Komentar Guardiola Usai Man City Tembus Semi Final Piala FA

Manchester City berhasil lolos ke semi final Piala FA setelah menyingkirkan Newcastle United di babak perempat final. Pada pertandingan babak delapan besar yang digelar di Stadion St.James’ Park pada Senin, 29 Juni 2020 dini hari WIB, The Citizen mencatatkan kemenangan dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Man City di laga ini dicetak oleh Kevin De Bruyne dan Raheem Stering. Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi City. Di satu sisi ini menjadi pelampiasan atas kekalahan di pentas Liga Inggris beberapa hari sebelumnya. Saat ini City ditaklukkan Chelsea dengan skor 1-2.

Di sisi lain ini menjadi kesempatan bagi City untuk meraih trofi di musim ini setelah gelar Liga Primer Inggris dipastikan lepas dari tangan mereka.

Meski gagal di Liga Inggris, City berpeluang menutup musim ini dengan empat gelar. Sebelumnya tim tersebut sudah mengklaim dua trofi yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris. Dua gelar lainnya yang berpeluang diraih adalah Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Pelatih City, Pep Guardiola mengatakan timnya selalu memiliki rasa lapar untuk meraih trofi. Ia mengatakan kekalahan dari Chelsea membuat mereka semakin termotivasi untuk menghadapi pertandingan di Piala FA.

“Rasa lapar selalu ada di sana. Data berbicara sendiri selama beberapa musim terakhir. Kami senang setelah kekalahan dari Chelsea untuk kembali ke London ke semifinal,” beber Guardiola.

Lebih lanjut Guardiola mengatakan meski peluang mempertahankan trofi Liga Inggris sudah pupus, mereka masih terus mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi ke Liga Champions musim depan.

“Kami bermain untuk menang. Kami berbicara setelah apa yang terjadi di Liga Inggris – kami membutuhkan dua kemenangan lagi untuk lolos ke Liga Champions (musim depan),” lanjutnya.

Ia berharap timnya semakin bersemangat untuk menghadapi Real Madrid di pentas Liga Champions musim ini.

“Tapi kami punya dua kompetisi yang bisa kami menangi. Kami membuat langkah pertama hari ini. Akan lebih baik tiba melawan Real Madrid dalam kondisi terbaik. Untuk memenangkan gelar ini akan menjadi cara terbaik untuk mempersiapkan lawan Madrid,” pungkasnya.

Susunan pemain Newcastle United versus Manchester City:

Newcastle United (5-4-1): Karl Darlow; Danny Rose (75′ V. Lazaro), Federico Fernandez, Jamaal Lascelles, Fabian Schar, Javier Manquillo; Miguel Almiron (65′ Joelinton), Sean Longstaff, Isaac Hayden (79′ M. Longstaff), Allan Saint-Maximin (74′ D. Yedlin); Andy Carroll (65′ D. Gayle).

Pelatih: Steve Bruce

Manchester City (4-3-3): Claudio Bravo; Kyle Walker (71′ João Cancelo), Nicolas Otamendi, Aymeric Laporte, Benjamin Mendy; David Silva (64′ Bernardo Silva), Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne (71′ Rodri); Riyad Mahrez (64′ P. Foden), Gabriel Jesus, Raheem Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola

City Terancam Tak Tampil di Pentas Eropa, Begini Reaksi Pemain Bintangnya

Belum lama ini Manchester City mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa larangan bertanding di pentas Eropa selama dua musim ke depan. Ini merupakan sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diduga dilakukan oleh klub tersebut.

Situasi ini tentu membuat para pemain bintang Manchester Biru berpikir panjang untuk bertahan di klub tersebut. Tidak tampil di pentas Eropa tentu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. Salah satu pemain bintang City, Kevin De Bruyne pun sudah angkat bicara terkait hal ini.

Pemain internasional Belgia itu mengatakan dirinya masih menunggu keputusan final terkait sanksi tersebut. Saat ini City masih menanti keputusan menyusul pengajuan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Menurut De Bruyne para pemain sudah diyakinkan oleh pihak klub untuk menanti keputusan. Kepada mereka diyakinkan bahwa banding akan diterima sehingga City akan tetap tampil di pentas Eropa.

“Saya cuma menunggu. Klub sudah bilang kepada kami kalau mereka akan banding dan mereka hampir 100 persen yakin kalau mereka benar,” beber De Bruyne.

Secara pribadi De Bruyne mengatakan dirinya sangat percaya dengan klub. Hal ini membuatnya untuk tidak berpikir untuk pergi.

“Itulah kenapa saya menunggu apa yang akan terjadi. Saya percaya tim saya.”

Namun demikian ia juga mengantisipasi terkait keputusan yang nanti akan diterima. Bila sampai banding City ditolak CAS maka, De Bruyne akan berpikir lagi terkait masa depannya di Etihad Stadium. Baginya waktu dua tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Begitu pernyataan dibuat, saya akan meninjau semuanya. Dua tahun akan lama. Kalau satu tahun, saya akan lihat dulu,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengatakan setiap keputusan yang akan dibuat tidak akan terpengaruh oleh masa depan Pep Guardiola di Etihad Stadium. Kontrak pelatih asal Spanyol itu akan berakhir pada 2021. Guardiola diisukan tidak akan berpaling ke klub lain. Namun demikian bagi De Bruyne keputusan yang ia ambil tidak akan dipengaruhi oleh masa depan sang pelatih.

“Saya tidak akan membiarkan keputusan saya bergantung apa yang akan dilakukan Pep,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sudah terbiasa bekerja sama dengan banyak pelatih. Ia akan siap bila Pep Pergi atau ia sendiri siap untuk bekerja sama dengan pelatih baru di klub lain.

“Tentu saya sudah bekerja dengan pelatih lain dan ketika Pep pergi, saya harus lanjut bekerja dengan yang lain. Tapi saya belum benar-benar memerhatikan itu. Ada yang lebih penting saat ini.”

Fernandinho Sebut Tak Mudah Ganti Posisi

Menjadi seorang pemain sepak bola profesional tidak hanya berhadapan dengan jadwal pertandingan yang padat dan berbagai tekanan selama pertandingan. Hal lain yang menantang seorang pemain sepak bola adalah kemungkinan untuk berotasi ke posisi berbeda dari yang diinginkan.

Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Fernandiho. Pemain asal Brasil ini merasakan hal tersebut saat bersama Pep Guardiola di Manchester City. Menurut pemain berkepala plontos ini berpindah posisi bukan perkara mudah.

Sebelumnya pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini digeser menjadi bek tengah. Menurut Fernandinho situasi tersebut sungguh menantang. Apalagi posisi tersebut sangat krusial dalam sebuah tim sepak bola. Ia berada di garda terakhir sebelum lawan menghadapi penjaga gawang.

“Saya rasa tantangan terbesar pindah ke posisi bek tengah buat saya adalah, sebagai gelandang, Anda terbiasa banyak berlari di depan. Anda bertarung di tengah, bisa kehilangan atau memenangi bola,” beber Fernandinho.

Lebih lanjut ia mengatakan meski banyak tantangan dan tekanan bermain lebih ke belakang, baginya ada hal menarik yang ditemui. Salah satunya memungkinkannya untuk mendapatkan ruang lebih lebar. Namun demikian ia tetap harus mewaspadai lawan yang bisa dengan jeli memanfaatkan kesalahan atau kekalaian mereka.

“Tapi di posisi bek tengah, Anda punya banyak ruang di belakang, antara bek tengah dan kiper, dan Anda harus memperhatikan betul bahwa kebanyak tim yang melawan kami mengincar dengan bola-bola terobosan ke belakang barisan empat bek,” sambungnya.

Pemain yang kini sudah berusia 34 tahun itu mengaku sempat merasa aneh di masa-masa awal bermain pada posisi baru tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ia pun bisa beradaptasi dan pelan-pelan merasa nyaman dengan posisi itu.

“Buat saya, pada awalnya, agak sedikit aneh beradaptasi dengan itu, tapi setelah itu sih saya bisa melakukannya,” tegasnya.

Pelatih Pep Guardiola tentu memiliki alasan mengutak-atik posisi pemain. Selain melihat kemampuan sang pemain, hal ini juga dipicu oleh kebutuhan tim. Hanya saja untuk pemain seperti Fernandinho, bermain lebih ke belakangan membuat ia kehilangan kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Manchester Biru tentu merasakan kehilangan hal ini.

Musim ini Manchester City hampir pasti kehilangan gelar juara Liga Primer Inggris. Saat ini Manchester Biru berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. Namun City tertinggal jauh dari Liverpool di posisi puncak. Liverpool semakin dekat menuju tangga juara.

Hanya saja saat ini kompetisi Liga Inggris sedang vakum. Pandemi Corona atau Covid-19 menjadi sebab. Kapan Liga Inggris akan berlanjut lagi? Kita tunggu saja.

Manchester City Vs Arsenal, Duel Guru dan Murid

Manchester City dan Arsenal dijadwalkan akan berduel pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Etihad yang merupakan kandang The Citizen. Namun demikian laga ini masih dibayang-bayangi oleh kecemasan akan wabah corona.

Terlepas dari hal ini, duel ini dipastikan akan berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan. Tambahan poin sangat membantu bagi setiap tim guna menambah perbendaharaan poin masing-masing.

Saat ini City butuh kemenangan, apalagi setelah  menelan kekalahan dalam derby Manchester kontra Manchester United beberapa waktu lalu. Sementara itu Arsenal tidak ingin kehilangan muka di kandang City.

Lebih dari itu pertandingan ini menjadi pertarungan antara guru dan murid. Pasalnya pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta adalah mantan asisten pelatih Pep Guardiola. Arteta belum lama menyebrang dari Manchester City untuk menangani The Gunners.

Guardiola bahkan memberikan apresiasi kepada Arteta. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Arteta sudah melakukan tugasnya dengan baik.

“Dia sudah melakukan tugasnya dengan baik. Saya mengenal Arteta. Dia pelatih yang jenius. Saya punya kenangan indah di Etihad Stadium. Tapi sekarang saya ada di posisi berbeda. Kini saya akan bekerja keras untuk Arsenal,” beber Guardiola.

Sementara itu terkait kemungkinan laga tanda penonton, Guardiola mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang aneh.

“Apakah sepakbola akan bekerja tanpa penonton? Jika orang-orang tidak bisa datang, itu tidak masuk akal. Kami akan mengikuti apa yang harus kami lakukan, tetapi saya tidak akan mau bermain tanpa penonton,” tegas mantan pelatih Barcelona itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

15-12-2019 Arsenal 0-3 City (EPL)

03-02-2019 City 3-1 Arsenal (EPL)

12-08-2018 Arsenal 0-2 City (EPL)

02-03-2018 Arsenal 0-3 City (EPL)

25-02-2018 Arsenal 0-3 City (EFL Cup).

5 Pertandingan Terakhir Manchester City:

23-02-2020 Leicester 0-1 City (EPL)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL)

01-03-2020 Villa 1-2 City (EFL Cup)

05-03-2020 Wednesday 0-1 City (Piala FA)

08-03-2020 MU 2-0 City (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Arsenal:

21-02-2020 Olympiakos 0-1 Arsenal (UEL)

23-02-2020 Arsenal 3-2 Everton (EPL)

28-02-2020 Arsenal 1-2 Olympiakos (UEL)

03-03-2020 Portsmouth 0-2 Arsenal (Piala FA)

07-03-2020 Arsenal 1-0 West Ham (EPL).

Perkiraan starting line up Manchester City versus Arsenal:

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Mendy, Jhon Stones, Fernandinho, Walker; David Silva, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne; Raheem Sterling, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez.

Pelatih: Josep Guardiola.

Arsenal (4-2-3-1): Bern Leno; Saka, David Luiz, Sokratis, Hector Bellerin; Granit Xhaka, Ceballos;  Pierre-Emerick Aubameyang, Mesut Ozil, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta.

 

Man City Jamu West Ham di Pekan ke-26 Liga Inggris

Manchester City akan melakoni laga kandang di pekan ke-26 Liga Primer Inggris. Pertandingan yang digelar di Stadion Etihad ini, The Citizen akan kedatangan tamunya West Ham United. Laga yang akan digelar pada Minggu, 9 Februari 2020 malam WIB ini menjadi kesempatan bagi City untuk kembali ke jalur kemenangan setelah menderita kekalahan di laga sebelumnya.

Selain itu pertandingan ini menjadi kesempatan bagi tim asuhan pelatih Pep Guardiola untuk memangkas jarak dengan Liverpool di puncak klasemen sementara. Saat ini City terpaut 22 poin dari The Reds di urutan teratas.

Guardiola menegaskan para pemainnya terus optimis akan mampu menampilkan permainan terbaik dan meraih kemenangan.

“Para pemain saya tetap berupaya mencetak gol [dalam dua pertandingan terakhir]. Mereka tidak menyerah sampai peluit akhir. Kami membuat banyak peluang. Saya tahu kami bisa mengalami kekalahan di dalam pertandingan, tetapi saya senang karena para pemain tidak kehilangan karakter permainan,” beber Guardiola.

Sementara itu kubu West Ham akan berjuang maksimal untuk meraih hasil positif di markas sang juara bertahan. Sebagaiman aditegaskan sang pelatih, David Moyes, mereka akan menurunkan skuad terbaik termasuk sejumlah pemain utama yang baru pulih dari cedera.

“Kami mendapatkan banyak pemain yang mulai kembali sehat. Ini merupakan kabar baik. Felipe Anderson, telah menjalani beberapa hari latihan. Andriy Yarmolenko, juga sudah melakukan latihan ringan. Saya pikir semua pemain telah siap untuk berjuang bersama tim,” tegas Moyes.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

10-08-2019 West Ham 0-5 City (EPL)

28-02-2019 City 1-0 West Ham (EPL)

24-11-2018 West Ham 0-4 City (EPL)

29-04-2018 West Ham 1-4 City (EPL)

03-12-2017 City 2-1 West Ham (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Manchester City:

18-01-2020 City 2-2 Palace (EPL)

22-01-2020 Sheffield 0-1 City (EPL)

26-01-2020 City 4-0 Fulham (Piala FA)

30-01-2020 City 0-1 MU (Carabao Cup)

02-02-2020 Tottenham 2-0 City (EPL).

5 Pertandingan Terakhir West Ham:

18-01-2020 West Ham 1-1 Everton (EPL)

23-01-2020 Leicester 4-1 West Ham (EPL)

25-01-2020 West Ham 0-1 West Brom (Piala FA)

30-01-2020 West Ham 0-2 Liverpool (EPL)

01-02-2020 West Ham 3-3 Brighton (EPL).

Perkiraan starting line up Manchester City versus West Ham United:

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Kyle Walker, Fernandinho, Aymeric Laporte, Benjamin Mendy; David Silva, Rodrigo, Kevin De Bruyne; Bernardo Silva, Sergio Aguero, Gabriel Jesus.

Pelatih: Pep Guardiola

West Ham United (4-5-1): Lukasz Fabianski; Ryan Fredericks, Issa Diop, Angelo Ogbonna, Aaron Cresswell; Robert Snodgrass, Tomas Saucek, Declan Rice, Mark Noble, Michail Antonio; Sebastien Haller.

Pelatih: David Moyes

Jadwal Pertandingan Minggu, 9 Februari: Man City Vs West Ham di Liga Inggris

Manchester City akan menghadapi West Ham United dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris pada Minggu, 9 Februari 2020. Di laga ini City akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu tamunya itu di Stadion Etihad.

Laga ini menjadi kesempatan penting bagi City untuk memperpendek jarak dengan Liverpool di urutan teratas klasemen sementara. Meski begitu di antara kedua tim masih terpaut jarak yang sangat jauh, 22 poin.

Menurut pelatih City, Pep Guardiola jarak ini memang tak bisa disangkal. Ia sedikit heran bahwa di antara kedua tim bisa terpaut jarak seperti itu.

“Kami tak bisa menyangkal bahwa jaraknya besar. Kami tak memperkirakan bakal tertinggal 22 poin, tapi ya ini realitanya. Kami harus menerima ini dan belajar,” beber Guardiola.

City sudah enam kali menderita kekalahan sepanjang musim ini termasuk atas Tottenham Hotspur di pekan sebelumnya. Sementara itu Liverpool belum juga menelan kekalahan sejak awal musim. Menurut Guardiola ia kesulitan untuk mendapatkan di mana titik lemah timnya yang dinilai selalu tampil baik di setiap laga.

“Saya juga ingin menemukan penjelasan. Melawan Spurs, kami punya energi dan tenaga. Saya tahu para pemain ingin mencetak gol,” sambungnya.

Mantan pelatih Barcelona itu tak bisa menampik bahwa timnya kerap kecolongan. Lawan dengan peluang yang minim bisa saja mencuri kemenangan dari mereka.

“Tapi kami tak bisa menang ketika kami melewatkan peluang dan lawan menyerang sekali lalu mencetak gol. Itu adalah sebuah masalah, dalam hal situasi sedang tidak berjalan baik. Saya tak tahu kenapa kami melewatkan peluang-peluang,” pungkasnya.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Minggu, 9 Februari 2020:

ENGLAND PREMIER LEAGUE

00:30 WIB – Brighton & Hove Albion vs Watford – Mola TV (Live)
21:00 WIB – Sheffield United vs Bournemouth – Mola TV (Live)
23:30 WIB – Manchester City vs West Ham United – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Real Valladolid vs Villarreal – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Atletico Madrid vs Granada – beIN Sports 1 (Live)
18:00 WIB – Espanyol vs Real Mallorca – beIN Sports 1 (Live)
20:00 WIB – Real Sociedad vs Athletic Bilbao – beIN Sports 1 (Live)
22:00 WIB – Osasuna vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Torino vs Sampdoria – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Hellas Verona vs Juventus – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
18:30 WIB – SPAL vs Sassuolo – beIN Sports 2 (Live)
21:00 WIB – Napoli vs Lecce – beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:30 WIB – Bayer Leverkusen vs Borussia Dortmund – Super Soccer TV, Fox Sports (Live)
21:30 WIB – Borussia Monchengladbach vs FC Koln – Super Soccer TV, Fox Sports (Live)

A-LEAGUE

12:00 WIB – Newcastle Jets vs Central Coast Mariners – beIN Sports 2 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – Chennaiyin vs Bengaluru – Fox Sports 3 (Live)

Meski Kalah dari Man United, Man City Berhak ke Final Piala Liga Inggris

Manchester City sukses menyikirkan rival sekota Manchester United di babak semi final Piala Liga Inggris. Di pertandingan leg kedua babak semi final, The Citizen menyerah dari tim sekota tersebut. Meski begitu Manchester Biru unggul agregat sehingga berhak melaju ke partai pamungkas.

Pada pertandingan semi final kedua pada Kamis, 30 Januari 2020 dini hari WIB di Stadion Etihad, City menyerah satu gol tanpa balas. Namun di leg pertama di kandang United, City menang dengan skor 3-1. Dengan demikian secara agregat City unggul dengan skor 3-2.

Selanjutnya City akan menghadapi Aston Villa di laga pamungkas. Di babak semi final Villa sukses mencatatkan kemenangan dramatis atas Leicester City.

Gol tunggal kemenangan United di pertandingan semi final kedua dicetak oleh Nemanja Matic di menit ke-35. Meski begitu City lebih menguasai pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 64 persen.

Meski unggul penguasaan bola tidak mudah bagi City untuk mencetak gol. Para pendukung tuan rumah justru dibuat terdiam di menit ke-35 setelah Nemanja Matic sukses menggetarkan gawang City.

Gol ini membuat para pemain City semakin giat menekan. Namun bertambahnya intensitas serangan tak menjami City mampu memecah kebuntuan. Hingga laga usai City tetap tak mampu mencetak gol.

Situasi ini membuat gelandang Man City, Kevin de Bruyne heran. Menurut gelandang internasional Belgia itu timnya mampu menguasai pertandingan. Sementara itu tim tamu memiliki peluang yang minim.

“Saya tidak benar-benar bisa memahami bagaimana kami bisa kalah. Bagi saya, Manchester United tidak punya peluang hari ini. Pada akhirnya, baguslah kami lolos,” beber De Bruyne.

Lebih lanjut De Bruyne mengatakan timnya tampil ceroboh di laga itu. Hal ini berujung gol semata wayang tim tamu.

“Saya kira kami ceroboh. Saat gol tercipta, kami tidak menghalau bola dengan baik dan tahu-tahu mereka bikin gol. Anda bisa beri tahu saya kalau mereka punya peluang lagi karena saya tidak ingat,” sambungnya.

Susunan Pemain Manchester City versus Manchester United:

Manchester City: 1-Claudio Bravo; 27-Joao Cancelo, -30 Nicolas Otamendi, 2-Kyle Walker; 8-Ilkay Guendogan, 16-Rodri Hernandez; 7-Raheem Sterling, 20-Bernardo Silva, (C) 17-Kevin De Bruyne, 26-Riyad Mahrez (21-David Silva 68′); 10-Sergio Aguero

Pelatih: Pep Guardiola

Manchester United: 1-David De Gea; 2-Victor Lindelof, (C) 5-Harry Maguire, 23-Luke Shaw (8-Juan Mata 79′); 29-Aaron Wan-Bissaka, 17-Fred, 31- Nemanja Matic, 53-Brandon Williams, 14-Jesse Lingard (15-Andreas Pereira 65′), 26-Mason Greenwood (21-Daniel James 46′), 9-Anthony Martial

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Manchester City Pesta 6 Gol ke Gawang Aston Villa

Manchester City sukses memetik kemenangan telak dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris pada Minggu, 12 Desember 2020. Menghadapi Aston Villa di Villa Park, The Citizen menang dengan skor telak 6-1.

Enam gol City dicetak oleh  Riyad Mahrez di menit ke-18 dan 24, Gabriel Jesus di menit ke-46 dan hattrick Sergio Aguero di menit ke-28, 57, dan 81. Sementara itu satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh El Ghazi di menit ke-90+1.

Kemenangan ini membuat City berhak atas tiga poin untuk menambah koleksi poin menjadi 47 dari 22 pertandingan. City pun menyalip Leicester City dengan keunggulan dua angka. Sementara itu posisi puncak masih ditempati Liverpool yang telah mendulang total 61 poin dari 21 laga.

Tiga gol di laga ini membuat Aguero menorehkan rekor pribadi. Itu merupakan gol ke-175 pemain asal Argentina itu sekaligus menjadikannya setara dengan Thierry Henry sebagai pemain non Inggris dengan gol terbanyak di Liga Primer Inggris.

Kiprah Aguero pun mendapat sanjungan dari pelatih City, Pep Guardiola. Menurut Guardiola Aguero telah menjadi salah satu legenda di klub yang berbasis di kota Manchester itu.

“Dia adalah seorang legenda. Sebuah kehormatan bisa berada di sini di hari dia mengukir rekor. Pemain semacam ini…tidak terlalu banyak muncul dalam sejarah luar biasa sepakbola Inggris,” beber Guardiola.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu mengatakan kehadiran Aguero meningkatkan kualitas Liga Primer Inggris. Mampu memecahkan rekor Thierry Henry merupakan pencapaian luar biasa.

“Dia membantu membuat Premier League jadi lebih baik. Bisa memecahkan rekor dari legenda luar biasa seperti Thierry Henry berarti itu bukan performa jangka pendek saja, itu butuh bertahun-tahun,” sambungnya.

“Menjadi pemain asing dengan gol dan hat-trick terbanyak sudah mengungkapkannya sendiri. Semoga dia bisa mencetak gol lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Bila dibandingkan dengan Messi, Guardiola masih menjagokan Messi. Menurut Guardiola Messi adalah pemain dengan kemampuan yang lengkap dan bisa beroperasi di berbagai lini. Meski begitu setelah Messi, pemain terbaik berikutnya adalah Aguero.

Susunan pemain Aston Villa versus Manchester City:

Aston Villa (5-3-2): 25-Nyland; 27-El Mohamady, 15-Ngoyo, 40-Mings, 30Hause, 3-Taylor; 6-Luiz (11-Nakamba 65′), 4-Drinkwater (8-Lansbury 77′), 14-Hourihane (17-Trezeguet 71′), 10-Grealish, 21-El Ghazi. Cadangan: 28-Kalinic, 24-Guilbert, 5-Chester, 36-Vassilev.

Pelatih: Dean Smith

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 27-Cancelo, 5-Stones, 25-Fernandinho (30-Otamendi 63′), 22-Mendy; 17-De Bruyne (47-Foden 63′), 16-Rodrigo (8-Guendogan 71′), 21-D. Silva; 26-Mahrez, 10-Aguero, 9-Jesus. Cadangan: 1-Bravo, 2-Walker, 20-B. Silva, 7-Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola

Dipermalukan City di Semi Final Carabao Cup, Begini Respon Pelatih Man United

Manchester United harus menelan pil pahit di babak semi final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup. Bermain di kandang sendiri di Stadion Old Trafford pada Selasa, 7 Januari 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, Setan Merah dipermalukan tamunya, Manchester City. United menyerah dengan skor telak 1-3.

Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer pun angkat bicara usai laga. Menurut mantan pemain Setan Merah itu timnya cukup kewalahan menghadapi The Citizen. Selain tampil solid, formasi yang diterapkan pelatih Pep Guardiola terbukti membuat para pemain tuan rumah kerepotan.

“Dari gol pertama mereka, terutama setelah gol kedua, kami kesulitan untuk menangani mereka. Ada reaksi yang bagus di babak kedua, tapi paruh pertama, sampai mereka mencetak gol, pertandingannya berjalan maju-mundur. Kami tak menangani kemunduran di periode ini dengan cukup baik,” beber Solskjaer.

Lebih lanjut pelatih asal Norwegia itu mengatakan pihaknya terlambat untuk mengantisipasi skema permainan yang diperagakan tim tamu. Sebenarnya City pernah tampil dengan formasi seperti itu musim lalu saat melibas Chelsea lima gol tanpa balas.

“Kami tidak menangani sistem permainan mereka dengan cukup baik, kami tahu mereka bisa bermain dengan cara seperti itu. Mereka bermain dengan cara tersebut musim lalu dan menghantam Chelsea 5-0. Gol pertama itu kami tak bisa apa-apa, gol kedua itu kecerobohan, dan yang ketiga itu kami cuma gagal memulihkan diri,” sambungnya.

Tuan rumah sebenarnya mendapatkan momentum untuk mengejar ketertinggalan. Solskjaer memasukan Nemanja Matic untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun hal tersebut tidak berpengaruh banyak karena tidak diimbangi dengan rasa percaya diri para pemain.

“Dengan masuknya (Nemanja) Matic dan pengalamannya, kami punya keunggulan fisik. Ini lebih ke soal menginginkan bola dan percaya, bagaimana mengalirkan bola,” lanjutnya.

Di laga ini tuan rumah belum bisa memainkan salah satu gelandang andalan yakni Paul Pogba. Pemain internasional Prancis itu harus absen karena cedera. Pemain yang pernah berseragam Juventus itu pun baru saja menjalani operasi.

Trigol tim tamu dicetak oleh Bernardo Silva di menit ke-17, Riyad Mahrez di menit ke-33, dan gol bunuh diri Andreas Pareira di menit ke-39. Sementara itu gol semata wayang tuan rumah dilesatkan oleh Marcus Rashford di menit ke-70.

Kemenangan ini membuat City berhak mendapatkan satu tiket ke babak final Piala Liga Inggris. Tidak hanya itu, City pun sukses membalas kekalahan dalam pertemuan sebelumnya di pentas Liga Primer Inggris.

Kedua tim asal kota Manchester ini dijadwalkan akan bertemu lagi dalam waktu dekat untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke babak final Piala Liga Inggris. Ini bisa jadi momen pembalasan bagi United atau kesempatan bagi City untuk menegaskan dominasinya atas tetangga berisiknya itu.

 

Pemain City Sebut Timnya Seharusnya Bisa Cetak Lima Gol ke Gawang United

Manchester City baru saja memberikan kekalahan telak kepada Manchester United saat kedua tim bertemu di leg pertama babak semi final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup pada Selasa, 7 Januari 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. City melibas tuan rumah dengan skor 3-1.

Pihak City menganggap timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di laga itu. Sebagaimana dikatakan gelandang The Citizen, Bernardo Silva, timnya mestinya bisa mencetak hingga lima gol di babak pertama. Hal ini mengacu pada penampilan City yang lebih agresif dan memiliki banyak peluang. Sementara itu di babak kedua, situasi berubah. Tuan rumah tampil lebih agresif dan cukup menyulitkan Manchester Biru.

“Kami bisa saja unggul empat atau lima gol di babak pertama, kami punya peluang-peluang untuk itu. Mereka menekan kami lebih tinggi di babak kedua, kami juga kelelahan tapi secara keseluruhan merasa senang,” beber Silva.

Pemain internasional Portugal itu tampil impresif di laga ini. Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk gol kedua tim tamu. Bernardo Silva mencetak gol di menit ke-17 dan Riyad Mahrez di menit ke-33. Sementara itu satu gol lainnya lahir dari gol bunuh diri Andreas Pareira di menit ke-39. Sementara itu gol semata wayang tuan rumah dilesatkan oleh Marcus Rashford di menit ke-70.

Menariknya Silva tampil tidak pada posisi andalannya sebagai gelandang tengah atau pemain sayap. Di laga ini ia ditempatkan sebagai penyerang semu atau yang disebut dengan false nine. Meski begitu ia mampu tampil gemilang.

Terkait performa impresif di laga ini, Silva mengatakan dirinya selalu siap untuk tampil di berbagai posisi yang dikehendaki sang pelatih, Pep Guardiola. Baginya yang terpenting adalah bisa memberikan kemenangan kepada timnya.

“Saya menikmati peran saya, karena itu berhasil dan kami menang. Pep dari awal menginginkan satu orang tambahan di lini tengah,” bebernya.

Sementara itu pelatih City, Pep Guardiola mengatakan timnya tampil baik di laga ini meski tidak diperkuat beberapa pemain andalannya seperti Sergio Aguero dan Gabriel Jesus yang tampil sebagai pemain pengganti di menit ke-80.

Ia menyebut timnya jenius karena mampu mengandaskan tuan rumah dengan strategi dan formasi yang dipakai. Namun demikian ia tak menampik pihaknya akan mendapat reaksi berbeda andaisaja gagal meraih kemenangan di laga itu.

“Saya ingin tahu apa yang orang katakan di awal saat kami bermain tanpa Sergio dan Gabriel. Kami menang dan kami adalah jenius. Namun jika kami tidak menang, saya tahu apa yang akan terjadi,” beber Guardiola.