Disebut Pelatih Terbaik di Dunia, Klopp Malah Sebut Nama Ini

Kiprah Jurgen Klopp bersama Liverpool patut diacungi jempol. Setelah musim lalu memenangi trofi Liga Champions Eropa, musim ini Klopp sukses menuntaskan kerinduan para penggemar untuk meraih trofi Liga Primer Inggris. Liverpool pun sukses mengakhiri pusa gelar Liga Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun.

Tak heran berbagai predikat disempatkan kepada mantan pelatih Borussia Dortmund itu. Salah satunya adalah menyebutnya sebagai pelatih terbaik di dunia. Namun demikian Klopp tak sepenuhnya terima dengan julukan tersebut.

Klopp mengatakan dirinya tak bisa berbuat apapun dengan julukan pelatih terbaik di dunia. Ia mengakui hasil tersebut bukan semata-mata kerja seorang pelatih. Ia justru menyebut Pep Guardiola sebagai sosok yang lebih pantas menyandang predikat sebagai pelatih terbaik di dunia.

“Saya tidak bisa berbuat apapun soal julukan ‘pelatih terbaik dunia’. Tapi saya tahu bersama seluruh tim pelatih, kami semua adalah pelatih yang sangat bagus. Menurut saya Pep Guardiola adalah pelatih terbaik dunia,” tandas Klopp.

Gelar Liga Inggris yang diraih Liverpool musim ini melengkapi pencapaian cemerlang Klopp bersama Liverpool. Pelatih asal Jerman ini sudah lima musim berada di Anfield. Dalam setahun terakhir ia bahkan mampu mempersembahkan empat gelar bagi klub tersebut.

Ia mengkaui hal tersebut melebihi apa yang pernah ia bayangkan. Ia pun mempersembahkan gelar Liga Inggris untuk beberapa orang di antaranya adalah Steven Gerrard.

“Ini tidak bisa dipercaya. Ini melebih dari apa yang pernah saya bayangkan. Gelar ini untuk Kenny yang sudah banyak mendukung kami, itu untuk Anda. Untuk yang sudah menunggu 30 tahun dan itu Stevie (Gerrard),” beber Klopp.

Lebih lanjut ia berharap gelar tersebut memberikan motivasi tersendiri. Ia berharap timnya semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik dan meraih lebih banyak gelar di musim-musim mendatang.

“Para pemain mengagumi kalian semua. Semoga ini memotivasi tim karena sejarah kami yang hebat,” sambungnya.

Kesuksesan Liverpool menyegel trofi Liga Inggris ditentukan oleh hasil pertandingan antara Manchester City kontra Chelsea. Laga yang digelar di Stadion Stamford Bridge pada Jumat, 26 Juni 2020 dini hari WIB itu dimenangi Chelsea dengan skor 2-1.

Kemenangan Chelsea ini sekaligus memupus harapan Manchester City untuk bisa menyamai apalagi melampaui perolehan poin Liverpool. Liverpool yang kini mengemas total 86 poin terlalu jauh untuk dikejar City dengan tabungan 63 poin. Sisa tujuh pertandingan mustahil bagi City untuk mengejar Liverpool.

Robertson: Klopp adalah Sosok Ayah

Kehadiran Jurgen Klopp bagi Liverpool teramat penting. Di tangan pelatih asal Jerman itu, Liverpool kembali mendapatkan tajinya sebagai salah satu tim yang diperhitungkan. Bersama mantan pelatih Borussia Dortmund itu, Liverpool mampu meraih gelar yang telah lama dirindukan. Salah satunya adalah Liga Champions Eropa.

Selain itu tidak lama lagi Si Merah akan menuntaskan penantian panjang selama 30 tahun untuk menjadi juara Liga Primer Inggris. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri paceklik gelar itu.

Di mata Andy Robertson, Klopp adalah sosok pelatih yang luar biasa. Tidak hanya itu Robertson menilai Klopp sebagai sosok ayah bagi tim tersebut.

“Dia adalah sosok ayah di tempat latihan ini, kelompok pemuda-pemuda ini, dan dia di sini untuk kami di setiap suasana, apakah di dalam lapangan atau di luar lapangan,” bebernya.

Pemain asal Skotlandia itu mengatakan kesukesan Liverpool tidak lepas dari campur tangan pelatih tersebut. Bahkan dirinya pun menjadi pemain yang meraih kesuksesan di tangan Klopp. Sebelum berseragam Liverpool, Robertson bukanlah pemain yang diperhitungkan.

“Itulah mengapa kami begitu sukses sekarang. Itu karena dia, dan semoga hal ini akan berlangsung lama.”

Ia mengatakan untuk mencapai kesuksesan itu dibutuhkan kerja keras. Perjuangan berbagai pihak akhirnya berbuah manis. Namun demikian, di mata Robertson, Liverpool lebih dari sebuah tim sepak bola. Ia menganggap klub tersebut seperti keluarga.

“Aku tahu ini soal kerja keras, dan dia adalah manajerku. Tapi kami lebih daripada itu, kami di sini seperti keluarga dan itulah mengapa kami begitu sukses,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris hingga kompetisi terpaksa dihentikan. The Reds bahkan sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan tambahan enam poin lagi alias dua kemenangan. Dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua, tim asal kota pelabuhan itu hampir pasti mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun terakhir.

Meski begitu Klopp mengatakan pihaknya tak ingin jemawa dengan selisih poin tersebut. Menurutnya masih tersisa sembilan pertandingan yang memperebutkan total 27 poin. Ia menegaskan timnya berusaha untuk meraih poin sebanyak mungkin. Meski sudah berada di ambang juara, Liverpool sejatinya belum juara.

“Ada 27 poin tersisa untuk kami dan kami akan mencoba segala cara untuk meraih semuanya. Kami masih belum juara, kami harus memainkan pertandingan dan memenangi semuanya,” sambungnya.

Liverpool sendiri bisa mengunci gelar juara setelah dua laga pertama. Bahkan pesta juara bisa lebih cepat andaisaja Manchester City kalah dari Arsenal di laga pertama setelah kompetisi kembali bergulir.

Klopp Bersemangat Liverpool Kembali Berlatih

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Tidak terkecuali Liverpool. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp, bahkan sudah tak sabar untuk kembali memimpin latihan tim.

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Meski begitu mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Modal Buruk Jelang Hadapi Chelsea, Klopp: Kami Adalah Liverpool

Chelsea dan Liverpool akan terlibat dalam duel sengit di pentas Piala FA. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket ke babak perempat final di Stadion Samford Bridge, markas Chelsea pada Rabu, 4 Maret 2020 dini hari WIB.

Sebelum laga ini Liverpool sempat mengalami dua kekalahan, masing-masing di pentas Liga Champions Eropa dan Liga Primer Inggris dari Atletico Madrid dan Watford. Meski begitu pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tetap optimistis dengan peluang timnya di laga tersebut.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan mereka tetaplah Liverpool yang siap menghadapi dan mengatasi tekanan menyusul dua kekalahan beruntun itu.

“Chelsea adalah tim yang gemar memainkan bola dan dari sudut pandang mengumpan, merupakan salah satu tim yang sangat-sangat top. Kami perlu menemukan solusi untuk hal itu. Ini akan jadi tantangan yang berbeda,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan kedua tim tetaplah tim yang kuat, terlepas dari strategi dan perubahan yang dilakukan masing-masing tim.

“Kami adalah Liverpool. Kami selalu dalam tekanan dan kami selalu diharapkan untuk unjuk gigi. Saya tak tahu apakah Chelsea akan melakukan perubahan, tapi itu akan tetap merupakan tim yang berpengalaman,” sambungnya.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan timnya akan tampil maksimal di laga tersebut. Klopp menegaskan target timnya adalah lolos ke babak selanjutnya.

“Ini babak 16 besar Piala FA dan kami ingin lolos. Itu rencananya,” tegas Klopp.

Sementara itu pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan timnya berusaha mempertahankan performa bagus seperti ditunjukkan di pentas Eropa. Ia akan berusaha untuk mereplikasi kembali performa tersebut di laga krusian ini.

“Kami harus mencoba mereplikasi kinerja dari laga-laga tersebut, khususnya dari babak kedua laga di Stamford Bridge dan di sebagian besar Piala Super (Eropa) ketika kami bertarung seimbang,” beber Lampard.

Lebih lanjut mantan pemain Chelsea itu mengatakan timnya sedang dalam tren positif. Hal ini menjadi modal penting untuk bisa bersaing dengan tim kuat sekelas Liverpool.

“Itu mestinya memberikan kepercayaan diri, bahwa kalau kami di level terbaik, kami bisa melawan dan menandingi mereka. Saya sudah menyaksikan kedua laga tersebut dalam sepekan terakhir dan tim kami tampak berbeda dalam hal individu, karena kami memang punya masalah cedera,” lanjutnya.

Mantan pemain timnas Inggris itu mengatakan Liverpool tetaplah tim kuat meski menelan dua kekalahan sebelumnya. Kekalahan itu tidak membuat Liverpool menjadi tim lemah yang mudah dikalahkan.

Kiper Liverpool Sebut Klopp Kini Lebih Baik dari Guardiola

Sepak terjang Pep Guardiola bersama Liverpool semakin meyakinkan. Kehadiran pelatih asal Jerman di Anfield terbukti berhasil. Hal ini bisa dilihat dari performa The Reds dari waktu ke waktu. Setelah mampu menjuarai Liga Champions Eropa musim lalu, kini Liverpool berpeluang untuk mengakhiri puasa 30 tahun menjadi juara Liga Primer Inggris.

Tak heran banyak sanjungan dialamatkan kepada mantan pelatih Borussia Dortmund itu. Bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Kiper kedua Liverpool, Adrian bahkan menyebut Klopp sebagai pelatih terbaik, mengungguli pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

“Dia (Klopp) adalah kapten kapal. Para pemain bekerja dan berjuang bersama dan dia memberi kami solusi untuk masalah yang ada, serta membuat kami merasa tim lebih penting daripada individu manapun. Tak masalah siapa yang bermain atau tidak, semua orang siap menang,” beber Adrian.

Kiper asal Spanyol itu mengatakan hal tersebut jelang pertandingan Liverpool kontra Everton di putaran ketiga Piala FA. Adrian dipastikan akan tampil di bawah mistar gawang, mengisi posisi yang selalu ditempati Alisson Becker di kompetisi lain.

Sekalipun sebagai kiper cadangan, performa Adrian terbilang mentereng. Ia mampu mencatatkan dua kali clean sheet dalam 13 penampilan di semua kompetisi. Adrian juga turut merasakan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub yang belum lama ini mereka menangi.

Lebih lanjut kiper berusia 33 tahun itu mengatakan Klopp sebagai manajer terbaik saat ini. Menurutnya hal ini tidak lepas dari kerja sama yang dibangun selama ini.

“Saya akan mengatakan dia yang terbaik saat ini. Semua orang berada di belakangnya, kita seperti batu dan sulit untuk memecahkan itu. Para penggemar, orang-orang di belakang kami, semua orang adalah keluarga karena kami saling menguatkan satu sama lain,” sambungnya.

Ia tetap mengakui Guardiola sebagai salah satu pelatih hebat. Guardiola sudah membuktikan hal itu terutama saat menangani Barcelona yang mampu meraih hampir semua gelar bergengsi. Menurutnya, setelah era Guardiola bersama Barcelona, kini saatnya Klopp dan Liverpool mencetak prestasi serupa.

“Tentu saja Guardiola memiliki momen yang hebat di Barcelona, mereka memenangkan segalanya, tetapi kini saya pikir Liverpool punya momentum bagus. Kami harus tetap maju terus, tetapi juga menikmati waktu-waktu terbaik kami,” tegasnya.

Saat ini Liverpool masih bertahan di sejumlah kompetisi bergengsi. Di Liga Primer Inggris, Liverpool begitu kokoh di puncak klasemen dengan selisih yang terpaut jauh dari para pesaing terdekat seperti Leicester City dan sang juara bertahan, Manchester City.

Selain itu Liverpool juga berpeluang untuk mempertahankan trofi Liga Champions Eropa. Liverpool akan memainkan pertandingan babak 16 besar.