Bek Liverpool Sebut yang Penting Liverpool Juara

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang bersiap untuk kembali menghadapi kompetisi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Liverpool.

Apalagi klub berjuluk The Reds itu di ambang gelar juara yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Liverpool telah mengemas total 82 poin dari berjarak lebih dari 20 poin dari Manchester City di urutan kedua. Si Merah pun hanya butuh enam poin atau dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara.

Namun demikian pesta juara Liverpool bakal tak lengkap. Pasalnya laga-laga akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton. Bahkan untuk merayakan pesta juara, para penggemar Liverpool dilarang untuk berkumpul.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari bek Liverpool, Andy Robertson. Menurutnya merayakan gelar juara dalam stadion kosong adalah hal yang aneh. Terasa amat berbeda berpesta bersama para penggemar.

“Maukah kami bermain di hadapan 55 ribu orang di Anfield (kandang Liverpool)? Tentu saja mau. Memenangkan pertandingan tanpa suporter rasanya jelas tak akan sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Robertson mengatakan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melibatkan banyak orang dalam kerumunan. Ia yakin para penggemarnya akan patuh dengan protokol untuk tidak datang ke stadion dan memilih memberikan dukungan dari rumah masing-masing.

“Tapi itulah yang harus kami jalani saat ini. Meski begitu, suporter kami akan memberikan dukungan luar biasa dari rumah masing-masing, dan kami bisa merasakan dukungan itu.”

Terlepas dari itu ia berharap bahwa peluang gelar di depan mata tidak sampai hilang. Ia yakin pada waktunya aka nada pesta juara.

“Semoga kami bisa merayakan gelar juara di akhir musim. Akan ada perayaan jika waktunya sudah memungkinkan,” sambungnya.

Untuk itu ia mengatakan saat ini pihaknya lebih menaruh perhatian untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang dikabarkan akan digulirkan lagi pada 17 Juni 2020 nanti. Ia pun memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan dan memastikan mereka mampu mengklaim trofi musim ini.

“Sekarang kami fokus dulu ke lapangan. Kami perlu meraih kemenangan untuk mendapatkan trofi juara untuk klub,” pungkasnya.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mengaku bermain tanpa penonton adalah hal yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Kapten Liverpool Rasa Aneh Bila Angkat Trofi Liga Inggris dalam Situasi seperti Ini

Saat ini Liga Primer Inggris disiapkan untuk bergulir lagi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Klub-klub peserta sudah mulai berlatih meski tetap mematuhi sejumlah protokol secara ketat. Pertengahan Juni mendatang disebut-sebut sebagai waktu yang pas bagi bergulirnya lagi kompetisi tertinggi di jagad sepak bola Inggris itu.

Sementara itu Liverpool sedang bersemangat untuk melanjutkan kompetisi. Tim berjuluk The Reds itu berada di ambang juara Liga Primer Inggris yang telah dinanti selama tiga puluh tahun. Namun demikian akan ada hal berbeda yang terjadi di musim ini andaisaja Liverpool berhasil angkat trofi.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bakal merayakan gelar juara di stadion kosong. Pasalnya Liga Primer Inggris bakal mengikuti Bundesliga Jerman yang menggulirkan kompetisi tanpa penonton.

Henderson sendiri mengaku situasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa. Baginya angkat trofi dalam stadion kosong terasa aneh.

“Tentu saja itu akan terasa berbeda, karena kalau Anda memenangi trofi apapun dan menerimanya tanpa ada pendukung di sini, itu akan agak aneh. Tapi ini masih belum berakhir,” beber Henderson.

Lebih lanjut pemain internasional Inggris itu mengatakan meski peluang juara sudah di depan mata, namun masih ada pekerjaan berat yang harus dilakukan. Liverpool masih membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci gelar juara.

“Kami masih punya tugas untuk dilakukan dan kami masih perlu tampil di level tinggi sampai musim benar-benar berakhir, karena kami ingin menuntaskannya setangguh mungkin untuk memastikan ini jadi musim yang penuh.”

Saat ini aku Henderson, timnya masih dalam trek positif. Ia berharap tren tersebut tetap dipertahankan hingga bisa memastikan gelar juara tak jatuh dari tangan mereka.

“Setelah itu, entah kami memenanginya atau apapun istilahnya, lalu menerima trofi dan fans tidak ada di sana, ya Anda cuma harus menerimanya ketika itu terjadi. Semoga gelar juara itu benar-benar terwujud, kami masih dalam posisi sangat bagus.”

Lebih lanjut pemain tengah tersebut mengatakan gelar Liga Inggris yang berpeluang diraih musim ini akan memompa semangat tim untuk bisa menjadi lebih baik di musim-musim berikutnya. Ia juga berharap situasi bisa kembali normal dan para penggemar bisa diizinkan untuk datang ke stadion menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

“Itu akan berarti kami sudah memenangi Premier League dan kami akan sangat senang. Tapi kemudian kami bisa melihat ke masa depan dan kapanpun fans diperbolehkan kembali ke stadion, saya yakin kami akan menggelar semacam perayaan bersama,” pungkasnya.

Klopp Bersemangat Liverpool Kembali Berlatih

Saat ini tim-tim Liga Primer Inggris sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Tidak terkecuali Liverpool. Pelatih The Reds, Jurgen Klopp, bahkan sudah tak sabar untuk kembali memimpin latihan tim.

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Meski begitu mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Van Dijk: Aku Sudah Bekerja Keras dengan Dedikasi Besar

Virgil Van Dijk adalah salah satu pemain penting Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Pria asal Belanda itu adalah salah satu pemain kunci di lini belakang. Kehadirannya sangat berkontribusi bagi Liverpool.

Pemain internasional Belanda itu tidak hanya cakap menjaga lini pertahanan agar terhindar dari kebobolan. Pemain jangkung itu juga kerap mencetak gol-gol penting bagi Si Merah.

Melihat perjalanannya sejauh ini, pemain berusia 30 tahun itu mengatakan dirinya sangat bangga dengan semua pengorbanan yang sudah diberikan. Ia menegaskan dirinya sudah berjuang maksimal.

“Sejauh ini merupakan sebuah jalan yang bagus yang kuambil sampai aku menjadi seperti ini, segalanya terjadi karena suatu alasan. Aku sudah bekerja keras dengan dedikasi besar dan itu adalah sesuatu yang sangat kubanggakan,” beber Van Dijk.

Lebih lanjut ia mengatakan perjuangan yang sudah ia lakukan sekiranya menjadi inspirasi bagi para pemain muda. Apalagi ia sudah menunjukkan dedikasi dan kerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain pada level tertinggi sejak berusia muda.

“Itu adalah sesuatu yang seharusnya menginspirasi banyak pemain mudah di luar sana yang tidak memiliki atribut dari mereka yang sudah bermain di level tertinggi sejak mereka masih berusia 16 tahun,” sambungnya.

Saat ini Liverpool di ambang juara Liga Primer Inggris. Ini merupakan pencapapaian fenomenal karena sudah dinanti lebih dari 30 tahun.

Liverpool hanya butuh beberapa poin untuk mengklaim gelar juara. Meski masih menyisahkan sejumlah pertandingan, musim ini rasanya sudah menjadi milik The Reds. Si Merah sementara ini unggul 25 poin dari Manchester City yang merupakan juara bertahan. Mustahil bagi para pesaing untuk bisa mengejar dan menyalip perolehan poin Liverpool.

Meski begitu Liverpool hampir pasti gagal mempertahankan gelar Liga Champions Eropa yang diraih musim lalu. The Reds kalah bersaing dengan Atletico Madrid di fase knock out. Meski kehilangan gelar Liga Champions eropa, Van Dijk tegaskan pihaknya masih memiliki cara lain untuk meraih gelar bergengsi. Ia pun tak segan mengapresiasi kinerja yang sudah ia berikan kepada klub.

“Ada cara lain untuk memenangi Liga Champions. Aku sangat bangga dengan perjalananku sejauh ini dan itu belum selesai,” pungkasnya.

Sementara itu Manchester City meski kehilangan trofi Liga Inggris, tim tersebut sudah mengantongi beberapa gelar seperti Piala Liga Inggris. Selain itu City masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Van Dijk Ingin Raih Hal Luar Biasa Bersama Liverpool

Tidak ada pemain sepak bola yang tidak ingin menjadi idola dan legenda, bukan? Demikian juga Virgil Van Dijk. Bek Liverpool ini menegaskan dirinya ingin dikenang sebagai salah satu legenda klub tersebut.

Untuk itu ia bertekad untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub tersebut. Selain itu ia ingin membantu The Reds untuk meraih banyak gelar.

“Sebagai legenda Liverpool. Saya ingin meraih hal-hal luar biasa di sini,” tegasnya.

Pemain internasional Belanda itu adalah salah satu pemain kunci Liverpool. Ia pun ikut andil dalam membantu Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa musim lalu. Tidak hanya itu ketangguhannya di lini belakang membuat klub tersebut di ambang gelar juara Liga Primer Inggris. Ini merupakan gelar domestik yang paling dinantikan setelah menanti selama 30 tahun.

Untuk meraih banyak gelar, menurut Van Dijk, bukan sesuatu yang mustahil. Pasalnya, Liverpool adalah salah satu tim terkuat di dunia saat ini. Tim tersebut pun dihuni banyak pemain bagus.

“Kami punya tim yang fantastis, kami tidak kekurangan apapun, kami punya semua yang dibutuhkan untuk juara: seorang pelatih yang cocok dengan kami, skuat serbabisa, gaya main yang menghasilkan kemenangan, stadion dan suporter yang ikut ambil bagian,” sambungnya.

Tidak hanya dikenal sebagai pemain legendaris, ia pun menegaskan ingin bekerja untuk Liverpool setelah ia pensiun nanti.

“Ya, saya ingin jadi salah satu pemain yang kembali ke Anfield setelah pensiun. Saya melihat legenda klub saat pertandingan dan saya merasakan bagian dari keluarga yang sangat besar,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggri terhenti akibat wabah corona. Kompetisi itu ditangguhkan hingga akhir April dan kemungkinan diperpanjang hingga Mei mendatang. Meski timnya di ambang gelar juara, dan terancam kompetisi tak bisa dituntaskan, Van Dijk tetap meminta untuk mengutamakan keselamatan.

“Pertama, tetaplah aman dengan tinggal di rumah. Lakukan hal yang benar, cuci tangan, dan lakukan semua hal yang dikatakan pemerintah. Mungkin Anda sudah mendengarnya setiap detik, tapi lakukanlah karena itu membantu semua orang,” kata Van Dijk.

Dalam situasi seperti ini Van Dijk mengatakan dirinya rindu untuk bermain sepak bola. Ia juga rindu untuk menghibur para penggemarnya sebagaimana dilakukan selama ini di lapangan sepak bola.

“Kedua, kami benar-benar merindukan kalian semua. Kami rindu bermain sepak bola, bekerja keras setiap hari dan menunjukkan kualitas kami kepada kalian,” sambungnya.

Bek Liverpool Serukan Ajakan di Rumah Saja

Saat ini dunia berjuang menghadapi virus corona. Wabah ini sudah menjadi pandemik karena penyebarannya yang cepat dan korban yang banyak berjatuhan. Kompetisi-kompetisi sepak bola pun dihentikan sementara waktu.

Fokus para pemain saat ini adalah pada keselamatan dan kesehatan.  Selain menjaga diri, para pemain tak lupa untuk memberikan himbauan kepada para penggemarnya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh bek Liverpool, Virgil Van Dijk.

“Tetap tinggal di rumah, tunggu hingga semuanya kembali normal. Itulah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan saat ini,” beber Van Dijk.

Lebih lanjut pemain asal Belanda itu mengatakan yang utama saat ini adalah menjaga diri dan keluarga, juga orang-orang terdekat agar tidak sampai terpapar virus tersebut.

“Yang paling penting adalah tetap aman dan menjaga diri sendiri, keluarga Anda dan orang-orang terdekat Anda,” bebernya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggri terhenti akibat wabah corona. Kompetisi itu ditangguhkan hingga akhir April dan kemungkinan diperpanjang hingga Mei mendatang. Meski timnya di ambang gelar juara, dan terancam kompetisi tak bisa dituntaskan, Van Dijk tetap meminta untuk mengutamakan keselamatan.

“Pertama, tetaplah aman dengan tinggal di rumah. Lakukan hal yang benar, cuci tangan, dan lakukan semua hal yang dikatakan pemerintah. Mungkin Anda sudah mendengarnya setiap detik, tapi lakukanlah karena itu membantu semua orang,” kata Van Dijk.

Dalam situasi seperti ini Van Dijk mengatakan dirinya rindu untuk bermain sepak bola. Ia juga rindu untuk menghibur para penggemarnya sebagaimana dilakukan selama ini di lapangan sepak bola.

“Kedua, kami benar-benar merindukan kalian semua. Kami rindu bermain sepak bola, bekerja keras setiap hari dan menunjukkan kualitas kami kepada kalian,” sambungnya.

Untuk menjaga kebugaran pihak klub telah mengambil sejumlah inisiatif. “Departemen Kebugaran mencoba mengatur beberapa sesi yang bisa kami lakukan bersama melalui video dan saya pikir itu ide bagus.”

Selain latihan bersama dengan panduan melalui video, mereka juga melakukan latihan mandiri setiap hari.

“Selain itu, kami tetap melakukan latihan mandiri seperti berlari atau setidaknya melakukan sesuatu setiap hari,” sambungnya.

Menurutnya dalam situasi seperti ini para pemain harus mampu mengatur diri dan menjaga kebugaran tubuh. Hal ini penting agar saat kompetisi dimulai, mereka pun sudah siap merumput.

“Anda harus pintar dan melakukan hal yang benar untuk menjaga kondisi tubuh pada level tertentu yang bisa membuat Anda siap ketika kompetisi dimulai lagi,” pungkasnya.

Seandainya De Bruyne Gabung Liverpool

Saat ini Liga Primer Inggris memiliki sejumlah gelandang hebat. Liverpool memiliki Jordan Henderson. Sementara Manchester City memiliki Kevin De Bruyne. Nah, bagaimana bila kedua pemain itu berada di klub yang sama?

Tentu hal ini akan luar biasa. Melihat dua gelandang terbaik di dunia berada dalam tim yang sama akan menjadi tontonan menarik. Hal inilah yang coba dibayangkan oleh Jamie Redknapp. Mantan pesepakbola yang kini menjadi pundit itu menilai Liverpool akan menjadi klub yang lebih kuat andaisaja De Bruyne bisa bertandem dengan Henderson.

Kedua pemain ini dinilai memiliki kemampuan tersendiri. De Bruyne merupakan seorang pelayan yang baik, sementara itu Henderson merupakan sosok pekerja keras untuk mengawal lini tengah.

“Kevin De Bruyne begitu menakjubkan untuk memberikan assist, sedangkan Jordan Henderson melakukan pekerjaan hebat di lini tengah. Kalau mereka saling main bareng, wow,” beber Jamie Redknapp.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Inggris itu mengakui kemampuan De Bruyne dalam memberikan assist kepada para pemain lain. De Bruyne pun sudah membuktikan dirinya sejauh ini hingga digelari sebagai raja assist di Liga Primer Inggris.

“Dia bisa menguasai bola dengan tenang, lalu membaca pergerakan lawan. Dia bisa mengoper di sela-sela bek dan punya visi yang fenomenal, itulah yang membedakan dia dengan gelandang lain,” aku Jamie Redknapp.

Sementara itu Henderson di mata Jamie Redknapp sebagai sosok yang mampu tampil sebagai pemimpin. Selain itu pemain internasional Inggris itu mampu menjaga keseimbangan di lini tengah. Saking pentingnya Henderson, ia sampai disebut sebagai nyawa bagi Liverpool.

“Henderson sungguh seorang pemimpin dan bisa memotivasi tim. Dia adalah nyawanya Liverpool,” ungkapnya lagi.

Andaisaja De Bruyne mampu bertandem dengan Henderson maka jelas Liverpool akan menjadi klub yang kian disegani. De Bruyne akan memanjakan trisula maut di lini depan yakni Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamad Salah. Tanpa De Bruyne ketiga pemain itu sudah begitu menakutkan, bagaimana bila di belakang mereka ada Kevin De Bruyne?

Tentu tidak mudah bagi Liverpool untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Belgia itu. Saat ini De Bruyne menjadi salah satu pemain kunci tim besutan pelatih Pep Guardiola. Kehadiran De Bruyne masih menjadi penting sebagai pelayan untuk sejumlah pemain depan hebat di tim tersebut seperti Sergio Aguero, Raheem Sterling, hingga Gabriel Jesus.

Adrian Blunder, Liverpool Tersisih dari Liga Champions

Liverpool harus menguburkan harapannya untuk mempertahankan gelar Liga Champions Eropa. Pasalnya tim berjuluk The Reds itu harus angkat kaki di babak 16 besar. Si Merah kalah beradu dengan Atletico Madrid untuk meraih satu tiket di babak perempat final.

Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar di kandang sendiri di Stadion Anfield, Liverpool takluk dengan skor 2-3. Kekalahan ini membuat Liverpool harus tersisih dengan kekalahan agregat 2-4 setelah di leg pertama di kandang Atletico, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas.

Liverpool tentu pantas menyesali hasil ini. Pasalnya di laga kandang ini mereka sempat unggul dua gol melalui Georginio Wijnaldum di menit ke-43 dan Roberto Firmino di menit ke-94. Namun kiper Liverpool, Adrian melakukan blunder yang berujung gol pertama Atletico di menit ke-97 melalui Marcos Llorente.

Gol ini seakan melecut semangat tim tamu untuk terus mencetak gol. Alhasil Atletico berhasil mencuri gol melalui Llorente di menit ke-105+1 dan Alvaro Morata di menit ke-120+1.

Di laga ini Liverpool sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Sejak menit awal The Reds mampu mengendalikan permainan. Liverpool juga memiliki peluang lebih banyak. Kiper Atletico, Jan Oblak tampil gemilang di laga ini. Oblak mampu melakukan penyelamatan sejumlah peluang tuan rumah.

Kegemilangan Oblak di bawah mistar gawang Los Colchoneros akhirnya mampu menyelamatkan tim tamu dari kebobolan banyak gol. Sebaliknya kiper tuan rumah justru berpenampilan sebaliknya.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara terkait performa kedua tim di laga ini. Pelatih asal Jerman itu mengomentari performa tim tamu. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tak mengerti dengan kualitas para pemain Atletico yang mampu mengalahkan mereka di laga itu.

“Saya tidak mengerti dengan kualitas yang mereka punya, mereka bermain sepakbola seperti ini. Saya tidak memahaminya. Tapi pemenang memang selalu benar,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan beberapa pemain Atletico memiliki kemampuan yang sulit dibayangkan. Selain menjadi pemain depan, para pemain itu pun mampu tampil lebih dalam untuk membantu tim saat melakukan serangan balik.

“Ketika saya melihat pemain-pemain seperti Llorente, Koke, Saul… mereka bisa memainkan sepakbola yang bagus tapi mereka bermain begitu dalam di daerah pertahanan sendiri dan melakukan serangan-serangan balik,” sambungnya.

Susunan Pemain Liverpool versus Atletico Madrid:

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian San Miguel, 4-Virgil van Dijk, 12-Joe Gomez, 26-Andrew Robertson, 66-Trent-Alexander Arnold, 15-Alex Oxlade-Chamberlain, 5-Georginio Wijnaldum, 14-Jordan Henderson, 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 11-Mohamed Salah.

Pelatih: Juergen Klopp

Atletico Madrid (4-4-2): 13-Jan Oblak, 23-Kieran Trippier, 15-Stevan Savic, 18-Felipe Augusto, 12-Renan Lodi, 6-Koke, 8-Saul Niguez, 5-Thomas Partey, 10-Angel Correa, 7-Joao Felix, 19-Diego Costa (14-Marcos Llorente 56′).

Pelatih: Diego Simeone

Modal Buruk Jelang Hadapi Chelsea, Klopp: Kami Adalah Liverpool

Chelsea dan Liverpool akan terlibat dalam duel sengit di pentas Piala FA. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket ke babak perempat final di Stadion Samford Bridge, markas Chelsea pada Rabu, 4 Maret 2020 dini hari WIB.

Sebelum laga ini Liverpool sempat mengalami dua kekalahan, masing-masing di pentas Liga Champions Eropa dan Liga Primer Inggris dari Atletico Madrid dan Watford. Meski begitu pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tetap optimistis dengan peluang timnya di laga tersebut.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan mereka tetaplah Liverpool yang siap menghadapi dan mengatasi tekanan menyusul dua kekalahan beruntun itu.

“Chelsea adalah tim yang gemar memainkan bola dan dari sudut pandang mengumpan, merupakan salah satu tim yang sangat-sangat top. Kami perlu menemukan solusi untuk hal itu. Ini akan jadi tantangan yang berbeda,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan kedua tim tetaplah tim yang kuat, terlepas dari strategi dan perubahan yang dilakukan masing-masing tim.

“Kami adalah Liverpool. Kami selalu dalam tekanan dan kami selalu diharapkan untuk unjuk gigi. Saya tak tahu apakah Chelsea akan melakukan perubahan, tapi itu akan tetap merupakan tim yang berpengalaman,” sambungnya.

Pelatih asal Jerman itu menegaskan timnya akan tampil maksimal di laga tersebut. Klopp menegaskan target timnya adalah lolos ke babak selanjutnya.

“Ini babak 16 besar Piala FA dan kami ingin lolos. Itu rencananya,” tegas Klopp.

Sementara itu pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan timnya berusaha mempertahankan performa bagus seperti ditunjukkan di pentas Eropa. Ia akan berusaha untuk mereplikasi kembali performa tersebut di laga krusian ini.

“Kami harus mencoba mereplikasi kinerja dari laga-laga tersebut, khususnya dari babak kedua laga di Stamford Bridge dan di sebagian besar Piala Super (Eropa) ketika kami bertarung seimbang,” beber Lampard.

Lebih lanjut mantan pemain Chelsea itu mengatakan timnya sedang dalam tren positif. Hal ini menjadi modal penting untuk bisa bersaing dengan tim kuat sekelas Liverpool.

“Itu mestinya memberikan kepercayaan diri, bahwa kalau kami di level terbaik, kami bisa melawan dan menandingi mereka. Saya sudah menyaksikan kedua laga tersebut dalam sepekan terakhir dan tim kami tampak berbeda dalam hal individu, karena kami memang punya masalah cedera,” lanjutnya.

Mantan pemain timnas Inggris itu mengatakan Liverpool tetaplah tim kuat meski menelan dua kekalahan sebelumnya. Kekalahan itu tidak membuat Liverpool menjadi tim lemah yang mudah dikalahkan.

Duel Chelsea Kontra Liverpool di 16 Besar Piala FA

Salah satu pertandingan menarik di babak 16 besar Piala FA akan tersaji di Stadion Stamford Bridge pada Selasa, 3 Maret 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Tuan rumah Chelsea akan berduel dengan Liverpool untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempat final.

Duel ini dipastikan menarik. Kedua tim sama-sama berambisi memetik kemenangan. Selain itu kekuatan di antara kedua tim relatif seimbang.

Liverpool menghadapi laga ini dengan modal kurang bagus setelah menelan kekalahan dalam beberapa laga sebelumnya. Setelah kalah 0-1 dari Atletico Madrid di pentas Liga Champions Eropa, Liverpool pun baru saja menelan kekalahan pertama di pentas Liga Primer Inggris. Adalah Watford yang memutuskan catatan impresif The Reds.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan kekalahan yang diderita dalam dua laga terakhir tak membuat mereka bisa lepas dari beban.

“Kami baru saja kalah, dan kapan pun itu terjadi, akan selalu terasa buruk. Tapi bukan berarti kami lantas lepas dari tekanan,” beber Klopp.

Sementara itu kubu Chelsea mengatakan mereka perlu melakukan sejumlah pembenahan di laga ini. Salah satunya adalah lini serang di mana mereka membutuhkan banyak gol. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan pertandingan ini tetapi juga untuk bisa bersaing dengan tim-tim papan atas di Liga Primer Inggris.

“Kami membutuhkan lebih banyak gol dari area depan. Ketika Anda mencoba masuk ke empat besar (klasemen Liga Inggris), jika Anda mulai membuat perbandingan dengan tim-tim lain, selalu ada distribusi gol yang merata di barisan depan mereka,” beber Frank Lampard.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

22-09-2019 Chelsea 1-2 Liverpool (EPL)

15-08-2019 Liverpool 2-2 Chelsea (USC)

14-04-2019 Liverpool 2-0 Chelsea (EPL)

29-09-2018 Chelsea 1-1 Liverpool (EPL)

27-09-2018 Liverpool 1-2 Chelsea (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea:

01-02-2020 Leicester 2-2 Chelsea (EPL)

18-02-2020 Chelsea 0-2 MU (EPL)

22-02-2020 Chelsea 2-1 Tottenham (EPL)

26-02-2020 Chelsea 0-3 Bayern (UCL)

29-02-2020 Bournemouth 2-2 Chelsea (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

05-02-2020 Liverpool 1-0 Shrewsbury (Piala FA)

16-02-2020 Norwich 0-1 Liverpool (EPL)

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

25-02-2020 Liverpool 3-2 West Ham (EPL)

01-03-2020 Watford 3-0 Liverpool (EPL).

Prediksi starting line up Chelsea versus Liverpool:

Chelsea: Willy Caballero; Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger; Reece James, Mateo Kovacic, Jorginho, Marcos Alonso; Willian, Michy Batshuayi, Pedro Rodriguez.

Pelatih: Frank Lampard

Liverpool: Adrian; Andy Robertson, Virgil van Dijk, Joel Matip, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Curtis Jones; Alex Oxlade-Chamberlain, Divock Origi, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp