Vinicius Bertekad Bawa Madrid Juara La Liga Musim Ini

Kompetisi La Liga Spanyol dikabarkan akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Saat ini tim-tim peserta sedang mempersiapkan diri. Tidak terkecuali Real Madrid.

Pihak Madrid pun sangat bersemangat untuk melanjutkan kompetisi sekaligus melanjutkan pertarungan untuk memperebutkan trofi La Liga di akhir musim. Pemain depan Madrid, Vinicius Junior pun memiliki tekad tersendiri.

Pemain muda asal Brasil ini bertekad untuk membawa Los Blancos menjadi kampiun. Pemain berusia 19 tahun itu optimistis timnya bisa memenangi persaingan dengan Barcelona yang saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan dua poin dari mereka.

Dengan sisa 11 pertandingan lagi persaingan di antara kedua tim dipastikan akan berlangsung ketat. Madrid sedikit bernapas lega lantaran mampu memetik hasil positif dalam dua duel El Clasico musim ini. Setelah bermain imbang tanpa gol di markas Barcelona di pertemuan pertama, Madrid mampu menggulung rival abadinya itu di laga kandang.

Menurut Vinicius timnya sebenarnya lebih baik dari Barcelona dalam banyak aspek. “Saya rasa kami lebih baik daripada mereka dalam banyak aspek,” beber Vinicius.

Lebih lanjut ia mengatakan mereka mampu melewati sejumlah pertandingan dengan baik. Saat ini mereka berjuan guntuk mengembalikan performa sehingga mampu meraih kemenangan demi kemenangan.

“Kami memiliki pertandingan yang sangat bagus sampai sekarang dan kami harus mengembalikan performa terbaik kami. Kami benar-benar lapar untuk kembali bermain dan meraih kemenangan.

Terkait peluang menjadi juara di akhir musim, Vinicius menegaskan hal tersebut amat penting. Pasalnya mereka akan berjuang untuk menjadi juara demi para penggemar mereka. Ia mengatakan gelar ini bisa menjadi pelipur lara bagi para penggemarnya yang mengalami kesulitan dan tantangan selama masa pandemi Corona atau Covid-19.

“Kami ingin memenangkan gelar LaLiga ini untuk para fan kami. Orang-orang telah banyak menderita dan kami ingin memberi fan Real Madrid sesuatu untuk menghibur mereka dalam situasi ini.”

Meski begitu ia menyadari bahwa trofi La Liga bukan solusi satu-satunya bagi derita para penggemarnya di tengah situasi tak menentu ini. Namun ia berdalih dengan menjadi juara membuat para penggemarnya bisa sedikit tersenyum lega.

“Kami tahu bahwa memenangkan LaLiga bukan sebuah solusi bagi tragedi besar ini. Namun itu paling tidak bisa membuat orang tersenyum dan senang,” pungkasnya.

Apakah harapan Vinicius mampu menjadi kenyataan? Mampukan Real Madrid memenangi pertarungan dengan Barcelona untuk menjadi juara La Liga? Kita lihat saja.

Para Pemain Madrid Alami Kesulitan di Hari Pertama Latihan

Ternyata tidak mudah untuk kembali ke aktivitas normal bagi para pemain setelah sekian lama harus menjalani karantina akibat wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali para pemain Real Madrid. Buktinya, di hari pertama latihan, para pemain merasa kikuk.

Sebagaimana dikatakan bek Real Madrid, Dani Carvajal, mereka mengalami kikuk saat harus kembali ke lapangan latihan.

“Kami betul-betul kesulitan mengontrol bola di hari pertama latihan,” beber Carvajal.

Lebih lanjut pemain asal Spanyol itu mengatakan apa yang telah dilakukan selama pandemi di rumah ternyata berbeda dengan yang dilakukan di lapangan latihan. Berlatih secara mandiri di rumah tidak menjamin latihan bersama berjalan lancer. Namun demikian Carvajal mengatakan hal tersebut bukan menjadi tantangan berarti.

“Pada akhirnya, latihan Anda di rumah sendiri sama sekali berbeda dengan yang Anda lakukan di lapangan. Tapi kami semakin bagus kok,” sambungnya.

Terkait latihan yang dijalani, Carvajal mengatakan pihaknya tetap harus mengikuti berbagai protokol dan aturan ketat yang ditetapkan pemerintah.

“Kami harus mengikuti protokol yang ditetapkan LaLiga, berhati-hati dan menghormati aturan dan secara umum mencoba untuk mendapatkan kembali kecepatan dengan dan tanpa bola,” akunya.

Bila La Liga baru mulai latihan kembali, tidak demikian dengan Bundesliga Jerman. Kompetisi tertinggi di sepak bola Jerman ini sudah kembali bergulir pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 16 Mei 2020.

Pemerintah Jerman dan otoritas sepak bola setempat sudah memberikan izin untuk bergulirnya kembali kompetisi di negara tersebut. Namun demikian setiap pertandingan yang digelar tidak akan menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Laga dipastikan berjalan tertutup.

Situasi ini, menurut Carvajal akan memberikan pengaruh positif bagi kompetisi lain di benua Eropa. Menurut mantan pemain Bayer Leverkusen itu, bergulirnya kembali Bundesliga adalah kabar bagus bagi sepak bola Eropa dan dunia. Ia mengatakan banyak pemain yang antusias mendengar kabar tersebut.

“Ini adalah sebuah kabar bagus untuk olahraga dan dunia sepakbola. Kami semua antusias untuk melihat bagaimana banyak hal di awal. Kuharap semuanya akan lancar dan Bundesliga bisa menjadi contoh untuk seluruh negara-negara lainnya,” tegasnya.

Saat ini La Liga sedang ditangguhkan dan berbagai spekulasi terkait kapan kompetisi bergulir lagi mengisi ruang publik dan pemberitaan. Barcelona sementara ini berada di puncak klasemen sementara dengan raihan total 56 poin. Blaugrana unggul dua angka dari Real Madrid di posisi kedua.

Ini Tanggal Bergulirnya Kembali La Liga

Publik masih menanti kelanjutan La Liga musim ini. Apakah kompetisi tersebut akan diputuskan berhenti atau dilanjutkan lagi. Tidak sedikit kabar yang mengatakan kompetisi tersebut bakal berlanjut lagi. Tidak hanya itu muncul pula wacana terkait waktu persisnya.

La Liga dikabarkan akan kembali bergulir pada 12 Juni. Hal ini bertujuan untuk mengakhiri kompetisi pada akhir Juli. Tidak hanya itu, agar cepat terselesaikan, muncul wacana untuk menggelar pertandingan setiap hari.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengungkapkan harapannya agar Liga Spanyol bisa dilanjutkan mulai 12 Juni. Tebas mengatakan pertandingan-pertandingan lanjutan itu akan digelar tanpa penonton. Dengan demikian selama enam pekan tersisa, para penggemar tim-tim La Liga tidak bisa datang memberikan dukungan secara langsung.

“Kami tidak tahu (kapan kami bisa mulai), tidak ada yang tahu tanggalnya. Itu akan tergantung kenaikan angka dan semua aturan yang diikuti,” beber Tebas.

Tebas mengakui situasi saat ini belu sepenuhnya pulih. Wabah Corona atau Covid-19 belum benar-benar berakhir. Ia berharap dengan tetap mengikuti protokol dan aturan yang telah dikeluarkan situasi bisa segera berangsur pulih.

“Virusnya masih ada, tapi kalau bisa tanggal 12 Juni (mulai lagi), jauh lebih baik. Jika kita semua mengikuti aturan kesehatan, saya kira tidak akan ada masalah,” sambungnya.

Dalam rencana, demikian Tebas, kompetisi yang dimulai pada pada 12 Juni akan berakhir pada 31 Juli. Selanjutnya bulan Agustus bisa digunakan untuk melanjutkan pertandingan di kancah Eropa. Untuk itu Tebas mewacanakan untuk menggelar pertandingan setiap hari.

“Rencananya adalah menyelesaikan musim pada 31 Juli dan Agustus bisa dipakai untuk kompetisi Eropa. Tanggal itu juga bisa dipakai untuk play-off (di Spanyol). Akan ada pertandingan liga setiap hari, seperti yang sudah terjadi pada Maret dan April dengan jadwal normal,” sambungnya.

Sebelum dihentikan karena wabah Corona, La Liga sudah memainkan 27 pertandingan. Barcelona sementara ini berstatus pemuncak klasemen dengan raihan total 58 poin. Blaugrana sementara ini unggul dua angka dari rival terberat yakni Real Madrid.

Seakan gayung bersambut dengan rencana tersebut, saat ini sejumlah klub La Liga sudah mulai berlatih. Barcelona dan Real Madrid misalnya sudah mulai beraktivitas namun belu sepenuhnya. Para pemain menjalani latihan dengan mengikuti protokol yang ketat seperti mengenakan masker dan sarung tangan serta tetap menjaga jarak dengan pemain lain.

Kita berharap situasi terus membaik sehingga bisa menyaksikan tim-tim kesayangan bertanding.

 

Pemain Barcelona Ini Siap Bila La Liga Dilanjutkan Tanpa Penonton

Saat ini kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Tidak terkecuali La Liga Spanyol. Masih belum ada kepastian kapan kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Salah satu harapan adalah kompetisi tersebut bisa berlanjut lagi.

Harapan ini di antaranya datang dari gelandang Barcelona, Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia itu mengatakan ia siap menerima konsekuensi bila kompetisi dilanjutkan lagi dengan tanpa menghadirkan penonton.

“Itu akan sangat berat dan tidak biasa buat kami, tapi saya ingin bilang ke para penggemar bahwa kami akan lebih fokus daripada sebelumnya. Kami akan tahu bahwa mereka akan ada di rumah, menyaksikannya dengan gairah yang sama dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” bebernya.

Selain itu ia mengatakan dengan kembali menggulirkan sepak bola akan memberikan suntikan semangat kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Meski begitu para penggemar bisa tetap mendukung tim kesayangannya bertanding dengan tanpa harus datang ke lapangan pertandingan.

“Bersama-sama kami akan mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi ini dan kami pastinya akan bisa merasakan dukungan para penggemar di rumah masing-masing. Semoga setelah ini semua, kita akan jadi manusia lebih baik dan menyadari hal-hal yang sangat penting,” sambungnya.

Sebelumnya Ivan Rakitic pun terang-terangan mengakui kerinduannya untuk kembali bertanding. Pemain asal Kroasia itu mengatakan saat ini yang diinginkan dirinya hanyalah kembali merumput di lapangan hijau.

“Aku ingin bermain,” tegas Rakitic.

Lebih lanjut Rakitic mengatakan keputusan untuk menggulirkan kembali kompetisi jelas tidak mudah. Para pemain dan tim pelatih benar-benar harus menyaipkan segala sesuatu dan memastikan pertandingan bisa berjalan dengan aman. Saat ini fokus semua orang lebih pada aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kami memang harus berusaha kembali dengan jaminan kesehatan terbaik, tapi kami juga harus tahu bahwa hal itu tidak menjamin 100 persen. Ada risiko yang sama buat seluruh para pekerja yang kembali menjalani profesinya,” sambungnya.

Lebih lanjut Rakitic juga menunjukkan simpatinya pada para pekerja medis di seluruh dunia yang berada di garda terdepan untuk menghadapi wabah tersebut.

“Pekerja di supermarket… memiliki peluang sama atau bahkan lebih besar terpapar ketimbang kami. Mereka mengambil risiko itu dan aku pun ingin mengambilnya. Menurutku kami punya kewajiban itu,” bebernya.

Menurutnya saat ini banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis. Salah satunya adalah dengan terus memberikan hiburan kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Hal ini penting agar para pekerja bisa terhindar dari tekanan dan tidak harus memikirkan situasi pandemi secara terus-menerus.

Lopetegui: La Liga Tidak Bisa Mulai Tiba-tiba

Saat ini berkembang wacana untuk menggulirkan kembali sejumlah kompetisi sepak bola di Eropa, tidak terkecuali La Liga. Namun demikian tidak mudah untuk bisa kembali menggulirkan kompetisi tersebut.

Saat ini para pemain sedang berada dalam situasi karantina dan tidak banyak latihan yang digelar. Karena itu butuh waktu untuk bisa mengembalikan kebugaran dan performa. Hal ini diakui oleh pelatih Sevilla, Julen Lopetegui.

Menurut mantan pelatih tim nasional Spanyol itu, para pemain butuh sekitar lima pekan untuk bisa kembali mendapatkan kondisi ideal untuk berkompetisi. Sehingga mantan pelatih Real Madrid itu mengatakan kompetisi La Liga tidak bisa dimulai secara tiba-tiba.

“Yang bisa saya pastikan adalah ini tidak akan seperti pemain yang kembali setelah jeda musim panas. Baik performa maupun pikiran tidak akan sampai 20% dari yang seharusnya ketika pramusim normal,” beber Lopetegui.

Lebih lanjut Lopetegui mengatakan tidak hanya persiapan dari para pemain, soal keselamatan dan keamanan juga hal penting yang harus diperhatikan. Saat ini dunia masih menghadapi ketidakpastian terkait kapan wabah Corona atau Covid-19 benar-benar berakhir.

“Saya kira ketika situasinya memungkinkan, dengan jaminan pemerintah, periode adaptasi akan diperlukan untuk menjaga sisi lain dari kesehatan, bukan cuma virusnya,” sambungnya.

Menurut Lopetegui situasi saat ini belum ideal bagi para pesepakbola untuk bertanding. Selain kemungkinan bermain tanpa penonton, para pemain juga akan tampil dalam bayang-bayang ketidakpastian terkait situasi yang sedang terjadi.

“Kita harus bicara soal waktu persiapan, tapi sebagai manajer, saya akan katakan kami butuh minimal lima pekan agar bisa ada dalam kondisi di mana kami bisa main setiap tiga hari dalam keadaan yang belum pernah dialami siapapun sebelumnya. Bukan cuma main tanpa penonton, tapi setelah semua yang ditimbulkan mimpi buruk ini. Kami harus ada dalam kondisi fisik terbaik,” tegasnya.

Terlepas dari semua itu, saat ini banyak pihak yang sudah tak sabar agar kompetisi tersebut kembali bergulir. Salah satunya adalah Presiden La Liga, Javier Tebas. Tebas bahkan sudah mewacanakan sanksi bagi klub dan pemain yang menolak untuk melanjutkan kompetisi.

Dalam pernyataannya, Tebas mengatakan, setelah setelah mendapatkan izin untuk melanjutkan kompetisi, ia berharap tidak ada klub yang berkeberatan. Bila sampai ada yang menolak melanjutkan kompetisi maka sanksi akan diberikan. Hukumannya sama seperti menolak bertanding.

“Ketika kami diberi izin kalau kami bisa main, jika sebuah tim menolak, maka itu akan diperlakukan seperti tidak datang bertanding,” beber Tebas.

Liga-Liga Eropa Bakal Bergulir Lagi September Nanti?

Saat ini publik sedang menanti kelanjutan liga-liga Eropa yang sementara ini ditangguhkan karena pandemi Corona atau Covid-19. Berkembang sejumlah rumor terkait waktu bergulirnya kembali kompetisi-kompetisi tersebut.

Salah satunya adalah perkiraan kompetisi yang bakal kembali bergulir setelah tengah tahun nanti. Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, bahkan memberikan anjuran terkait waktu yang tepat untuk menggulirkan kembali kompetisi tersebut.

Aulas mengharapkan agar liga-liga Eropa bergulir lagi pada September hingga akhir tahun nanti. Ia sudah berbicara terkait kemungkinan ini di tingkat Ligue 1 dengan sejumlah petinggi klub.

“Saya takut kami tidak bisa melajutkan musim ini lagi. Dan itulah mengapa kami membicarakan sebuah skenario baru bersama Jean-Pierre Rivere (Presiden Nice) dan Nasser Al-Khelaifi (Presiden PSG), yakni menuntaskan musim 2019/2020 sampai akhir tahun dan setelahnya bisa memulai musim baru di awal 2021,” beber Aulas.

Hal ini dikaitkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar pada November hingga Desember. Menurutnya dengan bergulirnya lagi kompetisi tersebut menjelang akhir tahun akan membuat event akbar tersebut tak bakal terganggu.

“Ini salah satu skenario yang juga menguntungkan Piala Dunia di Qatar. Meski sebenarnya saya menerima apapun usulan untuk bisa menuntaskan musim ini,” sambungnya.

Sementara itu Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora menaruh harapan terkait bergulirnya kembali Serie A. Ia berharap kompetisi tersebut bisa kembali bergulir sebelum tengah tahun ini.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

“Kami berharap mengonfirmasi tanggal 4 Mei untuk kembali ke pelatihan sesegera mungkin. Saya berharap kami bisa tetap berpatokan pada tanggal itu, bahkan jika hanya untuk pelatihan di balik ruangan tertutup,” sambungnya.

Meski masa karantina wilayah semakin mendekati kesudahan, sang menteri mengatakan saat ini masyarakat Italia masih tetap waspada dan tetap mematuhi protokol yang ada. Kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Pada saat ini, satu-satunya perhatian kami adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat umum,” pungkasnya.

Bila La Liga Distop, Rakitic: Barcelona Juaranya

Saat ini publik masih menanti kapan kompetisi sepak bola di benua Eropa bergulir kembali. Dunia tengah menghadapi situasi tak pasti di tengah wabah Corona atau Covid-19. Situasi tak menentu ini membuat sejumlah pihak mewacanakan untuk mengakhiri kompetisi.

Lantas bagaimana bila kompetisi benar-benar dihentikan? Bagaimana menentukan sang juara, tim yang didegradasi dan promosi?

Menurut pemain Barcelona, Ivan Rakitic, pihaknya sebenarnya ingin agar kompetisi bisa bergulir lagi dan mereka bisa terus melanjutkan pertandingan sampai akhir.

“Kami semua ingin bermain lagi dan inginnya juara lewat permainan di atas lapangan,” beber Rakitic.

Namun demikian kemungkinan bahwa kompetisi tak bisa dilanjutkan adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Bila hal ini terjadi maka Rakitic mengklaim timnyalah yang harus menjadi juara. Saat ini Barcelona berada di puncak klasemen sementara La Liga. Hingga sebelum kompetisi terhenti, Blaugrana berada di urutan teratas dengan keunggulan dua angka dari Real Madrid.

“Saya juga paham bahwa jika memang musim tidak bisa diteruskan, maka harus disetop. Jika kami berada di puncak, maka kami harus jadi juara, tapi harus ada tenggat waktunya juga,” sambung Rakitic.

Lebih lanjut pemain internasional Kroasia itu tegas mengatakan musim ini semestinya dihentikan saja karena wabah Corona yang tak kunjung berhenti. Hal ini penting untuk mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi kompetisi musim depan.

“Idealnya sih musim diselesaikan, tapi harus ada rencana matang, khususnya terkait musim depan,” tegasnya.

Sementara itu pelatih Barcelona, Queque Setien memiliki pendapat yang tak jauh berbeda dengan Rakitic. Menurutnya sulit untuk melanjutkan kompetisi musim ini.

“Semua orang ingin siap ketika saatnya tiba, tetapi sampai pihak yang berwenang menjamin bahwa tidak ada masalah,” beber Setien.

Lebih lanjut Setien mengatakan dirinya sudah membaca semua protocol La Liga. Menurutnya sulit bagi La Liga untuk kembali bergulir.

“Saya sudah membaca protokol La Liga dan saya tak tahu apakah bisa dilakukan seperti yang direncanakan. Saya pikir itu tidak bisa dilakukan. Saya rasa semua aturan itu tidak bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu CEO Mediapro, pemegang hak siar La Liga, Jaume Roures, berharap kompetisi tersebut kembali bergulir pada Juli 2020 nanti. Ia mengatakan hal ini dengan mempertimbangkan kesehatan semua orang.

“Saya berharap sepak bola kembali digulirkan pada Juli. Saya katakan Juli karena mempertimbangkan kondisi kesehatan semua orang,” beber Roures.

Kalah di El Clasico, Setien: Terkadang Anda Gagal dan Itu Normal Saja

Barcelona harus mengakui keunggulan Real Madrid dalam duel el clasico di Stadion Santiago Bernabeu pada Senin, 2 Maret 2020 dini hari WIB. Di laga itu Blaugrana takluk dua gol tanpa balas.

Pelatih Barcelona, Queque Setien tetap tenang menanggapi hasil minor tersebut. Menurutnya situasi tersebut normal dalam dunia sepak bola.

“Terkadang Anda gagal dan itu normal saja. Mereka benar-benar menghimpit dan menekan kami. Kami mencoba menggulirkan bola dengan cepat untuk menghindari tekanan, tapi itu tidak mudah melawan para pemain dengan kualitas seperti itu,” beber Setien.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu tidak mudah bagi timnya untuk menjaga keseimbangan baik saat bertahan maupun menyerang. Meski mampu menguasai jalannya pertandingan, Setien menilai situasi tidak semudah yang dibayangkan.

“Tidaklah mudah untuk menyerang dan bertahan di waktu bersamaan. Kami sudah mampu banyak mengontrol bola, tapi ada macam-macam fase berbeda di pertandingan dan itu seringkali tergantung pada sukses Anda dalam menjalani fase,” sambungnya.

Setien mengatakan timnya berhasil tampil baik di babak pertama. Namun demikian penguasaan bola tersebut tak berbanding lurus dengan gol yang tercipta.

“Kami main bagus di babak pertama. Kami mengontrol berbagai hal di babak pertama tapi kemudian ada sejumlah umpan tak akurat dan bola yang hilang,” lanjutnya.

Sementara itu bek Barcelona, Gerard Pique mengatakan timnya seharusnya bisa memaksimalkan peluang yang ada di babak pertama. Bila hal tersebut dialukan maka hasil akhir bisa saja berbeda.

“Kalau saja kami memaksimalkan kesempatan di babak pertama. Saya tidak mengatakannya sebagai kritik. Tiap tim punya masalahnya masing-masing kok,” beber Pique.

Lebih lanjut bek internasional Spanyol itu mengatakan performa timnya memang tidak sempurna. Hanya saja ia menyayangkan timnya gagal memanfaatkan momentum baik di paruh pertama.

“Kami juga tidak main bagus-bagus banget. Kami sempat mampu menegaskan permainan kami. Kalau kami memaksimalkan peluang kami di babak pertama, mereka bakal menghadapi tantangan sangat besar,” sambungnya.

Kekalahan ini membuat Barcelona harus menyerahkan posisi puncak La Liga Spanyol kepada Real Madrid. El Real sementara ini memimpin dengan keunggulan satu poin.

Meski begitu kubu Barcelona tetap optimistis dengan peluang mereka mempertahankan gelar La Liga di akhir musim. Sebagaimana dikatakan gelandang, Sergio Busquets, timnya masih memiliki kesempatan untuk juara.

“Masih ada masih jalan yang panjang di LaLiga dan kami harus fokus pada hal-hal positif dan terus maju,” beber Busquets.

Delapan El Clasico terakhir:

3/12/2016 Barcelona 1-1 Real Madrid
23/4/2017 Real Madrid 2-3 Barcelona
23/12/2017 Real Madrid 0-3 Barcelona
6/5/2018 Barcelona 2-2 Real Madrid
28/10/2018 Barcelona 5-1 Real Madrid
2/3/2019 Real Madrid 0-1 Barcelona
18/12/2019 Barcelona 0-0 Real Madrid
1/3/20120 Real Madrid 2-0 Barcelona

 

Simeone Sebut Laga Kontra Granada Bakal Sulit

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone angkat bicara jelang pertandingan pekan ke-23 La Liga Spanyol menghadapi Granada. Sekalipun akan bermain di kandang sendiri di Stadion Wanda Metropolitano, pelatih asal Argentina itu menyebut laga tersebut akan berjalan sulit.

Menurutnya Granada adalah tim yang kuat. Untuk itu timnya tidak bisa tidak harus bekerja keras bila ingin memenangi pertandingan.

“Kami harus terus bekerja keras dan mulai berpikir tentang pertandingan yang akan datang. Orang-orang mengkritik ketika tim tidak menang. Saya bertugas untuk dapat mengatasinya,” ungkap pelatih asal Argentina itu.

Sebagai tuan rumah Atletico tentu berambisi untuk meraih poin sempurna. Tambahan tiga poin akan membuat skuad Diego Simeone berpeluang untuk memperpendek jarak dengan tim-tim di atasnya.

Saat ini Atletico Madrid sedang berada dalam tren buruk. Buntut hasil minor dalam lima laga terakhir membuat Los Colchoneros harus terlempar dari lima besar La Liga. Kemenangan atas Barcelona di semi final Piala Super Spanyol menjadi kemenangan terakhir mereka.

Simeone tentu tidak ingin ambil resiko. Ia tentu akan menurunkan semua amunisi terbaik mulai dari kiper Jan Oblak, lalu bek Renan Lodi, Stefan Savic, Mario Hermoso, Sime Vrsaljko, hingga Saul Niguez, Thomas Partey, Marcos Llorente, Koke di lini tengah serta Vitolo dan Angel Correa di lini serang.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

24.11.2019 Granada 1-1 Atletico Madrid (La Liga)
12.03.2017 Granada 0-1 Atletico Madrid (La Liga)
15.10.2016 Atletico Madrid 7-1 Granada (La Liga)
17.04.2016 Atletico Madrid 3-0 Granada (La Liga)
06.12.2015 Granada 0-2 Atletico Madrid (La Liga)

5 Pertandingan Terakhir Atletico Madrid:

01.02.2020 Real Madrid 1-0 Atletico Madrid (La Liga)
26.01.2020 Atletico Madrid 0-0 Leganes (La Liga)
24.01.2020 Cultural Leonesa 2-1 Atletico Madrid (Copa del Rey)
19.01.2020 Eibar 2-0 Atletico Madrid (La Liga)
13.01.2020 Real Madrid 0-0 Atletico Madrid (Super Cup)

5 Pertandingan Terakhir Granada:

05.02.2020 Granada 2-1 Valencia (Copa del Rey)
01.02.2020 Granada 2-1 Espanyol (La Liga)
30.11.2020 Badajoz 2-3 Granada (Copa del Rey)
26.01.2020 Sevilla 2-0 Granada (La Liga)
23.01.2020 Badalona 1-3 Granada (Copa del Rey)

Perkiraan starting line up Atletico Madrid versus Granada:

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak; Renan Lodi, Stefan Savic, Mario Hermoso, Sime Vrsaljko; Saul Niguez, Thomas Partey, Marcos Llorente, Koke; Vitolo, Angel Correa.

Pelatih: Diego Simeone

Granada (4-4-2): Rui Silva; Carlos Neva, German Sanchez, Domingos Duarte, Victor Diaz; Dimitri Foulquier, Maxime Gonalons, Yangel Herrera, Darwin Machis; Roberto Soldado, Carlos Fernandez.

Pelatih: Diego Martinez

 

 

 

Hadapi Valladolid Jadi Kesempatan Madrid Gusur Barcelona di Puncak La Liga

Real Madrid mendapat kesempatan emas untuk menggeser Barcelona di puncak La Liga Spanyol. Pertandingan kontra Real Valladolid di pekan ke-21 akan menjadi momentum untuk meraih tiga angka.

Laga ini akan digelar di markas Valladolid. Saat ini Madrid berada di urutan kedua dengan raihan total 43 poin dari 20 pertandingan. Madrid hanya kalah selisih gol dari Barcelona. Hanya saja Madrid memiliki satu pertandingan lebih sedikit setelah Barcelona menelan pil pahit di laga ke-21 menghadapi Valencia.

Sekalipun bertindak sebagai tim tamu, Madrid berpeluang besar memetik kemenangan. Performa tuan rumah sedang dalam situasi kurang meyakinkan. Tim tersebut gagal memetik hasil maksimal dalam beberapa laga terakhir.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengatakan situasi yang terjadi dengan Gareth Bale tidak ada kaitan dengan kesengajaan.

“Anda boleh-boleh saja memikirkan apapun yang Anda inginkan, tapi ketika saya dengan si pemain, saya sudah berbicara dengan dia, dia memang ingin bisa bermain, dia ingin berada bersama tim, dia ingin bermain,” beber Zidane

“Belum lama ini dia mengalami cedera ringan. Memang tidak berat, tapi dokter mengatakan butuh tiga sampai empat hari, sudah bagus kalau dia kembali ke sini perlahan-lahan. Mudah-mudahan dia bisa kembali untuk kami dan bermain,” sambung pelatih asal Prancis itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

24-08-2019 Real Madrid 1-1 Real Valladolid
10-03-2019 Real Valladolid 1-4 Real Madrid
03-11-2018 Real Madrid 2-0 Real Valladolid
07-05-2014 Real Valladolid 1-1 Real Madrid
30-11-2013 Real Madrid 4-0 Real Valladolid

5 Pertandingan Terakhir Real Valladolid:

23-1-2020 Tenerife 2-1 Real Valladolid (Copa del Rey)
19-1-2020 Osasuna 0-0 Real Valladolid (La Liga)
12-1-2020 Marbella 1-4 Real Valladolid (Copa del Rey)
4-1-2020 Real Valladolid 2-2 Leganes (La Liga)
22-12-2019 Real Valladolid 1-1 Valencia (La Liga)

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

23-1-2020 Unionistas 1-3 Real Madrid (Copa del Rey)
18-1-2020 Real Madrid 2-1 Sevilla (La Liga)
13-1-2020 Real Madrid 0-0 Atletico Madrid (Final Supercopa de Espana, Pen: 4-1)
9-1-2020 Valencia 1-3 Real Madrid (Semifinal Supercopa de Espana)
4-1-2020 Getafe 0-3 Real Madrid (La Liga)

Perkiraan starting line up Real Valladolid versus Real Madrid:

Real Valladolid (3-5-2): Masip; J Fernandez, K Olivas, M Salisu; Nacho, F Emeterio, R Alcaraz, Michel, J Moyano; Enes Unal, S Guardiola

Pelatih: Sergio Gonzalez

Real Madrid (4-3-1-2): Thibaut Courtois; F Mendy, E Militao, Raphael Varane, Nacho; Luka Modric, Casemiro, Toni Kroos; Isco; Rodrygo Goes,  Karim Benzema

Pelatih: Zinedine Zidane