Menang Tipis Atas Espanyol, Madrid Mulai Menjauh dari Barcelona

Real Madrid berhasil meraih kemenangan di pekan ke-32 La Liga Spanyol. Bertandang ke RCDE Stadium pada Senin, 29 Juni 2020 dini hari WIB, El Real berhasil membungkam tuan rumah Espanyol satu gol tanpa balas.

Gol semata yang tim tamu dicetak oleh Casemiro di penghujung babak pertama. Gol semaga wayang ini lebih dari cukup bagi Madrid untuk mendulang tiga poin. Tambahan tripoint membuat Madrid perlahan mulai menjauh dari Barcelona.

Berada di puncak klasemen, Madrid kini mengemas total 71 poin. Madrid sementara ini unggul dua angka dari Barcelona di urutan kedua. Di laga ke-32, Barcelona hanya mampu mendapat satu poin.

Sementara itu bagi Espanyol kekalahan ini membuat posisi mereka semakin terjepit di tabel klasemen La Liga. Tim tersebut belum juga beranjak dari dasar klasemen dengan raihan total 24 poin. Pintu degradasi pun semakin terbuka bagi klub ini.

Madrid sempat mendapat tekanan dari tuan rumah di awal pertandingan. Namun demikian Madrid perlahan-lahan mampu mendapatkan ritme permainan. Madrid akhirnya mampu memecah kebuntuan di akhir babak pertama.

Berawal dari umpan brilian Karim Benzema, Casemiro dengan tenang berhasil membobol gawang tuan rumah yang dijaga Diego Lopez. Gol ini semakin memacu Madrid untuk menambah gol. Namun hingga laga usai skor tak juga berubah. Sementara itu tuan rumah sempat mendapat sejumlah kesempatan untuk menyamakan kedudukan menjelang bubaran.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane enggan terpengaruh dengan posisi timnya di tabel klasemen sementara. Ia tak ingin mengandai-andai terkait peluang timnya menjadi juara La Liga musim ini. Menurutnya persaingan maish terus terjadi bahkan hingga laga terakhir nanti.

“Saya tidak mau berandai-andai kami menjuarai LaLiga, persaingan baru akan ditentukan di hari terakhir (musim),” beber Zidane.

Lebih lanjut pelatih asal Prancis itu mengatakan persaingan di La Liga begitu ketat. Bahkan untuk mengalahkan tim papan bawah mereka harus berjuang keras.

“Lihat saja betapa sulitnya bermain melawan tim papan bawah. Di liga ini Anda takkan pernah bisa tahu apa yang akan terjadi,” sambungnya.

Apakah bila mampu mengantar Real Madrid menjadi juara La Liga musim ini maka Zidane akan semakin betah di Santiago Bernabeu?

“Saya tidak akan melatih selama 20 tahun. Saya akan pensiun sebelum itu. Saya pelatih yang tak biasa, apapun bisa terjadi,” tegas Zidane.

Susunan Pemain Espanyol versus Real Madrid:

Espanyol: Diego Lopez; Victor Lopez, Bernardo Espinosa, Leandro Cabrera, Didac Vila (Adria Pedrosa 46′); Adrian Embarba (Jonathan Calleri 69′), Marc Roca, David Lopez, Sergi Darder (Nico Ribaudo 69′); Raul de Tomas, Wu Lei (Oscar Melendo 57′).

Pelatih: Abelardo Fernández

Real Madrid: Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Federico Valverde, Casemiro, Toni Kroos; Isco (Rodrygo 63′), Karim Benzema, Eden Hazard (Vinicius Junior 64′).

Pelatih: Zinedine Zidane

Barcelona Petik Hasil Imbang di Kandang Celta Vigo

Barcelona gagal meraih kemenangan dalam lanjutan pertandingan La Liga Spanyol. Bertandang ke markas Celta Vigo pada Sabtu, 27 Juni 2020 dini hari WIB, Barcelona hanya bisa bermain imbang 2-2.

Tambahan satu poin dari laga tandang ini membuat perolehan poin Barcelona kini menjadi 69 poin. Jumlah poin ini tentu membuat Barcelona harus berjuang keras di laga-laga selanjutnya. Pasalnya rival terberat mereka yakni Real Madrid terus mempu menjaga tren positif.

Sepasang gol Barcelona di laga ini diborong oleh Luis Suarez di menit ke-20 dan 67. Sementara sepasang gol tuan rumah disumbangkan oleh Fyodor Smolov di menit ke-50 dan Iago Aspas di menit ke-88.

Barcelona sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Sejak menit awal tim besutan pelatih Quique Setien mampu mengendalikan permainan. Barcelona sukses membuka keunggulan di menit ke-20 setelah Suarez berhasil mengkonversi umpan Lionel Messi. Meski berada dalam situasi terjepit Suarez tetap mampu memaksimalkan kesempatan untuk mencetak gol.

Di awal babak kedua, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan. Sepakan Fedor Smolov gagal dibendung Marc-Andre Ter Stegen yang berada di bawah mistar gawang Barcelona.

Luis Suarez kembali membawa Barcelon aunggul. Kembali Lionel Messi menjadi pelayan bagi gol yang diciptakan mantan pemain Liverpool. Sayangnya keunggulan Barcelona buyar di menit ke 88 setelah sepakan bebas Iago Aspas berhasil menjebol gawang tim tamu.

“Memberi kesempatan tampil lebih banyak kepada para pemain muda bukan hanya urusan saya saja. Itu harusnya juga jadi kebijakan klub ketika membuat perencanaan dalam semusim,” beber Setien.

“Jika klub membeli 5 pemain terbaik di masing-masing posisi, tentu sulit memberi kesempatan bermain untuk para jebolan akademi,” sambungnya.

Lebih lanjut Setien mengatakan pihaknya sangat berambisi untuk memenangi semua gelar. Namun di sisi lain ia juga ingin untuk memberi tempat kepada para pemain muda.

“Kami ingin memenangi semua gelar, ingin jadi yang terdepan, tapi juga ingin bocah berusia 17 tahun bermain layaknya seorang juara dunia,” tandasnya.

Susunan Pemain Celta Vigo versus Barcelona:

Celta Vigo (3-5-2): Ruben Blanco; Joseph Aidoo, Jorge Saenz, Nestor Araujo (Jeison Murillo 73′); Kevin Vazquez, Brais Mendez (Filip Bradaric 60′), Okay Yokuslu (Rafinha 60′), Denis Suarez, Jacobo Gonzalez (Santi Mina 81′); Iago Aspas, Fedor Smolov (Nolito 60′).

Pelatih: Óscar García Junyent

Barcelona (4-3-3): Marc-Andre ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Samuel Umtiti, Jordi Alba (Junior Firpo 81′); Arturo Vidal, Ivan Rakitic, Riqui Puig (Arthur 86′); Lionel Messi, Luis Suarez (Antoine Griezmann 81′), Ansu Fati (Martin Braithwaite 69′).

Pelatih: Quique Setien

Gol Tunggal Rakitic Antar Barcelona Kembali ke Puncak La Liga

Barcelona akhirnya sukses kembali ke puncak La Liga Spanyol. Hal ini menyusul kemenangan di pekan ke-31 saat menjamu Athletic Bilbao di Stadion Camp Nou pada Rabu, 24 Juni 2020 dini hari WIB.

Di laga ini tuan rumah Barcelona menang dengan skor tipis, 1-0. Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Ivan Rakitic di babak kedua.

Kemenangan tipis ini lebih dari cukup mengantar Barcelona ke posisi teratas di tabel klasemen sementara. Dengan raihan total 68 poin dari 31 pertandingan, Barcelona unggul tiga angka dari Real Madrid yang baru memainkan 30 laga.

Sementara itu kekalahan ini membuat Bilbao tertahan di posisi ke-10 dengan tabungan total 42 poin dari 31 pertandingan.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim berusaha untuk mencuri kesempatan. Meski bermain di kandang lawan Bilbao mencoba untuk menciptakan beberapa peluang.

Sementara itu tuan rumah Barcelona terlihat kesulitan untuk menciptakan peluang emas. Beberapa kali para pemain Barcelona memilih untuk melepaskan tembakan jarak jauh.

Momentum emas Barcelona baru datang di babak kedua. Hal ini tidak lepas dari pergantian pemain yang dilakukan Queque Setien dengan memasukan Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia ini berhasil mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-71.

Gol ini berawal dari pergerakan Messi yang tak mampu mendapatkan ruang tembak. Bola kemudian jatuh ke kaki Rakitic yang berada dalam posisi bebas sehingga dengan mudah menggetarkan gawang tim tamu.

Setelah gol ini Barcelona berusaha untuk mencari gol tambahan. Namun upaya tuan rumah tak berbuah manis hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.

“Ini tidak mudah. Saat ruang yang ada hanya sedikit, anda harus bermain dengan gesit serta tepat. Kami kekurangan hal itu sejak kembali bermain. Hal ini membuat permainan terasa sulit, tapi saya pikir kami akan kembali seiring dengan musim berjalan,” beber Setien.

Lebih lanjut ia mengapresiasi kinerja Rakitic di laga itu. Meski tampil sebagai pemain pengganti, Rakitic sukses menjadi pahlawan tim.

“Hari ini, dia bermain pada babak kedua karena Sergio Busquets mendapatkan kartu. Sejujurnya, dia bermain dengan baik,” ungkapnya.

Susunan Pemain Barcelona versus Athletic Bilbao:

Barcelona: Marc-Andre Ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba; Arthur (Ricard Puig 56′), Sergio Busquets (Ivan Rakitic 64′), Arturo Vidal; Lionel Messi, Luis Suarez (Martin Braithwaite 85′), Antoine Griezmann (Ansu Fati 65′).

Pelatih: Quique Setien

Athletic Bilbao: Unai Simon; Oscar De Marcos, Unai Nunez, Yeray Alvarez, Mikel Balenziaga; Unai Lopez (Dani Garcia 57′), Mikel Vesga; Inigo Lekue (Ander Capa 69′), Oihan Sancet (Raul Garcia 79′), Inigo Cordoba (Iker Muniain 57′); Inaki Williams (Asier Villalibre 70′).

Pelatih: Gaizka Garitano

Madrid Dianggap Diuntungkan VAR, Begini Respon Pelatih Barcelona

Kubu Barcelona mendapat serangan usai menjalani beberapa pertandingan belakangan ini. Klub berjuluk Los Blanco situ disebut mendapatkan untungan dari keputusan yang ditetapkan berdasarkan Video Assistan Referee atau VAR.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari pelatih Barcelona, Quique Setien. Menurut pelatih tersebut, ia enggan mengomentari hal yang terjadi pada tim lain. Ia lebih memilih fokus pada tim sendiri.

“Saya fokus pada tim sendiri. Kami memiliki masalah di sepakbola, tetapi saya sangat senang dengan banyak hal yang kami lakukan,” beber Setien.

Komentar miring terhadap Madrid menguat usai mereka memetik kemenangan atas Real Sociedad yang mengantar mereka ke puncak klasemen La Liga. Di laga itu Madrid mendapat satu hadiah penalti dan wasit sempat menganulir gol tuan Sociedad yang dicetak oleh Diego Llorente.

Lebih lanjut Setien mengatakan kehadiran VAR sebenarnya membuat pertandingan menjadi lebih baik. Itulah alat bantu untuk para pengadil pertandingan agar bisa mengambil keputusan secara tepat.

“Kami menang dua kali dan seri satu [pasca dilanjutkan kompetisi]. Kami sudah mencetak enam gol dan kami belum kebobolan. VAR adalah alat yang kita miliki, yang bisa membuat pertandingan lebih baik. Tetapi kita harus menggunakannya dan punya pandangan yang lebih jelas.”

Namun demikian ia tak menampik bahwa VAR bisa tidak digunakan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari beberapa keputusan yang berubah-ubah.

“Cukup adil untuk bertanya mengapa beberapa tindakan ditinjau dan yang lain tidak. Itu bisa mengarah pada gagasan bahwa VAR tidak digunakan dengan baik,” sambungnya.

Namun demikian ia menegaskan bahwa ada hal yang tidak bisa dikontrol oleh mereka. Selain itu apa yang menjadi keputusan wasit apalagi terjadi dengan tim lain bukan bergantung pada mereka. Saat ini ia lebih fokus pada timnya yakni mendapatkan kemenangan demi kemenangan.

Ia pun tak ingin membicarakan lagi pertandingan yang dilakoni timnya saat bermain imbang tanpa gol kontra Sevilla. Ia membiarkan setiap orang memberikan penilaian.

“Ada hal yang tak bisa kami kontrol. Itu juga bukan tergantung pada kami. Kami cuma perlu menang. Tentang laga kemarin, semua melihat apa yang terjadi. Semua akan memberi penilaian,” pungkasnya.

Hasil imbang atas Sevilla membuat Barcelona gagal mempertahankan posisi puncak. Tambahan satu gol membuat posisi mereka berhasil disalip oleh Real Madrid yang sukses memetik kemenangan atas Real Sociedad. Kedua tim kini memiliki perolehan poin yang sama.

Klopp Sempat Khawatir Liga Inggris Tak Dilanjutkan

Para penggemar Liga Primer Inggris sudah bisa menyaksikan kembali tim-tim kesayangannya berlaga. Wabah corona yang melanda dunia sempat membuat kompetisi tersebut terhenti.

Ternyata pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sempat merasa khawatir kompetisi bakal berakhir dini. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya sejumlah kompetisi di Eropa seperti Eredivisie Belanda dan Ligue 1 akhirnya diputuskan untuk disudahi sebelum musim benar-benar berakhir.

“Sejujurnya, iya, saya sempat khawatir. Ketika kita masuk fase lockdown, saya awalnya tidak memikirkannya sama sekali karena hal ini tidak penting pada waktu itu,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan dirinya semakin merasa khawatir saat banyak pembicaraan tentang kemungkinan kompetisi dibatalkan. Bahkan kecemasan tersebut sungguh menyerangnya.

“Saya menjadi khawatir ketika orang-orang mulai membicarakan soal pembatalan. Rasanya seperti, ‘Wow!’ Saya sungguh merasakannya secara fisik. Itu akan sangat, sangat, sangat berat.”

Klopp khawatir karena tidak ingin mendapatkan trofi Liga Inggris dengan bonus. Pasalnya saat ini Liverpool sedang berada di puncak klasemen dan hanya membutuhkan tambahan enam poin untuk mengunci gelar juara.

Klopp tidak ingin mereka mendapatkan trofi dengan tanpa menyelesaikan semua pertandingan. Ia lebih senang bila gelar tersebut diperoleh dengan dasar perhitungan pertandingan yang dilakoni di lapangan.

“Anda tak mengharapkan gelar didapatkan sebagai hadiah. Kami tidak mau memenanginya dengan dasar perhitungan poin per pertandingan, jadi kami sangat senang ketika diputuskan bahwa kita bisa bermain lagi.”

Ia pun akhirnya merasa lega setelah berbagai spekulasi terkait kemungkinan kompetisi dibatalkan tidak terbukti. Saat kompetisi diputuskan digulirkan lagi, Klopp pun merasa senang.

“Tapi memang sempat ada momen-momen khawatir. Dengan lamanya diskusi yang berjalan, sejumlah orang mengangkat isu tersebut dari waktu ke waktu atas berbagai alasan, tapi ketika ide itu ditepikan saya merasa cukup lega.”

Ia mengatakan bila kompetisi dibatalkan maka kini mereka sudah bisa merasakan gelar juara tersebut. Namun masih tersisa beberapa pertandingan hingga akhir musim. Mereka harus meraih dua kemenangan untuk memastikan gelar juara musim ini tidak jatuh ke tim lain.

“Kalau musim dituntaskan dengan basis poin per laga dan kami tidak bisa bermain lagi, maka kami mungkin sudah jadi juara sekarang. Tapi kan tidak pada akhirnya, kami harus memainkan pertandingan. Itu bagus, begitulah prosesnya seharusnya berjalan di olahraga dan sekarang kami akan mengejarnya,” pungkas mantan pelatih Borussia Dortmund itu.

 

Barcelona Diimbangi Sevilla Tanpa Gol

Barcelona harus menelan hasil kurang memuaskan di pekan ke-30 La Liga Spanyol. Menghadapi tuan rumah Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan pada Sabtu, 20 Juni 2020 dini hari WIB, Blaugrana hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Hasil ini membuat Barcelona harus puas membawa pulang satu poin. Kini koleksi poin Lionel Messi dan kawan-kawan menjadi 65 dari 30 laga yang sudah dimainkan. Barcelona pun hanya berjarak tiga angka dari Real Madrid di urutan kedua. Sementara itu Madrid berpeluang untuk mengkudeta Barcelona bila mampu memenangi pertandingan kontra Real Sociedad pada Minggu, 21 Juni 2020 dini hari WIB nanti.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Barcelona turun dengan Lionel Messi dan Luis Suarez di lini depan. Martin Braithwaite mendukung Messi dan Suarez. Di lini belakang ada Marc-Andre ter Stegen di bawah mistar gawang.

Kiper asal Jerman itu ditopang oleh Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet dan Jordi Alba di lini pertahanan. Sementara itu Arturo Vidal, Sergio Busquets dan Ivan Rakitic di lini tengah.

Sementara itu Sevilla mengandalkan Munir El Haddadi, Lucas Ocampos, dan Luuk de Jong di lini depan. Ketiganya didukung oleh Joan Jordan, Fernando, dan Oliver Torres. Posisi penjaga gawang diberikan kepada Tomas Vaclik.

Sejak menit awal Barcelona berusaha untuk mencuri kesempatan menciptakan gol. Secara keseluruhan tim tamu mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 64 persen.

Hanya saja Barcelona tak mampu memanfaatkan beberapa peluang untuk mencetak gol. Hal ini disebabkan karena minimnya tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan ke arah gawang.

Tuan rumah yang bermain disiplin berhasil untuk menghindarkan gawang dari kebobolan. Bahkan beberapa kali tuan rumah mampu memberikan ancaman kepada Barcelona. Hingga wasit meniup peluit panjang skor tak juga berubah. Kedua tim pun harus puas berbagi satu angka.

Susunan Pemain Sevilla Versus Barcelona:

Sevilla: Tomas Vaclik; Jesus Navas (c), Jules Kounde, Diego Carlos, Sergio Reguilon; Joan Jordan (Nemanja Gudelj 69′), Fernando, Oliver Torres (Ever Banega 46′); Lucas Ocampos (Franco Vazquez 84′), Luuk de Jong (Youssef En-Nesyri 69′), Munir El Haddadi (Suso 59′).

Pelatih: Julen Lopetegui

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba; Arturo Vidal (Antoine Griezmann 79′), Sergio Busquets, Ivan Rakitic (Ricard Puig 89′); Lionel Messi (c), Luis Suarez, Martin Braithwaite (Arthur 63′).

Pelatih: Queque Setien

 

Vidal Berpeluang Tinggalkan Barcelona

Tidak terasa kontrak Arturo Vidal bersama Barcelona akan segera berakhir. Pemain internasional Chile itu akan menuntaskan masa kontrak bersama Blaugrana pada musim panas 2021. Apakah Barcelona akan mempertahankan pemain tersebut?

Vidal mengakui dirinya memang masih bahagia bermain di Barcelona. Hanya saja Vidal merasa dirinya masih bisa bermain optimal bahkan hingga beberapa musim ke depan. Hanya saja Vidal tak bisa mendapatkan menit bermain secara reguler di tim saat ini. Situasi ini disinyalir bisa membuat Vidal berpikir untuk tidak bertahan lebih lama di Nou Camp.

“Aku sudah berusia 33 tahun, tapi dengan berlatih dengan baik aku merasa aku bisa bermain di level tertinggi untuk tiga atau empat musim lagi,” beber Vidal.

Meski usia telah melewati kepala tiga, mantan pemain Juventus itu menegaskan dirinya masih memiliki fisik dan stamina yang prima. Ia mengatakan statistik pertandingan dan data fisik bisa membuktikan hal tersebut. Ia menegaskan dirinya ingin mendapatkan posisi penting dalam klub.

“Data GPS-ku memperlihatkan semuanya. Lihat saja seberapa jauh aku menjelajah lapangan di setiap pertandingan. Kita punya dua bulan lagi untuk bermain. Aku bahagia dan aku memiliki banyak teman yang baik, tapi aku ingin merasa penting.”

Ia mengatakan bila tidak lagi menjadi bagian penting dari sebuah tim maka ia akan memikirkan peluang di klub yang lain. Meski begitu Vidal tidak mengatakan secara gamblang akan meninggalkan Barcelona.

“Kalau tidak, aku mesti melihat sesuatu yang lain di dalam karierku. Aku suka bermain, maksudku tidak mesti seluruh pertandingan tapi lebih pada pertandingan-pertandingan sulit dan penting untuk memenangi trofi,” tegasnya.

Saat ini Barcelona berada di urutan teratas dengan keunggulan dua poin dari Real Madrid. Pemain Barcelona, Jordi Alba mengatakan timnya tak perlu melihat apa yang terjadi dengan para rival. Hal ini dikatakan usai Barcelona mengandaskan Real Mallorca dengan skor telak.

“Sementara kami terus menang, kami tidah perlu mengkhawatirkan apa yang para rival kami lakukan dan hari ini kami sudah menuntaskan tugas kami,” beber Jordi Alba.

Lebih lanjut pemain internasional Spanyol itu mengatakan Barcelona mampu tampil penuh percaya diri saat menghadapi tuan rumah Mallorca. Ia mengapresiasi semangat dan kepercayaan diri rekan-rekannya. Hal ini dibuktikan dengan gol cepat yang tercipta di awal pertandingan.

“Gol cepat memberikan kepercayaan diri yang besar. Mallorca itu lawan yang bikin tidak nyaman dan segalanya jadi lebih mudah kalau Anda memimpin lebih cepat,” beber Alba.

Lebih lanjut pemain yang berposisi sebagai bek itu mengatakan laga ini sangat penting bagi mereka. Ini merupakan laga pertama setelah rehat selama tiga bulan. Ia menilai timnya sukses mengendalikan permainan termasuk mampu meredam agresivitas para pemain sayap Mallorca.

 

Kemenangan 4-0 Warnai Kemenangan Barcelona Atas Mallorca di Era New Normal

Barcelona sukses memetik kemenangan telak di pekan ke-28 La Liga. Bertindak sebagai tim tamu, Blaugrana berhasil menggasak tuan rumah Real Mallorca empat gol tanpa balas di Iberostar Estadi pada Minggu, 14 Juni 2020 dini hari WIB.

Empat gol Barcelona dicetak oleh empat pemain berbeda. Arturo Vidal membuka keunggulan Barcelona di menit kedua. Tiga gol lainnya dicetak oleh Martin Braithwaite di menit ke-37, Jordi Alba di menit ke-79, dan Lionel Messi di menit ke-90+3.

Sejak menit awal Barcelona langsung tancap gas. Tim besutan Queque Setien mampu mengontrol jalannya laga sejak awal. Tak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk memecah kebuntuan.

Berawal dari umpan crossing Jordi Alba, Vidal berhasil melanjutkannya dengan tandukan mematikan. Gol ini memacu Barcelona untuk semakin meningkatkan intensitas serangan.

Tim tamu baru bisa menggandakan keunggulan di menit ke-39. Messi yang bermain sejak menit pertama menjadi pelayan bagi gol kedua yang dicetak oleh Martin Braithwaite. Sundulan Messi dilanjutkan dengan sepakan keras pemain asal Denmark itu tanpa bisa digagalkan kiper tuan rumah.

Keunggulan dua gol Barcelona bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua Barcelona berhasil menambah sepasang gol. Tuan rumah yang mengandalkan kecepatan dari sisi sayap sempat merepotkan tuan rumah. Namun dari beberapa peluang gagal berbuah gol.

Sementara itu tim tamu berhasil mencetak gol ketiga di menit ke-79. Messi kembali memberikan assist bagi gol yang diciptakan Jordi Alba. Jelang bubaran giliran Messi yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengunci kemenagan raksasa Catalonia itu.

Kemenangan ini membuat Barcelona berhak atas tiga poin untuk melengkapi koleksi poin menjadi 61 poin. Barcelona pun memperlebar jarak dari rival terdekatnya, Real Madrid menjadi lima poin. Madrid baru akan bertanding sehari kemudian menghadapi tim tamu Eibar.

Dengan sisa 10 pertandingan, Barcelona harus memaksimalkan setiap pertandingan. Barcelona tidak boleh jemawa apalagi lengah. Real Madrid dan tim-tim lain tentu sangat berambisi untuk merebut trofi La Liga yang musim lalu diraih Barcelona.

Susunan Pemain Real Mallorca versus Barcelona:

Real Mallorca [4-4-2]: Reina; Pozo, Valjent, Raillo, Sastre (Gamez 46′); Rodríguez, Pedraza (Baba 57′), Sevilla (Salibur 85′), Kubo; Hernández (Lago 46′), Budimir (Prats 86′)

Pelatih: Vicenzo Moreno

Barcelona [4-3-3]: Ter Stegen; Roberto (Semedo 71′), Piqué, Araujo, Alba; Vidal (Rakitic 45′), Busquets (Arthur 71), De Jong (Firpo 84′); Messi, Griezmann (Luis Suarez 57′), Braithwaite

Pelatih: Queque Setien

 

 

Kurang Dapat Menit Bermain, Rakitic: Aku Hormati Keputusan Pelatih

Menit bermain Ivan Rakitic bersama Barcelona kian menurun. Rata-rata dalam setiap pertandingan ia hanya tampil selama 43 menit. Meski begitu pemain internasional Kroasia itu tetap berpikir positif.

Ia sempat merasa kecewa karena tidak mendapatkan penjelasan terkait situasi tersebut. Baginya hal seperti itu memang tidak menyenangkan.

“Memang tidak menyenangkan saat Anda tidak bermain, terutama ketika Anda tidak paham mengapa dan mereka tidak menjelaskan alasannya,” beber Rakitic.

Meski begitu ia tetap tenang. Ia tetap berpikir positif bahwa semua itu adalah keputusan pelatih. Ia menyadari kehadirannya adalah untuk menjadi bagian dari sebuah tim bukan untuk kepentingan individu.

“Tapi aku menghormati keputusan pelatih. Aku berada di sebuah olahraga tim, bukan olahraga individu.”

Mantan pemain Sevilla itu pun belum berpikir untuk meninggalkan klub tersebut. Meski kurang mendapatkan jatah bermain, Rakitic tetap tenang. Ia tahu kontraknya bersama Barcelona belum berakhir. Ia masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 2021 mendatang.

“Sepuluh atau 15 hari lalu aku berbicara dengan klub dan keseimpulannya adalah aku tidak punya apapun untuk dikatakan karena aku punya kontrak sampai musim panas 2021 dengan Barcelona, dan ini adalah klub yang ingin kubela dan kuperkuat,” sambungnya.

Tidak hanya itu ia mengatakan keluarganya masih berasa betah di Barcelona. Ia mengatakan sejauh ini belum ada alasan mendasar untuk meninggalkan Blaugrana. Tidak hanya itu ia pun menegaskan masih ingin bermain untuk Barcelona untuk waktu yang lama.

“Selain itu, istri dan putri-putriku merasa nyaman tinggal di sini. Tidak ada alasan untuk memikirkan hal-hal lainnya. Aku sedang berlatih dengan baik dan aku yakin Rakitic akan berada di Barcelona untuk waktu yang lama,” pungkasnya.

Barcelona tengah bersiap untuk melanjutkan kompetisi La Liga yang sempat terhenti selama beberapa bulan tersebab wabah Corona atau Covid-19. Laga pertama akan mempertemukan Barcelona dengan Real Mallorca pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Pelatih Barcelona, Queque Setien mengabarkan kondisi terkini para pemain utama seperti Lionel Messi. Menurut sang pelatih, Messi dalam kondisi fit dan siap untuk tampil menghadapi Mallorca. Ia mengakui Messi sempat mengalami cedera namun cedera pemain asal Argentina itu tidak serius.

“Ada pemain lain yang juga absen latihan. Sebagai pencegahan, seperti yang lain, dia keseleo dan tidak serius. Dia dalam kondisi sempurna dan tidak akan bermasalah untuk main,” beber Setien.

Pemain Barcelona Ini Siap Bila La Liga Dilanjutkan Tanpa Penonton

Saat ini kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Tidak terkecuali La Liga Spanyol. Masih belum ada kepastian kapan kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Salah satu harapan adalah kompetisi tersebut bisa berlanjut lagi.

Harapan ini di antaranya datang dari gelandang Barcelona, Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia itu mengatakan ia siap menerima konsekuensi bila kompetisi dilanjutkan lagi dengan tanpa menghadirkan penonton.

“Itu akan sangat berat dan tidak biasa buat kami, tapi saya ingin bilang ke para penggemar bahwa kami akan lebih fokus daripada sebelumnya. Kami akan tahu bahwa mereka akan ada di rumah, menyaksikannya dengan gairah yang sama dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” bebernya.

Selain itu ia mengatakan dengan kembali menggulirkan sepak bola akan memberikan suntikan semangat kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Meski begitu para penggemar bisa tetap mendukung tim kesayangannya bertanding dengan tanpa harus datang ke lapangan pertandingan.

“Bersama-sama kami akan mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi ini dan kami pastinya akan bisa merasakan dukungan para penggemar di rumah masing-masing. Semoga setelah ini semua, kita akan jadi manusia lebih baik dan menyadari hal-hal yang sangat penting,” sambungnya.

Sebelumnya Ivan Rakitic pun terang-terangan mengakui kerinduannya untuk kembali bertanding. Pemain asal Kroasia itu mengatakan saat ini yang diinginkan dirinya hanyalah kembali merumput di lapangan hijau.

“Aku ingin bermain,” tegas Rakitic.

Lebih lanjut Rakitic mengatakan keputusan untuk menggulirkan kembali kompetisi jelas tidak mudah. Para pemain dan tim pelatih benar-benar harus menyaipkan segala sesuatu dan memastikan pertandingan bisa berjalan dengan aman. Saat ini fokus semua orang lebih pada aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kami memang harus berusaha kembali dengan jaminan kesehatan terbaik, tapi kami juga harus tahu bahwa hal itu tidak menjamin 100 persen. Ada risiko yang sama buat seluruh para pekerja yang kembali menjalani profesinya,” sambungnya.

Lebih lanjut Rakitic juga menunjukkan simpatinya pada para pekerja medis di seluruh dunia yang berada di garda terdepan untuk menghadapi wabah tersebut.

“Pekerja di supermarket… memiliki peluang sama atau bahkan lebih besar terpapar ketimbang kami. Mereka mengambil risiko itu dan aku pun ingin mengambilnya. Menurutku kami punya kewajiban itu,” bebernya.

Menurutnya saat ini banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis. Salah satunya adalah dengan terus memberikan hiburan kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Hal ini penting agar para pekerja bisa terhindar dari tekanan dan tidak harus memikirkan situasi pandemi secara terus-menerus.