Pelatih Madrid Bandingkan Situasi Sekarang dengan Piala Dunia

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengomentari situasi kompetisi di tengah situasi dunia yang belum benar-benar lepas dari wabah Corona atau Covid-19. La Liga Spanyol dilanjutkan lagi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.

Sayangnya klub-klub peserta harus menghadapi padatnya jadwal pertandingan. Situasi ini pun dinilai oleh Zidane tak ubahnya kompetisi saat Piala Dunia. Apalagi saat ini Madrid terus bersaing dengan Barcelona di puncak klasemen. Dengan sisa 11 pertandingan kedua tim pun sangat berhati-hati agar jangan sampai tergelincir. Sebelas laga sisa tak ubahnya partai final.

Meski begitu Zidane mengakui para pemain Madrid sudah terbiasa dengan situasi penuh tekanan. Ia tak khawatir dengan performa para pemainnya yang bisa menghadapi setiap pertandingan dengan baik.

“Saya suka perbandingannya. Para pemain saya tahu bagaimana rasanya bermain di banyak final, bermain di fase-fase akhir sebuah Piala Dunia atau Piala Eropa,” bebernya.

Pelatih asal Prancis itu mengatakan dalam situasi seperti ini timnya harus mempersiapkan diri dengan baik. Ia mengakui pihaknya sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Ia menegaskan timnya akan langsung tampil habis-habisan sejak laga pertama menghadapi Eibar.

“Yang penting adalah persiapannya dan saya pikir kamis udah bersiap dengan sangat-sangat baik. Pertandingan pertama kami mulai besok dan kami akan habis-habisan,” sambungnya.

Mantan pemain Juventus dan Real Madrid itu mengatakan segala persiapan yang telah dilakukan akan diterapkan di lapangan pertandingan. Ini adalah hal penting yang ia nantikan.

“Saya punya keyakinan bahwa apa yang sudah kami lakukan dengan para pemain dan sekarang kami harus menunjukkannya di atas lapangan.”

Ia mengatakan saat ini persaingan di puncak klasemen begitu ketat. Madrid terpaut dua angka dari Barcelona di urutan teratas. Menurut Zidane perbedaan ini tidak signifikan. Ia akan menjalani 11 pertandingan tersisa tak ubahnya partai final.

“Jaraknya tidak banyak juga tidak sedikit. Inilah situasinya. Kami punya 11 final dan kami akan mencoba memberikan segalanya untuk memenangi liga ini,” pungkasnya.

Pemain Barcelona, Jordi Alba mengatakan timnya tak perlu melihat apa yang terjadi dengan para rival. Hal ini dikatakan usai Barcelona mengandaskan Real Mallorca dengan skor telak.

“Sementara kami terus menang, kami tidah perlu mengkhawatirkan apa yang para rival kami lakukan dan hari ini kami sudah menuntaskan tugas kami,” beber Jordi Alba.

Lebih lanjut pemain internasional Spanyol itu mengatakan Barcelona mampu tampil penuh percaya diri saat menghadapi tuan rumah Mallorca. Ia mengapresiasi semangat dan kepercayaan diri rekan-rekannya. Hal ini dibuktikan dengan gol cepat yang tercipta di awal pertandingan.

“Gol cepat memberikan kepercayaan diri yang besar. Mallorca itu lawan yang bikin tidak nyaman dan segalanya jadi lebih mudah kalau Anda memimpin lebih cepat,” beber Alba.

Zidane Sebut Tak Salah Pilih Pemain Meski Kalah dari Sociedad

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku tak salah memilih pemain saat timnya menghadapi Real Sociedad di babak perempat final Copa del Rey. Laga ini digelar di kandang sendiri di Stadion Santiago Bernabeu.

Apesnya, di laga itu Madrid menuai kekalahan dengan skor 3-4. Bahkan Madrid sempat tertinggal tiga gol dalam kedudukan 1-4, sebelum akhirnya mampu mencetak dua gol tambahan.

Menurut Zidane tidak ada yang salah dengan strategi dan formasi yang diturunkan. Ia meyakini telah memilih pemain yang tepat untuk mengisi skuad tersebut.

“Saya pikir tidak salah memilih pemain. Saya memilih pemain yang saya pikir bisa bermain dengan bagus,” beber Zidane.

Lebih lanjut ia mengatakan kekalahan ini juga disebabkan karena performa tim tamu yang bagus. Kekalahan ini tidak mengurangi soliditas dan kekompakan Madrid sebagai sebuah tim.

“Ada lawan yang main sangat bagus dan menghancurkan kami. Kami semua bersatu di di klub ini. Baik saat menang maupun kalah,” sambungnya.

Menurut pelatih asal Prancis itu timnya sudah berjuang maksimal. Namun performa mereka di babak pertama tak sebagus babak kedua. Madrid bahkan sempat tertinggal 1-4 namun mampu memperkecil kedudukan hingga skor akhir hanya berjarak satu gol.

“Perasaan kami buruk karena kami kalah. Babak kedua lebih baik dibandingkan pertama. Kami berusaha keras hingga akhir, bahkan saat tertinggal 1-4,” beber Zidane.

Kekalahan ini membuat Zidane harus berjuang lagi musim depan untuk meraih trofi Copa del Rey bersama klub tersebut. Sebelumnya Zidane sudah berhasil menghadirkan sejumlah prestasi bagi klub ibu kota Spanyol itu. Namun demikian Zidane menanggapi santai soal ini. Menurutnya hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola. Kini saatnya mereka akan fokus di pentas La Liga Spanyol.

“Ini hanya sepak bola. Kami kalah, itu saja. Sekarang kami harus fokus di La Liga,” sambungnya.

Kekalahan ini membuat asa Los Blancos untuk melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara pupus. Sementara itu bagi Sociedad, kemenangan ini meloloskan mereka ke babak semi final.

Tiga gol Madrid dicetak oleh Marcelo di menit ke-59, Rodrygo di menit ke-81, dan Nacho Fernandez di menit ke-90+3. Sementara itu empat gol tim tamu dicetak oleh Alexander Isak di menit ke-64 dan 66, Martin Odegaard di menit ke-22, dam Mikel Merino di menit ke-69.

Meski gagal di Copa del Rey, Madrid masih mempunyai peluang di La Liga Spanyol. Saat ini mereka berada di urutan teratas, unggul tiga angka dari juara bertahan, Barcelona.