Komentar Guardiola Usai Man City Tembus Semi Final Piala FA

Manchester City berhasil lolos ke semi final Piala FA setelah menyingkirkan Newcastle United di babak perempat final. Pada pertandingan babak delapan besar yang digelar di Stadion St.James’ Park pada Senin, 29 Juni 2020 dini hari WIB, The Citizen mencatatkan kemenangan dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Man City di laga ini dicetak oleh Kevin De Bruyne dan Raheem Stering. Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi City. Di satu sisi ini menjadi pelampiasan atas kekalahan di pentas Liga Inggris beberapa hari sebelumnya. Saat ini City ditaklukkan Chelsea dengan skor 1-2.

Di sisi lain ini menjadi kesempatan bagi City untuk meraih trofi di musim ini setelah gelar Liga Primer Inggris dipastikan lepas dari tangan mereka.

Meski gagal di Liga Inggris, City berpeluang menutup musim ini dengan empat gelar. Sebelumnya tim tersebut sudah mengklaim dua trofi yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris. Dua gelar lainnya yang berpeluang diraih adalah Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Pelatih City, Pep Guardiola mengatakan timnya selalu memiliki rasa lapar untuk meraih trofi. Ia mengatakan kekalahan dari Chelsea membuat mereka semakin termotivasi untuk menghadapi pertandingan di Piala FA.

“Rasa lapar selalu ada di sana. Data berbicara sendiri selama beberapa musim terakhir. Kami senang setelah kekalahan dari Chelsea untuk kembali ke London ke semifinal,” beber Guardiola.

Lebih lanjut Guardiola mengatakan meski peluang mempertahankan trofi Liga Inggris sudah pupus, mereka masih terus mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi ke Liga Champions musim depan.

“Kami bermain untuk menang. Kami berbicara setelah apa yang terjadi di Liga Inggris – kami membutuhkan dua kemenangan lagi untuk lolos ke Liga Champions (musim depan),” lanjutnya.

Ia berharap timnya semakin bersemangat untuk menghadapi Real Madrid di pentas Liga Champions musim ini.

“Tapi kami punya dua kompetisi yang bisa kami menangi. Kami membuat langkah pertama hari ini. Akan lebih baik tiba melawan Real Madrid dalam kondisi terbaik. Untuk memenangkan gelar ini akan menjadi cara terbaik untuk mempersiapkan lawan Madrid,” pungkasnya.

Susunan pemain Newcastle United versus Manchester City:

Newcastle United (5-4-1): Karl Darlow; Danny Rose (75′ V. Lazaro), Federico Fernandez, Jamaal Lascelles, Fabian Schar, Javier Manquillo; Miguel Almiron (65′ Joelinton), Sean Longstaff, Isaac Hayden (79′ M. Longstaff), Allan Saint-Maximin (74′ D. Yedlin); Andy Carroll (65′ D. Gayle).

Pelatih: Steve Bruce

Manchester City (4-3-3): Claudio Bravo; Kyle Walker (71′ João Cancelo), Nicolas Otamendi, Aymeric Laporte, Benjamin Mendy; David Silva (64′ Bernardo Silva), Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne (71′ Rodri); Riyad Mahrez (64′ P. Foden), Gabriel Jesus, Raheem Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola

Disebut Pelatih Terbaik di Dunia, Klopp Malah Sebut Nama Ini

Kiprah Jurgen Klopp bersama Liverpool patut diacungi jempol. Setelah musim lalu memenangi trofi Liga Champions Eropa, musim ini Klopp sukses menuntaskan kerinduan para penggemar untuk meraih trofi Liga Primer Inggris. Liverpool pun sukses mengakhiri pusa gelar Liga Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun.

Tak heran berbagai predikat disempatkan kepada mantan pelatih Borussia Dortmund itu. Salah satunya adalah menyebutnya sebagai pelatih terbaik di dunia. Namun demikian Klopp tak sepenuhnya terima dengan julukan tersebut.

Klopp mengatakan dirinya tak bisa berbuat apapun dengan julukan pelatih terbaik di dunia. Ia mengakui hasil tersebut bukan semata-mata kerja seorang pelatih. Ia justru menyebut Pep Guardiola sebagai sosok yang lebih pantas menyandang predikat sebagai pelatih terbaik di dunia.

“Saya tidak bisa berbuat apapun soal julukan ‘pelatih terbaik dunia’. Tapi saya tahu bersama seluruh tim pelatih, kami semua adalah pelatih yang sangat bagus. Menurut saya Pep Guardiola adalah pelatih terbaik dunia,” tandas Klopp.

Gelar Liga Inggris yang diraih Liverpool musim ini melengkapi pencapaian cemerlang Klopp bersama Liverpool. Pelatih asal Jerman ini sudah lima musim berada di Anfield. Dalam setahun terakhir ia bahkan mampu mempersembahkan empat gelar bagi klub tersebut.

Ia mengkaui hal tersebut melebihi apa yang pernah ia bayangkan. Ia pun mempersembahkan gelar Liga Inggris untuk beberapa orang di antaranya adalah Steven Gerrard.

“Ini tidak bisa dipercaya. Ini melebih dari apa yang pernah saya bayangkan. Gelar ini untuk Kenny yang sudah banyak mendukung kami, itu untuk Anda. Untuk yang sudah menunggu 30 tahun dan itu Stevie (Gerrard),” beber Klopp.

Lebih lanjut ia berharap gelar tersebut memberikan motivasi tersendiri. Ia berharap timnya semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik dan meraih lebih banyak gelar di musim-musim mendatang.

“Para pemain mengagumi kalian semua. Semoga ini memotivasi tim karena sejarah kami yang hebat,” sambungnya.

Kesuksesan Liverpool menyegel trofi Liga Inggris ditentukan oleh hasil pertandingan antara Manchester City kontra Chelsea. Laga yang digelar di Stadion Stamford Bridge pada Jumat, 26 Juni 2020 dini hari WIB itu dimenangi Chelsea dengan skor 2-1.

Kemenangan Chelsea ini sekaligus memupus harapan Manchester City untuk bisa menyamai apalagi melampaui perolehan poin Liverpool. Liverpool yang kini mengemas total 86 poin terlalu jauh untuk dikejar City dengan tabungan 63 poin. Sisa tujuh pertandingan mustahil bagi City untuk mengejar Liverpool.

Kiper Liverpool Sebut Klopp Kini Lebih Baik dari Guardiola

Sepak terjang Pep Guardiola bersama Liverpool semakin meyakinkan. Kehadiran pelatih asal Jerman di Anfield terbukti berhasil. Hal ini bisa dilihat dari performa The Reds dari waktu ke waktu. Setelah mampu menjuarai Liga Champions Eropa musim lalu, kini Liverpool berpeluang untuk mengakhiri puasa 30 tahun menjadi juara Liga Primer Inggris.

Tak heran banyak sanjungan dialamatkan kepada mantan pelatih Borussia Dortmund itu. Bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Kiper kedua Liverpool, Adrian bahkan menyebut Klopp sebagai pelatih terbaik, mengungguli pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

“Dia (Klopp) adalah kapten kapal. Para pemain bekerja dan berjuang bersama dan dia memberi kami solusi untuk masalah yang ada, serta membuat kami merasa tim lebih penting daripada individu manapun. Tak masalah siapa yang bermain atau tidak, semua orang siap menang,” beber Adrian.

Kiper asal Spanyol itu mengatakan hal tersebut jelang pertandingan Liverpool kontra Everton di putaran ketiga Piala FA. Adrian dipastikan akan tampil di bawah mistar gawang, mengisi posisi yang selalu ditempati Alisson Becker di kompetisi lain.

Sekalipun sebagai kiper cadangan, performa Adrian terbilang mentereng. Ia mampu mencatatkan dua kali clean sheet dalam 13 penampilan di semua kompetisi. Adrian juga turut merasakan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub yang belum lama ini mereka menangi.

Lebih lanjut kiper berusia 33 tahun itu mengatakan Klopp sebagai manajer terbaik saat ini. Menurutnya hal ini tidak lepas dari kerja sama yang dibangun selama ini.

“Saya akan mengatakan dia yang terbaik saat ini. Semua orang berada di belakangnya, kita seperti batu dan sulit untuk memecahkan itu. Para penggemar, orang-orang di belakang kami, semua orang adalah keluarga karena kami saling menguatkan satu sama lain,” sambungnya.

Ia tetap mengakui Guardiola sebagai salah satu pelatih hebat. Guardiola sudah membuktikan hal itu terutama saat menangani Barcelona yang mampu meraih hampir semua gelar bergengsi. Menurutnya, setelah era Guardiola bersama Barcelona, kini saatnya Klopp dan Liverpool mencetak prestasi serupa.

“Tentu saja Guardiola memiliki momen yang hebat di Barcelona, mereka memenangkan segalanya, tetapi kini saya pikir Liverpool punya momentum bagus. Kami harus tetap maju terus, tetapi juga menikmati waktu-waktu terbaik kami,” tegasnya.

Saat ini Liverpool masih bertahan di sejumlah kompetisi bergengsi. Di Liga Primer Inggris, Liverpool begitu kokoh di puncak klasemen dengan selisih yang terpaut jauh dari para pesaing terdekat seperti Leicester City dan sang juara bertahan, Manchester City.

Selain itu Liverpool juga berpeluang untuk mempertahankan trofi Liga Champions Eropa. Liverpool akan memainkan pertandingan babak 16 besar.