Serie A Segera Bergulir, Pelatih Lazio Khawatirkan Hal Ini

Serie A Italia dikabarkan akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Ternyata tidak semua klub sudah mempersiapkan diri. Muncul pula kecemasan terkait performa tim saat kompetisi kembali bergulir. Salah satu klub yang cemas terhadap performa timnya adalah Lazio.

Sebagaimana dikatakan pelatih Lazio, Simone Inzaghi, dirinya takut penampilan timnya belum maksimal. Ia khawatir para pemain Lazio belum berada dalam puncak performa.

“Saat kompetisi berhenti, kami sedang bermain sangat baik. Ketika mulai lagi, kami mencoba untuk siap,” beber Inzaghi.

Sebelum Serie A terhenti Lazio memang sedang berada dalam tren positif. Hal ini bisa dilihat dari posisi tim tersebut di tabel klasemen sementara. Lazio terus bersaing dengan Juventus untuk menguasai puncak klasemen Serie A.

Inzaghi mengatakan tidak mudah bagi para pemain untuk menjaga konsistensi, apalagi setelah kompetisi mengalami jeda. Apalagi bila jadwal terbaru mengharuskan setiap tim untuk bertanding dalam rentang waktu yang singkat.

“Sangat sulit untuk mempertahankan bentuk permainan kami, di tambah lagi kemungkinan adanya keputusan pertandingan dalam tiga hari sekali, itu sangat sulit,” lanjutnya.

Sebelumnya pertandingan digelar sekali setiap minggu. Namun setelah kompetisi kembali bergulir ada kemungkinan setiap tim akan bertanding tiga hari sekali.

“Jika musim tidak berhenti, kami akan memainkan satu pertandingan seminggu. Segalanya akan berubah. Kami tahu siapa yang akan bertemu dengan kami dan kami akan berusaha membuat diri kami siap,” pungkasnya.

Pihak Lazio juga mengkritisi salah satu kebijakan yang akan diterapkan saat kompetisi kembali berlangsung.

“Dalam pandangan saya, menempatkan seluruh tim dan staf di tempat karantina jika satu orang dinyatakan positif itu benar-benar konyol. Komite saintifik tidak mau benar-benar mendengarkan pandangan dari pihak yang menangani medis di dunia sepakbola, yang sudah tahu betul kondisi di lapangan dan tidak cuma duduk-duduk saja,” beber kepala medis Lazio, Ivo Pulcini.

Lebih lanjut, Pulcini mengatakan mengkarantina seluruh tim adalah berlebihan. Bila sampai ada pemain atau staf yang positif Corona maka, cukuplah oknum bersangkutan yang dikarantina. Seluruh tim tidak harus dikarantina.

“Dalam kasus ini, biarkan kami yang mengambil tanggung jawab buat memutuskan agar anggota tim tak perlu seluruhnya dikarantina. Saya tidak masalah dengan hal tersebut,” sambungnya.

Selain itu Pulcini mengatakan pemerintah Italia mestinya belajar dari protokol yang diterapkan pemerintah Jerman di kompetisi Bundesliga yang akan kembali bergulir pada akhir pekan ini. Kebijakan di Bundesliga bertolak belakang dengan Italia yang mana bila ada pemain atau staf yang terjangkit Corona maka hanya yang bersangkutan yang wajib dikarantina atau diisolasi.

Tekuk Bologna, Lazio Gusur Juventus di Puncak Serie A

Lazio sukses memetik kemenangan di pekan ke-26 Serie A Italia. Menghadapi Bologna di Stadion Olimpico pada Sabtu, 29 Februari 2020 malam WIB, Lazio menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Luis Alberto di menit ke-18 dan Joaquin Correa di menit ke-21. Kemenangan ini sangat berarti bagi Lazio. Pasalnya, tambahan tiga angka membuat mereka sukses menggusur Juventus dari puncak Serie A.

Lazio kini mengemas total 62 poin dari 26 pertandingan. Lazio kini unggul dua angka dari sang juara bertahan yang baru akan bertanding menghadapi Inter Milan. Sayangnya laga tersebut terpaksa ditunda karena wabah Corona. Hal ini membuat Lazio memiliki waktu lebih lama untuk menikmati status sebagai pemuncak klasemen sementara.

Sejak menit awal Lazio terus melancarkan serangan. Tim besutan pelatih Simone Inzaghi ini sangat intens dalam menekan. Hasilnya mereka mampu memecah kebuntuan di awal pertandingan, tepatnya di menit ke-18. Tiga menit berselang, Lazio kembali mengoyak gawang tim tamu. Gol kedua ini sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Gagal meraih poin di laga ini membuat Bologna gagal menambah koleksi poin. Perolehan poin mereka kini tertahan di angka 34 dan masih bertahan di urutan ke-10 di tabel klasemen sementara.

Kemangan ini disambut positif oleh kubu Lazio. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, pihaknya kini bisa menikmati status sebagai pemuncak klasemen.

“Saya tidakpernah membayangkan kami akan menjadi yang teratas setelah 26 pertandingan bahkan mengetahui bahwa saya melatih beberapa pemain yang sangat baik,” beber Inzaghi.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol terutama di babak pertama lantaran memiliki banyak peluang bagus.

“Kami seharusnya memiliki keunggulan lebih besar di babak pertama tetapi kami sedikit lengah di babak kedua, yang merupakan keunggulan Bologna. Kami unggul karena kemampuan kami sendiri,” pungkasnya.

Susunan pemain Lazio versus Bologna:

Lazio (3-5-2): 1-Thomas Strakosha (GK); 26-Stefan Radu, 3-Luiz Felipe, 4-Patric; 22-Jony, 10-Luis Alberto (16-Marco Parolo 61′), 6- Lucas Leiva, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 29-Manuel Lazzari; (C) 17-Ciro Immobile (20-Felipe Caicedo), 11-Joaquin Correa (32-Danilo Cataldi 75′).

Pelatih: Simone Inzaghi

Bologna (4-2-3-1): 28-Lukasz Skorupski 9GK); 14-Takeshi Tomiyasu, 13-Mattia Bani, 23-Danilo (17-Andreas Skov Olsen 71′), 4-Stefano Denswil; (C) 16-Andrea Poli, 30-Jerdy Schouten (10-Nicola Sansone 58′); 7-Riccardo Orsolini (9-Federico Santander 59′), 21-Roberto Soriano, 99-Musa Barrow; 24-Rodrigo Palacio.

Pelatih: Sinisa Mihajlovic

Lazio Hadapi Napoli di Perempat Final Coppa Italia

Duel menarik akan tersaji di leg pertama babak perempat final Coppa Italia. Lazio dan Napoli akan saling berhadapan. Laga ini akan digelar di Stadion San Polo, kandang Napoli pada Selasa, 21 Januari 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Kedua tim jelas tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memetik kemenangan di laga ini. Namun kubu Lazio sedang dibayangi kekhawatiran. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, Simone Inzaghi, beberapa pemain andalan Lazio tidak sedang dalam performa terbaik karena padatnya jadwal pertandingan belakangan ini. Bahkan ada beberapa pemain yang kini masih dalam proses perawatan cedera.

“Kami akan menghadapi tim yang kuat. Saya masih harus mengevaluasi kondisi kebugaran para pemain, karena kami menjalani jadwal padat. Tetapi, rasanya saya akan membawa seluruh skuat, kecuali Jordan Lukaku, Adam Marusic dan Luis Alberto,” beber Inzaghi.

Terkait peluang memenangi laga itu, Inzaghi merendah. Ia tidak mau jemawa. Apalagi Lazio tak pernah bisa memetik kemenangan dalam tiga lawatan terakhir ke markas Partenopei.

“Napoli memang mengalami hambatan di Serie A, tetapi mereka masih tim hebat. Bagi kami, Coppa Italia sangat berarti. Kami akan berusaha untuk menampilkan performa terbaik pada laga ini,” sambung Inzaghi.

Sementara itu kubu Napoli tak mau terlalu terbebani dengan laga ini. Napoli memang sedang dalam kondisi kurang bagus setelah menelan tiga kekalahan secara beruntun.

Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso menegaskan timnya tidak boleh mengulangi kesalahan tersebut. Mereka harus bangkit untuk meraih kemenangan.

“Saya masih yakin kami memiliki skuat yang berkualitas, tinggal membuat mereka bermain maksimal. Kami harus menemukan kunci performa tim sesungguhnya,” tegas Gatusso.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
21.01.19 SA Napoli 2 – 1 Lazio
19.08.18 SA Lazio 1 – 2 Napoli
11.02.18 SA Napoli 4 – 1 Lazio
21.09.17 SA Lazio 1 – 4 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Napoli:
19.01.20 SA Napoli 0 – 2 Fiorentina
14.01.20 COP Napoli 2 – 0 Perugia
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
07.01.20 SA Napoli 1 – 3 Inter
23.12.19 SA Sassuolo 1 – 2 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Lazio:
18.01.20 SA Lazio 5 – 1 Sampdoria
15.01.20 COP Lazio 4 – 0 Cremonese
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
05.01.20 SA Brescia 1 – 2 Lazio
22.12.19 SC Juventus 1 – 3 Lazio

Prediksi starting line up Napoli versus Lazio:

Napoli (4-3-3): Meret; Hysaj, Manolas, Di Lorenzo, Mario Rui; Allan, Demme, Zielinski; Lozano, Milik, Insigne
Pelatih: Gennaro Gattuso

Lazio (3-5-2):
Strakosha; Luiz Felipe, Acerbi, Radu; Lazzari, Milinkovic-Savic, Leiva, Parolo, Lulic; Caicedo, Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi