Tekuk Crystal Palace, Liverpool Dekati Tangga Juara

Liverpool berhasil memetik kemenangan di pekan ke-31 Liga Primer Inggris. Menghadapi Crystal Palace di kandang sendiri di Stadion Anfield pada Kamis, 25 Juni 2020 dini hari WIB, The Reds menang dengan skor telak 4-0.

Empat gol tuan rumah disumbangkan oleh empat pemain berbeda yakni Trent Alexander-Arnold, Mohamed Salah, Fabinho, dan Sadio Mane. Kemenangan ini mendekatkan Liverpool dengan tangga juara.

Saat ini Liverpool sudah mengemas total 86 poin dan semakin jauh meninggalkan para pesaing seperti Manchester City di urutan kedua dan Leicester City di tempat ketiga. Dengan jumlah poin tersebut maka Liverpool hanya butuh dua poin lagi untuk menjadi juara. Bahkan gelar juara Liverpool akan ditentukan para pertandingan Manchester City kontra Chelsea. Bila sampai City kalah maka Liverpool sudah bisa berpesta.

Sementara itu kekalahan ini membuat Crystal Palace tertahan di urutan kesembilan dengan raihan total 42 poin. Palace tentu tidak ingin posisinya semakin terperosok sehingga harus bangkit di laga selanjutnya.

Di laga ini Liverpool tampil dengan kekuatan penuh termasuk Mohamed Salah yang absen di laga sebelumnya. Salah menemani Roberto Firmino dan Sadio Mane di lini serang.

Sejak menit awal tuan rumah langsung memberikan ancaman. Sepanjang pertandingan The Reds mampu mengendalikan laga dan nyaris tidak memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk berkembang.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tak terlalu tertarik menunggu hasil Man City versus Chelsea. Menurutnya kedua tim itu adalah tim terbaik saat ini. Bila sampai menyaksikan laga itu maka itu semata-mata untuk mengetahui permainan dan strategi yang mereka terapkan.

“Saya tidak tertarik dengan hasilnya. Mereka adalah dua tim terbaik saat ini. Saya mau tahu bagaimana permainan mereka,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund ini mengatakan timnya hanya fokus pada pertandingan yang akan mereka lakoni. Ia juga tak memikirkan bagaimana harus merayakan gelar juara nanti.

“Kami hanya fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain dan harus menang. Tidak kepikiran sih, bagaimana mau melakukan selebrasi nanti,” tegasnya.

Susunan Pemain Liverpool versus Crystal Palace:

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold (Neco Williams 74′), Joe Gomez, Virgil van Dijk, Andrew Robertson (Harvey Elliott 84′); Fabinho, Jordan Henderson (Alex Oxlade-Chamberlain 64′), Georginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Sadio Mane (Naby Keita 84′), Roberto Firmino (Takumi Minamino 74′).

Pelatih: Jurgen Klopp

Crystal Palace: Wayne Hennessey; Joel Ward, Gary Cahill, Mamadou Sakho, Patrick van Aanholt; James McCarthy; Andros Townsend, James McArthur (Jairo Riedewald 66′), Cheikhou Kouyate (Luka Milivojevic 66), Wilfried Zaha (Max Meyer 15′); Jordan Ayew (Brandon Pierrick 84′).

Pelatih: Roy Hodgson

Jadwal Pertandingan Tengan Pekan Ini: Man United Vs Sheffield, Liverpool Vs Crystal Palace

Sejumlah laga menarik akan digelar pada tengah pekan ini. Pada Kamis, 25 Juni 2020 akan berlangsung sejumlah pertandingan di pentas Liga Primer Inggris.

Pemuncak klasemen sementara, Liverpool akan memainkan laga kandang menghadapi Crystal Palace. Laga ini akan digelar di Stadion Anfield yang merupakan kandang The Reds. Kemenangan di laga ini akan mendekatkan klub asuhan Jurgen Klopp itu dengan tangga juara.

Saat ini Liverpool hanya butuh lima angka untuk mengakhiri penantian selama 30 tahun menjadi kampiun Liga Inggris. Namun demikian Crystal Palace bukan tim yang mudah dikalahkan. Liverpool harus tampil ekstra dan belajar dari hasil seri dalam derby Merseyside untuk mendapatkan hasil maksimal di laga ini.

Sebagaimana diketahui di laga sebelumnya Liverpool bermain tanpa gol kontra Everton di Stadion Goodison Park. Bila mampu mengatasi Crystal Palace di laga ini maka Liverpool hanya butuh dua angka lagi untuk pesta juara.

Laga lainnya yang tak kalah menarik adalah pertemuan antara Manchester United kontra Sheffield United. Setan Merah akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Old Trafford. Bila mampu memenangi laga ini maka United terus menjaga asa untuk naik ke zona Liga Champions.

Dari pentas La Liga akan digelar dua pertandingan pada Kamis, 25 Juni 2020. Real Madrid akan memainkan laga kandang menjamu Real Mallorca. Ini menjadi kesempatan bagi Madrid untuk kembali menggusur Barcelona dari puncak klasemen. Saat ini Madrid tertinggal tiga poin dari Barcelona yang sudah memainkan 31 laga, satu laga lebih banyak dari Madrid.

Pertandingan lainnya akan digelar di markas Real Sociedad. Tuan rumah Sociedad akan kedatangan tamunya, Celta Vigo.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya:

SELASA, 23 JUNI 2020

ENGLAND PREMIER LEAGUE

02:00 WIB – Manchester City vs Burnley – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Villarreal vs Sevilla – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Leganes vs Granada – beIN Sports 1 (Live)

SUPER LIG

01:00 WIB – Alanyaspor vs Trabzonspor – beIN Sports 2 (Live)

RABU, 24 JUNI 2020

ENGLAND PREMIER LEAGUE

00:00 WIB – Leicester City vs Brighton & Hove Albion – Mola TV (Live)
02:15 WIB – Tottenham Hotspur vs West Ham United – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Levante vs Atletico Madrid – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Barcelona vs Athletic Bilbao – beIN Sports 1 (Live)

KAMIS, 25 JUNI 2020

ENGLAND PREMIER LEAGUE

00:00 WIB – Manchester United vs Sheffield United – Mola TV (Live)
00:00 WIB – Newcastle United vs Aston Villa – Mola TV (Live)
00:00 WIB – Norwich City vs Everton – Mola TV (Live)
00:00 WIB – Wolverhampton Wanderers vs Bournemouth – Mola TV (Live)
02:15 WIB – Liverpool vs Crystal Palace – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Real Sociedad vs Celta Vigo – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Madrid vs Mallorca – beIN Sports 1 (Live)

Arsenal Punya Masalah Besar Terkait Transfer

Saat ini Arsenal sedang berjuang untuk mendapatkan kembali masa jaya. Selama beberapa musim terakhir tim berjuluk The Gunners itu harus berjuang untuk bisa bersaing dengan tim-tim papan atas di pentas Liga Primer Inggris.

Jebloknya performa skuad Meriam London disinyalir disebabkan oleh persoalan dalam urusan transfer pemain. Hal ini diakui oleh mantan pemain Arsenal, Charlie Nicholas. Menurutnya, mantan timnya itu memiliki masalah terkait kebijakan transfer.

Para pemain yang didatangkan selalu tidak sesuai dengan harapan. Tidak hanya itu klub tersebut pun dinilai terlalu mudah untuk melepas para pemain bintang. Tak heran bila penampilan klub tersebut tak pernah meyakinkan.

“Saya tidak berpikir mereka memiliki masalah identitas. Kenyataannya adalah selama bertahun-tahun, bahkan saat masih bersama Arsene Wenger, kami menjual Patrick Vieira, Thierry Henry dan sebagian besar pemain hebat kami,” beber Nicholas.

Lebih lanjut ia mengatakan Arsenal kerpa menjual para pemainnya secara cepat. Padahal klub sebenarnya masih membtuhkan jasa mereka. Salah satu contoh terkini adalah Aaron Ramsey yang dilepas saat masih berada dalam periode emas.

“Tidak ada yang salah dengan perubahan, tapi kami menjual mereka terlalu dini ketika kami belum dapat memanfaatkan mereka secara penuh. Kami membiarkan kontrak Aaron Ramsay dan di umur 28 tahun dia pergi tanpa meninggalkan apa-apa,” lanjutnya.

Untuk itu ia mengatakan hal ini menjadi masalah dalam tim tersebut. Setelah melepas pemain bintang dan potensial, Arsenal justru mendatangkan pemain lain dengan harga tinggi. Namun sayangnya para pemain itu ternyata tidak bisa tampil sesuai harapan.

“Kami memiliki masalah dalam mengidentifikasi para pemain dan kemudian apa yang kami lakukan adalah membayar 30 juta paun buat Shkodran Mustafi dan bek-bek lain yang belum pantas buat Arsenal. Kami telah salah dalam membeli dan para pemain sadar jika mereka bukan lagi ancaman di Premier League dan Liga Champions,” tegasnya.

Untuk itu ia mengatakan ada yang salah dengan hal ini. Ia pun mewanti-wanti klub tersebut terkait isu Pierre-Emerick Aubameyang. Ia berharap klub tak sampai bersikap sama seperti saat melepas Robin van Persie. Ia berharap Meriam London tak sampai salah mengambil keputusan di bursa transfer.

“Hierarki Arsenal benar-benar ngawur. Jika Aubameyang pergi, dia bakal menuju klub yang bisa memenangkan trofi dan itu sama dengan yang dilakukan Robin van Persie. Arsenal tak ada masalah soal identitas, mereka bermasalah dalam pengambilan keputusan dan itu harus disortir dari level atas,” pungkasnya.

Bek Liverpool Sebut yang Penting Liverpool Juara

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang bersiap untuk kembali menghadapi kompetisi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Liverpool.

Apalagi klub berjuluk The Reds itu di ambang gelar juara yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Liverpool telah mengemas total 82 poin dari berjarak lebih dari 20 poin dari Manchester City di urutan kedua. Si Merah pun hanya butuh enam poin atau dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara.

Namun demikian pesta juara Liverpool bakal tak lengkap. Pasalnya laga-laga akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton. Bahkan untuk merayakan pesta juara, para penggemar Liverpool dilarang untuk berkumpul.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari bek Liverpool, Andy Robertson. Menurutnya merayakan gelar juara dalam stadion kosong adalah hal yang aneh. Terasa amat berbeda berpesta bersama para penggemar.

“Maukah kami bermain di hadapan 55 ribu orang di Anfield (kandang Liverpool)? Tentu saja mau. Memenangkan pertandingan tanpa suporter rasanya jelas tak akan sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Robertson mengatakan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melibatkan banyak orang dalam kerumunan. Ia yakin para penggemarnya akan patuh dengan protokol untuk tidak datang ke stadion dan memilih memberikan dukungan dari rumah masing-masing.

“Tapi itulah yang harus kami jalani saat ini. Meski begitu, suporter kami akan memberikan dukungan luar biasa dari rumah masing-masing, dan kami bisa merasakan dukungan itu.”

Terlepas dari itu ia berharap bahwa peluang gelar di depan mata tidak sampai hilang. Ia yakin pada waktunya aka nada pesta juara.

“Semoga kami bisa merayakan gelar juara di akhir musim. Akan ada perayaan jika waktunya sudah memungkinkan,” sambungnya.

Untuk itu ia mengatakan saat ini pihaknya lebih menaruh perhatian untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang dikabarkan akan digulirkan lagi pada 17 Juni 2020 nanti. Ia pun memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan dan memastikan mereka mampu mengklaim trofi musim ini.

“Sekarang kami fokus dulu ke lapangan. Kami perlu meraih kemenangan untuk mendapatkan trofi juara untuk klub,” pungkasnya.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku bermain tanpa penonton adalah hal yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Kapten Liverpool Rasa Aneh Bila Angkat Trofi Liga Inggris dalam Situasi seperti Ini

Saat ini Liga Primer Inggris disiapkan untuk bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Klub-klub peserta sudah mulai berlatih meski tetap mematuhi sejumlah protokol secara ketat. Pertengahan Juni mendatang disebut-sebut sebagai waktu yang pas bagi bergulirnya lagi kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu.

Sementara itu Liverpool sedang bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Tim berjuluk The Reds itu berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Namun demikian akan ada hal berbeda yang terjadi di musim ini andaisaja Liverpool berhasil angkat trofi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bakal merayakan gelar juara di stadion kosong. Pasalnya Liga Primer Inggris bakal mengikuti Bundesliga Jerman yang menggulirkan kompetisi tanpa penonton.

Henderson sendiri mengaku situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain internasional Inggris itu mengatakan meski peluang juara sudah di depan mata, namun masih ada pekerjaan berat yang harus dilakukan. Liverpool masih membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci gelar juara.

“Kami masih punya tugas untuk dilakukan dan kami masih perlu tampil di level tinggi sampai musim benar-benar berakhir, karena kami ingin menuntaskannya setangguh mungkin untuk memastikan ini jadi musim yang penuh.”

Saat ini aku Henderson, timnya masih dalam trek positif. Ia berharap tren tersebut tetap dipertahankan hingga bisa memastikan gelar juara tak jatuh dari tangan mereka.

“Setelah itu, entah kami memenanginya atau apapun istilahnya, lalu menerima trofi dan fans tidak ada di sana, ya Anda cuma harus menerimanya ketika itu terjadi. Semoga gelar juara itu benar-benar terwujud, kami masih dalam posisi sangat bagus.”

Lebih lanjut pemain tengah tersebut mengatakan gelar Liga Inggris yang berpeluang diraih musim ini akan memompa semangat tim untuk bisa menjadi lebih baik di musim-musim berikutnya. Ia juga berharap situasi bisa kembali normal dan para penggemar bisa diizinkan untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

“Itu akan berarti kami sudah memenangi Premier League dan kami akan sangat senang. Tapi kemudian kami bisa melihat ke masa depan dan kapanpun fans diperbolehkan kembali ke stadion, saya yakin kami akan menggelar semacam perayaan bersama,” pungkasnya.

Liga Inggris Berpeluang Dilanjutkan Tapi Tanpa Penonton

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Salah satunya adalah berlanjutnya kompetisi tersebut dengan berbagai penyesuaian. Beredar kabar kompetisi tersebut akan dilanjutkan. Namun demikian tidak seperti biasa, pertandingan demi pertandingan tersisa akan dilangsungkan secara tertutup alias tanpa penonton.

Chairman FA Greg Clarke mengatakan peluang untuk melanjutkan kompetisi terbuka lebar. Hanya saja tidak bisa memberikan kesempatan kepada para penonton untuk datang ke stadion. Menurutnya situasi seperti ini menjadi pilihan yang pas di tengah kecemasan akan wabah Corona atau Covid-19 yang belum benar-benar berakhir.

Tidak sampai di situ, menaati berbagai kebijakan dan protokol wajib dilakukan. Salah satunya adalah menjaga jarak fisik untuk menghindari penyebaran wabah tersebut.

“Realitanya adalah, kita benar-benar tidak tahu bagaimana segala sesuatunya akan berjalan. Tapi dengan aturan jaga jarak diberlakukan untuk beberapa saat mendatang, kita memang menghadapi perubahan-perubahan substansial di seluruh ekosistem sepakbola,” beber Clarke.

Untuk itu Clarke mengatakan sulit untuk memastikan pertandingan demi pertandingan berjalan secara tertib dan terhindar dari kerumunan.

“Misalnya, sulit untuk meramalkan kerumunan suporter, yang menjadi sumber kehidupan permainan ini, kembali ke pertandingan-pertandingan dalam waktu dekat,” sambungnya.

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne mengatakan timnya berharap agar kompetisi bisa dilanjutkan lagi. Tidak hanya itu ia memprediksi mereka akan kembali berlatih dalam waktu dekat. Ia pun mengaku tak sabar untuk kembali berlatih.

Menurut pemain asal Belgia itu dalam situasi seperti ini sepak bola bisa memberikan hiburan kepada banyak orang. Suasana pandemi Corona atau Covid-19 membuat banyak orang merasa cemas. Sepak bola bisa hadir untuk memberikan hiburan.

“Perasaan saya mengatakan bahwa kami mungkin bisa berlatih lagi dalam dua minggu ke depan. Pemerintah ingin memulai kembali sepakbola untuk memberi sesuatu kepada banyak orang,” beber De Bruyne.

Lebih lanjut De Bruyne mengatakan kompetisi Liga Primer Inggris berpeluang besar dilanjutkan. Hanya saja ia ragu bila para penonton tetap diizinkan untuk menyaksikan setiap pertandingan secara langsung di stadion. Meski kompetisi tak lagi menarik, De Bruyne tetap berharap tetap dilanjutkan hingga tuntas.

“Saya rasa semuanya akan dituntaskan tanpa fan. Ini jelas membuat musim tak lagi menarik bagi siapapun, tetapi musim ini akan diselesaikan,” sambungnya.

De Bruyne menyinggung terkait dampak dari wabah Corona. Menurutnya wabah ini sudah mengguncang stabilitas keuangan klub-klub Liga Inggris. Ia memprediksi bila musim ini tak bisa diselesaikan maka akan ada masalah serius bagi setiap klub.

Aguero Sebut Para Pemain Masih Takuk Bermain

Saat ini muncul berbagai spekulasi terkait kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Kompetisi tersebut diprediksi akan kembali bergulir pada awal bulan depan. Saat ini sejumlah tim sudah mulai menggelar latihan, meski masih berlangsung secara terbatas.

Jelas tidak mudah untuk kembali berkompetisi apalagi di tengah situasi dunia yang belum benar-benar terbebas dari virus tersebut. Hal inilah yang membuat Aguero takut untuk kembali bertanding lagi.

Pemain asal Argentina itu mengatakan para pemain sepak bola masih merasa takut bila harus bertanding lagi dalam waktu dekat. Pemain depan Manchester City itu mengatakan para pemain masih memikirkan kesehatan dan keselamatannya, selain itu juga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga, anak, bayi, dan orang tua,” beber Aguero.

Lebih lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu mengakui dirinya juga merasa takut. Apalagi saat ini ia sedang bersama kekasihnya. Menurut informasi yang ia dapat tidak mudah bagi seseorang untuk terserang Corona bila tidak menjalin kontak dengan dunia luar. Hal ini yang membuatnya lebih memilih untuk tetap berada di dalam rumah.

“Itu membuat saya takut, tetapi saya masih baru di sini dengan pacar. Saya belum pernah kontak dengan orang lain, dan mereka mengatakan sangat jarang dan sulit yang tertular,” sambungnya.

Selain itu ia juga khawatir dengan kenyataan bahwa ada orang yang tertular dengan tanpa gejala yang jelas. Hal ini membuatnya lebih berhati-hati dan memilih tidak menjalani aktivitas di luar rumah.

“Tetapi, mereka mengatakan ada orang yang tertular, tidak memiliki gejala, dan mereka dapat menginfeksi Anda. Itu sebabnya saya berdiam diri di rumah. Anda bisa terinfeksi dan tidak menyadarinya,” sambungnya.

Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Belum diketahui kapan kompetisi itu akan bergulir lagi. Ada yang memprediksi Liga Primer Inggris akan kembali bergulir pada 8 Juni mendatang.

Namun demikian belum ada keputusan karena masih melihat situasi yang sedang terjadi. Beberapa klub sepak bola pun sudah mulai menggelar latihan. Mula-mula Arsenal, kemudian diikuti oleh Tottenham Hotspur dan Liverpool.

Klub-klub papan atas Liga Inggris seperti Manchester United pun mewacanakan untuk kembali berlatih. Sementara itu belum ada informasi terkait kapan para pemain Manchester City bisa berlatih lagi.

Berbeda dengan Liga Primer Inggris, beberapa kompetisi sepak bola di benua Eropa sudah dinyatakan berakhir. Eredivisie Belanda dan Liga Prancis sudah dinyatakan selesai untuk musim ini. Sementara itu Bundesliga Jerman masih dalam masa pertimbangan apakah akan mengikuti jejak Eredivisie dan Liga Prancis atau tidak.

Manchester United Wacanakan Segera Berlatih Kembali

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggris sedang terhenti. Pandemi Corona atau Covid-19 menjadi sebab. Namun demikian di tengah penantian akan berakhirnya wabah tersebut berhembus kabar gembira bagi para penggemar Manchester United.

Manchester United bahkan berencana untuk kembali menggelar latihan. Namun hal tersebut akan diputuskan melihat keputusan otoritas setempat terkait masa lockdown. Sebagaimana dikatakan asisten pelatih Setan Merah, Kieran McKenna, pihaknya terus memantau situasi sambil berharap agar latihan bisa kembali digelar.

“Untuk saat ini, kami masih terus bekerja dengan harapan lockdown bisa dicabut setelah tenggatnya habis dan bisa kembali berlatih normal,” beber Kieran McKenna.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan jadwal latihan, termasuk menyiapkan rencana cadangan bila masa lockdown masih diperpanjang.

“Kami sedang mempersiapkan jadwal latihan saat ini, tapi kami sudah punya rencana cadangan jika memang masa lockdown diperpanjang,” lanjutnya.

Sementara itu dari pentas La Liga Spanyol berkembang wacana untuk menggelar pertandingan tertutup hingga Januari 2021. Hal ini diambil untuk mencegah penyebaran wabah corona yang sampai saat ini belum benar-benar berhenti.

Sebagaimana dikatakan Menteri Olahraga Spanyol, Irene Lozano, pertandingan tanpa penonton merupakan solusi terbaik di tengah situasi ini. Ia yakin kompetisi La Liga musim ini bakal kembali digelar.

“Saya optimis dengan digulirkannya pertandingan tanpa penonton,” beber Lozano.

Lebih lanjut ia mengatakan sulit untuk memberikan kemudahan kepada para penggemar untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Apalagi saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah virus tersebut.

“Akan sangat sulit membawa fan kembali ke stadion tahun ini. Jelas akan sulit untuk mengadakan pertemuan dengan orang dalam jumlah besar hingga vaksin tersedia. Kami akan terus melihatnya perkembangan pandemi ini,” sambungnya.

Saat ini berkembang berbagai spekulasi terkait kelanjutan kompetisi tersebut, termasuk spekulasi penentuan gelar juara. Barcelona berada di urutan teratas klasemen sementara La Liga sebelum kompetisi tersebut terhenti. Blaugrana sementara ini unggul dua angka dari Real Madrid.

Ada yang menganjurkan agar kompetisi tersebut dihentikan karena situasi yang belum memungkinkan. Sementara itu gelar juara diberikan kepada Barcelona sebagai pemuncak klasemen sementara.

Bagaimana dengan sistem degradasi dan promosi? Ini adalah hal lain yang perlu dipikirkan bila sampai kompetisi disudahi. Terkait ini, ada yang mengusulkan agar degradasi musim ini ditiadakan, sementara beberapa tim teratas dari divisi bawah dipromosikan ke divisi teratas. Nah, bagaimana menurut anda? Skema seperti apa yang paling tepat?

Liga-Liga Eropa Bakal Bergulir Lagi September Nanti?

Saat ini publik sedang menanti kelanjutan liga-liga Eropa yang sementara ini ditangguhkan karena pandemi Corona atau Covid-19. Berkembang sejumlah rumor terkait waktu bergulirnya kembali kompetisi-kompetisi tersebut.

Salah satunya adalah perkiraan kompetisi yang bakal kembali bergulir setelah tengah tahun nanti. Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, bahkan memberikan anjuran terkait waktu yang tepat untuk menggulirkan kembali kompetisi tersebut.

Aulas mengharapkan agar liga-liga Eropa bergulir lagi pada September hingga akhir tahun nanti. Ia sudah berbicara terkait kemungkinan ini di tingkat Ligue 1 dengan sejumlah petinggi klub.

“Saya takut kami tidak bisa melajutkan musim ini lagi. Dan itulah mengapa kami membicarakan sebuah skenario baru bersama Jean-Pierre Rivere (Presiden Nice) dan Nasser Al-Khelaifi (Presiden PSG), yakni menuntaskan musim 2019/2020 sampai akhir tahun dan setelahnya bisa memulai musim baru di awal 2021,” beber Aulas.

Hal ini dikaitkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar pada November hingga Desember. Menurutnya dengan bergulirnya lagi kompetisi tersebut menjelang akhir tahun akan membuat event akbar tersebut tak bakal terganggu.

“Ini salah satu skenario yang juga menguntungkan Piala Dunia di Qatar. Meski sebenarnya saya menerima apapun usulan untuk bisa menuntaskan musim ini,” sambungnya.

Sementara itu Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora menaruh harapan terkait bergulirnya kembali Serie A. Ia berharap kompetisi tersebut bisa kembali bergulir sebelum tengah tahun ini.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

“Kami berharap mengonfirmasi tanggal 4 Mei untuk kembali ke pelatihan sesegera mungkin. Saya berharap kami bisa tetap berpatokan pada tanggal itu, bahkan jika hanya untuk pelatihan di balik ruangan tertutup,” sambungnya.

Meski masa karantina wilayah semakin mendekati kesudahan, sang menteri mengatakan saat ini masyarakat Italia masih tetap waspada dan tetap mematuhi protokol yang ada. Kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Pada saat ini, satu-satunya perhatian kami adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat umum,” pungkasnya.

Gara-gara Corona, Gaji Pemain Arsenal Dipangkas

Ternyata wabah Corona atau Covid-19 yang masih berlangsung memberikan dampak bagi keuangan klub-klub sepak bola. Tidak terkecuali Arsenal. Hal inilah yang membuat manajemen The Gunners harus mengambil kebijakan untuk memangkas gaji para pemain demi menjaga kesehatan keuangan klub.

Upah para pemain The Gunners dikabarkan akan dipangkas sebesar 12,5 persen selama satu tahun. Meski begitu uang hasil pemotongan itu masih berpeluang untuk kembali ke rekening para pemain Arsenal.

Pihak Arsenal mengatakan pihaknya sudah mencapai kata sepakat dengan para pemain. Manajemen klub pun senang dengan kesediaan para pemain untuk merelakan gajinya dipotong.

“Kami begitu gembira mengumumkan telah sepakat dengan para pemain dan staf pelatih di tim utama. Mereka sepenuhnya mendukung pihak klub dalam situasi sulit ini,” ungkap pihak Arsenal.

Lebih lanjut klub asal kota London itu mengatakan pemotongan itu mulai berlaku bulan ini hingga setahun ke depan. Pihaknya akan segera menyelesaikan urusan administrasi terkait perubahan tersebut.

“Kesepakatan untuk pemotongan pendapatan tahunan sebesar 12,5 persen yang mulai berlaku bulan ini. Dokumen untuk kesepakatan ini akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang.”

Pihak klub mengatakan para pemain Arsenal tetap berpeluang untuk mendapatkan kembali penghasilan yang terpotong. Syaratnya, prestasi Arsenal bisa membaik di musim-musim mendatang.

“Jika kami berhasil memenuhi target terutama untuk di lapangan pada musim-musim mendatang, Kami akan membayar kembali jumlah dari pemotongan itu. Hal ini sepenuhnya ditentukan oleh para pemain,” pungkas pernyataan tersebut.

Kebijakan pemotongan gaji bukan baru dialami para pemain Arsenal. Sejumlah klub lain bahkan sudah memberlakukan kebijakan tersebut. AS Roma misalnya sudah menerapkan pemotongan gaji para pemain. Bahkan para pemain, pelatih dan staf Serigala Roma bersedia tak digaji hingga akhir musim.

“Kami selalu bicara soal persatuan di Roma, dan dengan bersedia tak digaji sampai akhir musim, para pemain, pelatih, dan staf telah menunjukkan kami akan menghadapi masalah ini bersama-sama,” ungkap CEO Roma, Guido Fienga.

Fienga mengapresiasi kerelaan para pihak untuk mengambil keputusan tersebut. Menurutnya hal ini didasarkan pada pemahaman mereka terhadap situasi yang tengah terjadi saat ini.

“Edin Dzeko (kapten klub), seluruh pemain dan pelatih Paulo Fonseca telah memahami nilai-nilai klub ini dan kami berterima kasih atas sikap mereka kepada para karyawan klub ini,” lanjutnya.

Sementara itu bila musim ini kembali berlanjut, maka ada kemungkinan para pemain pelatih dan staf mendapat insentif.