Arsenal Bakal Lepas Aubameyang, Begini Respon Podolski

Nama Pierre-Emerick Aubameyang sedang dikaitkan dengan pintu keluar dari Arsenal. Situasi ini mengundang banyak komentar. Salah satunya dari Lukas Podolski.

Menurut mantan pemain tim nasional Jerman itu, bila melepaskan Aubameyang maka akan menjadi sebuah kerugian bagi Arsenal. Pasalnya pemain tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan banyak klub tertarik untuk mendatangkannya.

“Ketika Anda menjalani musim luar biasa seperti dia, banyak klub tertarik,” beber Podolski.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap pemain bintang tentu memilik impian untuk tampil di berbagai klub top di Eropa baik di Inggris, Spanyol, maupun Italia.

“Saat seorang pemain punya keinginan untuk bermain untuk klub besar atau bermimpi main di Italia atau Spanyol, atau seperti Aubameyang dan kaitannya dengan Real Madrid…”

Podolski mengatakan tidak ada yang salah bila Aubameyang memiliki impian tersendiri. Menurutnya untuk setiap kesempatan yang datang jangan sampai ditolak. Bagi Arsenal bila sampai Aubameyang pergi maka akan menjadi sebuah kehilangan.

“Jika dia punya mimpi main untuk klub ini ketika masih muda, maka kenapa tidak? Sebagai pemain, Anda harus mengambil kesempatan main untuk klub seperti itu. Tentu saja, buat Arsenal, itu akan jadi sebuah kehilangan besar kalau mereka harus menjualnya, tapi ini bisnis sepakbola,” sambungnya.

Podolski yang pernah bermain untuk Arsenal mengatakan Aubameyang sudah melewatkan musim yang luar biasa. Tidak hanya itu ia juga sudah banyak berkontribusi bagi tim dengan gol-gol yang diciptakannya.

Namun demikian ia mengatakan menjual pemain bintang bisa menjadi sebentuk investasi. Uang hasil penjualan pemain bintang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru.

“Menurut saya Anda kehilangan pemain besar, dia melewati musim yang luar biasa dengan catatan gol bagus, tapi Anda bisa menghasilkan uang dari seorang pemain, menjualnya dan bisa berinvestasi untuk pemain baru. Untuk pemain seperti saya atau Aubameyang, ketika klub besar memanggil, Anda selalu ingin punya mimpi seperti ini,” tegasnya.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

Lebih lanjut ia mengatakan tidak hanya pemain, para pelatih pun merasakan kekhawatirkan yang sama. Menurutnya sedikitnya dibutuhkan enam pekan untuk mempersiapkan diri.

Emery Masih Kecewa dengan Sikap Arsenal

Meski sudah tak lagi menjadi pelatih Arsenal, Unay Emery masih menyimpan sakit hati. Pelatih asal Spanyol itu sepertinya belum bisa move on dari The Gunners, secara khusus dari sikap manajemen terhadapannya di masa-masa akhir kepelatihannya.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu menyesali sikap manajemen yang tidak memberikan bantuan dan perlindungan kepadanya di masa-masa sulit. Patut diakui sejak kepergian Arsene Wenger, Arsenal terus menghadapi tantangan untuk menjadi klub yang disegani.

Kehadiran Emery ternyata belum juga mampu mendongkrak prestasi tim. Tak heran Emery tak bisa bertahan lama di Emirates Stadium. Ia hanya bisa mengabdikan diri selama satu setengah tahun, lebih cepat dari kontrak awalnya selama dua tahun.

“Di setiap klub, saya selalu dilindungi: Lorca, Almeria, Valencia, PSG. Di Sevilla, ada Monchi (direktur klub-red). Di PSG (presiden-red) Nasser Al-Khelaifi melindungi saya di ruang ganti dan di depan publik,” beber Emery.

Lebih lanjut ia mengatakan situasi yang dihadapinya di Arsenal berbeda dengan di klub-klub yang pernah dilatihnya sebelumnya. Nama besar Wenger sepertinya membuatnya harus bisa menghadapi berbagai ekpektasi tinggi. Namun selama berada di Arsenal, ia kerap mendapat kritikan dari berbagai pihak. Dalam situasi seperti ini Emery merasa dirinya tidak mendapat pembelaan dari manajemen. Ia seperti berjalan sendirian dan menghadapi segalanya sendiri.

“Di Arsenal, mereka tidak mampu. Mungkin karena mereka datang dari Arsene Wenger, yang sudah melakukan segalanya. Mereka bilang: ‘Kami bersama Anda’, tapi di depan fans dan di ruang ganti mereka tidak bisa melindungi saya. Faktanya adalah saya merasa sendirian,” tegasnya.

Saat ini Arsenal ditangani Mikel Arteta. Mantan asisten pelatih Pep Guardiola itu mengisi kursi yang ditinggalkan Emery. Bek Arsenal Shkodran Mustafi menilai kehadiran Arteta telah memberikan pengaruh positif.

“Dia itu agak seperti seorang profesor. Dia tahu persis di mana dia ingin para pemain berada ketika menguasai bola dan bagaimana bereaksi ketika kehilangan penguasaan,” beber Mustafi.

Lebih lanjut Mustafi mengatakan Arteta memberi kemungkinan kepada para pemain untuk memainkan berbagai peran sekaligus.

“Itu sangat spesial. Ketika saya mengumpan, biasanya saya cuma fokus ke di mana saya harus berada saat kehilangan bola. Tapi dia juga mau saya berkontribusi saat menyerang. Jadi kami secara konstan perlu membuat opsi untuk para pemain yang menguasai bola.”

Ia mengakui kehadiran Arteta turut membuka wawasan dan memperkenalkan kepadanya sejumlah hal baru. Baginya hal ini merupakan sesuatu yang positif.

Gara-gara Corona, Gaji Pemain Arsenal Dipangkas

Ternyata wabah Corona atau Covid-19 yang masih berlangsung memberikan dampak bagi keuangan klub-klub sepak bola. Tidak terkecuali Arsenal. Hal inilah yang membuat manajemen The Gunners harus mengambil kebijakan untuk memangkas gaji para pemain demi menjaga kesehatan keuangan klub.

Upah para pemain The Gunners dikabarkan akan dipangkas sebesar 12,5 persen selama satu tahun. Meski begitu uang hasil pemotongan itu masih berpeluang untuk kembali ke rekening para pemain Arsenal.

Pihak Arsenal mengatakan pihaknya sudah mencapai kata sepakat dengan para pemain. Manajemen klub pun senang dengan kesediaan para pemain untuk merelakan gajinya dipotong.

“Kami begitu gembira mengumumkan telah sepakat dengan para pemain dan staf pelatih di tim utama. Mereka sepenuhnya mendukung pihak klub dalam situasi sulit ini,” ungkap pihak Arsenal.

Lebih lanjut klub asal kota London itu mengatakan pemotongan itu mulai berlaku bulan ini hingga setahun ke depan. Pihaknya akan segera menyelesaikan urusan administrasi terkait perubahan tersebut.

“Kesepakatan untuk pemotongan pendapatan tahunan sebesar 12,5 persen yang mulai berlaku bulan ini. Dokumen untuk kesepakatan ini akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang.”

Pihak klub mengatakan para pemain Arsenal tetap berpeluang untuk mendapatkan kembali penghasilan yang terpotong. Syaratnya, prestasi Arsenal bisa membaik di musim-musim mendatang.

“Jika kami berhasil memenuhi target terutama untuk di lapangan pada musim-musim mendatang, Kami akan membayar kembali jumlah dari pemotongan itu. Hal ini sepenuhnya ditentukan oleh para pemain,” pungkas pernyataan tersebut.

Kebijakan pemotongan gaji bukan baru dialami para pemain Arsenal. Sejumlah klub lain bahkan sudah memberlakukan kebijakan tersebut. AS Roma misalnya sudah menerapkan pemotongan gaji para pemain. Bahkan para pemain, pelatih dan staf Serigala Roma bersedia tak digaji hingga akhir musim.

“Kami selalu bicara soal persatuan di Roma, dan dengan bersedia tak digaji sampai akhir musim, para pemain, pelatih, dan staf telah menunjukkan kami akan menghadapi masalah ini bersama-sama,” ungkap CEO Roma, Guido Fienga.

Fienga mengapresiasi kerelaan para pihak untuk mengambil keputusan tersebut. Menurutnya hal ini didasarkan pada pemahaman mereka terhadap situasi yang tengah terjadi saat ini.

“Edin Dzeko (kapten klub), seluruh pemain dan pelatih Paulo Fonseca telah memahami nilai-nilai klub ini dan kami berterima kasih atas sikap mereka kepada para karyawan klub ini,” lanjutnya.

Sementara itu bila musim ini kembali berlanjut, maka ada kemungkinan para pemain pelatih dan staf mendapat insentif.

Kisah Awal David Luiz Hijrah ke Arsenal

Saat ini David Luiz adalah bagian dari Arsenal. Sebelumnya pemain itu pernah bermain untuk klub Liga Primer Inggris lainnya yakni Chelsea. Ternyata tidak mudah bagi Luiz untuk hijrah dan menerima diri sebagai pemain The Gunners.

Hal ini dikisahkannya belum lama ini saat mengingat kembali masa-masa kepindahanya dari Paris Saint-Germain (PSG) ke London. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan tidak hanya dalam beradaptasi dengan klub baru tetapi juga menghadapi kritikan para penggemar Chelsea yang tak habis pikir ia bisa menyebrang ke klub London lainnya.

“Awalnya memang tidak mudah. Tidak hanya karena adaptasi, tetapi juga karena kritik, kesedihan banyak penggemar Chelsea karena tidak memahami keputusan pribadi saya,” beber Luiz.

Lebih lanjut pemain asal Brasil itu mengatakan bahwa ia sebenarnya masih menaruh hormat dan cinta kepada Chelsea. Ya bersama Chelsea ia pernah meraih sejumlah gelar dan menjadi salah satu andalan di lini belakang.

Situasi tersebut belum terjadi lagi sejak awal kepindahannya ke Emirates Stadium pada tahun lalu. Ia bahkan kerap bermain di bawah performa terbaik sehingga berujung komentar dan sinisme.

“Rasa hormat dan cinta saya untuk Chelsea memang benar. Sulit berurusan dengan sisi emosional, kemudian saya bermain, hal-hal tidak terjadi di lapangan, hasilnya tidak datang,” sambungnya.

Ia juga mengapresiasi mantan manajer Arsenal, Unay Emery sebagai sosok yang hebat. Bersama pelatih asal Spanyol itu ia melewati masa-masa awal yang tidak mudah. Meski pada akhirnya ia bertanya diri apakah keputusannya untuk bergabung dengan Arsenal adalah keputusan yang tepat.

“Unai [Emery—mantan manajer Arsenal] adalah pelatih yang hebat dan orang yang hebat, tetapi hal-hal tidak terjadi sebagaimana mestinya untuknya. Jadi Anda harus bangkit dan berusaha untuk tetap tegak dan kuat. Dan saya sering bertanya-tanya mengapa keputusan ini dibuat. Mengapa ini terjadi?” bebernya lagi.

Luiz tercatat pernah membela Chelsea dalam dua periode berbeda yakni periode 2011 hingga 2014 lalu 2016 hingga 2019. Ia pun membeberkan alasan mengapa hijrah dari Stamford Bridge. Salah satunya adalah keinginannya untuk terus mencari pengalaman dan pelajaran baru di klub-klub berbeda.

“Pertama-tama, saya selalu sangat senang di Chelsea. Kemudian menyadari siklus saya sudah berakhir, meski tidak berpikir seperti itu, lewat sebuah keputusan cepat. Saya memutuskan meninggalkan Chelsea, bahkan sebelum membuka pintu ke Arsenal,” ungkapnya.

Selain itu ia mengatakan kehadirannya bersama Arsenal terjadi saat klub tersebut tengah mengalami kesulitan. Arsenal diketahui terus berjuang untuk lepas dari krisis agar bisa kembali mendapatkan tajinya di pentas Liga Primer Inggris.

Arsenal Diminta Pertahankan Aubameyang

Saat ini masa depan Pierre-Emerick Aubayemang bersama Arsenal lagi tak menentu. Pemain tersebut belum memutuskan apakah masih akan tetap menjadi bagian dari klub asal kota London itu atau tidak. Beberapa klub pun dikaitkan dengan pemain berdarah Afrika tersebut. Selain Real Madrid, Barcelona juga disebut-sebut tertarik menggunakan jasa mantan pemain Borussia Dortmund itu.

Namun demikian muncul dukungan terhadap Aubameyang agar tetap bertahan di Arsenal. Keberadaan pemain tersebut diyakini akan menjadi bagian penting untuk menjadikan The Gunners sebagai klub yang kuat.

Salah satu desakan terhadap manajemen Arsenal datang dari mantan pemain, Bacary Sagna. Menurut pemain asal Prancis itu, Arsenal memang harus berani mempertahankan Aubayemyang bila ingin menjadi klub yang kuat. Untuk mempertahankan pemain tersebut, Meriam London diminta untuk tidak segan mengeluarkan anggaran agar pemain tersebut tetap bisa bertahan.

“Dia tak boleh hengkang sekarang karena Arsenal sedang berupaya membangun tim yang kuat. Mereka tak akan kuat kehilangan dia. Andai mereka mereka harus membayar dia, bayar saja karena kalau mereka ingin pemain dengan kualitasnya, mereka mesti mengeluarkan uang 150 juta pound sterling,” beber Sagna.

Lebih lanjut Sagna mengatakan klub tersebut bisa belajar banyak dari pengalaman sebelumnya. Cerita tentang Robin van Persie bisa menjadi contoh.

“Jadi, jangan belanjakan 150 juta pound sterling. Keluarkan saja 50 juta pound sterling dan berikan padanya. Ini sama seperti (Robin) van Persie dan saya pikir anda harus belajar dari situasi itu,” sambungnya.

Sagna tak segan mengatakan Aubameyang sebagai pemain yang pantas mendapat perhatian lebih dari klub. Ia pun sudah membuktikan kinerjanya sejak berseragam Arsenal dengan menjadi andalan di lini depan. Saat ini Aubameyang sudah menyumbang total 61 gol dan memberikan 13 assist dari 97 pertandingan bersama skuad Meriam London.

“Auba layak mendapatkan itu. Saya tak mengatakan itu karena nama besarnya atau karena dia sudah mencetak banyak gol. Dia striker terbaik di Liga,” bebernya.

Sementara itu ada keyakinan Aubameyang bakal tetap berseragam Arsenal. Pemain yang kontraknya akan berakhir pada 2021 itu diyakini akan tetap bertahan di Emirates Stadium. Keyakinan itu datang dari kiper Arsenal, Bern Leno.

“Aku tidak tahu, tergantung pada siapa yang akan pergi dan siapa yang bertahan. Aku tidak tahu. Kupikir tergantung pada Auba apakah dia akan teken kontrak baru atau [jika] dia pergi. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan,” beber Leno.

Manchester City Vs Arsenal, Duel Guru dan Murid

Manchester City dan Arsenal dijadwalkan akan berduel pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Etihad yang merupakan kandang The Citizen. Namun demikian laga ini masih dibayang-bayangi oleh kecemasan akan wabah corona.

Terlepas dari hal ini, duel ini dipastikan akan berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan. Tambahan poin sangat membantu bagi setiap tim guna menambah perbendaharaan poin masing-masing.

Saat ini City butuh kemenangan, apalagi setelah  menelan kekalahan dalam derby Manchester kontra Manchester United beberapa waktu lalu. Sementara itu Arsenal tidak ingin kehilangan muka di kandang City.

Lebih dari itu pertandingan ini menjadi pertarungan antara guru dan murid. Pasalnya pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta adalah mantan asisten pelatih Pep Guardiola. Arteta belum lama menyebrang dari Manchester City untuk menangani The Gunners.

Guardiola bahkan memberikan apresiasi kepada Arteta. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Arteta sudah melakukan tugasnya dengan baik.

“Dia sudah melakukan tugasnya dengan baik. Saya mengenal Arteta. Dia pelatih yang jenius. Saya punya kenangan indah di Etihad Stadium. Tapi sekarang saya ada di posisi berbeda. Kini saya akan bekerja keras untuk Arsenal,” beber Guardiola.

Sementara itu terkait kemungkinan laga tanda penonton, Guardiola mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang aneh.

“Apakah sepakbola akan bekerja tanpa penonton? Jika orang-orang tidak bisa datang, itu tidak masuk akal. Kami akan mengikuti apa yang harus kami lakukan, tetapi saya tidak akan mau bermain tanpa penonton,” tegas mantan pelatih Barcelona itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

15-12-2019 Arsenal 0-3 City (EPL)

03-02-2019 City 3-1 Arsenal (EPL)

12-08-2018 Arsenal 0-2 City (EPL)

02-03-2018 Arsenal 0-3 City (EPL)

25-02-2018 Arsenal 0-3 City (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Manchester City:

23-02-2020 Leicester 0-1 City (EPL)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL)

01-03-2020 Villa 1-2 City (EFL Cup)

05-03-2020 Wednesday 0-1 City (Piala FA)

08-03-2020 MU 2-0 City (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

21-02-2020 Olympiakos 0-1 Arsenal (UEL)

23-02-2020 Arsenal 3-2 Everton (EPL)

28-02-2020 Arsenal 1-2 Olympiakos (UEL)

03-03-2020 Portsmouth 0-2 Arsenal (Piala FA)

07-03-2020 Arsenal 1-0 West Ham (EPL).

Perkiraan starting line up Manchester City versus Arsenal:

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Mendy, Jhon Stones, Fernandinho, Walker; David Silva, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne; Raheem Sterling, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez.

Pelatih: Josep Guardiola.

Arsenal (4-2-3-1): Bern Leno; Saka, David Luiz, Sokratis, Hector Bellerin; Granit Xhaka, Ceballos;  Pierre-Emerick Aubameyang, Mesut Ozil, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta.

 

Modal Buruk Jelang Hadapi Chelsea, Klopp: Kami Adalah Liverpool

Chelsea dan Liverpool akan terlibat dalam duel sengit di pentas Piala FA. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket ke babak perempat final di Stadion Samford Bridge, markas Chelsea pada Rabu, 4 Maret 2020 dini hari WIB.

Sebelum laga ini Liverpool sempat mengalami dua kekalahan, masing-masing di pentas Liga Champions Eropa dan Liga Primer Inggris dari Atletico Madrid dan Watford. Meski begitu pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tetap optimistis dengan peluang timnya di laga tersebut.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan mereka tetaplah Liverpool yang siap menghadapi dan mengatasi tekanan menyusul dua kekalahan beruntun itu.

“Chelsea adalah tim yang gemar memainkan bola dan dari sudut pandang mengumpan, merupakan salah satu tim yang sangat-sangat top. Kami perlu menemukan solusi untuk hal itu. Ini akan jadi tantangan yang berbeda,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan kedua tim tetaplah tim yang kuat, terlepas dari strategi dan perubahan yang dilakukan masing-masing tim.

“Kami adalah Liverpool. Kami selalu dalam tekanan dan kami selalu diharapkan untuk unjuk gigi. Saya tak tahu apakah Chelsea akan melakukan perubahan, tapi itu akan tetap merupakan tim yang berpengalaman,” sambungnya.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan timnya akan tampil maksimal di laga tersebut. Klopp menegaskan target timnya adalah lolos ke babak selanjutnya.

“Ini babak 16 besar Piala FA dan kami ingin lolos. Itu rencananya,” tegas Klopp.

Sementara itu pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan timnya berusaha mempertahankan performa bagus seperti ditunjukkan di pentas Eropa. Ia akan berusaha untuk mereplikasi kembali performa tersebut di laga krusian ini.

“Kami harus mencoba mereplikasi kinerja dari laga-laga tersebut, khususnya dari babak kedua laga di Stamford Bridge dan di sebagian besar Piala Super (Eropa) ketika kami bertarung seimbang,” beber Lampard.

Lebih lanjut mantan pemain Chelsea itu mengatakan timnya sedang dalam tren positif. Hal ini menjadi modal penting untuk bisa bersaing dengan tim kuat sekelas Liverpool.

“Itu mestinya memberikan kepercayaan diri, bahwa kalau kami di level terbaik, kami bisa melawan dan menandingi mereka. Saya sudah menyaksikan kedua laga tersebut dalam sepekan terakhir dan tim kami tampak berbeda dalam hal individu, karena kami memang punya masalah cedera,” lanjutnya.

Mantan pemain timnas Inggris itu mengatakan Liverpool tetaplah tim kuat meski menelan dua kekalahan sebelumnya. Kekalahan itu tidak membuat Liverpool menjadi tim lemah yang mudah dikalahkan.

Duel Chelsea Kontra Liverpool di 16 Besar Piala FA

Salah satu pertandingan menarik di babak 16 besar Piala FA akan tersaji di Stadion Stamford Bridge pada Selasa, 3 Maret 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Tuan rumah Chelsea akan berduel dengan Liverpool untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.

Duel ini dipastikan menarik. Kedua tim sama-sama berambisi memetik kemenangan. Selain itu kekuatan di antara kedua tim relatif seimbang.

Liverpool menghadapi laga ini dengan modal kurang bagus setelah menelan kekalahan dalam beberapa laga sebelumnya. Setelah kalah 0-1 dari Atletico Madrid di pentas Liga Champions Eropa, Liverpool pun baru saja menelan kekalahan pertama di pentas Liga Primer Inggris. Adalah Watford yang memutuskan catatan impresif The Reds.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan kekalahan yang diderita dalam dua laga terakhir tak membuat mereka bisa lepas dari beban.

“Kami baru saja kalah, dan kapan pun itu terjadi, akan selalu terasa buruk. Tapi bukan berarti kami lantas lepas dari tekanan,” beber Klopp.

Sementara itu kubu Chelsea mengatakan mereka perlu melakukan sejumlah pembenahan di laga ini. Salah satunya adalah lini serang di mana mereka membutuhkan banyak gol. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan pertandingan ini tetapi juga untuk bisa bersaing dengan tim-tim papan atas di Liga Primer Inggris.

“Kami membutuhkan lebih banyak gol dari area depan. Ketika Anda mencoba masuk ke empat besar (klasemen Liga Inggris), jika Anda mulai membuat perbandingan dengan tim-tim lain, selalu ada distribusi gol yang merata di barisan depan mereka,” beber Frank Lampard.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

22-09-2019 Chelsea 1-2 Liverpool (EPL)

15-08-2019 Liverpool 2-2 Chelsea (USC)

14-04-2019 Liverpool 2-0 Chelsea (EPL)

29-09-2018 Chelsea 1-1 Liverpool (EPL)

27-09-2018 Liverpool 1-2 Chelsea (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea:

01-02-2020 Leicester 2-2 Chelsea (EPL)

18-02-2020 Chelsea 0-2 MU (EPL)

22-02-2020 Chelsea 2-1 Tottenham (EPL)

26-02-2020 Chelsea 0-3 Bayern (UCL)

29-02-2020 Bournemouth 2-2 Chelsea (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

05-02-2020 Liverpool 1-0 Shrewsbury (Piala FA)

16-02-2020 Norwich 0-1 Liverpool (EPL)

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

25-02-2020 Liverpool 3-2 West Ham (EPL)

01-03-2020 Watford 3-0 Liverpool (EPL).

Prediksi starting line up Chelsea versus Liverpool:

Chelsea: Willy Caballero; Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger; Reece James, Mateo Kovacic, Jorginho, Marcos Alonso; Willian, Michy Batshuayi, Pedro Rodriguez.

Pelatih: Frank Lampard

Liverpool: Adrian; Andy Robertson, Virgil van Dijk, Joel Matip, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Curtis Jones; Alex Oxlade-Chamberlain, Divock Origi, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp

Arsenal Berebut Tiket Perempat Final Piala FA dengan Portsmouth

Arsenal akan menjalani pertandingan babak 16 besar Piala FA menghadapi Portsmouth pada Selasa, 3 Maret 2020 dini hari WIB. Di laga ini Arsenal akan bertindak sebagai tim tamu. Laga tersebut digelar di kandang Portsmouth di Stadion Fratton Park.

Di atas kerta Arsenal tentu lebih diunggulkan. Selain tampil di kasta tertinggi, Arsenal juga memiliki skuad yang lebih mumpuni. Sementara itu Portsmouth merupakan tim yang berlaga di kasta bawah di League One.

Arsenal menghadapi laga ini dengan modal kurang bagus. Tim besutan pelatih Mikel Arteta itu baru saja meraih hasil minor di babak 32 besar Liga Europa. Mereka harus tersingkir di kompetisi tersebut setelah kalah agresivitas gol tandang dengan klub Yunani, Olympiakos.

Selain gagal di Liga Europa, Arsenal juga tersisih dari turnamen domestik lainnya yakni Carabao Cup. Alhasil Piala FA menjadi salah satu harapan untuk bisa berprestasi. Mikel Arteta mengatakan Piala FA merupakan salah satu turnamen penting, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan tim tersebut.

“FA Cup sangat istimewa. Ini adalah trofi yang banyak berkaitan dengan sejarah kami. Arsenal ingin terus terhubung dengan gelar ini. Menghadapi Portsmouth akan berat. Para pemain butuh menit berlaga, seperti Pablo Mari, Rob (Holding), Ainsley, dan Reiss,” beber Arteta.

Sementara itu kubu Portsmouth mengakui level Arsenal. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, Kenny Jackett, Arsenal adalah salah satu tim besar. Pihaknya pun menbyambut laga ini dengan penuh persiapan.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

31-12-2009 Portsmouth 1-4 Arsenal (EPL)

22-08-2009 Arsenal 4-1 Portsmouth (EPL)

02-05-2009 Portsmouth 0-3 Arsenal (EPL)

28-12-2008 Arsenal 1-0 Portsmouth (EPL)

27-12-2007 Portsmouth 0-0 Arsenal (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Portsmouth:

15-02-2020 Portsmouth 2-0 Shrewsbury (League One)

19-02-2020 Portsmouth 3-2 Exeter (JPT)

22-02-2020 Fleetwood 1-0 Portsmouth (League One)

26-02-2020 Portsmouth 3-1 MK Dons (League One)

29-02-2020 Portsmouth 3-0 Rochdale (League One).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

02-02-2020 Burnley 0-0 Arsenal (EPL)

16-02-2020 Arsenal 4-0 Newcastle (EPL)

21-02-2020 Olympiakos 0-1 Arsenal (UEL)

23-02-2020 Arsenal 3-2 Everton (EPL)

28-02-2020 Arsenal 1-2 Olympiakos (UEL).

Perkiraan starting line-up Pourstmouth versus Arsenal:

Portsmouth (4-2-3-1): Alex Bass; James Bolton, Christian Burgess, Sean Raggett, Lee Brown; Tom Naylor, Cameroon McGeehan; Ryan Williams, Andrew Cannon, Rohan Curtis; John Marquis

Pelatih: Kenny Jackett

Arsenal (4-3-1-2): Emiliano Martinez; Aishley Maitland-Niles, Rob Holding, Sokratis Papastathopoulos, Bukayo Saka; Lucas Torreira, Dani Ceballos; Reiss Nelson, Joe Willock, Gabriel Martinelli; Eddie Nketiah

Pelatih: Mikel Arteta

Big Match, Chelsea Vs Arsenal di Pekan ke-24 Liga Inggris

Para pencinta sepak bola Inggris akan disuguhkan dengan laga menarik di pekan ke-24 Liga Primer Inggris saat dua tim papan atas saling berhadapan. Chelsea dan Arsenal akan saling beradu di Stadion Stamford Bridge pdaa Selasa, 21 Januari 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Kedua tim tentu akan menurnkan formasi terbaik di laga ini. Berdasarkan kekuatan amunisi, kedua tim berimbang. Saat ini Chelsea sedang butuh kemenangan setelah di laga sebelumnya menyerah satu gol tanpa balas dari Newcastle United. Sementara itu Arsenal hanya mampu memetik hasil imbang.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, mengatakan ia akan mempersiapkan skuad terbaik. Ia berharap salah satu pemain andalannya bisa tampil di laga krusial itu.

“Reece James mengalami cedera di bagian belakang lututnya. Saya khawatir dengan kondisinya, karena dia mengalami cedera pada pergelangan kakinya di awal musim. Namun, kami berharap James tidak mengalami cedera serius [sehingga bisa tampil melawan Arsenal],” beber Lampard.

Meski masih berusia 20 tahun, Reece James sudah mampu memikat hati Lampard. Pemain tersebut menjadi andalan di lini belakang.

Situasi ini tentu menjadi kabar gembira bagi Arsenal. Pertahanan yang kurang maksimal akan menyisahkan celah yang bisa dieksploitasi oleh para pemain Arsenal.

Sebagaimana ditegaskan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, laga itu sangat penting bagi mereka. Kemenangan di laga itu akan membuat mereka mampu memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara.

“Pertandingan ini sangat penting bagi kami. Kami harus memenangkan pertandingan ini untuk memperjuangkan posisi empat besar. [Dengan mengalahkan Chelsea] kami dapat mendekati empat besar, sehingga kami harus menang,” tegas Arteta.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

29-12-2019 Arsenal 1-2 Chelsea (EPL)

30-05-2019 Chelsea 4-1 Arsenal (UEL)

20-01-2019 Arsenal 2-0 Chelsea (EPL)

18-08-2018 Chelsea 3-2 Arsenal (EPL)

25-01-2018 Arsenal 2-1 Chelsea (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea:

29-12-2019 Arsenal 1-2 Chelsea (EPL)

01-01-2020 Brighton 1-1 Chelsea (EPL)

05-01-2020 Chelsea 2-0 N Forest (FA Cup)

11-01-2020 Chelsea 3-0 Burnley (EPL)

19-01-2020 Newcastle 1-0 Chelsea (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

29-12-2019 Arsenal 1-2 Chelsea (EPL)

02-01-2020 Arsenal 2-0 MU (EPL)

07-01-2020 Arsenal 1-0 Leeds (FA Cup)

11-01-2020 Palace 1-1 Arsenal (EPL)

18-01-2020 Arsenal 1-1 Sheffield (EPL).

Perkiraan Starting Line Up Chelsea versus Arsenal:

Chelsea (4-3-3): Kepa Arizzabalaga; Cesar Azpilicueta, Kurt Zouma, Antonio Rudiger, Emerson Palmieri; N’Golo Kante, Jorginho, Matteo Kovacic; Willian, Tammy Abraham, Callum Hudson-Odoi. Pelatih: Frank Lampard

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Hector Bellerin, Skhodran Mustafi, Bukayo Saka; Matteo Guendouzi, Granit Xhaka; Nicolas Pepe, Mesut Ozil, Gabriel Martinelli; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta