Tekuk Crystal Palace, Liverpool Dekati Tangga Juara

Liverpool berhasil memetik kemenangan di pekan ke-31 Liga Primer Inggris. Menghadapi Crystal Palace di kandang sendiri di Stadion Anfield pada Kamis, 25 Juni 2020 dini hari WIB, The Reds menang dengan skor telak 4-0.

Empat gol tuan rumah disumbangkan oleh empat pemain berbeda yakni Trent Alexander-Arnold, Mohamed Salah, Fabinho, dan Sadio Mane. Kemenangan ini mendekatkan Liverpool dengan tangga juara.

Saat ini Liverpool sudah mengemas total 86 poin dan semakin jauh meninggalkan para pesaing seperti Manchester City di urutan kedua dan Leicester City di tempat ketiga. Dengan jumlah poin tersebut maka Liverpool hanya butuh dua poin lagi untuk menjadi juara. Bahkan gelar juara Liverpool akan ditentukan para pertandingan Manchester City kontra Chelsea. Bila sampai City kalah maka Liverpool sudah bisa berpesta.

Sementara itu kekalahan ini membuat Crystal Palace tertahan di urutan kesembilan dengan raihan total 42 poin. Palace tentu tidak ingin posisinya semakin terperosok sehingga harus bangkit di laga selanjutnya.

Di laga ini Liverpool tampil dengan kekuatan penuh termasuk Mohamed Salah yang absen di laga sebelumnya. Salah menemani Roberto Firmino dan Sadio Mane di lini serang.

Sejak menit awal tuan rumah langsung memberikan ancaman. Sepanjang pertandingan The Reds mampu mengendalikan laga dan nyaris tidak memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk berkembang.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tak terlalu tertarik menunggu hasil Man City versus Chelsea. Menurutnya kedua tim itu adalah tim terbaik saat ini. Bila sampai menyaksikan laga itu maka itu semata-mata untuk mengetahui permainan dan strategi yang mereka terapkan.

“Saya tidak tertarik dengan hasilnya. Mereka adalah dua tim terbaik saat ini. Saya mau tahu bagaimana permainan mereka,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund ini mengatakan timnya hanya fokus pada pertandingan yang akan mereka lakoni. Ia juga tak memikirkan bagaimana harus merayakan gelar juara nanti.

“Kami hanya fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain dan harus menang. Tidak kepikiran sih, bagaimana mau melakukan selebrasi nanti,” tegasnya.

Susunan Pemain Liverpool versus Crystal Palace:

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold (Neco Williams 74′), Joe Gomez, Virgil van Dijk, Andrew Robertson (Harvey Elliott 84′); Fabinho, Jordan Henderson (Alex Oxlade-Chamberlain 64′), Georginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Sadio Mane (Naby Keita 84′), Roberto Firmino (Takumi Minamino 74′).

Pelatih: Jurgen Klopp

Crystal Palace: Wayne Hennessey; Joel Ward, Gary Cahill, Mamadou Sakho, Patrick van Aanholt; James McCarthy; Andros Townsend, James McArthur (Jairo Riedewald 66′), Cheikhou Kouyate (Luka Milivojevic 66), Wilfried Zaha (Max Meyer 15′); Jordan Ayew (Brandon Pierrick 84′).

Pelatih: Roy Hodgson

Henderson Minta Para Pemain Liverpool Jaga Lisan

Kompetisi Liga Primer Inggris akan bergulir lagi setelah sempat jeda beberapa bulan. Hanya saja laga-laga yang akan digelar tidak akan dihadiri oleh para penonton. Pertandingan akan berlangsung secara tertutup.

Situasi ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Salah satunya seperti dicemaskan kapten Liverpool, Jordan Henderson. Menurutnya dalam stadion kosong ucapan dan tutur kata para pemain akan mudah terekam oleh kamera televise. Untuk itu ia meminta rekan-rekannya untuk menjaga lisan.

“Buat para pemain ini akan cukup sulit bermain di stadion tanpa suara bising karena anda bisa mendengar semua orang berbicara. Sekali lagi, kami harus beradaptasi dengan situasi ini dan berusaha meminimalisasi sumpah serapah,” beber Henderson.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam situasi seperti ini lisan memang harus benar-benar dijaga. Ia sendiri tidak ingin terlibat dalam kontroversi yang membuatnya harus meminta maaf secara khusus setelah pertandingan.

“Saya lebih khawatir dengan lisan saya ketika saya bertanding! Saya tak mau terus-terusan meminta maaf kepada semua orang setelah setiap pertandingan. Saya harus lebih hati-hati, terutama kalau duel berlangsung panas,” sambungnya.

Tidak hanya pemain, pelatih pun harus berhati-hati dalam mengeluarkan komentar. Namun ia tahu bahwa baik pelatih maupun pemain tahu bagaimana berhadapan dengan situasi seperti ini.

“Saya yakin manajer juga harus berhati-hati dengan bahasanya! Namun, dia juga tahu kami tak bisa menyalahkan kerumunan karena tak bisa mendengar apa yang dia katakan di tengah pertandingan,” pungkasnya.

Liverpool akan menghadapi Everton dalam derby Merseyside pada Senin, 22 Juni 2020 dini hari WIB. Pertandingan antara dua tim sekota ini akan ikut menentukan cepat atau lambatnya Liverpool mengklaim gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Liverpool hanya membutuhkan tambahan enam poin untuk mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun terakhir. Dua kemenangan tentu bukan pekerjaan sulit bagi The Reds.

“Kalau kami menjadi juara, apapun perayaannya mungkin kami akan melakukannya secara internal dan dengan seluruh suporter kami di momen di mana kita diizinkan untuk melakukannya lagi,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu memastikan bahwa hal itu bisa saja terjadi. Begitu juga dengan parade kemenangan.

“Saya bisa menjanjikan kalau hal itu terjadi, akan ada parade juga. Kapanpun. Siapa yang peduli! Kami cuma butuh sehari ketika semua orang bisa datang dan kemudian kami akan melakukannya,” sambungnya.

Juara Liga Inggris Jadi Kado Perpisahan Lallana

Para penggemar Liverpool bakal kehilangan Adam Lallana. Kontrak pemain ini akan segera berakhir. Terkini pemain asal Inggris itu baru saja mendapat perpanjangan kontrak satu bulan sebelum meninggalkan Anfield.

Sebelum pemain tersebut hijrah ia akan mendapat kado manis berupa gelar Liga Primer Inggris yang akan segera didapat. Liverpool kini berada di pintu juara yang telah dinanti selama 30 tahun terakhir.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih menarik perhatian bagi banyak klub. Ia pun sangat menghargai dedikasi dan komitmen pemain tersebut bersama The Reds.

“Saya mengerti betapa Adam sangat dicari oleh klub lain saat ini yang menginginkannya musim depan. Jadi baginya ini adalah komitmen yang dia gunakan dan kami sangat menghargainya,” beber Lallana.

Lebih lanjut Klopp mengatakan pemain itu telah menunjukkan banyak hal positif. Sehingga manajer asal Jerman itu menilai Lallana pantas mendapatkan kado perpisahan yang manis.

“Memang inilah yang harus dilakukan karena saya senang dirinya bisa tetap bersama kami buat menuntaskan sisa musim ini dan dia pantas mendapatkan perpisahan yang layak. Adam selalu mengutamakan klub lebih dulu, dia selalu seperti itu,” lanjutnya.

Ia mengatakan Lallana adalah pemain yang istimewa. Ia berharap pemain itu bisa bertahan setidaknya hingga mereka memastikan gelar juara Liga Inggris.

“Cukup sulit buat kehilangan dia sebelum musim ini selesai. Alhasil, sangat luar biasa jika kami dapat menunda pesan perpisahan terima kasih dan semoga sukses sampai akhir Juli mendatang,” pungkasnya.

Liverpool sempat dikaitkan dengan pemain muda RB Leipzig, Timo Werner. Hanya saja mantan pemain timnas Inggris, Paul Robinson menilai mahar yang bakal ditetapkan RB Leipzig sebagai klub Werner saat ini bisa dialokasikan untuk membeli beberapa pemain bintang.

Liverpool bisa memanfaatkan uang 50 juta pounds untuk mendapatkan Werner untuk membeli beberapa pemain bintang sekaligus.

“Saya terkejut karena sepertinya, dia hampir pasti ke Liverpool. Werner adalah pemain berkualitas tinggi dan seorang pencetak gol,” beber Robinson.

Lebih lanjut Robinson optimis dengan masa depan Werner di Liga Primer Inggris. Tidak terkecuali bila sampai ia menelikung ke rival Liverpool di Liga Inggris yakni Chelsea.

“Dia akan menjadi aset besar bagi Liga Inggris dan Chelsea akan memilikinya. Namun, Klopp punya kualitas yang luar biasa dan tak akan kesulitan mendatangkan pemain.”

Menurutnya dengan dana 50 juta poundsterling, sebuah klub bisa mendapatkan dua hingga tiga pemain berkualitas. Dalam situasi dunia yang tengah menghadapi dampak wabah Corona atau Covid-19, angka seperti itu terbilang besar.

Werner Bakal Jadi Rekrutan Terakhir Chelsea?

Timo Werner terus dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Primer Inggris. Salah satunya adalah Chelsea. Pemain ini bahkan dikabarkan semakin dekat ke klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu.

Sejauh ini Chelsea menjadi klub Liga Inggris yang paling agresif. Apakah pemain depan RB Leipzig itu akan menjadi rekrutan terakhir klub tersebut? Mantan penyerang tim nasional Inggris, Alan Shearer, berpendapat klub-klub Inggris belum kehabisan gairah untuk berbelanja pemain di bursa transfer.

Menurutnya seandainya mendatangkan Werner, pemain tersebut diyakini bukan yang terakhir bagi klub asal London itu. Meski begitu ia yakin ada sejumlah klub yang akan melakukan penyesuaian di bursa transfer.

“Melihat cara mereka masuk ke bursa transfer, saya sangat ragu bahwa Werner bakal jadi rekrutan terakhir mereka. Melihat situasi yang dialami sepakbola saat ini, akan ada klub-klub yang harus melakukan penyesuaian finansial, melego aset-aset mereka,” beber Shearer.

Ia yakin Chelsea adalah klub yang akan mampu bertahan di tengah pandemi Corona atau Covid-19 ini. Klub tersebut bakal terus berbelanja pemain di bursa transfer. Dengan demikian ia memprediksi Werner bakal bukan menjadi rekrutan terakhir mereka.

“Namun di sisi lain, klub-klub tertentu tidak akan berhenti berbelanja. Chelsea adalah klub pertama yang bergerak dan akan menarik melihat bagaimana klub-klub lainnya merespons,” pungkasnya.

Mantan pemain depan Liverpool, Michael Owen menilai pemain tersebut lebih cocok untuk bergabung dengan Chelsea ketimbang klub lain seperti Liverpool. Ia membeberkan alasan bahwa saat ini Liverpool sudah mengikat Divock Origi dengan kontrak jangka panjang.

Origi merupakan pemain depan pelapis trisula Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane. Dengan demikian bila jadi merekrut Werner maka pemain itu akan jadi pemain cadangan keempat.

“Itulah masalahnya. Baru-baru ini Liverpool sudah memberi kontrak jangka panjang buat Divock Origi… mereka praktis menegaskan bahwa, ‘Oke, ia adalah cadangan kita jika ada yang cedera’,” beber Owen.

Selain itu saat ini Liverpool tentu berpikir panjang untuk mengeluarkan banyak uang untuk pemain tersebut. Di sisi lain tim tersebut masih memiliki stok sejumlah pemain depan.

Tentu disayangkan bila uang banyak yang dikeluarkan untuk Werner hanya untuk menempatkan pemain tersebut di bangku cadangan. Karena itu Owen berpendapat pemain itu lebih pas bergabung dengan Chelsea.

“Tapi harus ada keseimbangan dalam hal kondisi finansial saat ini dan menurut saya mungkin Chelsea lebih membutuhkan dirinya,” sambungnya.

Fowler Nilai Werner Belum Layak Gabung Liverpool

Timo Werner sedang dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Primer Inggris. Selain Chelsea, pemain itu lebih dulu dikaitkan dengan Liverpool. Muncul beragam tanggapan terkait peluang pemain tersebut bergabung dengan The Reds.

Menurut mantan pemain Liverpool, Robbie Fowler, pemain RB Leipzig itu belum layak untuk bergabung dengan Si Merah. Ia menilai pemain muda tersebut memiliki bakat dan potensi istimewa.

“Saya sudah mendengar hingar-bingar soal Timo Werner dalam beberapa pekan terakhir, tapi saya bukan salah satu penggemar beratnya. Saya tahu dia pemain bertalenta, dia punya momen-momen brilian yang menampilkan kualitasnya,” beber Fowler.

Namun demikian untuk bermain dengan Liverpool saat ini, Fowler menilai pemain tersebut belum pas. Apalagi ia akan dproyeksi mengisi lini depan Si Merah yang saat ini sudah dihuni trisula maut yakni Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino.

“Namun saya berpegang dengan hal ini: Apakah Werner sudah memenuhi standar trio lini serang Liverpool saat ini? Saya rasa belum,” sambungnya.

Ia tahu bahwa banyak pihak yang menginginkan Werner bergabung dengan Liverpool. Meski begitu Fowler menilai Werner bukanlah pemain sekelas Marco van Basten yang bisa bermain dengan baik di klub manapun.

“Saya juga melihat kekecewaan dari beberapa penggemar Liverpool ketika mengetahui dia tidak akan meninggalkan RB Leipzing buat ke Anfield. Ini malah membuatnya tampak seolah-olah dirinya itu Marco van Basten, pemain kelas dunia yang bisa bergabung ke mana saja.”

Ia juga tidak yakin Werner akan tampil konsisten di lapangan pertandingan dengan klub berbeda. Ia menilai pemain tersebut kurang cocok bermain di Liverpool, dan menganggap mungkin lebih cocok berseragam Chelsea.

“Apakah pengaruhnya di lapangan cukup konsisten? Buat saya sih tidak. Apakah dia cocok dengan pemain yang ingin anda datangkan buat ditantang dan diganti? Tentu tidak di Liverpool. Mungkin bisa di Chelsea.”

Seakan menegaskan pendapatnya, Fowler mengatakan Werner benar-benar belum pas untuk bermain dengan Liverpool. Ia belum yakin dengan berbagai euforia dan pujian terhadap pemain tersebut termasuk bermain untuk Liverpool.

“Saya tetap teguh dengan analisis saya. Saya belum percaya segala keriuhan itu sepadan dengan Werner. Saya tidak yakin dia cocok menjadi pemain Liverpool,” tegasnya.

Saat ini Liverpool berada di ambang juara Liga Primer Inggris. Tim tersebut sementara ini berada di urutan teratas dengan raihan total 82 poin dari 29 pertandingan. Si Merah unggul jauh dari para pesaing terdekatnya, seperti Manchester City di urutan kedua yang berjarak 25 poin.

Robertson: Klopp adalah Sosok Ayah

Kehadiran Jurgen Klopp bagi Liverpool teramat penting. Di tangan pelatih asal Jerman itu, Liverpool kembali mendapatkan tajinya sebagai salah satu tim yang diperhitungkan. Bersama mantan pelatih Borussia Dortmund itu, Liverpool mampu meraih gelar yang telah lama dirindukan. Salah satunya adalah Liga Champions Eropa.

Selain itu tidak lama lagi Si Merah akan menuntaskan penantian panjang selama 30 tahun untuk menjadi juara Liga Primer Inggris. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri paceklik gelar itu.

Di mata Andy Robertson, Klopp adalah sosok pelatih yang luar biasa. Tidak hanya itu Robertson menilai Klopp sebagai sosok ayah bagi tim tersebut.

“Dia adalah sosok ayah di tempat latihan ini, kelompok pemuda-pemuda ini, dan dia di sini untuk kami di setiap suasana, apakah di dalam lapangan atau di luar lapangan,” bebernya.

Pemain asal Skotlandia itu mengatakan kesukesan Liverpool tidak lepas dari campur tangan pelatih tersebut. Bahkan dirinya pun menjadi pemain yang meraih kesuksesan di tangan Klopp. Sebelum berseragam Liverpool, Robertson bukanlah pemain yang diperhitungkan.

“Itulah mengapa kami begitu sukses sekarang. Itu karena dia, dan semoga hal ini akan berlangsung lama.”

Ia mengatakan untuk mencapai kesuksesan itu dibutuhkan kerja keras. Perjuangan berbagai pihak akhirnya berbuah manis. Namun demikian, di mata Robertson, Liverpool lebih dari sebuah tim sepak bola. Ia menganggap klub tersebut seperti keluarga.

“Aku tahu ini soal kerja keras, dan dia adalah manajerku. Tapi kami lebih daripada itu, kami di sini seperti keluarga dan itulah mengapa kami begitu sukses,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris hingga kompetisi terpaksa dihentikan. The Reds bahkan sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan tambahan enam poin lagi alias dua kemenangan. Dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua, tim asal kota pelabuhan itu hampir pasti mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun terakhir.

Meski begitu Klopp mengatakan pihaknya tak ingin jemawa dengan selisih poin tersebut. Menurutnya masih tersisa sembilan pertandingan yang memperebutkan total 27 poin. Ia menegaskan timnya berusaha untuk meraih poin sebanyak mungkin. Meski sudah berada di ambang juara, Liverpool sejatinya belum juara.

“Ada 27 poin tersisa untuk kami dan kami akan mencoba segala cara untuk meraih semuanya. Kami masih belum juara, kami harus memainkan pertandingan dan memenangi semuanya,” sambungnya.

Liverpool sendiri bisa mengunci gelar juara setelah dua laga pertama. Bahkan pesta juara bisa lebih cepat andaisaja Manchester City kalah dari Arsenal di laga pertama setelah kompetisi kembali bergulir.

Kehadiran Werner Bisa Ancam Posisi Firmino di Liverpool

Saat ini nama Timo Werner kerap dikaitkan dengan Liverpool. Pemain RB Leipzig itu disebut-sebut menjadi buruan raksasa Liga Primer Inggris itu. Ternyata kehadiran Werner bakal mempengaruhi komposisi skuad yang ada, termasuk trisula maut Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

Sebagaimana dikatakan Danny Mills, kehadiran Werner bakal membuat salah satu dari trio maut itu terancam. Pemain yang dimaksud oleh mantan pemain belakang Manchester City itu adalah Roberto Firmino.

Menurut Mills, posisi Werner itu sama seperti yang saat ini dimainkan Firmino. Tak heran bila Werner jadi merumput di Anfield, maka posisi pemain internasional Brasil itu bisa terancam.

“Anda harus mengatakan Firmino. Timo Werner itu tipe penyerang tengah, si nomor sembilan. Memang di sana dirinya dan itu yang akan dia lakukan,” beber Mills.

Lebih lanjut pemain yang pernah bermain untuk Leeds United itu mengatakan kehadiran Werner bakal menghadirkan atmoster persaingan di antara para pemain depan Liverpool. Menurut mantan pemain Inggris itu hal seperti ini merupakan sesuatu yang lumrah dalam dunia sepak bola. Bagi para pemain yang bersaing, wajib hukumnya untuk terus meningkatkan kualitas agar bisa mendapat kepercayaan untuk mengisi skuad.

“Ini adalah kompetisi memperebutkan posisi dan dia adalah striker yang luar biasa, masih muda dan mesti banyak belajar. Anda harus selalu menambahkan kualitas ke dalam tim anda,” sambungnya.

Meski akan menimbulkan persaingan internal, kehadiran pemain baru akan memberikan dampak positif bagi klub. Klub jadi punya opsi bila ada pemain yang cedera atau bila harus dipanggil ke tim nasional. Apalagi saat ini tingkat persaingan di Liga Primer Inggris semakin kuat. Banyak klub papan atas yang memiliki skuad mumpuni dengan stok pemain berkualitas yang melimpah, salah satunya adalah mantan tim Mills.

“Liverpool bisa saja mendapati pemainnya cedera atau dipanggil ke timnas dan itu mungkin mengalir begitu saja, mereka mesti waspada dengan itu. Lihat bagaimana kuatnya skuat Manchester City, Liverpool butuh adanya persaingan di trio serangannya,” pungkasnya.

Saat ini Liga Primer Inggris bersiap untuk bergulir lagi. Tim-tim peserta sedang mempersiapkan diri. Kompetisi yang akan bergulir laga pada bulan ini memberikan angina segar bagi sepak bola di Inggris.

Namun demikian persaingan untuk memperebutkan trofi juara sepertinya sudah berakhir. Liverpool kini berada di ambang juara. Tim tersebut sudah mengemas total 82 poin dan mencatatkan keunggulan yang sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Selisih lebih dari 20 poin mustahil bagi Manchester City untuk bisa mengejar, apalagi menyalib Si Merah.

Bek Liverpool Sebut yang Penting Liverpool Juara

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang bersiap untuk kembali menghadapi kompetisi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Liverpool.

Apalagi klub berjuluk The Reds itu di ambang gelar juara yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Liverpool telah mengemas total 82 poin dari berjarak lebih dari 20 poin dari Manchester City di urutan kedua. Si Merah pun hanya butuh enam poin atau dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara.

Namun demikian pesta juara Liverpool bakal tak lengkap. Pasalnya laga-laga akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton. Bahkan untuk merayakan pesta juara, para penggemar Liverpool dilarang untuk berkumpul.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari bek Liverpool, Andy Robertson. Menurutnya merayakan gelar juara dalam stadion kosong adalah hal yang aneh. Terasa amat berbeda berpesta bersama para penggemar.

“Maukah kami bermain di hadapan 55 ribu orang di Anfield (kandang Liverpool)? Tentu saja mau. Memenangkan pertandingan tanpa suporter rasanya jelas tak akan sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Robertson mengatakan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melibatkan banyak orang dalam kerumunan. Ia yakin para penggemarnya akan patuh dengan protokol untuk tidak datang ke stadion dan memilih memberikan dukungan dari rumah masing-masing.

“Tapi itulah yang harus kami jalani saat ini. Meski begitu, suporter kami akan memberikan dukungan luar biasa dari rumah masing-masing, dan kami bisa merasakan dukungan itu.”

Terlepas dari itu ia berharap bahwa peluang gelar di depan mata tidak sampai hilang. Ia yakin pada waktunya aka nada pesta juara.

“Semoga kami bisa merayakan gelar juara di akhir musim. Akan ada perayaan jika waktunya sudah memungkinkan,” sambungnya.

Untuk itu ia mengatakan saat ini pihaknya lebih menaruh perhatian untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang dikabarkan akan digulirkan lagi pada 17 Juni 2020 nanti. Ia pun memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan dan memastikan mereka mampu mengklaim trofi musim ini.

“Sekarang kami fokus dulu ke lapangan. Kami perlu meraih kemenangan untuk mendapatkan trofi juara untuk klub,” pungkasnya.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku bermain tanpa penonton adalah hal yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Kapten Liverpool Rasa Aneh Bila Angkat Trofi Liga Inggris dalam Situasi seperti Ini

Saat ini Liga Primer Inggris disiapkan untuk bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Klub-klub peserta sudah mulai berlatih meski tetap mematuhi sejumlah protokol secara ketat. Pertengahan Juni mendatang disebut-sebut sebagai waktu yang pas bagi bergulirnya lagi kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu.

Sementara itu Liverpool sedang bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Tim berjuluk The Reds itu berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Namun demikian akan ada hal berbeda yang terjadi di musim ini andaisaja Liverpool berhasil angkat trofi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bakal merayakan gelar juara di stadion kosong. Pasalnya Liga Primer Inggris bakal mengikuti Bundesliga Jerman yang menggulirkan kompetisi tanpa penonton.

Henderson sendiri mengaku situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain internasional Inggris itu mengatakan meski peluang juara sudah di depan mata, namun masih ada pekerjaan berat yang harus dilakukan. Liverpool masih membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci gelar juara.

“Kami masih punya tugas untuk dilakukan dan kami masih perlu tampil di level tinggi sampai musim benar-benar berakhir, karena kami ingin menuntaskannya setangguh mungkin untuk memastikan ini jadi musim yang penuh.”

Saat ini aku Henderson, timnya masih dalam trek positif. Ia berharap tren tersebut tetap dipertahankan hingga bisa memastikan gelar juara tak jatuh dari tangan mereka.

“Setelah itu, entah kami memenanginya atau apapun istilahnya, lalu menerima trofi dan fans tidak ada di sana, ya Anda cuma harus menerimanya ketika itu terjadi. Semoga gelar juara itu benar-benar terwujud, kami masih dalam posisi sangat bagus.”

Lebih lanjut pemain tengah tersebut mengatakan gelar Liga Inggris yang berpeluang diraih musim ini akan memompa semangat tim untuk bisa menjadi lebih baik di musim-musim berikutnya. Ia juga berharap situasi bisa kembali normal dan para penggemar bisa diizinkan untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

“Itu akan berarti kami sudah memenangi Premier League dan kami akan sangat senang. Tapi kemudian kami bisa melihat ke masa depan dan kapanpun fans diperbolehkan kembali ke stadion, saya yakin kami akan menggelar semacam perayaan bersama,” pungkasnya.

Klopp Bersemangat Liverpool Kembali Berlatih

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Tidak terkecuali Liverpool. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp, bahkan sudah tak sabar untuk kembali memimpin latihan tim.

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Meski begitu mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.