnya.

Sementara itu pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, masih berusaha untuk memahami kekalahan tersebut. Ia masih mencari alasan yang tepat di balik kekalahan timnya.

“Saya masih mencari alasan yang tepat. Kesalahan terbesar kami adalah tidak mencetak gol kedua dalam 90 menit. Padahal kami tampil luar biasa di waktu tersebut,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu tak menampik timnya sedikit kelelahan di laga tersebut. Situasi ini membuat para pemain tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik.

“Setelah gol kedua, kaki mejadi sedikit lelah. Segala sesuatu yang terlihat alami selama 90 menit berubah jadi kaku. Sisi sayap kami tak lagi berkualitas. Kami seharusnya melakukan umpan silang akurat seperti gol di babak pertama. Tapi para pemain lupa melakukan itu,” sambungnya.

Kekecewaan juga tak bisa disembunyikan para pemain Liverpool. James Milner mengatakan timnya seharusnya bisa memenangi laga tersebut. Sayangnya, mereka terlalu membuang peluang yang seharusnya bisa dijadikan gol.

“Kami sudah bermain bagus pada awal pertandingan. Kami memiliki banyak kesempatan dan seharusnya bisa tercipta satu atau dua gol lagi,” beber Milner.

Lebih lanjut pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mengaku kecewa dengan hasil itu. Namun demikian ia menegaskan mereka harus bangkit untuk menghadpai laga-laga selanjutnya.

“Ini sangat mengecewakan, tapi kami harus bangkit dan menyelesaikan musim dengan kuat. Sekarang target kami memenangkan pertandingan sebanyak mungkin sampai akhir musim,” tegas pemain asal Inggris itu.

 

 

 

 

Adrian Blunder, Liverpool Tersisih dari Liga Champions

Liverpool harus menguburkan harapannya untuk mempertahankan gelar Liga Champions Eropa. Pasalnya tim berjuluk The Reds itu harus angkat kaki di babak 16 besar. Si Merah kalah beradu dengan Atletico Madrid untuk meraih satu tiket di babak perempat final.

Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar di kandang sendiri di Stadion Anfield, Liverpool takluk dengan skor 2-3. Kekalahan ini membuat Liverpool harus tersisih dengan kekalahan agregat 2-4 setelah di leg pertama di kandang Atletico, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas.

Liverpool tentu pantas menyesali hasil ini. Pasalnya di laga kandang ini mereka sempat unggul dua gol melalui Georginio Wijnaldum di menit ke-43 dan Roberto Firmino di menit ke-94. Namun kiper Liverpool, Adrian melakukan blunder yang berujung gol pertama Atletico di menit ke-97 melalui Marcos Llorente.

Gol ini seakan melecut semangat tim tamu untuk terus mencetak gol. Alhasil Atletico berhasil mencuri gol melalui Llorente di menit ke-105+1 dan Alvaro Morata di menit ke-120+1.

Di laga ini Liverpool sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Sejak menit awal The Reds mampu mengendalikan permainan. Liverpool juga memiliki peluang lebih banyak. Kiper Atletico, Jan Oblak tampil gemilang di laga ini. Oblak mampu melakukan penyelamatan sejumlah peluang tuan rumah.

Kegemilangan Oblak di bawah mistar gawang Los Colchoneros akhirnya mampu menyelamatkan tim tamu dari kebobolan banyak gol. Sebaliknya kiper tuan rumah justru berpenampilan sebaliknya.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara terkait performa kedua tim di laga ini. Pelatih asal Jerman itu mengomentari performa tim tamu. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tak mengerti dengan kualitas para pemain Atletico yang mampu mengalahkan mereka di laga itu.

“Saya tidak mengerti dengan kualitas yang mereka punya, mereka bermain sepakbola seperti ini. Saya tidak memahaminya. Tapi pemenang memang selalu benar,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan beberapa pemain Atletico memiliki kemampuan yang sulit dibayangkan. Selain menjadi pemain depan, para pemain itu pun mampu tampil lebih dalam untuk membantu tim saat melakukan serangan balik.

“Ketika saya melihat pemain-pemain seperti Llorente, Koke, Saul… mereka bisa memainkan sepakbola yang bagus tapi mereka bermain begitu dalam di daerah pertahanan sendiri dan melakukan serangan-serangan balik,” sambungnya.

Susunan Pemain Liverpool versus Atletico Madrid:

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian San Miguel, 4-Virgil van Dijk, 12-Joe Gomez, 26-Andrew Robertson, 66-Trent-Alexander Arnold, 15-Alex Oxlade-Chamberlain, 5-Georginio Wijnaldum, 14-Jordan Henderson, 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 11-Mohamed Salah.

Pelatih: Juergen Klopp

Atletico Madrid (4-4-2): 13-Jan Oblak, 23-Kieran Trippier, 15-Stevan Savic, 18-Felipe Augusto, 12-Renan Lodi, 6-Koke, 8-Saul Niguez, 5-Thomas Partey, 10-Angel Correa, 7-Joao Felix, 19-Diego Costa (14-Marcos Llorente 56′).

Pelatih: Diego Simeone

Neymar Cetak Gol, PSG Sisihkan Dortmund di Liga Champions

Neymar Junior ikut andil dalam kelolosan Paris Saint-Germian (PSG) ke babak perempat final Liga Champions Eropa. Menghadapi Borussia Dortmund, pemain asal Brasil itu mencetak satu dari dua gol kemenangan di leg kedua babak 16 besar. Laga ini berlangsung di markas PSG di Stadion Parc des Princes pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB.

Neymar mencetak gol pertama bagi PSG di menit ke-28. Sementara gol kedua dilesatkan oleh Juan Bernat di menit ke-45+1. Kemenangan 2-0 ini membuat PSG berhak lolos dengan keunggulan agregat 3-2 setelah di leg pertama menelan kekalahan dengan skor 1-2.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Meski pertnadingan ini berlangsung tertutup alias tanpa penonton, laga tetap berjalan alot. Neymar sukses membuka keunggulan tuan rumah setelah sukses menuntaskan sepak pojok Angel DI Maria. Tandukan mantan pemain Barcelona itu tak mampu digagalkan kiper tim tamu.

Jelang babak pertama berakhir, Dortmund kembali kebobolan. Kali ini giliran Juan Bernat yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini terjadi berkat kontribusi Pablo Sarabio yang melepaskan umpan silang mendatar terukur.

Tertinggal dua gol membuat Die Borussien berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun sepanjang babak kedua, tak ada gol yang berhasil diciptakan kedua tim. PSG pun berhak lolos ke babak selanjutnya.

Penampilan Neymar di laga ini terbilang meyakinkan. Pemain ini bahkan masih dikaitkan dengan mantan klubnya. Bahkan pihak Barcelona sebagaimana dikatakan presiden klub, Josep Maria Bartomeu, masih tetap membuka pintu bagi mantan pemain Santos itu.

“Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan Neymar. Meski demikian, kami sama sekali tidak merencanakan akan hal ini,” beber Bartomeu.

Lebih lanjut Bartomeu mengatakan pihaknya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti yang sedang terjadi pada Neymar.

“Kami sudah terbiasa dengan masalah Neymar, kami menunggu keputusan,” tegasnya lagi.

Susunan pemain PSG versus Borussia Dortmund:

PSG (4-2-2-2): 1-Keylor Navas (GK); 14-Juan Bernat, 3-Presnel Kimpembe, (C) 5-Marquinhos, 4-Thilo Kehrer; 8-Leandro Paredes (35-Tanguy Kouassi 90′), 27-Idrissa Gueye; 10-Neymar, 11-Angel Di Maria (20-Layvin Kurzawa 79′); 19-Pablo Sarabia (7-Kylian Mbappe 64′), 9-Edinson Cavani.

Pelatih: Thomas Tuchel

Borussia Dortmund (3-4-3): 1-Roman Buerki (GK); (C) 26 Lukasz Piszczek, 15-Mats Hummels, 2-Dan-Axel Zagadou; 5-Achraf Hakimi (10-Mario Goetze 87′), 27-Emre Chan, 28-Axel Witsel (32-Giovanni Reyna 71′), 13-Raphael Guerreiro; 23-Thorgan Hazard (19-Julian Brandt 69′), 17-Erling Braut Haaland, 7-Jadon Sancho.

Pelatih: Lucien Favre

Tersisih dari Liga Champions, Pemain Spurs: Ini Sangat Menyedihkan

Kekecewaan tidak bisa dibendung oleh kubu Tottenham Hotspur. Pasalnya tim tersebut baru saja kehilangan tempat di Liga Champions Eropa. Tim berjuluk The Lilywhites itu baru saja kandas di babak 16 besar setelah kalah bersaing dengan RB Leipzig. Spurs terdepak setelah kalah agregat 0-4.

Pemain Spurs, Delle Alli angkat bicara menyusul kegagalan tersebut. Pemain asal Inggris itu mengatakan hasil tersebut sangat menyedihkan bagi mereka.

“Ini sangat menyedihkan, kami memiliki kepercayaan sebelum pertandingan dan kami tidak menampilkan yang terbaik. Ini adalah Liga Champions, jika anda tidak beranjak maka anda akan dihukum,” beber Alli.

Lebih lanjut Alli mengatakan timnya seharusnya bisa mencetka gol di laga tersebut. Sayangnya mereka gagal memanfaatkan sejumlah peluang tersebut.

“Setelah gol pertama itu tidak banyak berubah, tetapi kami kehilangan banyak peluang sebagai tim. Sulit untuk kembali dari dua gol itu, kami harus menunjukkan kedewasaan dan perjuangan kami, tetapi kami tak melakukan itu,” sambungnya.

Meski begitu Alli mengatakan timnya tetap masih memiliki taji dan kualitas. Kekalahan ini tidak lepas dari absennya beberapa pemain utama. Sayangnya para pemain pengganti tak mampu menunjukkan kualitas secara maksimal.

“Kami tak bisa berkelit, kami masih memiliki kualitas di lapangan. Kami kehilangan beberapa pemain bagus, tetapi itulah yang terjadi. Para pemain yang bermain harus menunjukkan diri, tetapi kami tak melakukannya hari ini,” lanjutnya.

Sementara itu bagi sebagian orang hasil ini memperlihatkan perbedaan kualitas di antara kedua tim. Menurut mantan pemain Spurs, Tom Huddlestone, Spurs kalah kelas dari klub Bundesliga itu.

“Mereka (Tottenham) kalah kelas. RB Leipzig terlatih dengan baik, mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka, sedangkan Tottenham tampak kebingungan di lapangan. Ada jurang pemisah yang besar antara kualitas yang ditampilkan kedua tim di laga tadi,” beber Tom Huddlestone.

Bagi Mourinho hasil negatif ini memperpanjang rekor negatif Mourinho di babak knock out Liga Champions Eropa bersama berbagai klub. Mourinho terlihat tak lagi bertaji, dan daya magisnya seakan tak terlihat lagi.

Berikut ini delapan laga terakhir Jose Mourinho bersama skuat asuhannya di babak knockout Liga Champions:

Semifinal 2013/2014 (bersama Chelsea)
Atletico Madrid 0-0 Chelsea
Chelsea 1-3 Atletico Madrid

16 Besar 2014/2015 (bersama Chelsea)
Paris Saint-Germain 1-1 Chelsea
Chelsea 2-2 Paris Saint-Germain

16 Besar 2017/2018 (bersama Manchester United)
Sevilla 0-0 Manchester United
Manchester United 1-2 Sevilla

16 besar 2019/2020 (bersama Tottenham Hotspur)
Tottenham Hotspur 0-1 RB Leipzig
RB Leipzig 3-0 Tottenham Hotspur

Menang Telak di Leg Kedua, Leipzig Singkirkan Spurs di Liga Champions

RB Leipzig menegaskan dominasinya atas Tottenham Hotspur di babak 16 besar Liga Champions Eropa. Setelah menang di leg pertama, klub Bundesliga itu kembali memetik kemenangan saat kedua tim bertemu di leg kedua di Stadion Red Bull Arena pada Rabu, 11 Maret 2020 dini hari WIB.

Bermin di kandang sendiri, Leipzig berhasil memetik kemenangan tiga gol tanpa balas. Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Marcel Sabitzer di menit ke-10 dan 21 dan Emil Forsberg di menit ke-87. Kemenangan ini memantapkan langkah Die Roten Bullen ke babak delapan besar dengan keunggulan agregat telak 4-0.

Sementara itu bagi Spurs kekalahan ini membuat mereka harus mengakhiri kompetisi ini lebih awal. Spurs gagal mengulangi pencapaian musim sebelumnya di mana mereka sanggup melangkah hingga ke partai final.

Hasil minor Spurs ini tidak lepas dari kondisi skuad. Pasalnya Spurs harus kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Harry Kane dan Son Heung-min. Kedua pemain itu sedang dibekap cedera. Para pemain pengganti seperti Erik Lamela dan Lucas Moura belum mampu memainkan peran secara maksimal.

Di laga ini, kedua tim harus rela tidak mendapat dukungan dari para pendukung. Pertandingan berlangsung tertutup karena para penonton tidak diizinkan menyaksikan laga tersebut karena takut akan penyebaran virus corona.

Sejak menit awal tuan rumah berusaha mencari kesempatan untuk mencetak gol. Laga baru berjalan 10 menit Sabitzer sukses menggetarkan gawang tim tamu yang dijaga Hugo Lloris. Gol ini semakin membuat tuan rumah di atas angin. Buktinya mereka mampu mencetak dua gol tambahan untuk memastikan langkah ke babak perempat final Liga Champions Eropa untuk pertama kali dalam sejarah klub tersebut.

“Kami mengendalikan permainan dan tidak membiarkan bola lepas. Saya bangga dengan anak-anak muda di tim ini,” beber pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann usai pertandingan.

Sementara itu pelatih Spurs, Jose Mourinho mengatakan kekalahan ini tidak lepas dari alasan cedera sejumlah pemain utama.

“Kami punya masalah berupa cederanya pemain. Ini momen yang sulit, tapi tidak ada siapapun yang pantas disalahkan. Saya tidak menyalahkan pemain, karena mereka sudah bermain semaksimal mungkin,” beber Mourinho.

Susunan pemain Leipzig versus Tottenham Hotspur:

Leipzig (3-4-3): 1-Peter Gulacsi (PG); 16-Lukas Klostermann, 5-Dayot Upamecano, 23-Marcel Halstenberg; 22-Nordi Mukiele (Tyler Adams 55′), 27-Konrad Laimer, 7- Marcel Sabitzer (Emil Forsberg 87′), 3-Angelino; 18-Christopher Nkunku (Amadou Haidara 59′), 21-Patrik Schick, 11-Timo Werner

Pelatih: Julian Nagelsmann

Tottenham Hotspur (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris (PG); 24-Serge Aurier (Malachi Walcott 90’+1), 4-Toby Alderweireld, 39-Japhet Tangaga, 19-Ryan Sessegnon; 15-Eric Dier, 8-Harry Winks; 18-Giovani Lo Celso (Gedson Fernandes 80′), 20-Dele Alli, 11-Erik Lamela; 27-Lucas Moura

Pelatih: Jose Mourinho

Singkirkan Valencia, Atalanta ke 8 Besar Liga Champions

Atalanta sukses mengukir sejarah di pentas sepak bola Eropa. Pasalnya klub tersebut baru saja meraih tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa. Tidak tanggung-taggung klub Serie A itu menyingkirkan klub La Liga, Valencia.

Di pertandingan leg kedua babak 16 besar di Estadio De Mestalla pada Rabu, 11 Maret 2020 dini hari WIB, Atalanta sukses membungkam tuan rumah Valencia dengan skor 4-3. Kemenangan ini menegaskan keloloskan Atalanta ke babak delapan besar dengan keunggulan agregat telak 8-4.

Empat gol Atalanta di pertandingan leg kedua disumbangkan oleh Josip Ilicic. Pemain ini memborong empat gol masing-masing di menit ketiga, 43, 71, dan 82. Sementara itu tiga gol tuan rumah dicetak oleh Kevin Gameiro di menit ke-21 dan 51 serta Ferran Torres di menit ke-67.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Pertandingan ini terlihat berbeda karena digelar tanpa penonton akibat mewabahnya virus corona di Eropa.

Sejak menit awal kedua tim berusaha mencari kesempatan untuk mencetak gol. Tuan rumah langsung menggebrak dengan mencetak gol cepat di menit ketiga. Gol pertama ini terjadi melalui titik penalti setelah Ilicic dilanggara Mouctar Diakhaby di kotak terlarang.

Usai gol ini pertandingan semakin menarik. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Tidak hanya itu selepas gol pertama ini masih ada enam gol lagi yang tercipta. Di kubu Atalanta, Ilicic menjadi pahlawan dengan sumbangan empat gol.

Bagi Atalanta kelolosan ini merupakan sejarah tersendiri bagi klub tersebut. Setelah tampil cemerlang di pentas Serie A musim lalu, Atalanta pun berhasil melebarkan sayap prestasi ke pentas Eropa.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini mengatakan kemenangan ini patut disambut sukacita. Ia sangat senang dengan hasil tersebut.

“Kami sangat senang dengan apa yang direpresentasikan hasil ini. Kami akan menggelar pesta besar di bulan Juni atas hasil ini dan ancaman ini akan kita kalahkan,” beber Gasperini.

“Kami tahu banyak orang mengikuti kabar kami di rumah, yang tak bisa keluar untuk merayakan. Ini untuk orang-orang Bergamo. Kami juga menerima banyak pesan dari direktur rumah sakit Bergamo,” sambungnya.

Susunan Pemain Valencia versus Atalanta:

Valencia (4-4-2): Jasper Cillessen (GK); Daniel Wass, Mouctar Diakhaby, Francis Coquelin, Jose Gaya; Carlos Soler, Geoffrey Kondogbia, Daniel Parejo, Ferran Torres; Kevin Gameiro, Rodrigo Moreno.

Pelatih: Albert Celades

Atalanta (3-4-1-2): Marco Sportiello (GK); Mattia Caldara, Jose Luis Palomino, Berat Djimsiti; Hans Hateboer, Remo Freuler, Marten De Roon, Robin Gosens; Mario Pasalic; Alejandro Gomez, Josip Ilicic

Pelatih: Gian Piero Gasperini

Manchester City Vs Arsenal, Duel Guru dan Murid

Manchester City dan Arsenal dijadwalkan akan berduel pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Etihad yang merupakan kandang The Citizen. Namun demikian laga ini masih dibayang-bayangi oleh kecemasan akan wabah corona.

Terlepas dari hal ini, duel ini dipastikan akan berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan. Tambahan poin sangat membantu bagi setiap tim guna menambah perbendaharaan poin masing-masing.

Saat ini City butuh kemenangan, apalagi setelah  menelan kekalahan dalam derby Manchester kontra Manchester United beberapa waktu lalu. Sementara itu Arsenal tidak ingin kehilangan muka di kandang City.

Lebih dari itu pertandingan ini menjadi pertarungan antara guru dan murid. Pasalnya pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta adalah mantan asisten pelatih Pep Guardiola. Arteta belum lama menyebrang dari Manchester City untuk menangani The Gunners.

Guardiola bahkan memberikan apresiasi kepada Arteta. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Arteta sudah melakukan tugasnya dengan baik.

“Dia sudah melakukan tugasnya dengan baik. Saya mengenal Arteta. Dia pelatih yang jenius. Saya punya kenangan indah di Etihad Stadium. Tapi sekarang saya ada di posisi berbeda. Kini saya akan bekerja keras untuk Arsenal,” beber Guardiola.

Sementara itu terkait kemungkinan laga tanda penonton, Guardiola mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang aneh.

“Apakah sepakbola akan bekerja tanpa penonton? Jika orang-orang tidak bisa datang, itu tidak masuk akal. Kami akan mengikuti apa yang harus kami lakukan, tetapi saya tidak akan mau bermain tanpa penonton,” tegas mantan pelatih Barcelona itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

15-12-2019 Arsenal 0-3 City (EPL)

03-02-2019 City 3-1 Arsenal (EPL)

12-08-2018 Arsenal 0-2 City (EPL)

02-03-2018 Arsenal 0-3 City (EPL)

25-02-2018 Arsenal 0-3 City (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Manchester City:

23-02-2020 Leicester 0-1 City (EPL)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL)

01-03-2020 Villa 1-2 City (EFL Cup)

05-03-2020 Wednesday 0-1 City (Piala FA)

08-03-2020 MU 2-0 City (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

21-02-2020 Olympiakos 0-1 Arsenal (UEL)

23-02-2020 Arsenal 3-2 Everton (EPL)

28-02-2020 Arsenal 1-2 Olympiakos (UEL)

03-03-2020 Portsmouth 0-2 Arsenal (Piala FA)

07-03-2020 Arsenal 1-0 West Ham (EPL).

Perkiraan starting line up Manchester City versus Arsenal:

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Mendy, Jhon Stones, Fernandinho, Walker; David Silva, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne; Raheem Sterling, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez.

Pelatih: Josep Guardiola.

Arsenal (4-2-3-1): Bern Leno; Saka, David Luiz, Sokratis, Hector Bellerin; Granit Xhaka, Ceballos;  Pierre-Emerick Aubameyang, Mesut Ozil, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta.

 

Arema Petik Kemenangan di Pekan Pertama Liga 1 2020

Arema sukses memetik kemenangan di pekan pertama Liga 1 2020. Menghadapi Persikabo di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Senin, 2 Maret 2020, Arema menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Arema dicetak oleh Kushedya Hari Yudo yang mencetak brace atau sepasang gol masing-masing di menit kelima dan 47. Kemenangan ini sangat penting bagi Arema sebagai modal untuk laga-laga selanjutnya.

Sementara itu bagi Persikabo hasil minor ini menjadi catatan yang harus dibenahi bila tidak ingin mendapat hasil serupa di laga-laga berikutnya.

Tim tamu tampil tanpa beban. Buktinya sejak menit awal Arema langsung tancap gas dan mengancam gawang tuan rumah. Tak butuh waktu lama bagi Arema untuk memecah kebuntuan.

Laga baru berjalan lima menit, Arema berhasil mengoyak gawang Persikabo. Gol ini berawal dari serangan balik cepat, bola kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Rafli yang dengan tenang mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kushedya Yudo yang berada dalam posisi ideal tak membung kesempatan itu untuk mencetak gol.

Pemain yang sama kembali menjadi momok bagi tuan rumah. Di awal babak kedua, Yudo kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menuntaskan umpan manis Dendi Santoso. Arema berhasil menjaga keunggulan dua gol hingga pertandingan usai.

Pelatih Persikabo, Ihrar Kryushenko, angkat bicara terkait kekalahan timnya. Menurutnya timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berujung kekalahan.

“Ada beberapa momen kesalahan kecil yang berubah menjadi gol. Saya ingin berterima kasih kepada pemain yang telah berjuang sampai detik terakhir,” beber Kriushenko.

Lebih lanjut sang pelatih mengatakan kesalahan-kesalahan minor itu ternyata sangat mempengaruhi performa tim secara keseluruhan.

“Karena kesalahan-kesalahan kecil itu sedikit mempengaruhi pemain. Ada beberapa pass yang kurang sukses. Ini mungkin menjadi pelajaran buat kami ke depannya,” lanjutnya.

Sementara itu pelatih Arema, Roberto Mario Carlos Gomez, tak melihat kemenangan ini sebagai pencapaian individu. Ia menilai kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja sama seluruh pemain.

“Saya sangat senang, kami menang dengan kerja keras. kerja bagus karena Tira adalah tim bagus, jadi ini sangat penting untuk kami,” beber Gomez.

Susunan pemain Persikabo versus Arema FC:

Persikabo: 33-Dwi Kusnanto; 28-Aditya Putra Dewa, 5-Andy Setyo Nugroho, 16-Artyom Filiposyan, 3-Muhammad Abduh Lestaluhu; 91-Arthur Bonai, 14-Izmy Yaman Hatuwe, 10-Muhammad Guntur Triaji, 8-Petteri Henri Pennanen, 7-Ciro Henrique Alvesl 9-Alex Dos Santos Goncalves

Pelatih: Ihrar Kryushenko

Arema FC: 23-Teguh Amiruddin; 4-Syaiful Indra Cahya, 5-Bagas Adi Nugroho, 19-Hanif Sjahbandi, 87-Johan Ahmat Alfarizi; 12- Hendro Siswanto, 7-Oh In-kyun, 16-Ridwan Tawainela, 41-Dendi Santoso; 99-Kushedya Hari Yudo, 10-Muhammad Rafli

Pelatih: Mario Gomez

Modal Buruk Jelang Hadapi Chelsea, Klopp: Kami Adalah Liverpool

Chelsea dan Liverpool akan terlibat dalam duel sengit di pentas Piala FA. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket ke babak perempat final di Stadion Samford Bridge, markas Chelsea pada Rabu, 4 Maret 2020 dini hari WIB.

Sebelum laga ini Liverpool sempat mengalami dua kekalahan, masing-masing di pentas Liga Champions Eropa dan Liga Primer Inggris dari Atletico Madrid dan Watford. Meski begitu pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tetap optimistis dengan peluang timnya di laga tersebut.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan mereka tetaplah Liverpool yang siap menghadapi dan mengatasi tekanan menyusul dua kekalahan beruntun itu.

“Chelsea adalah tim yang gemar memainkan bola dan dari sudut pandang mengumpan, merupakan salah satu tim yang sangat-sangat top. Kami perlu menemukan solusi untuk hal itu. Ini akan jadi tantangan yang berbeda,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan kedua tim tetaplah tim yang kuat, terlepas dari strategi dan perubahan yang dilakukan masing-masing tim.

“Kami adalah Liverpool. Kami selalu dalam tekanan dan kami selalu diharapkan untuk unjuk gigi. Saya tak tahu apakah Chelsea akan melakukan perubahan, tapi itu akan tetap merupakan tim yang berpengalaman,” sambungnya.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan timnya akan tampil maksimal di laga tersebut. Klopp menegaskan target timnya adalah lolos ke babak selanjutnya.

“Ini babak 16 besar Piala FA dan kami ingin lolos. Itu rencananya,” tegas Klopp.

Sementara itu pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan timnya berusaha mempertahankan performa bagus seperti ditunjukkan di pentas Eropa. Ia akan berusaha untuk mereplikasi kembali performa tersebut di laga krusian ini.

“Kami harus mencoba mereplikasi kinerja dari laga-laga tersebut, khususnya dari babak kedua laga di Stamford Bridge dan di sebagian besar Piala Super (Eropa) ketika kami bertarung seimbang,” beber Lampard.

Lebih lanjut mantan pemain Chelsea itu mengatakan timnya sedang dalam tren positif. Hal ini menjadi modal penting untuk bisa bersaing dengan tim kuat sekelas Liverpool.

“Itu mestinya memberikan kepercayaan diri, bahwa kalau kami di level terbaik, kami bisa melawan dan menandingi mereka. Saya sudah menyaksikan kedua laga tersebut dalam sepekan terakhir dan tim kami tampak berbeda dalam hal individu, karena kami memang punya masalah cedera,” lanjutnya.

Mantan pemain timnas Inggris itu mengatakan Liverpool tetaplah tim kuat meski menelan dua kekalahan sebelumnya. Kekalahan itu tidak membuat Liverpool menjadi tim lemah yang mudah dikalahkan.

Duel Chelsea Kontra Liverpool di 16 Besar Piala FA

Salah satu pertandingan menarik di babak 16 besar Piala FA akan tersaji di Stadion Stamford Bridge pada Selasa, 3 Maret 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Tuan rumah Chelsea akan berduel dengan Liverpool untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.

Duel ini dipastikan menarik. Kedua tim sama-sama berambisi memetik kemenangan. Selain itu kekuatan di antara kedua tim relatif seimbang.

Liverpool menghadapi laga ini dengan modal kurang bagus setelah menelan kekalahan dalam beberapa laga sebelumnya. Setelah kalah 0-1 dari Atletico Madrid di pentas Liga Champions Eropa, Liverpool pun baru saja menelan kekalahan pertama di pentas Liga Primer Inggris. Adalah Watford yang memutuskan catatan impresif The Reds.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan kekalahan yang diderita dalam dua laga terakhir tak membuat mereka bisa lepas dari beban.

“Kami baru saja kalah, dan kapan pun itu terjadi, akan selalu terasa buruk. Tapi bukan berarti kami lantas lepas dari tekanan,” beber Klopp.

Sementara itu kubu Chelsea mengatakan mereka perlu melakukan sejumlah pembenahan di laga ini. Salah satunya adalah lini serang di mana mereka membutuhkan banyak gol. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan pertandingan ini tetapi juga untuk bisa bersaing dengan tim-tim papan atas di Liga Primer Inggris.

“Kami membutuhkan lebih banyak gol dari area depan. Ketika Anda mencoba masuk ke empat besar (klasemen Liga Inggris), jika Anda mulai membuat perbandingan dengan tim-tim lain, selalu ada distribusi gol yang merata di barisan depan mereka,” beber Frank Lampard.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

22-09-2019 Chelsea 1-2 Liverpool (EPL)

15-08-2019 Liverpool 2-2 Chelsea (USC)

14-04-2019 Liverpool 2-0 Chelsea (EPL)

29-09-2018 Chelsea 1-1 Liverpool (EPL)

27-09-2018 Liverpool 1-2 Chelsea (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea:

01-02-2020 Leicester 2-2 Chelsea (EPL)

18-02-2020 Chelsea 0-2 MU (EPL)

22-02-2020 Chelsea 2-1 Tottenham (EPL)

26-02-2020 Chelsea 0-3 Bayern (UCL)

29-02-2020 Bournemouth 2-2 Chelsea (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

05-02-2020 Liverpool 1-0 Shrewsbury (Piala FA)

16-02-2020 Norwich 0-1 Liverpool (EPL)

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

25-02-2020 Liverpool 3-2 West Ham (EPL)

01-03-2020 Watford 3-0 Liverpool (EPL).

Prediksi starting line up Chelsea versus Liverpool:

Chelsea: Willy Caballero; Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger; Reece James, Mateo Kovacic, Jorginho, Marcos Alonso; Willian, Michy Batshuayi, Pedro Rodriguez.

Pelatih: Frank Lampard

Liverpool: Adrian; Andy Robertson, Virgil van Dijk, Joel Matip, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Curtis Jones; Alex Oxlade-Chamberlain, Divock Origi, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp