Vinicius Bertekad Bawa Madrid Juara La Liga Musim Ini

Kompetisi La Liga Spanyol dikabarkan akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Saat ini tim-tim peserta sedang mempersiapkan diri. Tidak terkecuali Real Madrid.

Pihak Madrid pun sangat bersemangat untuk melanjutkan kompetisi sekaligus melanjutkan pertarungan untuk memperebutkan trofi La Liga di akhir musim. Pemain depan Madrid, Vinicius Junior pun memiliki tekad tersendiri.

Pemain muda asal Brasil ini bertekad untuk membawa Los Blancos menjadi kampiun. Pemain berusia 19 tahun itu optimistis timnya bisa memenangi persaingan dengan Barcelona yang saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan dua poin dari mereka.

Dengan sisa 11 pertandingan lagi persaingan di antara kedua tim dipastikan akan berlangsung ketat. Madrid sedikit bernapas lega lantaran mampu memetik hasil positif dalam dua duel El Clasico musim ini. Setelah bermain imbang tanpa gol di markas Barcelona di pertemuan pertama, Madrid mampu menggulung rival abadinya itu di laga kandang.

Menurut Vinicius timnya sebenarnya lebih baik dari Barcelona dalam banyak aspek. “Saya rasa kami lebih baik daripada mereka dalam banyak aspek,” beber Vinicius.

Lebih lanjut ia mengatakan mereka mampu melewati sejumlah pertandingan dengan baik. Saat ini mereka berjuan guntuk mengembalikan performa sehingga mampu meraih kemenangan demi kemenangan.

“Kami memiliki pertandingan yang sangat bagus sampai sekarang dan kami harus mengembalikan performa terbaik kami. Kami benar-benar lapar untuk kembali bermain dan meraih kemenangan.

Terkait peluang menjadi juara di akhir musim, Vinicius menegaskan hal tersebut amat penting. Pasalnya mereka akan berjuang untuk menjadi juara demi para penggemar mereka. Ia mengatakan gelar ini bisa menjadi pelipur lara bagi para penggemarnya yang mengalami kesulitan dan tantangan selama masa pandemi Corona atau Covid-19.

“Kami ingin memenangkan gelar LaLiga ini untuk para fan kami. Orang-orang telah banyak menderita dan kami ingin memberi fan Real Madrid sesuatu untuk menghibur mereka dalam situasi ini.”

Meski begitu ia menyadari bahwa trofi La Liga bukan solusi satu-satunya bagi derita para penggemarnya di tengah situasi tak menentu ini. Namun ia berdalih dengan menjadi juara membuat para penggemarnya bisa sedikit tersenyum lega.

“Kami tahu bahwa memenangkan LaLiga bukan sebuah solusi bagi tragedi besar ini. Namun itu paling tidak bisa membuat orang tersenyum dan senang,” pungkasnya.

Apakah harapan Vinicius mampu menjadi kenyataan? Mampukan Real Madrid memenangi pertarungan dengan Barcelona untuk menjadi juara La Liga? Kita lihat saja.

Para Pemain Madrid Alami Kesulitan di Hari Pertama Latihan

Ternyata tidak mudah untuk kembali ke aktivitas normal bagi para pemain setelah sekian lama harus menjalani karantina akibat wabah Corona atau Covid-19. Tidak terkecuali para pemain Real Madrid. Buktinya, di hari pertama latihan, para pemain merasa kikuk.

Sebagaimana dikatakan bek Real Madrid, Dani Carvajal, mereka mengalami kikuk saat harus kembali ke lapangan latihan.

“Kami betul-betul kesulitan mengontrol bola di hari pertama latihan,” beber Carvajal.

Lebih lanjut pemain asal Spanyol itu mengatakan apa yang telah dilakukan selama pandemi di rumah ternyata berbeda dengan yang dilakukan di lapangan latihan. Berlatih secara mandiri di rumah tidak menjamin latihan bersama berjalan lancer. Namun demikian Carvajal mengatakan hal tersebut bukan menjadi tantangan berarti.

“Pada akhirnya, latihan Anda di rumah sendiri sama sekali berbeda dengan yang Anda lakukan di lapangan. Tapi kami semakin bagus kok,” sambungnya.

Terkait latihan yang dijalani, Carvajal mengatakan pihaknya tetap harus mengikuti berbagai protokol dan aturan ketat yang ditetapkan pemerintah.

“Kami harus mengikuti protokol yang ditetapkan LaLiga, berhati-hati dan menghormati aturan dan secara umum mencoba untuk mendapatkan kembali kecepatan dengan dan tanpa bola,” akunya.

Bila La Liga baru mulai latihan kembali, tidak demikian dengan Bundesliga Jerman. Kompetisi tertinggi di sepak bola Jerman ini sudah kembali bergulir pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 16 Mei 2020.

Pemerintah Jerman dan otoritas sepak bola setempat sudah memberikan izin untuk bergulirnya kembali kompetisi di negara tersebut. Namun demikian setiap pertandingan yang digelar tidak akan menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Laga dipastikan berjalan tertutup.

Situasi ini, menurut Carvajal akan memberikan pengaruh positif bagi kompetisi lain di benua Eropa. Menurut mantan pemain Bayer Leverkusen itu, bergulirnya kembali Bundesliga adalah kabar bagus bagi sepak bola Eropa dan dunia. Ia mengatakan banyak pemain yang antusias mendengar kabar tersebut.

“Ini adalah sebuah kabar bagus untuk olahraga dan dunia sepakbola. Kami semua antusias untuk melihat bagaimana banyak hal di awal. Kuharap semuanya akan lancar dan Bundesliga bisa menjadi contoh untuk seluruh negara-negara lainnya,” tegasnya.

Saat ini La Liga sedang ditangguhkan dan berbagai spekulasi terkait kapan kompetisi bergulir lagi mengisi ruang publik dan pemberitaan. Barcelona sementara ini berada di puncak klasemen sementara dengan raihan total 56 poin. Blaugrana unggul dua angka dari Real Madrid di posisi kedua.

Jadwal Pertandingan Kamis, 27 Februari: Real Madrid Vs Man City di Liga Champions

Pertandingan lanjutan babak 16 besar Liga Champions Eropa kembali bergulir. Sejumlah laga menarik akan digelar pada Kamis, 27 Februari 2020. Real Madrid akan menghadapi Manchester City. Laga ini akan berlangsung di markas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu.

Kedua tim jelas sama-sama mengincar kemenangan. Sebagai tuan rumah Madrid tidak ingin mengecewakan para pendukungnya. Kemenangan di laga ini penting untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya. Di pertandingan leg kedua nanti, Madrid akan berhadapan dengan tekanan dari para pendukung Manchester City di Stadion Etihad.

Meski begitu City bukan tim yang mudah dikalahkan. Selain bermaterikan pemain mumpuni, sentuhan tangan dingin Pep Guardiola turut membuat tim tersebut patut disegani.

Namun demikian saat ini City sedang dalam masalah. Klub tersebut terancam gagal tampil di pentas Liga Champions Eropa dalam dua musim ke depan menyusul sanksi yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA).

Pertandingan lainnya yang tak kalah menarik adalah pertemuan antara Lyon versus Juventus. pertandingan ini akan berlangsung di markas Lyon.

Juventus merupakan salah satu tim yang dijagokan untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Namun Lyon bisa menjadi tim kuda hitam yang memupuskan harapan dan prediksi tersebut.

Kedua laga ini bakal berlangsung menarik dan ketat. Pemenang di laga ini akan berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Siapakah yang akan meraih kemenangan di pertandingan pertama ini? Kita lihat saja nanti.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Kamis, 27 Februari 2020:

UEFA CHAMPIONS LEAGUE

03:00 WIB – Real Madrid vs Manchester City – SCTV, Champions TV 1 (Live)
03:00 WIB – Lyon vs Juventus – Champions TV 2 (Live)

UEFA EUROPA LEAGUE

00:00 WIB – Braga vs Rangers – Champions TV 1 (Live)

COPA LIBERTADORES

05:15 WIB – Cerro Porteno vs Barcelona SC – Mola TV (Live)
07:30 WIB – Internacional vs Deportes Tolima – Mola TV (Live)

COPA SUDAMERICANA

05:15 WIB – Liverpool Uruguay vs Llaneros – Mola TV (Live)
05:15 WIB – Nacional Asuncion vs Bahia – Mola TV (Live)
07:30 WIB – Deportivo Pasto vs Huachipato – Mola TV (Live)
07:30 WIB – Universidad Catolica vs Lanus – Mola TV (Live)

RECOPA SUDAMERICANA

07:30 WIB – Flamengo vs Independiente del Valle – Mola TV (Live)

W-LEAGUE

15:30 WIB – Adelaide United Women vs Newcastle Jets Women – beIN Sports 2 (Live)

Zidane Sebut Tak Salah Pilih Pemain Meski Kalah dari Sociedad

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku tak salah memilih pemain saat timnya menghadapi Real Sociedad di babak perempat final Copa del Rey. Laga ini digelar di kandang sendiri di Stadion Santiago Bernabeu.

Apesnya, di laga itu Madrid menuai kekalahan dengan skor 3-4. Bahkan Madrid sempat tertinggal tiga gol dalam kedudukan 1-4, sebelum akhirnya mampu mencetak dua gol tambahan.

Menurut Zidane tidak ada yang salah dengan strategi dan formasi yang diturunkan. Ia meyakini telah memilih pemain yang tepat untuk mengisi skuad tersebut.

“Saya pikir tidak salah memilih pemain. Saya memilih pemain yang saya pikir bisa bermain dengan bagus,” beber Zidane.

Lebih lanjut ia mengatakan kekalahan ini juga disebabkan karena performa tim tamu yang bagus. Kekalahan ini tidak mengurangi soliditas dan kekompakan Madrid sebagai sebuah tim.

“Ada lawan yang main sangat bagus dan menghancurkan kami. Kami semua bersatu di di klub ini. Baik saat menang maupun kalah,” sambungnya.

Menurut pelatih asal Prancis itu timnya sudah berjuang maksimal. Namun performa mereka di babak pertama tak sebagus babak kedua. Madrid bahkan sempat tertinggal 1-4 namun mampu memperkecil kedudukan hingga skor akhir hanya berjarak satu gol.

“Perasaan kami buruk karena kami kalah. Babak kedua lebih baik dibandingkan pertama. Kami berusaha keras hingga akhir, bahkan saat tertinggal 1-4,” beber Zidane.

Kekalahan ini membuat Zidane harus berjuang lagi musim depan untuk meraih trofi Copa del Rey bersama klub tersebut. Sebelumnya Zidane sudah berhasil menghadirkan sejumlah prestasi bagi klub ibu kota Spanyol itu. Namun demikian Zidane menanggapi santai soal ini. Menurutnya hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola. Kini saatnya mereka akan fokus di pentas La Liga Spanyol.

“Ini hanya sepak bola. Kami kalah, itu saja. Sekarang kami harus fokus di La Liga,” sambungnya.

Kekalahan ini membuat asa Los Blancos untuk melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara pupus. Sementara itu bagi Sociedad, kemenangan ini meloloskan mereka ke babak semi final.

Tiga gol Madrid dicetak oleh Marcelo di menit ke-59, Rodrygo di menit ke-81, dan Nacho Fernandez di menit ke-90+3. Sementara itu empat gol tim tamu dicetak oleh Alexander Isak di menit ke-64 dan 66, Martin Odegaard di menit ke-22, dam Mikel Merino di menit ke-69.

Meski gagal di Copa del Rey, Madrid masih mempunyai peluang di La Liga Spanyol. Saat ini mereka berada di urutan teratas, unggul tiga angka dari juara bertahan, Barcelona.

 

Hadapi Valladolid Jadi Kesempatan Madrid Gusur Barcelona di Puncak La Liga

Real Madrid mendapat kesempatan emas untuk menggeser Barcelona di puncak La Liga Spanyol. Pertandingan kontra Real Valladolid di pekan ke-21 akan menjadi momentum untuk meraih tiga angka.

Laga ini akan digelar di markas Valladolid. Saat ini Madrid berada di urutan kedua dengan raihan total 43 poin dari 20 pertandingan. Madrid hanya kalah selisih gol dari Barcelona. Hanya saja Madrid memiliki satu pertandingan lebih sedikit setelah Barcelona menelan pil pahit di laga ke-21 menghadapi Valencia.

Sekalipun bertindak sebagai tim tamu, Madrid berpeluang besar memetik kemenangan. Performa tuan rumah sedang dalam situasi kurang meyakinkan. Tim tersebut gagal memetik hasil maksimal dalam beberapa laga terakhir.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane mengatakan situasi yang terjadi dengan Gareth Bale tidak ada kaitan dengan kesengajaan.

“Anda boleh-boleh saja memikirkan apapun yang Anda inginkan, tapi ketika saya dengan si pemain, saya sudah berbicara dengan dia, dia memang ingin bisa bermain, dia ingin berada bersama tim, dia ingin bermain,” beber Zidane

“Belum lama ini dia mengalami cedera ringan. Memang tidak berat, tapi dokter mengatakan butuh tiga sampai empat hari, sudah bagus kalau dia kembali ke sini perlahan-lahan. Mudah-mudahan dia bisa kembali untuk kami dan bermain,” sambung pelatih asal Prancis itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

24-08-2019 Real Madrid 1-1 Real Valladolid
10-03-2019 Real Valladolid 1-4 Real Madrid
03-11-2018 Real Madrid 2-0 Real Valladolid
07-05-2014 Real Valladolid 1-1 Real Madrid
30-11-2013 Real Madrid 4-0 Real Valladolid

5 Pertandingan Terakhir Real Valladolid:

23-1-2020 Tenerife 2-1 Real Valladolid (Copa del Rey)
19-1-2020 Osasuna 0-0 Real Valladolid (La Liga)
12-1-2020 Marbella 1-4 Real Valladolid (Copa del Rey)
4-1-2020 Real Valladolid 2-2 Leganes (La Liga)
22-12-2019 Real Valladolid 1-1 Valencia (La Liga)

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

23-1-2020 Unionistas 1-3 Real Madrid (Copa del Rey)
18-1-2020 Real Madrid 2-1 Sevilla (La Liga)
13-1-2020 Real Madrid 0-0 Atletico Madrid (Final Supercopa de Espana, Pen: 4-1)
9-1-2020 Valencia 1-3 Real Madrid (Semifinal Supercopa de Espana)
4-1-2020 Getafe 0-3 Real Madrid (La Liga)

Perkiraan starting line up Real Valladolid versus Real Madrid:

Real Valladolid (3-5-2): Masip; J Fernandez, K Olivas, M Salisu; Nacho, F Emeterio, R Alcaraz, Michel, J Moyano; Enes Unal, S Guardiola

Pelatih: Sergio Gonzalez

Real Madrid (4-3-1-2): Thibaut Courtois; F Mendy, E Militao, Raphael Varane, Nacho; Luka Modric, Casemiro, Toni Kroos; Isco; Rodrygo Goes,  Karim Benzema

Pelatih: Zinedine Zidane

Real Madrid Hadapi Unionistas di 32 Besar Copa del Rey

Real Madrid akan menghadapi lawan mudah di babak 32 besar Copa del Rey. Los Blancos akan menghadapi Unionistas de Salamanca di Las Pistas del Helmantico pada Kamis, 23 Januari 2020 dini hari WIB.

Di atas kertas Madrid berpeluang memenangi laga ini. Madrid memiliki sumber daya pemain yang lebih mumpuni. Namun demikian kali ini mereka akan bertindak sebagai tim tamu dan akan mendapat tekanan dari publik tuan rumah.

Sebelum menghadapi klub Segunda B atau Divisi Tiga ini, Madrid memiliki modal bagus dengan kemenangan atas Sevilla di Stadion Santiago Bernabeu pada tengah pekan lalu. Kemenangan dalam laga sengit dan menarik ini membuktikan bahwa Madrid masih menjadi salah satu tim besar di sepak bola Spanyol.

Di laga kontra Sevilla, Madrid harus berjuang keras. Bahkan mereka sempat diselamatkan oleh VAR yang menganulir salah satu gol tim tamu.

“Apa yang bisa saya katakan adalah, saya sudah lihat insiden tersebut dan itu memang adangan. Ada yang dilanggar, wasit melihat ke VAR dan memberikan pelanggaran,” ungkap Zinedine Zidane usai laga.

Lebih lanjut pelatih Real Madrid itu mengatakan dirinya tak bisa berbicara terlalu banyak terkait gol lawan yang dianulir.

“Di babak kedua, ada handball dan wasit tak memberikan pelanggaran. Saya tak bisa menjelaskan apa pun dan saya tak pernah mau mengevaluasi ke sana,” beber Zidane.

“Semua keputusan di tangan wasit, terkadang itu melawan pihak anda dan beberapa kali menguntungkan tim anda. Itu pekerjaan sulit, mereka yang memutuskan,” tegas Zidane.

5 Pertandingan Terakhir Unionistas:

21-12-2019 Izarra 2-6 Unionistas (Segunda B)

05-01-2020 Unionistas 1-1 Leioa (Segunda B)

12-01-2020 Unionistas 1-1 Deportivo La Coruna (Copa del Rey)

16-01-2020 Unionistas 1-0 Barakaldo (Segunda B)

19-01-2020 Sociedad B 0-0 Unionistas (Segunda B).

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

23-12-2019 Madrid 0-0 Bilbao (La Liga)

04-01-2020 Getafe 0-3 Madrid (La Liga)

09-01-2020 Valencia 1-3 Madrid (Supercopa)

13-01-2020 Madrid 0-0 Atletico (Supercopa)

18-01-2020 Madrid 2-1 Sevilla (La Liga).

Perkiraan Starting Line-up Real Madrid versus Unionistas Salamanca:

Real Madrid (4-4-3): Alphonse Areola; Daniel Carvajal, Nacho, Éder Militão, Ferland Mendy; Federico Valverde, Casemiro, James Rodríguez; Rodrygo, Mariano, Vinicius Junior.

Pelatih: Zinedine Zidane

Unionistas (4-3-3): Mario Fernández; José Ángel, Juan Góngora, David Gallego, Ayoze Placeres; Javi Navas, Cristian Portilla, Álvaro Romero; Carlos de la Nava, Iván Garrido, Guille Andrés.

Pelatih: Javi Luaces.

 

 

Duel Sengit La Liga Akhir Pekan Ini, Real Madrid Vs Sevilla

Salah satu duel sengit akan tersaji di pekan ke-20 La Liga Spanyol saat Real Madrid menghadapi Sevilla. Pertandingan ini akan digelar di markas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada Sabtu, 18 Januari 2020 malam WIB.

Madrid sedang dalam tren positif usai menjadi juara Piala Super Spanyol. Trofi pertama ini semakin memotivasi mereka untuk menambah koleksi gelar. Salah satu yang diincar, tentu, gelar La Liga.

Saat ini Madrid terus bersaing dengan Barcelona di papan atas. Kedua tim memiliki koleksi poin yang sama. Hanya saja Madrid harus berada di urutan kedua karena kalah selisih gol dari rival abadinya itu. Kedua tim sama-sama mendulang 40 poin dari 19 laga.

Pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane mengatakan persaingan di La Liga begitu ketat. Sementara itu jalan menuju tangga juara masih panjang. Bahkan tantangan demi tantangan akan menghadang mereka.

“Kami telah bekerja keras dan perlu sabar. Kami sempat kesulitan di awal musim, tapi itu biasa terjadi. Sekarang kami merasa senang dengan gelar ini (Piala Super), tapi musim masih panjang. Ada banyak kompetisi yang masih harus diperebutkan dan kami baru memulainya,” beber Zidane.

Namun demikian tidak mudah bagi Madrid untuk memetik poin penuh kontra Sevilla. Tim itu bukan tim lemah yang mudah dikalahkan. Di sisi lain, Madrid akan menghadapi Sevilla yang dilatih Julen Lopeteguui yang sudah mengetahui seluk beluk Madrid.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

23-09-2019 Sevilla 0-1 Madrid (La Liga)

19-01-2019 Madrid 2-0 Sevilla (La Liga)

27-09-2018 Sevilla 3-0 Madrid (La Liga)

10-05-2018 Sevilla 3-2 Madrid (La Liga)

09-12-2017 Madrid 5-0 Sevilla (La Liga).

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

19-12-2019 Barcelona 0-0 Madrid (La Liga)

23-12-2019 Madrid 0-0 Bilbao (La Liga)

04-01-2020 Getafe 0-3 Madrid (La Liga)

09-01-2020 Valencia 1-3 Madrid (Supercopa)

13-01-2020 Madrid 0-0 Atletico (Supercopa).

5 Pertandingan Terakhir Sevilla:

09-12-2019 Osasuna 1-1 Sevilla (La Liga)

13-12-2019 APOEL 1-0 Sevilla (UEL)

16-12-2019 Sevilla 1-2 Villarreal (La Liga)

21-12-2019 Mallorca 0-2 Sevilla (La Liga)

04-01-2020 Sevilla 1-1 Bilbao (La Liga).

Perkiraan Starting Line-up Real Madrid versus Sevilla:

Real Madrid (4-4-3): Thibaut Courtois; Daniel Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Ferland Mendy; Federico Valverde, Casemiro, Luka Modric; Rodrygo, Luka Jovic, Vinicius Junior.

Pelatih: Zinedine Zidane

Sevilla (4-3-3): Tomas Vaclik; Daniel Carrico, Jules Kounde, Diego Carlos, Jesus Navas; Joan Jordan, Fernando, Ever Banega; Oliver Torres, Luuk de Jong, Munir El Haddadi.

Pelatih: Julen Lopetegui

 

 

Komentar Simeone Terhadap Kartu Merah Federico Valverde

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone angkat bicara terkait kartu merah yang diterima pemain Real Madrid, Federico Valverde saat kedua tim bertemu di final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 13 Januari 2020 dini hari WIB.

Valverde harus meninggalkan lapangan pertandingan usai menerima kartu merah  tersebab melanggar Alvaro Morata. Menurut Simeone, keputusan yang dilakukan Valverde tepat pada momen tersebut.

“Itu adalah momen terpenting di pertandingan tadi. Saya bilang ke dia bahwa siapapun akan melakukan hal yang sama kalau di posisinya,” beber Simeone.

Lebih lanjut pelatih asal Argentina itu mengatakan sekalipun Valverde menerima kartu merah, ia tetap pantas dianugerahi predikat man of the match. Pemain tersebut memberikan kontribusi penting bagi kemenangan Madrid.

“Saya rasa memberikan Valverde gelar man of the match itu sangat masuk akal karena Valverde memenangkan pertandingan dengan aksinya ini,” sambungnya.

Sementara itu terkait performa Atletico, Simeone mengatakan timnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Namun lawan kemudian mampu mengambil alih pertandingan di 15 menit terakhir babak pertama.

“Kami memulai dengan cukup baik di 20-25 menit pertama. Real Madrid meningkat di 15 menit terakhir babak pertama,” lanjutnya.

Di babak kedua, demikian Simeone, Madrid mampu menciptakan sejumlah peluang. Meski kendali permainan ada di pihak Madrid, Atletico tetap mampu menciptakan peluang.

“Di babak kedua, situasinya berubah. Mereka punya peluang-peluang, tapi kami selalu dalam posisi-posisi baik dengan sejumlah serangan bagus ke gawang mereka,” lanjutnya.

Sekali lagi, Simeone menyebut momen saat Valverde melanggar Alvaro Morata sebagai momen penting. Menurutnya Valverde telah melakukan keputusan yang tepat bila tidak maka Atletico mampu mencetak gol.

“Momen paling penting adalah dari Valverde, yang mengambil keputusan wajar untuk timnya dan dia mencegah kami dari mendapatkan situasi mencetak gol yang bisa saja menentukan pertandingan,” sambungnya lagi.

Sementara itu pelatih Atletico, Jan Oblak pun turut bersuara terkait kartu merah Valverde. Menurutnya bila Valverde tidak melanggar Morata peluang besar bagi Atletico untuk mencetak gol.

 

“Memang itu tidak menyenangkan untuk dilihat, tapi dia melakukannya untuk menghentikan kami mencetak gol. Itu kartu merah yang jelas. Itu berarti kami tak punya kans bersih yang semestinya kami dapat,” beber Oblak.

Lebih lanjut kiper asal Slovenia itu mengatakan timnya sebenarnya mampu menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang.

“Kami mengontrol pertandingan dengan cukup baik. Ada momen-momen ketika mereka lebih banyak menguasai bola, tapi kami berbahaya dalam serangan balik. Kami cuma kekurangan sedikit hal untuk mencetak gol,” tegas kiper 27 tahun itu.

Varane dan Benzema Antar Madrid ke Puncak La Liga, Geser Barcelona

Real Madrid akhirnya mampu menggeser posisi Barcelona dari puncak klasemen sementara La Liga Spanyol. Hal ini terjadi berkat kemenangan di pekan ke-16 yang berlangsung pada Sabtu, 7 Desember 2019 malam WIB. Tampil di kandang sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid sukses membungkam tamunya Espanyol dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Raphael Varane di menit ke-37 dan Karim Benzema di menit ke-79. Kemenangan ini membuat Madrid kini mengemas total 34 poin dari 15 pertandingan. Madrid unggul tiga angka dari Barcelona yang belum memainkan laga ke-16. Andaisaja Barcelona mampu memenangi laga di pekan ke-16 maka tim tersebut dipastikan akan kembali ke posisi teratas.

Sebagai tuan rumah, Madrid tampil begitu dominan. Penguasaan bola tim berjuluk Los Blancos tersebut mencapai lebih dari 65 persen. Selain itu tuan rumah memiliki peluang lebih banyak. Walau demikian tidak mudah bagi tuan rumah untuk mencetak gol.

Mereka butuh lebih dari 35 menit untuk memecah kebuntuan. Varane sukses membuat publik tuan rumah setelah mampu menuntaskan umpan Karim Benzema. Sementara itu gol Benzema terjadi usai menuntaskan kerja sama apik dengan Federico Valverde.

Usai pertandingan, Varane mengatakan laga tersebut berlangsung ketat. Ia mengatakan timnya harus bermain disiplin terutama di lini belakang.

“Tadi adalah sebuah laga ketat melawan tim lawan yang berlari sangat banyak dan menekan kami. Kami harus tangguh dan solid di belakang agar tidak kebobolan dan sabar di depan gawang. Tadi adalah sebuah pertandingan yang bagus dari tim,” beber Varane.

Madrid sebenarnya sempat tampil dengan 10 pemain setelah Ferland Mendy diusir wasit. Meski begitu Varane mengatakan situasi tersebut tidak mempengaruhi permainan timnya.

“Setelah kartu kuning kedua untuk Mendy kami mengontrol sisa waktu dengan baik. Kami mencetak clean sheet dan itu sangat bagus. Kami bermain dengan kepercayaan diri yang lebih besar di level fisik yang bagus dan dengan sebuah dinamika tim yang bagus,” aku Varane.

Sementara itu pelatih Madrid, Zinedine Zidane angkat bicara terkait Gareth Bale yang diketahui bermain golf sebelum pertandingan ini.

“Saya tidak akan melarang Gareth, atau pemain lainnya, bermain golf. Mereka semua sudah dewasa dan tahu apa yang mesti mereka lakukan,” beber Zidane.

Susunan pemain Real Madrid versus Espanyol:

Real Madrid (4-3-3): 13-Thibaut Courtois; 2-Dani Carvajal, 4-Sergio Ramos, 5- Raphael Varane, 23-Ferland Mendy; 8-Toni Kroos, 14-Casemiro, 15-Federico Valverde; 27-Rodrygo Goes, 9- Karim Benzema, 25-Vinicius Junior.

Pelatih: Zinedine Zidane

Espanyol (3-1-4-2): 13-Diego Lopez; 15-David Lopez, 20 B Espinosa, 24-Fernando Calero; 21-M Roca, 34-V G Perea, 17-Didac Vila, 23-Esteban Granero, 15-Sergi Darder; 12-J Calleri, 7-Wu Lei.

Pelatih: Pablo Machin

Real Madrid Vs PSG, Zidane: Kami Ingin Menunjukkan Kualitas Kami

Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) akan saling berhadapan di pertandingan lanjutan Grup A Liga Champions Eropa. Laga ini akan digelar di markas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa, 26 November 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Pertandingan ini dipastikan berjalan menarik. Kedua tim tentu tidak ingin meraih hasil minor sehingga akan tetap menurunkan formasi terbaik. PSG mengincar kemenangan di laga ini untuk memantapkan diri sebagai penguasa Grup A. sementara itu Madrid perlu menang agar bisa mendampingi PSG ke babak selanjutnya.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane pun menegaskan bahwa mereka akan menunjukkan permainan terbaik. Pelatih asal Prancis itu pun akan mengerahkan segala hal untuk memenangi laga tersebut.

“Kami ingin menunjukkan kualitas kami, menampilkan kinerja yang baik dan mendapatkan hasil yang baik. Kami membutuhkan segalanya: hati, kepala, konsentrasi dan, di atas semua itu, sepak bola yang baik,” ungkap Zidane.

Mantan pemain Real Madrid dan Juventus itu mengakui PSG adalah tim kuat. Performa tim asal ibu kota Prancis itu begitu luar biasa dalam beberapa musim terakhir. Ia pun antusias untuk menghadapi laga ini.

“Ini pertandingan besar dan penting bagi kami untuk menguasai bola. Paris Saint-Germain mengalami musim yang hebat dan kami tahu bahwa tuntutan pada diri kami besok harus lebih tinggi dari semua pertandingan yang kami mainkan sejauh ini, tapi kami suka bermain melawan lawan yang baik,” tegasnya.

Head to Head Kedua Tim dalam 5 Laga Terakhir:

19/09/19 PSG 3 – 0 Real Madrid (Liga Champions)

07/03/18 PSG 1 – 2 Real Madrid (Liga Champions)

15/02/18 Real Madrid 3 – 1 PSG (Liga Champions)

28/07/16 Real Madrid 1 – 3 PSG (International Champions Cup)

04/11/15 Real Madrid 1 – 0 PSG (Liga Champions)

5 Laga Terakhir Real Madrid:

24/11/2019 Real Madrid 3-1 Real Sociedad (La Liga)

10/11/2019 Eibar 0-4 Real Madrid (La Liga)

07/11/2019 Real Madrid 6-0 Galatasaray (Liga Champions)

03/11/2019 Real Madrid 0-0 Real Betis (La Liga)

31/10/2019 Real Madrid vs Leganes (La Liga)

5 Laga Terakhir Paris Saint-Germain (PSG):

23/11/2019 PSG 2-0 Lille (Ligue 1)

09/11/2019 Brest 1-2 PSG (Ligue 1)

07/11/2019 PSG 1-0 Club Brugge (Liga Champions

02/11/2019 Dijon 2-1 PSG (Ligue 1)

28/10/2019 PSG 4-0 Marseille (Ligue 1)

Perkiraan Starting Line-up Real Madrid versus Paris Saint-Germain:

Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Sergio Ramos, Raphael Varane, Marcelo; Luka Modric Casemiro, Toni Kroos; Gareth Bale, Karim Benzema, Eden Hazard.

Pelatih: Zinedine Zidane.

PSG (4-3-3): Keylor Navas; Thomas Munier, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Idrissa Geuye, Marquinhos, Marco Verratti; Angel Di Maria, Kylian Mbappe, Neymar.

Pelatih: Thomas Tuchel.