Serie A Segera Bergulir, Pelatih Lazio Khawatirkan Hal Ini

Serie A Italia dikabarkan akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Ternyata tidak semua klub sudah mempersiapkan diri. Muncul pula kecemasan terkait performa tim saat kompetisi kembali bergulir. Salah satu klub yang cemas terhadap performa timnya adalah Lazio.

Sebagaimana dikatakan pelatih Lazio, Simone Inzaghi, dirinya takut penampilan timnya belum maksimal. Ia khawatir para pemain Lazio belum berada dalam puncak performa.

“Saat kompetisi berhenti, kami sedang bermain sangat baik. Ketika mulai lagi, kami mencoba untuk siap,” beber Inzaghi.

Sebelum Serie A terhenti Lazio memang sedang berada dalam tren positif. Hal ini bisa dilihat dari posisi tim tersebut di tabel klasemen sementara. Lazio terus bersaing dengan Juventus untuk menguasai puncak klasemen Serie A.

Inzaghi mengatakan tidak mudah bagi para pemain untuk menjaga konsistensi, apalagi setelah kompetisi mengalami jeda. Apalagi bila jadwal terbaru mengharuskan setiap tim untuk bertanding dalam rentang waktu yang singkat.

“Sangat sulit untuk mempertahankan bentuk permainan kami, di tambah lagi kemungkinan adanya keputusan pertandingan dalam tiga hari sekali, itu sangat sulit,” lanjutnya.

Sebelumnya pertandingan digelar sekali setiap minggu. Namun setelah kompetisi kembali bergulir ada kemungkinan setiap tim akan bertanding tiga hari sekali.

“Jika musim tidak berhenti, kami akan memainkan satu pertandingan seminggu. Segalanya akan berubah. Kami tahu siapa yang akan bertemu dengan kami dan kami akan berusaha membuat diri kami siap,” pungkasnya.

Pihak Lazio juga mengkritisi salah satu kebijakan yang akan diterapkan saat kompetisi kembali berlangsung.

“Dalam pandangan saya, menempatkan seluruh tim dan staf di tempat karantina jika satu orang dinyatakan positif itu benar-benar konyol. Komite saintifik tidak mau benar-benar mendengarkan pandangan dari pihak yang menangani medis di dunia sepakbola, yang sudah tahu betul kondisi di lapangan dan tidak cuma duduk-duduk saja,” beber kepala medis Lazio, Ivo Pulcini.

Lebih lanjut, Pulcini mengatakan mengkarantina seluruh tim adalah berlebihan. Bila sampai ada pemain atau staf yang positif Corona maka, cukuplah oknum bersangkutan yang dikarantina. Seluruh tim tidak harus dikarantina.

“Dalam kasus ini, biarkan kami yang mengambil tanggung jawab buat memutuskan agar anggota tim tak perlu seluruhnya dikarantina. Saya tidak masalah dengan hal tersebut,” sambungnya.

Selain itu Pulcini mengatakan pemerintah Italia mestinya belajar dari protokol yang diterapkan pemerintah Jerman di kompetisi Bundesliga yang akan kembali bergulir pada akhir pekan ini. Kebijakan di Bundesliga bertolak belakang dengan Italia yang mana bila ada pemain atau staf yang terjangkit Corona maka hanya yang bersangkutan yang wajib dikarantina atau diisolasi.

Serie A Bisa Bernasib Sama dengan Liga Prancis

Saat ini Serie A Italia belum memiliki jadwal pasti untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Berbagai spekulasi pun bermunculan. Di satu sisi kompetisi tersebut diyakini akan bergulir lagi. Namun di sisi lain ada pesimisme.

Meneri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, ragu dengan masa depan kompetisi tersebut di musim ini. Spadafora memprediksi nasib Serie A tidak akan berbeda dengan Ligue 1 Prancis yang sudah dihentikan.

Ia mengatakan saat ini masih berlangsung negosiasi dengan berbagai pihak terkait kelanjutan kompetisi. Dari pihak Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), diajukan protokol medis sebagai jaminan untuk melanjutkan kompetisi. Namun ternyata protokol tersebut belum cukup.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmuwan dan FIGC, yang menyajikan protokol medis yang dipertimbangkan masih belum cukup,” beber Spadafora.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sejumlah klub Serie A sudah mulai diperbolehkan untuk menggelar latihan, meski masih terbatas. Namun demikian Spadafora menilai hal tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Serie A akan berlanjut lagi. Ia justru melihat situasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

“Bagaimanapun, saya selalu blang bahwa kembali berlatih tak berarti memulai musim lagi. Saya melihat melanjutkan Serie A semakin tidak mungkin,” sambungnya.

Ia mengakui adanya hasrat untuk kembali bermain dalam diri para pemain. Menurutnya bila ia menjadi orang penting di klub maka fokusnya tidak akan lagi dicurahkan untuk kompetisi musim ini tetapi memikirkan musim depan.

“Para pemain ingin kembali berlatih dengan benar, tapi kalau saya presiden sebuah klub, saya akan lebih berpikir bagaimana untuk memulai musim depan dengan lebih aman.”

Spadafora yakin bahwa Liga Prancis bukan kompetisi terakhir yang memutuskan untuk menghentikan kompetisi. Bukan tidak mungkin Serie A akan mengambil sikap yang sama.

“Prancis tak akan menjadi liga terakhir yang diputuskan berhenti di sini dan ini bisa mendorong Italia melakukan hal yang sama,” sambungnya.

Melanjutkan atau tidak melanjutkan kompetisi tentu tidak bisa diputuskan dengan mudah. Ada banyak konsekuensi dari masing-masing keputusan. Bila tidak dilanjutkan maka akan timbul kerumitan terkait penentuan gelar juara, promosi dan degradasi. Selain itu klub-klub sepak bola akan semakin merugi.

Di sisi lain bila kompetisi dilanjutkan maka para pemain bisa saja akan merasa was-was dengan kemungkinan munculnya wabah tersebut. Begitu juga di kalangan para penonton. Namun di atas segalanya, keselamatan dan kesehatan para pemain dan penonton adalah prioritas utama. Bagaimana menurut anda?

Lukaku Disorot, Roberto Martinez Pasang Badan

Saat ini Romelu Lukaku kerap mendapat kritikan. Mantan pemain Manchester United itu sering diusik oleh berbagai komentar yang tidak sedikit menyasar performanya di lapangan pertandingan. Pemain yang kini berseragam Inter Milan it uterus berusaha untuk membungkam berbagai kritik yang santer dialamatkan kepadanya terutama saat bermain untuk Manchester United.

Sebelum hengkang ke Italia, Lukaku mengalami situasi krisis. Performanya bersama Setan Merah tak secemerlang saat masih bermain untuk Everton. Tak heran dirinya mendapat sejumlah kritik.

Saat ini performa Lukaku terus membaik. Ia sudah membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain depan top dengan menjaringkan 23 gol dalam 35 pertandingan bersama Inter di semua kompetisi.

Pelatih Belgia, Roberto Martinez pun menghardik berbagai kritikan yang dialamatkan kepada Lukaku. Pria asal Spanyol itu pasang badan terhadap Lukaku dari berbagai kritik yang kerap dilontarkan para pengamat. Menurut Martinez, para pengamat selalu menyoroti hal-hal yang tidak dimiliki oleh pemain.

“Pengamat selalu menyoroti kemampuan yang tidak dimiliki oleh pemain. Ada pemain yang selalu disoroti karena hal-hal baik, dan ada yang disoroti karena tidak pernah melakukan. Lukaku termasuk dalam kategori tersebut, setelah dia meninggalkan Chelsea,” beber Martinez.

Lebih lanjut Martinez mengatakan performa Lukaku kerap dibanding-bandingkan dengan saat masih bermain untuk Everton. Saat Lukaku tidak bisa mencetak gol maka saat itu sang pemain akan menjadi sasaran kritik.

“Dia memiliki musim fenomenal di Everton. Saat dia menuju Manchester United, semua orang akan menyoroti ketika Lukaku tidak mencetak gol. Maka akan ada penilaian negatif tentang penampilannya,” lanjutnya.

Namun demikian Martinez membela Lukaku. Menurutnya pemain tersebut memiliki kualitas yang luar biasa. Ia merupakan seorang pencetak gol dan ia tidak bisa disalahkan untuk apa yang tidak bisa ia lakukan.

“Lukaku punya kualitas luar biasa. Dia pencetak gol, dia tidak bisa diukur dengan sesuatu yang tidak dia lakukan,” sambungnya.

Martinez pun memberi contoh bagaimana para pemain bintang dunia bisa saja memiliki hal-hal yang tidak bisa dilakukan. Salah satunya adalah Diego Maradona yang memiliki keterbatasan. Menurutnya kaki kanan legenda tim nasional Argentina itu tidak bisa mengolah bola sama baiknya seperti kaki kirinya.

“Seperti halnya Diego Maradona tidak melakukan tekel, tidak bisa bertahan dengan baik atau tidak bisa menggunakan kaki kanannya. Tidak ada yang akan berbicara berapa kali Maradona menggunakan kaki kanannya,” beber Martinez memberi contoh.

 

Tekuk Bologna, Lazio Gusur Juventus di Puncak Serie A

Lazio sukses memetik kemenangan di pekan ke-26 Serie A Italia. Menghadapi Bologna di Stadion Olimpico pada Sabtu, 29 Februari 2020 malam WIB, Lazio menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Luis Alberto di menit ke-18 dan Joaquin Correa di menit ke-21. Kemenangan ini sangat berarti bagi Lazio. Pasalnya, tambahan tiga angka membuat mereka sukses menggusur Juventus dari puncak Serie A.

Lazio kini mengemas total 62 poin dari 26 pertandingan. Lazio kini unggul dua angka dari sang juara bertahan yang baru akan bertanding menghadapi Inter Milan. Sayangnya laga tersebut terpaksa ditunda karena wabah Corona. Hal ini membuat Lazio memiliki waktu lebih lama untuk menikmati status sebagai pemuncak klasemen sementara.

Sejak menit awal Lazio terus melancarkan serangan. Tim besutan pelatih Simone Inzaghi ini sangat intens dalam menekan. Hasilnya mereka mampu memecah kebuntuan di awal pertandingan, tepatnya di menit ke-18. Tiga menit berselang, Lazio kembali mengoyak gawang tim tamu. Gol kedua ini sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Gagal meraih poin di laga ini membuat Bologna gagal menambah koleksi poin. Perolehan poin mereka kini tertahan di angka 34 dan masih bertahan di urutan ke-10 di tabel klasemen sementara.

Kemangan ini disambut positif oleh kubu Lazio. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, pihaknya kini bisa menikmati status sebagai pemuncak klasemen.

“Saya tidakpernah membayangkan kami akan menjadi yang teratas setelah 26 pertandingan bahkan mengetahui bahwa saya melatih beberapa pemain yang sangat baik,” beber Inzaghi.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol terutama di babak pertama lantaran memiliki banyak peluang bagus.

“Kami seharusnya memiliki keunggulan lebih besar di babak pertama tetapi kami sedikit lengah di babak kedua, yang merupakan keunggulan Bologna. Kami unggul karena kemampuan kami sendiri,” pungkasnya.

Susunan pemain Lazio versus Bologna:

Lazio (3-5-2): 1-Thomas Strakosha (GK); 26-Stefan Radu, 3-Luiz Felipe, 4-Patric; 22-Jony, 10-Luis Alberto (16-Marco Parolo 61′), 6- Lucas Leiva, 21-Sergej Milinkovic-Savic, 29-Manuel Lazzari; (C) 17-Ciro Immobile (20-Felipe Caicedo), 11-Joaquin Correa (32-Danilo Cataldi 75′).

Pelatih: Simone Inzaghi

Bologna (4-2-3-1): 28-Lukasz Skorupski 9GK); 14-Takeshi Tomiyasu, 13-Mattia Bani, 23-Danilo (17-Andreas Skov Olsen 71′), 4-Stefano Denswil; (C) 16-Andrea Poli, 30-Jerdy Schouten (10-Nicola Sansone 58′); 7-Riccardo Orsolini (9-Federico Santander 59′), 21-Roberto Soriano, 99-Musa Barrow; 24-Rodrigo Palacio.

Pelatih: Sinisa Mihajlovic

AC Milan Jamu Torino di Pekan ke-24 Serie A

AC Milan akan kembali memainkan pertandingan di pentas Serie A Italia. Kali ini Rossoneri akan menghadapi Torino di pekan ke-24 yang berlangsung di kandang sendiri di Stadion San Siro pada Selasa, 18 Februari 2020 dini hari WIB.

Bagi Milan pertandingan ini penting bagi mereka untuk meraih tiga angka. Tambahan tiga angka di laga ini penting untuk memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara. Setelah kalah dalam derbi kontra Inter Milan dengan skor 2-4, Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Juventus meski timnya mampu menguasai pertandingan.

Pelatih Milan, Stefano Pioli menegaskan bahwa hasil minor di laga sebelumnya masih membekas. Salah satunya adalah pelanggaran yang dilakukan kepada rekrutan anyar mereka, Zlatan Ibrahimovic.

“Pertama dan yang paling utama, saya kesal karena terdapat pelanggaran kepada Zlatan Ibrahimovic sebelum handsball terjadi,” beber Pioli.

“Ditambah lagi, saya ingat wasit menunjukkan rekaman dari laga Cagliari melawan Brescia di awal musim dan saat itu keputusan penalti disebut keliru karena si pemain tak bisa melihat arah bola,” sambungnya.

Meski begitu Pioli tetap senang dengan penampilan anak asuhnya. Ia meminta para pemain untuk kelua lapangan dengan kepala tegak karena sudah menunjukkan permainan yang baik.

“Saya mengatakan kepada para pemain untuk meninggalkan lapangan tanpa penyesalan. Saya dapat mengatakan, mereka tidak akan menyesal. Saya sangat bangga dengan kinerja mereka, begitu juga para penggemar Milan,” tegasnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

29-01-2020 AC Milan 4-2 Torino (Coppa Italia)

27-09-2019 Torino 2-1 AC Milan (Serie A)

29-04-2019 Torino 2-0 AC Milan (Serie A)

10-12-2018 AC Milan 0-0 Torino (Serie A)

19-04-2018 Torino 1-1 AC Milan (Serie A)

5 Pertandingan Terakhir AC Milan:

25-01-2020 Brescia 0-1 AC Milan (Serie A)

29-01-2020 AC Milan 4-2 Torino (Coppa Italia)

02-02-2020 AC Milan 1-1 Verona (Serie A)

10-02-2020 Inter 4-2 AC Milan (Serie A)

14-02-2020 AC Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia)

 

5 Pertandingan Terakhir Torino:

19-01-2020 Sassuolo 2-1 Torino (Serie A)

26-01-2020 Torino 0-7 Atalanta (Serie A)

29-01-2020 Milan 4-2 Torino (Coppa Italia)

03-02-2020 Lecce 4-0 Torino (Serie A)

09-02-2020 Torino 1-3 Sampdoria (Serie A)

Perkiraan starting line up AC Milan versus Torino:

AC Milan (4-4-1-1): Gianluigi  Donnarumma; Theo Hernandez, Romagnoli, Kjaer, Calabria; Rebic, Bennacer, Kessie, Castillejo; Calhanoglu; Ibrahimovic.

Pelatih: Stefano Pioli.

Torino (3-4-3): Sirigu; Lyanco, Nkoulou, Djidji; Aina, Rincon, Lukic, Silvestri; Verdi, Belotti, Berenguer.

Pelatih: Moreno Longo.

Pertarungan Genoa Vs Cagliari Jadi Momentum Keluar dari Zona Merah

Genoa dan Cagliari akan saling berhadapan di pekan ke-23 Serie A Italia. Laga ini akan digelar di Stadion Comunale Luigi Ferraris pada Minggu, 9 Februari 2020 malam WIB. Bagi kedua tim laga ini amat penting.

Bagi Genoa pertandingan ini menjadi kesempatan untuk keluar dari zona degradasi. Tentu Genoa harus memenangi laga ini bila ingin meninggalkan zona merah. Genoa baru mengemas 16 poin dari 22 pertandingan dan berada di urutan ke-18.

Pertandingan di kandang sendiri menjadi modal bagi Genoa untuk meraih poin sempurna. Namun demikian Cagliari bukan tim yang mudah dikalahkan. Tim ini berpotensi memberikan perlawanan dan bisa menyulitkan tuan rumah. Tak heran laga ini diprediksi berjalan menarik.

Lima pertemuan terakhir kedua tim: :
15/10/17 Cagliari 2 – 3 Genoa
15/01/17 Cagliari 4 – 1 Genoa
22/08/16 Genoa 3 – 1 Cagliari
11/04/15 Genoa 2 – 0 Cagliari
09/11/14 Cagliari 1 – 1 Genoa

Lima Pertandingan Terakhir Genoa :
11/02/18 Chievo 0 – 1 Genoa
18/02/18 Genoa 2 – 0 Internazionale
25/02/18 Bologna 2 – 0 Genoa
12/03/18 Genoa 0 – 1 Milan
19/03/18 Napoli 1 – 0 Genoa

Lima Pertandingan Terakhir Cagliari :
11/02/18 Sassuolo 0 – 0 Cagliari
18/02/18 Chievo 2 – 1 Cagliari
27/02/18 Cagliari 0 – 5 Napoli
11/03/18 Cagliari 2 – 2 Lazio
18/03/18 Benevento 1 – 2 Cagliari

Perkiraan starting line-up Genoa versus Cagliari:

Genoa (3-5-1-1): Mattia Perin; Davide Biraschi, Edoardo Goldaniga, Christian Romero; Paolo Ghiglione, Stefano Sturaro, Ivan Radovanovic, Filip Jagiello, Peter Ankersen; Goran Pandev; Andrea Favilli.

Pelatih: Davide Nicola.

Cagliari (4-3-2-1): Robin Olsen; Paulo Farago, Sebastian Walukiewicz, Ragnar Klavan, Luca Pellegrini; Nahitan Nandez, Luca Cigarini, Marko Rog; Radja Nainggolan, Joao Pedro; Giovanni Simeone.

Pelatih: Rolando Maran.

 

Juventus Hadapi Hellas Verona di Pekan ke-23 Serie A

Juventus akan menghadapi Hellas Verona di pekan ke-23 Serie A Italia. Laga ini akan digelar di Stadion Marc’Antonio Bentegodi, Verona yang merupakan markas Hellas Verona pada Minggu, 9 Februari 2020 dini hari WIB.

Di atas kertas Juventus tentu lebih diunggulkan. Selain memiliki skuad yang komplit, Juventus juga berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara. Namun demikian sebagai tuan rumah Verona berambisi untuk meraih poin di kandang sendiri sebagaimana ditegaskan sang pelatih, Ivan Juric.

“Saya pikir kami dapat menang. Khususnya di akhir laga, kami memiliki beberapa peluang matang. Di samping dari hasil tersebut, kami melawan tim yang sangat kuat, tetapi performa tim membuat saya bangga,” beber Juric.

Lebih lanjut Juric mengatakan beberapa laga sebelumnya memberikan mereka banyak pengalaman dan pelajaran. Mereka akan berusaha untuk mempertahankan performa terbaik untuk menghadapi Si Nyonya Tua.

“Kami menggunakan sistem false 9 dalam beberapa laga terakhir dan itu bekerja dengan baik, kami mampu membuat beberapa peluang. Jadi untuk sekarang kami akan mempertahankannya dan mencoba membuat karakter yang pas untuk para pemain saya. Dalam pandangan saya, jika memainakan striker murni kontra Lazio, mungkin saja kami kebobolan 4 gol,” tegas Juric.

Namun Verona akan menghadapi Juventus yang memiliki sederet pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo. Ronaldo bakal menjadi momok bagi tuan rumah.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

21-09-2019 Juventus 2-1 Verona (Serie A)

19-05-2018 Juventus 2-1 Verona (Serie A)

31-12-2017 Verona 1-3 Juventus (Serie A)

09-05-2016 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

06-01-2016 Juventus 3-0 Verona (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Hellas Verona:

13-01-2020 Verona 2-1 Genoa (Serie A)

19-01-2020 Bologna 1-1 Verona (Serie A)

26-01-2020 Verona 3-0 Lecce (Serie A)

02-02-2020 Milan 1-1 Verona (Serie A)

06-02-2020 Lazio 0-0 Verona (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

16-01-2020 Juventus 4-0 Udinese (Coppa Italia)

20-01-2020 Juventus 2-1 Parma (Serie A)

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A).

Perkiraan starting line up Hellas Verona versus Juventus:

Hellas Verona (3-4-2-1): Marco Silvestri; Amir Rrahmani, Marash Kumbulla, Pawel Dawidowicz; Marco Faraoni, Sofyan Amrabat, Miguel Veloso, Darko Lazovic; Mattia Zaccagni, Matteo Pessina; Valerio Verre.

Pelatih: Ivan Juric.

Juventus (4-3-1-2): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentancur, Miralem Pjanic, Adrien Rabiot; Aaron Ramsey; Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri

Serigala Roma Jamu Bologna di Pekan ke-23 Serie A

AS Roma akan bertindak sebagai tuan rumah di pekan ke-23 saat menjamu Bologna di Stadion Olimpico, Roma pada Sabtu, 8 Februari 2020 dini hari WIB. Bagi Serigala Roma ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk meraih poin sempurna.

Tujuannya, agar Roma bisa terus memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara. Selain itu kemenangan di laga ini bakal memutus rantai buruk dalam beberapa laga terakhir di mana Roma selalu gagal meraih kemenangan.

Sebagaimana ditegaskan sang pelatih, Paulo Fonseca, mereka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin di laga ini. Selain menjaga fokus, ia pun akan memperbaiki mental anah asuhnya agar siap menghadapi Bologna.

“Melawan Sassuolo, kami membuat kesalahan taktikal, saya membuat kekeliruan dan pemain demikian pula. Kami sedang bekera setiap hari memperbaiki mental, untuk menjelaskan para pemain bahwa kami harus ambisius,” beber Fonseca.

Lebih lanjut pelatih asal Portugal itu menegaskan mereka akan menerapkan strategi terbaik. Salah satunya adalah menjaga soliditas dan agresivitas agar mampu mengambil inisiatif menyerang dan menerapkan pertahanan yang rapat. Ia memprediksi laga tidak akan berjalan mudah.

“Saya, klub, dan para pemain masih bersatu. Bologna melakukan penjagaan dengan agresif, jadi laga tidak akan mudah. Kami harus bisa bermain baik melawan mereka,” tegasnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

22-09-2019 Bologna 1-2 Roma (Serie A)

19-02-2019 Roma 2-1 Bologna (Serie A)

23-09-2018 Bologna 2-0 Roma (Serie A)

31-03-2018 Bologna 1-1 Roma (Serie A)

29-10-2017 Roma 1-0 Bologna (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir AS Roma:

17-01-2020 Parma 0-2 Roma (Coppa Italia)

20-01-2020 Genoa 1-3 Roma (Serie A)

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Roma 1-1 Lazio (Serie A)

02-02-2020 Sassuolo 4-2 Roma (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Bologna:

06-01-2020 Bologna 1-1 Fiorentina (Serie A)

12-01-2020 Torino 1-0 Bologna (Serie A)

19-01-2020 Bologna 1-1 Verona (Serie A)

25-01-2020 SPAL 1-3 Bologna (Serie A)

01-02-2020 Bologna 2-1 Brescia (Serie A).

Perkiraan starting line up AS Roma versus Bologna:

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Davide Santon, Gianluca Mancini, Chris Smalling, Leonardo Spinazzola; Bryan Cristante, Jordan Veretout; Cengiz Under, Diego Perotti, Justin Kluivert; Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca.

Bologna (4-2-3-1): Lukasz Skorupski; Takehiro Tomiyasu, Danilo, Mattia Bani, Stefano Denswill; Nicolas Dominguez, Jerdy Schouten; Riccardo Orsolini, Roberto Soriano, Musa Barrow; Rodrigo Palacio.

Pelatih: Sinisa Mihajlovic.

Jadwal Pertandingan Awal Pekan Ini: Napoli Vs Juventus

Sejumlah laga menarik akan digelar pada awal pekan ini. Sepanjang Senin, 27 Januari 2020 hingga Selasa, 28 Januari 2020 akan berlangsung sejumlah pertandingan menarik.

Dari pentas Serie A Italia akan berlangsung duel sengit antara dua tim sekota yakni AS Roma dan Lazio. Sementara itu di kandang Napoli di Stadion San Paolo, tuan rumah akan menjamu pemuncak klasemen sementara, Juventus.

Dari pentas Piala FA, Loverpool akan menghadapi Shrewsbury Town. Laga ini akan digelar di kandang Shrewsbury Town. Di pertandingan lainnya Bournemouth akan menantang Arsenal pada Selasa, 28 Januari 2020. Di laga ini Arsenal akan bertindak sebagai tim tamu.

Dari pentas La Liga Spanyol, akan belangsung pertandingan penting antara Real Valladolid kontra Real Madrid. Tim yang disebutkan pertama akan bertindak sebagai tuan rumah.

Laga ini penting bagi Madrid. Bila mampu memenangi laga itu, maka Madrid akan menggeser Barcelona dari puncak klasemen sementara La Liga Spanyol. Beberapa jam sebelumnya, Barcelona gagal memetik kemenangan saat menghadapi Valencia.

Saat ini perolehan poin Barcelona tertahan di angka 43 dari 21 pertandingan. Barcelona unggul selisih gol dari Madrid. Bila mampu memenangi laga ke-21 maka Madrid akan merangsek ke urutan teratas.

Berikut jadwal lengkap pertandingan pada awal pekan ini:

SENIN, 27 JANUARI 2020

FA CUP

00:00 WIB – Shrewsbury Town vs Liverpool – beIN Sports 1 (Live)

LA LIGA

03:00 WIB – Real Valladolid vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – AS Roma vs Lazio – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Napoli vs Juventus – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Bayer Leverkusen vs Fortuna Dusseldorf – Fox Sports (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – ATK vs NorthEast United – Fox Sports 3 (Live)

SELASA, 28 JANUARI 2020

FA CUP

03:00 WIB – Bournemouth vs Arsenal – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

SUPER LIG

00:00 WIB – Sivasspor vs Rizespor – beIN Sports 2 (Live)

AFC CHAMPIONS LEAGUE

14:00 WIB – Shanghai SIPG vs Buriram United – Fox Sports 2 (Live)
17:00 WIB – FC Tokyo vs Ceres Negros – Fox Sports 2 (Live)
17:00 WIB – FC Seoul vs Kedah – Fox Sports 3 (Live)

 

 

Lazio Hadapi Napoli di Perempat Final Coppa Italia

Duel menarik akan tersaji di leg pertama babak perempat final Coppa Italia. Lazio dan Napoli akan saling berhadapan. Laga ini akan digelar di Stadion San Polo, kandang Napoli pada Selasa, 21 Januari 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Kedua tim jelas tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memetik kemenangan di laga ini. Namun kubu Lazio sedang dibayangi kekhawatiran. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, Simone Inzaghi, beberapa pemain andalan Lazio tidak sedang dalam performa terbaik karena padatnya jadwal pertandingan belakangan ini. Bahkan ada beberapa pemain yang kini masih dalam proses perawatan cedera.

“Kami akan menghadapi tim yang kuat. Saya masih harus mengevaluasi kondisi kebugaran para pemain, karena kami menjalani jadwal padat. Tetapi, rasanya saya akan membawa seluruh skuat, kecuali Jordan Lukaku, Adam Marusic dan Luis Alberto,” beber Inzaghi.

Terkait peluang memenangi laga itu, Inzaghi merendah. Ia tidak mau jemawa. Apalagi Lazio tak pernah bisa memetik kemenangan dalam tiga lawatan terakhir ke markas Partenopei.

“Napoli memang mengalami hambatan di Serie A, tetapi mereka masih tim hebat. Bagi kami, Coppa Italia sangat berarti. Kami akan berusaha untuk menampilkan performa terbaik pada laga ini,” sambung Inzaghi.

Sementara itu kubu Napoli tak mau terlalu terbebani dengan laga ini. Napoli memang sedang dalam kondisi kurang bagus setelah menelan tiga kekalahan secara beruntun.

Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso menegaskan timnya tidak boleh mengulangi kesalahan tersebut. Mereka harus bangkit untuk meraih kemenangan.

“Saya masih yakin kami memiliki skuat yang berkualitas, tinggal membuat mereka bermain maksimal. Kami harus menemukan kunci performa tim sesungguhnya,” tegas Gatusso.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
21.01.19 SA Napoli 2 – 1 Lazio
19.08.18 SA Lazio 1 – 2 Napoli
11.02.18 SA Napoli 4 – 1 Lazio
21.09.17 SA Lazio 1 – 4 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Napoli:
19.01.20 SA Napoli 0 – 2 Fiorentina
14.01.20 COP Napoli 2 – 0 Perugia
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
07.01.20 SA Napoli 1 – 3 Inter
23.12.19 SA Sassuolo 1 – 2 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Lazio:
18.01.20 SA Lazio 5 – 1 Sampdoria
15.01.20 COP Lazio 4 – 0 Cremonese
12.01.20 SA Lazio 1 – 0 Napoli
05.01.20 SA Brescia 1 – 2 Lazio
22.12.19 SC Juventus 1 – 3 Lazio

Prediksi starting line up Napoli versus Lazio:

Napoli (4-3-3): Meret; Hysaj, Manolas, Di Lorenzo, Mario Rui; Allan, Demme, Zielinski; Lozano, Milik, Insigne
Pelatih: Gennaro Gattuso

Lazio (3-5-2):
Strakosha; Luiz Felipe, Acerbi, Radu; Lazzari, Milinkovic-Savic, Leiva, Parolo, Lulic; Caicedo, Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi